
pagi ini kalaulah boleh memilih Azka ingin waktu berhenti , semalam terasa mimpi bagi Azka karena Yollan memperlihatkan rasa cinta padanya. tetapi kenyataannya Azka harus bangun untuk melanjutkan kehidupannya bersama sang istri yang sangat ia cintai .
setelah shalat subuh bersama Azka tak henti memperhatikan istrinya yang sedang memasak di dapur dibantu pelayannya disana , istrinya tidak ingin berdiam diri walau Azka menyuruhnya hanya fokus pada kuliah dan dirinya saja , tetapi bagi istrinya melayani suami adalah suatu kewajiban . sempurna ... itu dipikiran Azka , disaat wanita wanita lain menginginkan bahkan mendapatkan lelaki yang kaya raya , mereka dengan senang hati menghamburkan uang suaminya dan menyibukkan dengan hal hal yang belum jelas tetapi istrinya selalu menyibukkan dirinya dirumah memenuhi kebutuhan suami .
setelah selesai memasak untuk sarapan , Yollan akan pergi membersihkan diri tetapi Azka menghalanginya dengan memeluk dirinya dikamar.
" maz.. kenapa ?? , aku bau asap dapur maz "
" tak apa ... sebentar saja , 5 menit "
mereka saling memeluk , merasakan kenyaman diantara mereka .
" sudah.. makasih sayangku "
" iya maz , maz kenapa gak ganti baju ? "
" ini mau sayang , cepat mandinya .. aku nanti nunggu langsung di tempat makan ya "
" iya maz " Yollan berlalu kekamar mandi
Azka mengganti baju santainya dengan baju kerja dan menuju ruang makan menunggu istrinya selesai mandi dia membaca koran dan sesekali meneguk kopi yang telah dibuat istrinya .
Yollan telah selesai dan turun menuju ruang makan , melangkahkan kakinya kearah suaminya , mencium pipi suaminya dan tersenyum.
Azka langsung menoleh dan tersenyum bahagia ,, Yollan menuangkan makanan ke piring Azka dan ke piringnya. mereka makan bersama terkadang saling pandang.
setelah selesai mereka berangkat bersama hanya sampai depan rumah mereka karena kendaraan dan tujuan mereka berbeda.
" sayang , hati hati... i love u " Azka mencium kening dan mengecup bibir Yollan.
" iya maz , jangan lupa bekalnya dimakan nanti siang.. " Yollan yang memberikan bekal ditempat khusus itu untuk makan siang Azka.
" iya sayang , makasih banyak "
" sama2 maz "
Azka berangkat kerja diantar Supir nya ke kantor dan Yollan menyusul dengan menggunakan motor menuju kampusnya.
*****
sesampainya Yollan di kampus , Yollan menuju kelasnya dan duduk dengan tenang..
Fani yang baru datang tiba tiba mengagetkan Yollan yang sedang mendengarkan musik dengan menggunakan headset karena waktu belum menunjukan masuk kelas..
" haii.. Yollan , asik bener !! " tangannya menepuk bahu yollan
" ah Fani .... ngagetin saja "
" kepagian lu Dateng lan "
" hmm.. biarlah dari pada kesiangan nanti aku disuruh keluar lagi sama dosennya "
" hahaha.. bener juga sih "
" lan , lu liat si Rudi gak ?? " Fani celingak celinguk mencari orang yang ditanyakannya
__ADS_1
" belum datang kayaknya , ahaaa.. kamu kangen ya sama Rudi ? " kekeh Yollan
" ey bukan... gue kemarin malem gak sengaja lihat dia kelahi entah sama siapa terus dia bawa cewek gitu anak sekolah terus dibonceng tuh anak sekolahnya "
" kelahi ?? , tapi sepertinya Rudi anaknya baik kelihatan nya , bahkan jarang juga bicara "
" itu dia ... pasti ada masalah "
" hei... malam malam kamu ngapain keluar rumah ? "
" haha.. gua itu suka ngemil you know ? ,, cari cemilan lah sama Abang gua "
" wah.. adek kesayangan dong ? "
" gak tau juga , cuma semenjak orang tua kita meninggal kecelakaan dulu , Abang gua bener bener protektif sama gua , tapi gua gak risih sama sekali karena gua sadar dia itu jagain gua yang satu satunya keluarga dia "
" inalillahi.. iya , aku ngerti .. belajar yang bener ya jangan ngelawan sama abangmu . dia pasti bekerja keras untuk kamu "
" pasti lan.. gua gak ingin lihat dia kecewa sama gua "
" Abang kamu udah nikah ? "
" belum , tapi dia sudah punya cewek ,, ceweknya orang kaya ... Abang gua takut orang tua ceweknya gak restuin hubungan mereka padahal secara finansial Abang gua mapan "
"doain saja fan , Abang kamu bisa bahagia bersama ceweknya "
tak terasa kelas pun dimulai setelah kedatangan dosen dan Rudi terlambat sedikit , mereka fokus mengikuti mata kuliah yang disampaikan oleh ibu Ria .
