Alur Hidup Yang Rumit

Alur Hidup Yang Rumit
Fashion outlet


__ADS_3

Tak ada yang tahu jika Yollan sudah mendirikan fashion outlet , Yollan merambah bisnisnya di bidang fashion , semua berjalan lancar .. yang di beri nama GiLAR fashion .


GiLAR fashion sudah berjalan 1 Minggu dan cukup ramai , seperti biasa Yollan tak pernah memperkenalkan kepemilikan nya. hanya bagian bagian tertentu yang mengenalinya.


Yollan hanya bermain dilayar ponselnya dan sesekali datang untuk mengecek toko tokonya , semua yang dia punya benar benar hasil jerih payah sendiri bukan dari uang suaminya , bahkan ATM yang suaminya beri tidak pernah dipakai sampai suaminya selalu menanyakan tidak terpakainya kartu tersebut .


Yollan hanya menjawab , belum ada waktu untuk dia membelanjakannya.


Yollan memang tidak suka menghambur hamburkan uang untuk urusan tidak penting .


" maz , hari ini pulang jam berapa ? "


" seperti biasa , kenapa sayang ? "


" aku gak ada mata kuliah hari ini , tapi mau minta izin keluar .. boleh ? "


" kemana ?? " Azka mengernyitkan matanya


" ke toko maz , tapi seharian boleh ? "


" oh.. boleh , hati hati.. "


" iya maz , tapi nanti siang aku mampir dulu ke kantor maz untuk nganterin makan siang pulangnya aku ke toko lagi ya "


" okey... jangan capek capek "


" iya maz "


setelah Azka berangkat kerja , Yollan membereskan kamarnya dan kembali memasak untuk suaminya .. lalu Yollan bersiap siap untuk mengunjungi toko tokonya


dia memakai motor agar bisa lebih cepat bergerak . yang pertama akan Yollan kunjungi di jam begini adalah toko kue lalu cafe terus ke kantor Azka lanjut ke toko bunga dan terakhir ke toko fashion nya.


dikunjunginya satu persatu toko kala itu dan Yollan hanya mengucap syukur toko tokonya berkembang , ini akan menjadi sebuah pegangan jika dijatuhkan oleh ibu suaminya sendiri atau bahkan ia akan di pisahkan dari laki-laki yang ia cintai .


harus tetap jadi rahasia untuk sekarang ini , Yollan hanya ingin benar benar mandiri .


jam menunjukan sebentar lagi makan siang , Yollan bergegas menaiki motornya menuju kantor Azka .


sesampainya di kantor suaminya Yollan langsung ke ruangan suaminya karena tak melihat sahabatnya Riska .


mereka makan bersama , berbincang bincang juga dan Azka memberitahukan bahwa lusa akan ke luar negeri untuk urusan bisnis bersama Jefri .


" yank , lusa maz akan ke luar negeri urusan bisnis bareng Jefri.. apa kamu mau ikut ? "


" kan aku ada mata kuliah maz , apa boleh sesekali aku ikut kumpul sama temen temenku maz ,, Fani sama Rudi "


" oh yang kemarin kamu ceritain dan liatin fotonya itu ? "

__ADS_1


" iya maz "


Jefri yang mendengar nama Fani disebut langsung memotong ,


" bentar bentar , Fani restianti bukan ? " tanya jefri


" iya , ka Jefri tahu ?? "


" dia adik aku lan .. "


" haaahh.. masa ? pantas wajahnya familiar pertama kenal Fani "


" kalau gitu , boleh gak sekalian aku titip Fani sama kamu lan saat aku sama Azka ke luar negeri "


" boleh banget ka , dengan senang hati.. biar dia nginep di rumah kita saja ya biar aku juga ada temen "


" boleh , akan aku suruh tidur di rumah kalian kalau begitu "


" tapi ka Jef , bisa gak Fani suruh berjanji gak akan ngomong ke siapa siapa kalau aku istri dari Azka "


" iya , itu akan aku pastikan "


Azka yang menjadi pendengar hanya tersenyum ,,


" jadi saling titipkan gitu.." Azka ikut dalam obrolan


" iya .. " kekeh Yollan


tapi sebelumnya Yollan menemui Hans terlebih dahulu untuk menanyakan Riska , Hans memberitahukan bahwa Riska cuti selama 3 hari dan Yollan seperti nya harus telepon Riska karena takut terjadi apa apa.


