
Waktu bergulir dengan cepat , pernikahan Jefri dan Riska segera di laksanakan . Pernikahan yang meriah dengan banyak undangan dadakan pun telah tersebar .
Orang tua Riska dengan senang dan bangga akan pernikahan itu terlihat jelas ,,
Azka yang menggenggam erat tangan Yollan melihat kemegahan pernikahan Jefri dan Riska merasa dirinya merasa bersalah.
" sayang , maafkan aku dulu tak memberikan kemewahan saat kita menikah dulu.. dan hanya di hadiri oleh kerabat saja " ucap Azka
" kenapa harus minta maaf ?? , toh kita menikah juga sudah tertulis di negara apalagi agama " Yollan tersenyum
" Tapi lihat Jefri sekarang , rasanya ingin mengulang resepsinya dan ku beri kemegahan lebih dari ini "
" Tak usah maz , yang penting sekarang aku sudah resmi menjadi istri.. yang harus kita fikirkan itu adalah masa depan kita yang masih menggantung karena ketakutan akan adanya ibu mu "
" iya , terima kasih kamu sudah pengertian "
" iya maz ..."
Banyaknya tamu undangan membuat Azka tidak pernah ingin melepaskan Yollan sedikitpun dan itu tidak luput dari penglihatan seseorang...
jantungnya terasa diremas , saat melihat mereka bergandengan tangan dengan mesra dan Azka dengan posesif memegang tangan Yollan.
Apalagi mengetahui mereka adalah pasangan suami istri yang membuat dirinya benar benar patah hati , kehadirannya atas undangan pernikahan itu menjadi sebuah mimpi buruk yang menyesakkan dada.
wanita yang bisa membuat hatinya bisa merasakan hal lain ternyata sudah memiliki seorang suami dan bahkan suaminya adalah salah satu saingannya di dalam bisnis.
" pantas saja Yollan selalu menutup diri dan menjauh dari para lelaki , karena dia sudah mempunyai suami tapi kenapa harus dia .. ?? " dalam hati Gilang terus bertanya tanya. Dia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu .
sesampainya dirumah , Gilang selalu terbayang wajah Yollan yang sangat cantik malam ini berbeda dengan pakaian sehari hari kuliahnya , dikuncinya pintu kamar dan duduk dilantai menyandarkan diri di tembok.
Gilang memegang dadanya dan merasakan sakit yang entah tak bisa dia gambarkan , tak terasa air mata lolos begitu saja , nafasnya terasa sesak untuknya melihat kenyataan yang sebenarnya jauh dari fikiran akan menjadi hal yang menyakitkan untuknya.
Gilang meraih ponselnya dan menghubungi asistennya dengan memerintahkan asistennya mencaritahu bagaimana Azka bisa mendapatkan Yollan.
Bagaimanapun Yollan adalah cinta pertamanya walau belum termiliki bahkan Yollan tidak tahu perasaanya seperti apa.
Gilang ingin memastikan bahwa wanita yang ia cintai benar benar bahagia .
Gilang menggeser ponselnya melihat lihat foto yang diambilnya diam diam dan menghembuskan nafas kasar , tidak lama ponselnya berbunyi dan semua informasi mengenai Azka dan istrinya dengan mudah diterima saat itu juga.
__ADS_1
Gilang memutuskan untuk tetap melindungi wanita itu dari ancaman ibunya Azka yang sudah terkenal kejam bahkan untuk keluarganya sendiri .
Mungkin memang Gilang takkan bisa mendapatkan Yollan tetapi jika Yollan disakiti ibu dari suaminya , Gilang takkan tinggal diam dan akan selalu membantu Yollan , apalagi jika Azka sendiri yang menyakiti Yollan , Gilang akan benar benar merebutnya .
Gila memang tapi Gilang sudah benar benar sangat mencintai Yollan dan tak peduli apapun walau sekarang dia akan memperhatikan Yollan dalam ketidaktahuan wanita itu .
Gilang sangat mengagumi kepribadian Yollan yang belum di lihat dari wanita manapun .
Yollan yang selalu menjaga dirinya dan memegang prinsipnya yang membuat Gilang benar benar mengaguminya.
*****
ditempat lain ...
