
Tak terasa sebulan sudah pernikahan Azka dan Yollan dengan Azka yang sudah menjadi pemegang perusahaan karena ayahnya sudah menyerahkan semua pada Azka ,
Dan Yollan menepati janjinya untuk berhenti dari perusahaan itu tetapi Yollan tidak benar benar diam , dia membuka toko kue dan kuliner dengan hasil tabungannya sendiri tanpa Azka ketahui , yang Azka ketahui adalah sebuah toko bunga yang sudah dapat izin dari Azka untuk sampingan Yollan agar tidak jenuh..
untuk Toko kue dan kuliner , sengaja Yollan tutupi karena Yollan sudah memikirkan kedepannya bila suatu hari nanti jika terjadi apa apa dengan keluarga mereka karena tidak semua rencana akan mulus begitu saja, keadaan pun tidak selamanya di atas bahkan kita tidak pernah akan tahu esok seperti apa.
Azka sore itu pulang kerja melihat istrinya sedang memasak untuk makan malam mereka karena Azka memberitahukan kalau hari ini akan pulang , merasa bahwa ia benar benar merindukannya karena 2 hari Azka pergi keluar negeri untuk urusan bisnisnya.
" haii... sibukkah ? "
" maz , sudah pulang ? kenapa aku tidak mendengar suara pintu terbuka ?? " melangkah ke arah Azka dan mencium tangan Azka
" kamu terlalu fokus masak "
" mungkin juga , maz lelah y.. mau mandi dulu ? " membawakan tas kerja Azka dan meletakan di meja.
" iya mau mandi dl , badanku terasa lengket " Azka mencium kening Yollan dan Yollan merasa malu Azka menciumnya karena baru pertama kali Azka melakukannya , padahal tanpa Yollan tahu Azka selalu mencium keningnya saat Yollan sudah terlelap tidur.
" maz ..." Yollan memeluk Azka , ingin Yollan berkata merindukannya tapi lidahnya kelu.
" hmm .." membalas pelukannya , ada rasa senang dihati Azka karena Yollan sudah mau menyentuhnya
" mandi dulu maz , aku selesaikan dl masaknya "
" iya sayang " sebenarnya Azka enggan melepaskan pelukan itu tapi dia memang harus mandi,
" ah.. apa .. maz Azka bilang sayang ? apa aku salah pendengaran ? " dalam hati Yollan
mereka melepaskan pelukannya dan melakukan kegiatannya masing masing.
__ADS_1
Dan setelah waktu makan malam , mereka makan tanpa bersuara hingga selesai makan dan setelah itu Yollan membereskan dan mencuci piring piring kotor , sementara Azka dengan laptop nya .
malam pun mulai larut , Yollan yang sudah membersihkan diri dan berganti pakaian duduk di atas kasur dan bersandar , mengisi waktu membaca sebentar sebuah buku bacaan yang sedang disukainya yaitu novel romantis.
Azka yang sudah selesai dengan pekerjaan nya di laptop kembali ke kamar dan melihat istrinya belum tidur , menghampirinya dengan tersenyum .
" sayang , belum tidur ? "
" eh.. belum , ini sedang baca novel yang kemarin dibeli di toko buku itu "
" oh yang kemarin minta izin ke toko buku itu ? "
" iya " Yollan tersenyum dan menurut Azka itu adalah senyum yang sangat manis.
" ayo kita tidur , besok lagi bacanya ya "
" iya maz " Yollan menutup bukunya dan berbaring menghadap Azka dan hal yang sama Azka lakukan.
" apa maz ,, katakan saja " Yollan sudah mengetahui nya
" boleh aku meminta hakku , aku sangat menginginkanmu " Azka diam sejenak dengan bibir bawah digigitnya lalu melanjutkan " kalau kamu belum siap , aku masih bisa menunggu , aku tak ingin memaksamu"
Yollan hanya menganggukan kepalanya..
" boleh ? .. ikhlas ?? "
" iya maz , aku sudah siap " mereka saling melempar senyum dan Azka mencium bibir Yollan sangat lembut dan memperdalam ciumannya hingga menjadi ciuman panas , Yollan yang sedari tadi memejamkan mata menikmati ciuman yang Azka lakukan.
Azka mulai membalikan tubuh Yollan dan sekarang sudah diatas Yollan , dari ciuman bibir Azka mulai turun ke leher Yollan hingga Yollan mengeluarkan desahan yang tak bisa ditahannya lagi membuat Azka merasa semakin bergairah,, tangan Azka membuka baju tidur Yollan dan baju yang dia pakai , Azka berhenti sejenak untuk memandangi tubuh istrinya , Yollan yang saat itu sudah panas akan perlakuan Azka malu melihat Azka yang memandanginya dan Azka menyadarinya.
__ADS_1
" gak usah malu sayang " dan memulai lagi aktifitas nya..menciumi setiap inci tubuh Yollan.
saat dirasa Yollan siap , Azka menyatukan tubuhnya tetapi Azka kaget , karena Yollan sepertinya masih perawan. Yollan yang terlihat kesakitan dan meneteskan air mata membuat Azka berhenti lagi sejenak ,,
" sayang.. apa kamu belum melakukan dengan yang dulu ? " tanya Azka heran dan hanya diangguki Yollan,," maaf.. apa bisa dilanjutkan ?? " Azka meminta izin " iya maz " ucap Yollan dan mereka melanjutkan aktivitas nya yang ternyata pertama untuk keduanya.
setelah selesai melakukan , mereka saling memeluk dengan deru nafas yang belum teratur..setelah dirasa sudah tenang keduanya belum memejamkan mata
" sayang , terimakasih sudah mengizinkan "
" iya maz , sudah kewajibanku "
" boleh maz tahu , kenapa kamu belum melakukan dengannya ?" Yollan melihat wajah Azka tersenyum kemudian Yollan memegang pipi Azka ,,
" karena dia belum menyentuhku selama pernikahan , karena dia bilang .. saat dia menikahi ku dengan aku tidak sadar sebenarnya dia sangat berdosa dan harapan dia saat aku sadar , aku akan menerima pernikahan itu dan akan melakukannya dengan sadar tetapi jika aku ingin berpisah maka dia akan mengikhlaskan aku ".
" hmm.. kenapa waktu itu kamu tidak bertahan ?"
" aku tidak bisa , rasanya terlalu sakit untukku karena saat adanya pernikahan itu , aku bahkan bersikap buruk pada keluargaku "
" iya , sudahlah.. kalaupun memang kamu sudah melakukan itu dengannya , itu tidak akan mengubah perasaanku padamu " menatap Yollan " aku sangat menyayangimu "
" terimakasih sudah menyayangiku " Yollan memeluk Azka ,, tetapi Azka melepaskan dengan tatapan yang sangat bergairah, dan Yollan mengernyitkan dahi ... " kenapa ? "
" aku ingin lagi sayang.."
" tapi masih sakit maz "
" aku akan melakukannya pelan , boleh ya "
__ADS_1
Belum sempat Yollan menjawab , Azka sudah menciumnya dan melakukannya lagi..
Dan yang terdengar malam ini hanyalah desahan mereka yang entah keberapa kali melepaskan kenikmatan...