Yollan menelpon Riska dan menanyakan keadaan nya..


" *ka , aku ke kantor tapi kata ka Hans kamu cuti 3 hari ? "


" iya... ada urusan keluarga Beb* "


" apa semua baik baik saja Riska ? "


" baik baik kok Beb , nanti aku ceritain ya ,, nanti aku main ke rumahmu Beb "


" okelah kalau begitu , sudah dulu .. aku mau ke toko dulu "


" iya beb "


Yollan melanjutkan perjalanan ke tokonya , dia memarkirkan motornya dan memasuki outlet , ternyata banyak sekali yang datang disini . Yollan masih ingin membuat butik dengan desain buatan dia sendiri , hanya saja hal ini butuh waktu karena butik itu harus dengan pemikiran yang matang ,, nama label harus terpampang...


semoga bulan depan terlaksana , itu harapan Yollan ... dia harus pantas berjajar dengan suaminya. dia tidak ingin mempermalukan suaminya walau dia tahu suaminya sangat mencintai dia tetapi bersanding dengan suaminya maka dia harus juga bisa dibanggakan . setidaknya dia tidak akan terus bergantung pada suaminya.

__ADS_1


saat akan pulang , Yollan tak sengaja melihat Ardi dengan ibunya ,


" ibu.. Ardi ,, apakabar ?? " yollan menyalami ibunya dan Ardi


" baik nak , kamu bagaimana ? "


" baik Bu , Alhamdulillah.. "


" sudah belanja nak ? " tanya ibu


" belanja ?.. ah iya tadinya Bu , tapi ada keperluan mendesak jadi harus pulang " Yollan menjawab begitu karena dia tidak ingin diketahui kalau dia pemilik outlet tersebut


" hati hati nak , ibu kesini penasaran saja , saudara ibu bilang kalau baju baju disini kualitas nya bagus tapi ternyata banyak sekali yang datang , apa bisa ibu berlama lama disana . lihatlah antrian di cashier panjang begitu " ibu Ardi menunjuk tempat pembayaran.


" iya Bu.. karena ini outlet bukan butik yang hanya beberapa orang yang datang " Yollan tersenyum


Ardi sedari tadi hanya senyum karena sudah tahu kalau ibunya dan Yollan sudah bertemu dia tidak akan diberi kesempatan untuk bicara


" aku duluan pulang ya.. " yollan pamitan pada keduanya


" iya " jawab mereka berdua.


Yollan melanjutkan perjalanan ke rumahnya dan berganti pakaian langsung menuju dapur untuk memasak setelah selesai dia mandi dan menunggu suaminya pulang .


Yollan sama sekali tidak merasa lelah bahkan semangat untuk melayani suaminya apalagi hanya sekedar memasak dan menunggu suaminya pulang , baginya ini begitu indah .


tak lama suaminya datang dengan senyum yang berkembang melihat istrinya yang selalu setia menunggu.


Azka bergegas naik ke kamar dan mandi setelah itu ia makan malam dengan istrinya dengan lahap seperti belum makan seharian .


Yollan yang melihat hanya tersenyum , Azka makan makanan hingga tak tersisa bagi Azka masakan Yollan benar benar sangat enak dan menggiurkan ,, ini yang menyebabkan tubuhnya sekarang sedikit berisi kalaulah tidak berolahraga mungkin dia akan terlihat gemuk karena istrinya selalu membuat perutnya kekenyangan tetapi juga ketagihan .


Azka yang sedang bersantai melihat Yollan sedang membaca novel dan sesekali Yollan tersenyum ,,


" yank .. baca novel apa ? "


" oh ini.. novel romantis maz "


" uhm.. besok ada kuliah ? "


" besok mata kuliah matematika saja maz , kenapa ? "


" besok maz setengah hari kerja , kita nanti jalan jalan yuk.. "


" baik.."


dan mereka banyak berbincang hingga waktu tidur tiba..

__ADS_1


Yollan biasa memijit suaminya saat akan tidur , terkadang Azka demikian karena tahu istrinya pun capek dengan kegiatan kegiatanya.


mereka benar benar saling menghargai, menghormati . dan bagi Azka cukup seperti ini membuat dirinya bahagia.


__ADS_2