Azka dan Yollan pulang ke rumah dan langsung membersihkan diri dan sedikit berbincang bahkan bercanda ,, banyak hal yang dibicarakan .
Azka memandang wajah istrinya yang sedang tertawa membuat hangat hatinya dan semoga istrinya akan selalu bahagia seperti ini ,,
ditengah tengah candaan Azka mengucapkan kata cinta untuk istrinya
" aku sangat mencintaimu "
" Tahukah kamu bahwa aku sangat mencintaimu ?? " Azka menatap tajam ke mata Yollan dan Yollan yang diam membeku hanya menggelengkan kepalanya.. " kau harus tahu bahwa aku sangat mencintaimu , aku takkan mengkhianati mu dan kamu pun jangan mengkhianati ku "
" maz , mana mungkin aku mengkhianati maz sedangkan aku seorang istri dan juga sama mencintaimu "
" aku takut saat kita terpisah , kau memilih bersama orang lain ,, aku..aku punya firasat buruk " Azka menundukkan diri
saat Azka begitu sedih akan firasatnya , Yollan merasakan panas dingin di badannya yang lama kelamaan merasakan mual pada perutnya , dan langsung lari ke kamar mandi ,, Azka langsung mengikuti dan mencoba membantu Yollan yang sedang susah payah memuntahkan isi perutnya.
" apa kamu sakit ?? " Azka begitu khawatir
" gak tahu maz , tiba tiba aku mual " badan Yollan melemas dan hampir jatuh jika Azka tidak sigap menahannya.
Azka menggendong Yollan dan merebahkan Yollan di ranjang lalu menghubungi dokter keluarganya untuk memeriksa keadaan istrinya.
wajah pucat istrinya membuat Azka sebegitu khawatir .
di usapnya kepala Yollan dengan lembut satu tangan lagi menggenggam tangan Yollan yang lemas ...
__ADS_1
tak lama ketukan pintu kamar terdengar dan bibi mengatakan kalau dokter sudah datang , Azka menyuruh untuk segera masuk dan memeriksa keadaan istrinya.
setelah selesai diperiksa dokter langsung menulis resep yang harus di tebus oleh Azka untuk istrinya
" dok , sakit apa istri saya ? "
" ibu Yollan tidak sakit pak.."
" lantas kenapa dia begitu pucat dan lemah ? '
" wajar pak , bapak bilang ibu Yollan tadi muntah dan itu wajar untuk wanita hamil "
" hamil ?? "
" benar pak , hanya usianya belum dapat dipastikan , silahkan bapak nanti bisa periksakan di dokter kandungan langsung."
" ah.. iya dok , terima kasih "
" sama sama pak Azka , saya pamit dulu kalau begitu "
" iya , silahkan "
Azka mengantarkan dokter keluar rumah dan menyuruh supirnya untuk membeli obat ke apotek .
Azka merasa sangat senang hatinya..
dia melangkahkan kaki ke kamarnya kembali , mencium dahi istrinya yang tertidur .
" apa begini wanita hamil ? " gumam Azka yang khawatir melihat istrinya lemah sesudah muntah muntah.
Azka benar benar tak tega melihat kondisi istrinya yang awalnya baik baik saja sekarang lunglai.
Azka menyuruh bibi untuk membuatkan air hangat untuk istrinya , dengan telaten Azka mengelap wajah dan badan istrinya , mengganti baju istrinya yang kotor .
istrinya tidur lelap , mungkin karena dia lelah dan setelah mengurus istrinya Azka menunggu obat yang sedang di belikan supirnya.
setelah ada obat dan vitamin lalu Azka kembali ke kamarnya , dia membuka laptopnya untuk mengerjakan kerjaan yang tertunda , sesekali mengecek ponselnya dan terus berkutat dengan pekerjaan.
setelah itu dia pergi ke kamar mandi untuk berganti baju lalu dia merebahkan diri di samping istrinya , memiringkan tubuhnya menyangga kepala dengan tangan kiri lalu tersenyum dengan tangan membelai pipi sang istri ,, tak pernah menyangka dia akan diberikan seorang anak dengan cepat dan bersyukur mempunyai istri yang sangat dia idamkan dan dia cintai.
__ADS_1
Lalu Azka tertidur dengan memeluk istrinya.