
pagi ini Yollan sangat bersemangat mendengar suaminya akan pulang hari ini , sesudah memasak Yollan ke kamar Fani untuk membangunkan Fani .
Yollan dan Fani sarapan pagi setelahnya pergi ke kampus bersama , mereka benar benar seperti adik kakak..
di jalan menuju ruang kelasnya Yollan bertemu Gilang ,, dan Gilang tersenyum padanya , yollanpun membalas senyum dosennya itu..
Gilang bahagia saat bertemu dengan Yollan walau pun dia tidak akan tahu bagaimana esok Yollan bersamanya atau tidak , Gilang benar benar menyukai Yollan bahkan Gilang membuat poster dengan foto Yollan dikamarnya.
semakin semangat datang ke kampus walau hanya 2 kali waktu untuk mengajar di kelas Yollan. rasanya ingin setiap hari tapi memang sudah jadwalnya demikian.
Gilang sangat putus asa tak dapat mengetahui informasi lebih lanjut tentang gadis yang dia sukai , ada sesuatu yang mengganjal pikirannya . siapa gadis ini ??
yang dia tahu Yollan sempat menikah tetapi hanya sebentar dan itupun dengan cerita ceritanya , tetapi informasi lebih lanjut tidak ditemukan.
Yollan yang sedang beristirahat selesai mata kuliah pertamanya mendapatkan telepon dari Riska
" *bebebh.. besok dia akan melamarku pada orang tuaku "
" orang tuamu sudah menerimanya ? "
" iya beb , bahkan orang tuaku sangat mendukung kami "
" selamat adikku.. "
" iya beb .. kamu pasti akan ke rumahku nanti sebagai keluarga dia , kemarin dia cerita seperti itu. Tadinya aku ingin kamu yang menemaniku "
" eh .. tunggu , siapa dia ? "
" nanti juga akan ada yang cerita sama kamu sebentar lagi , sudah dulu ya.. bye bebebku... "
" eeehh .. tunggu*.." belum sempat bertanya lagi Riska sudah menutup telponnya . sungguh benar benar misteri Riska ini.
Yollan penasaran , siapa dia yang diceritakan Riska itu , cuma Yollan bisa apa.. hanya bisa menunggu .
setengah melamun Yollan dikagetkan Fani yang dari tadi menanyai Yollan tapi tak yollan jawab .
" heiii.. ka Yollan "
" kaget aku... Fani aaahh "
" abis dari tadi aku panggil ka Yollan gak nyaut "
" haha.. maaf , aku lagi mikirin sahabat aku Riska .. besok ada acara lamaran tapi aku gak dikasih tahu siapa lelakinya "
" tunggu... apa jangan jangan... "
" jangan jangan apa ?"
" Riska pacar ka Jefri ? soalnya ka Jefri juga akan melamar pacarnya besok ".
" wah.. kapan mereka pacaran !! , kenapa aku gak tahu menahu tentang mereka "
__ADS_1
" sudah agak lama kak "
" wah ..wah.. dasar mereka ini keterlaluan !! "
Fani dan Yollan tertawa setelah tahu kenyataan nya Riska dan Jefri bersama .
waktu semakin bergerak maju dan menunjukan waktu pulang .. Yollan bersiap pulang dan akan mengantar dulu Fani ke rumahnya , Yollan langsung pulang setelah dari rumah Fani .
*****
saat Yollan memasuki kamar dia dikagetkan dengan adanya pelukan dari belakang , sangat erat tetapi Yollan mengenali parfum itu .. harum yang bersatu dengan aroma tubuh suaminya ...
" maz ... "
" jangan bergerak , sebentar saja .. begini , aku merindukan ini "
" ehmm.. " Yollan memejamkan matanya , merasakan hangatnya pelukan suaminya.
Azka membalikan tubuh Yollan mencium keningnya lalu memeluk kembali .
" hanya dua hari kita tak bertemu tapi dadaku sudah sangat sesak " ucap Azka
" benarkah ? " Yollan tersenyum
" hmmm.. " Azka menjawab dengan suara sensualnya
" maz , aku harus memasak dulu , udah sore "
" maz... mau apa ? "
" hmm... mau kamu , aku kangen..."
" aku belum mandi dan lengket "
" tak apa.. akupun demikian , tapi aku menginginkannya sekarang " tangan Azka sudah tak terkendali kemana mana dan Yollan pasrah kalau Azka sudah seperti ini
Azka mencium Yollan dan terus semakin dalam , mereka benar benar melepas rindu apalagi Azka yang memang tak pernah bisa menahan apabila sudah berdekatan dengan istrinya.
setelah selesai , Azka tetap menciumi istrinya karena sangat merindukan istrinya ini.
