Alur Hidup Yang Rumit

Alur Hidup Yang Rumit
adik kesayangan ...


__ADS_3

Yollan yang tak tahu keributan tadi bingung karena orang orang di kantor semua bergosip termasuk Riska .


" beb.. yaa Ampuun tadi ada cowok cari pak Hendri , sungguh sangat tampan "


" kamu itu , semua cowok dibilang tampan "


" beneran bebh , tadi aku lihat sendiri.. eh aku salah cerita ,, mana kamu mau tahu tentang cowok..hahaha "


" hmm.. bukan tak mau tahu tapi belum mau tahu lagi.. ingatkan aku ini pernah menikah dulu "


" iya ..hehe... tapi sampai kapan kamu terus tertutup Beb , kamu itu sangat cantik..kamu di kantor populer tapi kamu sendiri menutup diri ke lelaki " Riska menggenggam tangan Yollan


" bukan menutup diri Riska , aku hanya ingin sendiri dulu ,, fokus kerja untuk keluarga aku.. kau tahu sendiri adik adik aku masih sekolah , banyak biaya yang harus aku keluarkan , belum kakak aku yang kesehatannya memburuk " ucapan Yollan lirih


" iya beb , aku tahu.. kalaupun kamu harus diperkenalkan dengan laki laki lagi , semoga dia yang tulus bisa membantu keluargamu juga ".


" aamiin.. " Yollan tidak mau membahas lagi karena tidak mau semua menjadi beban dirinya , Yollan hanya mau bekerja ikhlas .


*****


Azka sampai dikediaman ayahnya , dan disambut oleh mama Rina .


" sayang , kamu sudah datang ? " memeluk Azka yang baru saja masuk ke dalam rumah


" iya ma , mama apa kabar ? "


" mama baik sayang , tadi ayah telepon katanya kamu akan disini beberapa hari ? "


" iya , mama tidak ke butik ? "


" tadi kebutik , cuma pas di telfon ayah.. mama langsung pulang ,, mama senang kamu pulang nak "


" makasih ma , mama sudah baik padaku selama ini .. " memegang tangan mama Rina lantas mencium dahi yang dianggap lebih dari ibu kandungnya itu


" mama sudah menyuruh pelayan untuk menghidangkan masakan kesukaanmu nak, makanlah dulu..

__ADS_1


" baik ma,, terimakasih"


setelah Azka selesai makan , mama Rina menyuruh Azka untuk istirahat


" oh iyaa nak, nanti kamu langsung ke kamar saja ya , istirahatkan dirimu .. mama akan menemui klien mama dulu hanya sebentar , klien mama ingin melihat rancangan mama langsung "


" baik ma , Hana kemana ma ? " Azka menanyakan adiknya dari Hendri dan Rina


" Hana keluar nak, tadi mama sudah telpon kalau ada kamu d rumah , tapi dia sedang ada kepentingan yang tak bisa di tunda katanya "


Azka hanya menganggukan kepala dan tersenyum , setelah mama rina pergi Azka langsung ke kamarnya.


didalam kamar , Azka melihat kamarnya tidak berubah sama sekali.. benar benar dirawat dengan baik.


Azka meraih ponselnya dan menelpon Jefri untuk menanyakan pekerjaan dan membuka laptopnya mengecek segala sesuatunya.


Azka menganggukan kepalanya saat Jefri memberikan keterangan laporan .


" Jef , tolong Carikan rumah disini untukku .. bilang anak buahmu untuk mencarikan rumah yang dekat dengan kantor ayah tetapi jangan sampai ayah tahu dulu , mengerti "


Azka langsung menutup telponnya , beralih ke pesan WhatsApp ... yang tak lain mengirim pesan untuk yollan


- " hai.. sedang apakah ? " lama Azka menunggu balasan dan baru sadar kalau ini memang masih waktunya bekerja dan Yollan jarang sekali membuka pesan selagi bekerja.


" sebaiknya aku mandi setelah itu istirahat , mudah mudahan saja Yollan membalas pesan setelah dia melihat pesanku "


setelah selesai mandi Azka memeriksa ponselnya tapi belum juga mendapatkan balasan.


" aku merindukanmu lan , semoga rencanaku dan ayah lancar dan bisa secepatnya bersama ".


saat sedang melamun.. azka dikejutkan dengan suara pesan masuk .


- " *baru selesaikan pekerjaan mas "


- " kamu langsung pulang atau main dulu ? , biasanya kan wanita itu pulang kerja hang out dulu gitu sama temen temen "

__ADS_1


- " gak maz , tidak punya waktu untuk kesana kemari "


- " kamu tak tertarik dengan hal hal begitu lan* ?


tak ada balasan lagi dari Yollan..


setelah menaruh ponselnya Azka keluar kamar untuk mengambil air minum , dia melihat Hana memasuki rumah dan lari menghampirinya.


" kakak..." teriak Hana


" heii.. jangan lari " saling memeluk mereka benar benar saling merindukan karena Azka memang 3 tahun tak pernah pulang bahkan hari raya sekalipun.


" aku merindukanmu kak.. "


" kakak juga dek , gimana kuliahmu sudah selesaikan ?"


" ini tinggal sidang saja kak , kakak apa kakak sudah punya kekasih ?"


" sejauh ini belum dek , tapi kakak sudah ada target untuk menikahi seseorang " Azka tersenyum


" waaahh beruntungnya dia , sepertinya kakak sangat mencintai dia ya kak "


" entahlah dek, kakak sangat ingin memiliki dan melindunginya "


" uhm.. tadinya aku mau kenalin sama seseorang , dia sangat baik kak.. "


" eh.. adiknya kakak ini mau jadi Mak comblang ya "..


" tadinya kak , tapi ternyata kakak sudah ada yang punya ,, siapapun dia .. semoga dia bisa membahagiakan kakak ya "


" iya dek,, semoga kamu juga bisa terima dia menjadi ipar kamu , karena untuk memilikinya kakak benar benar butuh perjuangan "


" siap kak "


mereka berbincang dan bersenda gurau bersama tak kenal waktu , walau beda ibu mereka benar benar saling menyayangi. Hana yang manja pada Azka terus bergelayut ditangan Azka , mereka duduk di sofa dan saling bercerita menghabiskan sore diruang keluarga.

__ADS_1


__ADS_2