" lan ke kantin yuk .. lapar "
" mana , aku minta soalnya tadi aku kesiangan jadi langsung berangkat gak sarapan dulu "
" nih.." Yollan membuka tempat makanannya
" wah , masakan lu enak lan "
" masa ? "
" iya .. heii Rudi ,, mau icip icip gak masakan Yollan ? "
" mana.. boleh lan ?? "
" boleh "
" gimana rud ?? " Fani tanya Rudi dengan wajah imutnya
" asli enak banget masakannya , wih bisa buka catering nih " Rudi takjub dengan rasa masakan yollan
" kalian ini , abisin sana berdua "
" lah kamu sih ? "
" nih aku bawa roti coklat .. firasat ku benar , pasti kamu yang bakal makan .. hahaha "
" ah Yollan , gua jadi malu " fani tersenyum lebar
__ADS_1
" besok aku bawa banyakan deh biar kita sama sama makan lagi , lagian aku gak biasa makan di kantin yang banyak orang "
Rudi dan Fani menikmati makanannya dengan lahap .
setelah selesai mereka membereskan dan berbincang bincang sebelum melanjutkan mata kuliah selanjutnya.
Fani menanyakan kejadian semalam pada Rudi dan Rudi menceritakan kejadian itu , Rudi berkelahi dengan laki laki yang mengganggu adiknya .
setelah mengikuti mata kuliah terakhir , Yollan berpamitan terlebih dahulu karena tidak mau terlambat pulang , dia ingin memasak untuk suaminya..
******
Azka dikantornya sangat sibuk diruangannya , Azka teringat bekal makanan istrinya .
" untung punya istri pengertian " ucapnya
Jefri mengetuk pintu yang tadinya akan menanyakan pada Azka pesanan makanan tapi melihat dia sudah memakan makanan jadi mengurungkan niatnya.
" sini Jef .. istriku bawa bekal makan lumayan banyak "
" wah .. jadi ingin punya istri kalau seperti ini , pantas saja kau semakin berisi "
" haha.. ayo makan "
" baiklah , aku sangat suka masakan istrimu "
" dasar kau ini .. kalau bukan sahabatku gak Sudi aku berbagi "
" hahahaha.. kejam bapak Azka ini "
mereka melahap makanannya hingga tandas dan sejenak beristirahat menurunkan makanannya dahulu sebelum mereka kembali bekerja .
" asli kau beruntung ka dapat istri serba bisa dan pengertian begini padahal dia sekarang disibukan dengan kuliahnya "
" iya , Alhamdulillah Jef ... aku tak salah pilih "
" tinggal aku , harus menyiapkan mental ku saat berhadapan dengan orang tuanya "
" orang tuanya ?? .. jadi kamu sudah punya calon Jef ? " Azka menunjukan wajah tak percaya " kau itu tak pernah sedikitpun cerita padaku tentang calonmu "
" ini aku sedang bercerita " Jefri mengangkat satu alisnya.
" kenapa gak dari awal ? "
" tak usah diceritain hal itu , karena aku masih ragu dengan semuanya , aku mencintainya tetapi siapalah aku yang bukan apa apa ini dibanding dirinya dan keluarganya "
" heii... calon mertua mu harus bangga mempunyai calon menantu yang mandiri dan bertanggung jawab sepertimu "
" itu yang dikatakan dia , aku akan coba datang terlebih dahulu ke rumahnya berkenalan secara langsung walau aku sudah mengenal mereka sebelumnya tetapi lain hal dengan hubungan kami , setelah itu aku akan melamarnya jika sudah ada lampu hijau dari keluarganya. aku ingin ayahmu melamarkan aku pada keluarganya "
" Jef , ayahku sudah menganggap kamu itu anaknya , sudah pasti akan sangat bersedia . aku yakin kamu belum mau memberitahukan wanitamu padaku tapi tak apa , pasti kamu punya alasan untuk itu "
" hmmm " Jefri hanya tersenyum mendengar ucapan Azka
dan mereka melanjutkan kegiatan mereka hingga tak terasa jam kerja selesai.
__ADS_1
Azka yang sangat bersemangat pulang terlihat oleh Jefri dan Jefri hanya menggelengkan kepalanya melihat Sahabatnya itu jadi orang yang berbeda setelah mengenal istrinya tetapi masih sama jika berhadapan dengan pekerjaannya.