Alur Hidup Yang Rumit

Alur Hidup Yang Rumit
tak pernah terbayangkan


__ADS_3

Hari ini adalah kerja pagi dan seperti biasa aku berangkat dengan teman sekamarku yang bawelnya luar biasa.


"Lan , lembur gak hari ini ?" tanya ira


"he'em.."jawabku


"astaghfirullah Lan, gak ada jawaban lain apa , iya atau apa gitu,, kamu tuh ngirit banget sama ngomong"Ira menghela nafasnya, "si Ardi kenapa bisa cinta sama cewek yang susah ngomong gini ya , betah lama lagi.. merinding aku , kaya ngomong sama tembok" ketusnya


tanpa balasan lagi aku berjalan menuju perusahaan tempatku bekerja karena jarak mess dengan perusahaan sangat dekat.


seharusnya aku pulang siang hari tetapi ada jadwal lembur jadi pulangku malam..


seperti biasa aku jalan kaki , dan seperti biasa juga sering banyak orang yang nongkrong dekat mess.


aku malas kalau harus bertegur sapa dengan mereka yang hampir semuanya pengangguran , dan diantara mereka ada yang memang terus mendekati ,,


"hai..Yollan , kok baru pulang ? kalau gak salah kan kerja pagi hari ini ya ?" Randi bertanya sambil mengikutiku."oh ya .. aku punya sesuatu buat kamu".dan memberi paper bagnya padaku


"ran,aku gak mau terima apapun dari kamu, aku harap kamu ngerti aku sudah punya pacar dan aku gak mau ngasih harapan sekecil apapun sama kamu".dengan nada yang benar benar malas karena kondisiku yang baru pulang kerja dan memang sangat malas bertemu dengan Randi yg terus terusan mengganggu aku


"Yollan,saya gak akan pernah nyerah karena kamu kan baru pacaran dengan si polisi itu belum menikah kan, jadi masih banyak peluang untuk aku dapetin kamu , bagaimanapun caranya".dengan senyum sinis

__ADS_1


dan aku benar benar males untuk menjawab apapun yang dilontarkan Randi untukku, aku masuk gerbang tanpa menoleh lagi dan langsung masuk kamar.


"Lan, tadi si Randi nanyain tuh dari tadi siang"Ira langsung nyerocos saat aku buka pintu kamar


" Ra, aku heran ada laki kaya dia bukan cari kerja gitu ini malah nongkrong , apa gak kasian sama orang tuanya. jangankan mau jadi pacarnya , jadi temannya saja aku malas kalau dia gak berusaha buat cari kerja , bikin orang tuanya senang". sambil ku pijit keningku..


Ira menepuk pundak ku " iya sih aku juga mikirnya begitu lan , tapi kamu jangan terlalu jutek sama dia lan.. kena pelet baru tau rasa loh",Ira mengingatkan


.


.


.


" yaa Allah , aku punya salah apa sampai begini ?" aku menangis didalam kamar merenungi nasib burukku. Aku bahkan tak ingat apapun tentang perjalanan pernikahanku dengan Randi.


Di zaman modern ini masih ada hal diluar nalar dan aku pun dulu tak mempercai hal itu , tapi benar benar menimpa padaku. saat aku sadar semuanya sudah sangat terlambat , aku sudah di ikat oleh sebuah pernikahan.


mau tak mau aku harus menerima karena tak ingin membuat keluargaku malu dengan adanya perpisahan.


tetapi jika aku melihat Randi , rasa benci dihatiku tak bisa aku bohongi tapi aku harus bertahan dengan sekarang ini tanpa menyalahkan takdirku.

__ADS_1


"sayang, kamu kenapa nangis ?" Randi membelai rambutku , yang bahkan hanya sebuah belaian sajapun aku merasa jijik.


"Randi..kenapa kamu lakukan ini sama aku ? , aku tak punya perasaan apapun sama kamu ran , dan kamu bahkan tahu siapa pacarku . harus sejahat inikah perlakuanmu sama aku hah ?, dengan pernikahan yang akupun tak mengingatnya sama sekali.." Isak tangisku semakin terdengar keras


" karena aku mencintai kamu , sudah ku bilang aku akan mendapatkan kamu bagaimanapun caranya , bahkan dengan hal yang ekstrim sekalipun!!" Randi menjawab dengan berteriak bahkan mertuaku mendengarnya sampai mereka masuk tanpa mengetuk pintu.


" ada apa ini ? , Randi kamu jangan kasar sama istrimu , kalau ada masalah di selesaikan dengan baik !" bentak papa mertuaku pada Randi


ibu mertua memelukku , mengusap punggung menenangkan aku yang menangis.


Randi hanya diam tanpa satu katapun keluar dari mulutnya untuk membela diri


aku memberanikan diri bicara pada kedua mertuaku,


"Bu , pa .. aku tak mengingat apapun tentang pernikahanku , aku baru sadar bahwa aku sudah menikah sekarang.. apa aku boleh meminta perpisahan, apa aku berdosa meminta perpisahan ?" ucapku lirih pada mertuaku..


ibu mertuaku tak bisa menahan tangis karena baginya aku adalah menantu yang ibu sayangi . " Lan, ibu minta maaf atas khilaf anak ibu.. tapi ibu akan mengurusnya jika kamu memang tidak mau melanjutkan pernikahan ini"


" papa juga minta maaf ya lan , papa tidak bisa mendidik anak kami dengan benar ". ucap papa mertua dengan menundukkan wajahnya.


Mereka mengetahui yang dilakukan Randi setelah kami menikah , papa mertuaku sudah mengingatkan Randi jika suatu hari aku sadar dan aku meminta perpisahan Randi harus menyetujuinya dan mereka yang akan mengurus perpisahan itu.

__ADS_1


" Yollan , ibu minta satu hal saja dari kamu . jangan melupakan ibu , anggaplah ibu ini orang tua mu juga ". ibu menaruh harapan aku tidak membenci mereka . Aku hanya menganggukan kepalaku.


__ADS_2