
Esoknya Yollan mencari informasi tentang kelulusan test di internet..
senyumnya mengembang tatkala ada namanya berada pada daftar lulus universitas itu...
siang ini Yollan harus ke kantor Azka lagi atas permintaan Azka , karena Azka tahu jika Yollan sudah berkuliah Yollan tak ada waktu dan hanya akan ada waktu bersama di malam hari.
di dalam ruangan Azka
" sayang.. kamu sudah dapat pengumuman lulus test kuliah belum ?
" sudah maz , Alhamdulillah diterima "
" masa iya istri maz yang pintar ini g keterima , gak mungkin "
" bisa saja kan maz , secara anak anak sekarang cerdas cerdas "
" tapi maz yakin kamu keterima jadi mahasiswi disana "
" tapi maz , 3 bulan kita nikah .. aku belum hamil juga ... aku menginginkan anak "
" hahaha... sabar , 3 bln nikah tapi baru kita melakukannya 2 Minggu ini "
" maz , kalau aku nanti gak bisa hamil gimana ? "
" sayang.. bagaimanapun kamu , maz sangat mencintai kamu "
" tapi maz ,,, " Yollan akan melanjutkan tapi terpotong karena tangan Azka sudah menutup mulutnya dengan telunjuk
" gak ada tapi ... aku sangat mencintaimu "
pipi Yollan merah merona Azka berbicara seperti itu.
" sayang , maz mau pulang bareng sama kamu "
" maz , kan masih lama pulangnya. aku kan cuma buatin makan saja "
__ADS_1
" kata siapa kamu pulang sekarang , nanti pulangnya sore bareng maz ,, ya sayang.. "
" baiklah... " melirik Azka yang menyandarkan kepala ke bahunya " manja sudah kalau begini "
" manja juga sama kamu saja " Azka mengangkat kepalanya dan menatap tajam
" iya..iya.. aku kalah sudah kalau beradu kata "
****
pulang kerja mereka tidak langsung ke apartemen tetapi ke cafe dulu karena Azka tidak mau melihat istrinya terlalu capek..
memasuki halaman cafe , Yollan membelalakkan matanya karena Azka membawa dia makan di tempatnya.
tetapi dengan cepat Yollan mengirim pesan ke managernya untuk mengganggapnya pelanggan biasa dan di instruksikan ke semua karyawan nya.
" sayang ,, tahu gak kamu cafe ini aku pernah sekali kesini bersama klient aku , aku suka tempatnya.. yang punya cafe ini pasti benar benar cerdas , semua dapat , dari kebersihan , makanan yang enak semua dan pengunjung betah lama lama disini "
Yollan tak menjawab hanya senyum saja yang dia perlihatkan karena yollanpun tak ingin berbohong pada suaminya. " saya diam dan tidak memberitahunya bukan karena saya berbohong tapi saya menyembunyikannya jika sewaktu-waktu terjadi apa apa dengan materi Azka atau bisa lebih parah hubungan kita " ucap Yollan dalam hati
mereka makan bersama sesekali berbincang ,
" sayang , kita bisa bikin cafe seperti ini.. kamu mau ?
" maz ini ada ada saja "
" serius sayang , aku bingung .. kenapa kamu memilih toko bunga yang sangat kecil ? "
" mmm.. aku sebenarnya gak suka bunga maz , cuma seneng saja kalau ada yang kasmaran beli bunga untuk kekasihnya , kadang untuk keluarga bahkan relasi bisnisnya . perhatian sekecil apa'pun akan berdampak hebat dalam hidupmu maz "
" ah iya benar ,, ngomong ngomong sayang disini ada Snack sehat , kita pesan ya buat dirumah "
" maz suka makanan disini ? "
" suka , karena mirip mirip yang selalu kamu buat untukku "
__ADS_1
" gitu.. "
" iya , sepertinya yang punya laki laki yank ... namanya saja dwieKa "
" masa maz , bisa jadi yang punya menyatukan nama dia dan pasangannya , atau nama pasangannya atau bisa juga nama anaknya "
" hmm .. bisa juga... serius yang punya cafe ini bener bener brilian .. ini akan jadi tempat pertemuanku dengan klient "
" maz Azka menyukai tempatnya dan menu masakannya , Alhamdulillah... " ucap Yollan dalam hati
Yollan saat ini juga sedang mempersiapkan membuka toko baju yang lengkap , berbagai usia. Yollan benar benar ingin merintis usahanya sendiri dan menguji kemampuan dirinya sendiri .. hanya bisnis kecil dari suaminya tapi siapa yang akan tahu esok , semua dimulai pasti dari hal kecil maka Yollan selalu optimis tentang itu. Bukan Yollan tidak terbuka , tetapi Yollan ingat mengenai ibu dari suaminya . Dan Yollan harus mempersiapkan diri juga mentalnya dari sekarang .
setelah makan mereka beranjak pulang menuju apartemen mereka .
didalam kamar , Azka membicarakan kepindahan untuk mereka . menempati rumah yang sudah dibeli Azka untuk Yollan jauh jauh hari sebelum adanya pernikahan dengan mengatasnamakan Yollan .
" yank .. hari Sabtu kita pindah ke rumah kita ya , jadi suruh saja Riska datang kerumah kita , biar kamu sama dia nyaman dan ada tempat privasi berbicara "
" iya maz , terus apartemen ini ?? "
" ini gak akan maz jual.. apartemen ini akan jadi kenangan maz bersama kamu melewati hari hari ,, perjuangan maz dapatin kamu " Azka mencium pucuk kepala istrinya
" makasih maz sudah mencintai aku , dan dulu aku fikir maz menerima pernikahan ini karena terpaksa memenuhi keinginan ayah "
" tidak yank , ayah sengaja pertemukan kita dulu melalui proses yang seperti itu.. ayah ingin lihat apakah mendatangkan kamu ke perusahaan satunya bisa buat aku merubah sikapku atau tidak dan harapan ayah , aku bisa menyukaimu.. tapi bukan hanya menyukai kamu bahkan aku ingin memilikimu yang awalnya aku bingung dengan diriku tapi saat aku yakin aku mencintaimu , aku langsung menemui ayah dan membujuknya untuk dekat denganmu dan ternyata ayah memang mempersiapkan kamu untuk aku "
" padahal aku ini siapa maz , sampai keluarga maz menyukaiku... aku juga tak menyangka hal ini bisa terjadi bahkan dalam mimpi pun tidak "
" berjanjilah.. untuk tetap setia padaku " azka memohon
" maz , aku tidak bisa berjanji.. tetapi aku akan selalu menghargai dan menghormati pernikahan kita dan percayalah , maz adalah satu satunya lelaki untuk ku "
" iya... terimakasih "
" ehmm "
__ADS_1
mereka pun tertidur setelah melakukan aktivitas seperti biasa karena Azka memang tidak bisa tidak menyentuh istrinya kecuali istrinya berhalangan .