Alur Hidup Yang Rumit

Alur Hidup Yang Rumit
Kejutan untuk yollan


__ADS_3

Dua hari kemudian , dikantor Yollan banyak mendapatkan kado.


hari ini adalah hari kelahirannya walau ia tak mengingat karena kesibukannya bekerja tetapi teman teman Yollan sangat baik dan memberikan kejutan untuknya sebelum waktunya kerja..


Yollan benar benar terharu apa yang dilakukan teman temannya , walau sangat sederhana tapi mereka mengingat dan membuat Yollan bahagia , inilah kenapa Yollan tidak ingin berpindah kerja. disini seperti keluarga yang merangkul yollan.


" haii cantik , nii kado buat kamu " Hans memberikan kado , dia mengganggap yollan sebagai adiknya karena memang Hans tidak mempunyai adik , yang dulu awalnya Hans menyukainya tetapi Hans sadar dia tak akan bisa mendapatkan , hanya dengan mengganggap yollan adik sepertinya sudah sangat beruntung untuk Hans.


" makasih kak Hans ".. menerima kado dari Hans sembari tersenyum manis


" aduh manisnya adikku , coba siapa yang gak kelepek kelepek kalau dikasih senyum begitu "


" Ah kak Hans bisa saja " ..


" oh iya lupa , kata pak Andi tadi pak Hendri menyuruhmu ke ruangannya.. ayo semangat dek "


" iya kak " lantas Yollan mengucapkan terimakasih pada semua, " makasih ya kalian sudah sangat baik padaku "


" sama sama yollanku " serentak semua yang memberi kejutan menjawab.


Yollan membereskan kado kadonya diatas meja dan bersiap untuk ke ruang pak Hendri atas perintah pak Andi.


Yollan mengetuk pintu dan masuk setelah dipersilahkan masuk keruangan.


" yollan , bisa kita bicara sebentar "


" bisa pak , ada hal penting kah ? "


" iya , sangat penting "


" maaf , apa itu pak " nada khawatir

__ADS_1


" Yollan , saya sudah mengenal kamu selama 3 tahun ini nak , saya ingin kamu menikah dengan anak saya "


" pak , maaf.. apa bapak bercanda ? bahkan saya tidak mengenal anak bapak "


" saya tidak bercanda Yollan , saya harap kamu menerima perjodohan ini .. saya yakin kamu bisa membuat anak saya jatuh hati " Hendri menatap Yollan dengan selidik raut wajah Yollan


" pak , anak bapak pasti tidak akan mau bersama saya jikapun saya menerima. Saya sangat jauh dari segala sesuatunya , mungkin anak bapak menginginkan sosok yang sempurna "


" Yollan , saya sudah tahu tentang kamu nak , dan mengenai anak saya , saya akan mengurusnya . Ingat waktu itu kamu sudah berjanji padaku kamu akan melakukan apapun untukku "


" iya pak " Yollan mengingat saat Yollan di terima untuk bekerja disini dan dilatih langsung dan menjadi Yollan sekarang ini dan adik adiknya bisa bersekolah dengan tenang di biayai pak Hendri .


" kamu tinggal menyetujuinya saja , bagaimana ? ".


" iya pak , saya akan membicarakan ini pada orang tua saya "


" baiklah Yollan , besok kamu bisa cuti untuk memberitahukan pernikahanmu 3 hari lagi.. besok sore kami sekeluarga akan ketempat orang tuamu untuk melamar anak kebanggaan mereka "


" apa pak , 3 hari lagi ?? " Yollan benar benar sangat terkejut dengan hal ini , bahkan Yollan benar benar tak mempersiapkan diri untuk hal mendadak ini.


" pak , tapi ini sangat mendadak untuk saya dan apa kata teman teman saya , bagaimana pemikiran mereka dengan acara mendadak ini "


" kamu tak usah khawatir kan itu Yollan , kamu jangan pernah mendengar apapun kata orang lain "


" baik pak "


setelah pembicaraan itu , Yollan kembali ke ruangannya , dia tidak bisa menolak permintaan pak Hendri karena pak Hendri sangat membantu dia dari urusan pekerjaan sampai keluarga , mungkin dengan begini bisa membayar jasa yang telah pak Hendri lakukan padanya dan keluarganya.


apapun yang akan terjadi pada rumah tangganya besok , Yollan akan menerimanya dan tetap berusaha baik kalaupun perlakuan suaminya tak baik. Yollan memikirkan calon suaminya yang bahkan dia tak mengenalnya rupa dan namanya .


" semoga ini yang terbaik , aku akan menerima segalanya dengan ikhlas dan tanpa mengeluh " gumamnya

__ADS_1


saat Yollan sedang memikirkan hal ini , Riska datang mengajaknya untuk beristirahat dan makan di kantin.


" bebeeebbhh.. " teriak Riska.


" astaghfirullah.. Riska , apa gak bisa bicara pelan.." kaget


" hahaha.. bebeb , ayo aku sudah lapar , kita makan cepatlah.."


" iya ayoo "


" uuhh.. unyu nyak kakakku ini " Riska menggelayut di tangan Yollan ,


Dua sahabat ini sudah tak mengherankan karyawan disana , dua orang yang populer dengan kepintaran , kecantikan tetapi tetap sederhana ,, dan jelas supel dalam bergaul.


" Riska , aku besok ambil cuti seminggu .. besok aku ke rumah keluargaku "


" hmm .. untuk apa ?? tumben sekali cuti seminggu "


" aku mau menikah ris.."


" what... are you kidding me ?? "


"no, I'm not kidding right now " membekap mulut Riska " later you will know who will marry me.. " melepaskan tangannya lalu memulai bicara " jangan banyak bicara dan bertanya , please "


" Alright, I understand but you have to promise to tell me everything ... promise?"


" iya.. cerewet sekali kamu "


" aku itu sayang sama kamu bebeb , aku ingin melihat kamu bahagia "


" aku sudah bahagia mengenalmu ris , kamu salah satu sahabatku paling baik dan yang ada selalu untukku "

__ADS_1


" aaahh bebeb.. " memeluk Yollan dengan gemas..


mereka tak peduli banyak orang yang melihatnya tetapi mereka semua sudah tak heran lagi dengan kedua sahabat itu.


__ADS_2