" maz , sudah ... apa gak capek uhm ? "
" aku rindu sayang ... walau sudah melakukannya tapi aku ingin menciumimu , apa gak boleh ? "
" boleh maz .. tapi kita lengket loh , kita berdua belum mandi " Yollan terkekeh
" mandi bareng ya... biar cepet , bentar lagi juga Maghrib "
" iya maz "
mereka telah selesai dengan mandinya dan saling mengeringkan rambut bersama lalu beribadah bersama setelah itu turun ke ruang makan , setelah makan mereka berdiam di ruang tv dan berbincang , Yollan menanyakan lamaran Jefri untuk Riska dan dibenarkan oleh Azka ,,
__ADS_1
" ayah yang akan melamarkan , karena ayah sudah mengganggap Jefri sebagai anaknya walau dulu sempat ayah berfikiran untuk menjadikan Jefri suami Hana dan sebenarnya aku pun begitu tapi ternyata Jefri sangat mencintai Riska dan kita harus iklhas dengan keputusan Jefri ,, Hana sempat mengurung diri saat mengetahui Jefri akan melamar Riska tapi kami memberikan pengertian pada Hana , kalau cinta tak bisa dipaksakan dan Alhamdulillah Hana mau mengerti dan mendukung keputusan lamaran itu "
" iya maz , Hana ataupun Riska adalah orang terpenting dihidupku .. mereka berdua sangat baik tapi memang benar , cinta itu tak bisa dipaksakan ".
" sayang... ayo tidur setelah shalat ,, aku capek "
" iya maz , ayo "
setelah shalat isya Azka dan Yollan merebahkan diri tetapi bukannya langsung tidur , Azka malah bergerilya kemana mana dan Yollan sudah pasti tahu akhirnya seperti apa .
" bilangnya capek tapi malah begini "
" diam sayang , biarin... sebelum tidur , sekali lagi ya "
" bilang sekali lagi tapi nanti tengah malam pasti begini lagi... "
" hahaha... pasrahlah , salah siapa kamu selalu bikin aku begini terus "
" ah .. sudahlah , pasti ujung ujungnya begini pula.."
mereka melanjutkan keinginan Azka yang benar benar seperti dahaga di tengah Padang pasir saat diberikan minum . lagi..lagi..dan lagi... tanpa ada rasa kenyang.
*****
Esoknya keluarga Azka bersiap untuk acara lamaran Jefri pada Riska .
orang tua Riska sangat senang dengan kedatangan pak Hendri Ginanjar dan keluarga untuk menjadi wali dari Jefri .
ayahnya Riska , pak Adinata menerima lamaran tersebut dan pasangan itu terlihat sangat bahagia .
Pernikahan itu akan dilangsungkan dua Minggu lagi karena pak Adinata tidak sabar mempunyai menantu yang ia anggap baik untuk anaknya .
Yollan sangat terharu akan lamaran kali ini , sahabatnya Riska menemukan orang yang benar benar dicintainya dan secara tidak langsung akan menjadi keluarga kami juga walau tak sedarah .
Jefri yang kehilangan orang tuanya di usia yang masih muda tetapi dia jujur dan bekerja keras hingga dia berada di posisi sekarang , menjadi seseorang kepercayaan itu tak mudah dan dia membuktikan sendiri bahwa dia layak untuk disandingkan dengan siapapun . Bahkan sebenarnya Yollan kaget yang diceritakan Azka bahwa sebenarnya ayahnya Azka menginginkan Jefri sebagai menantunya , bukan hal mudah berada di keluarga Ginanjar dan pasti pak Hendri sudah sangat percaya pada Jefri tapi pak Hendri dengan lapang dada melepaskan Jefri untuk orang lain .
Butuh kebesaran jiwa mengenai hal ini yang bisa saja pak Hendri memaksakan kehendaknya karena juga Hana sangat menyukai Jefri dan mengetahui akan di jodohkan dengannya suatu hari nanti tapi jodoh kita tidak akan mengetahuinya .
Yollan yang melihat Hana saat itu sangat prihatin tetapi Hana mencoba untuk selalu tersenyum . Yollan memegang tangan adik iparnya dan tersenyum . Hana memegang tangan Yollan sangat erat menandakan sebenarnya Hana tidak kuat dengan adanya hal ini.
sebegitu besar rasa Hana terhadap Jefri yang mungkin Jefri tidak mengetahuinya ,,
" apa kamu mau menginap dirumah ? " tanya Yollan
" tidak sekarang kak , sekarang Hana ingin sendiri "
" baiklah , berjanjilah untuk tetap jadi diri sendiri "
" iya kak " lirih Hana memandangi Jefri tersenyum pada Riska .
setelah semuanya beres kami pamit pulang , yollan dan Riska berpelukan , Yollan mengucapkan selamat atas pertunangan Riska . Dan semua kembali pulang , esok akan mempersiapkan pernikahan untuk mereka dengan waktu yang sedikit .
__ADS_1
~ Sekuat apa'pun ikatan yang kau ikat untuk orang yang kau cintai , jika akhirnya Tuhan tidak menciptakan dia untukmu maka ikatan itu terlepas sendiri dengan cara yang lain ~