
Diperjalanan Yollan hanya menundukkan kepalanya sesekali melihat keluar jendela , Azka yang sedari tadi melirik Yollan bingung harus mulai dari mana untuk memecahkan suasana.
" uhm.. Lan , kamu betah disini ? " sebenarnya Azka bingung harus menanyakan apa , tapi akhirnya yang keluar kata kata itu.
" sama saja pak , dimana tempat saya berada saya harus bisa menyesuaikan "
" kamu bisa kerja disini selamanya dan juga kamu bisa sambil kuliah saat libur kerja ". Azka mencoba meyakinkan agar Yollan mau pindah kerja ke perusahaan sekarang.
" saya di perusahaan xxxx benar benar dari nol pak , perjuangan saya masuk perusahaan itu dengan susah payah dan bapak tahu ijazah saya hanya SMK , saya diberikan kepercayaan oleh pak Hendri Ginanjar karena melihat tekad saya yang pantang menyerah , beliau yang mengajarkan saya langsung untuk bisa berada diposisi sekarang . Saya tidak akan bisa mengecewakan orang yang sudah memberi kepercayaan pada saya ".
" saya boleh tanya , apa hubungan kamu dengan bapak Hendri ? " Azka penasaran dengan cerita kedekatan mereka
" mmm.. pak Hendri seperti ayah saya sendiri "
" Apa pak Hendri tidak bercerita tentang keluarganya ? "
" hanya anak laki laki yang beliau ceritakan , selebihnya tidak "
" kamu tahu anak laki lakinya ? ,, ah jangan jangan kamu akan dijodohkan sama anak laki lakinya ya " ucap Azka menggoda Yollan
" saya gak tahu anaknya pak , hanya saja beliau ingin saya mengenal anaknya . Mungkin bisa menjadi temannya atau saudaranya"
" kalau seumpama dijodohkan , bagaimana ? "
__ADS_1
" mana mungkin pak , semua sangat tidak sepadan dan anak beliau mana Sudi di jodohkan dengan saya "
" mungkin , bisa saja atau bahkan anaknya yang akan mengejar-ngejar kamu kalau melihat kamu"
" bapak bisa saja " Yollan terkekeh " tak mungkin pak "
" ya sudah... kamu itu harus percaya diri , kamu banyak yang suka bahkan hampir semua karyawan laki laki menyukaimu "
" masa ? , saya bahkan tak tahu "
" kamu itu hanya harus mulai bisa percaya diri . oh iya boleh tanya ? tapi urusan pribadi , kalau dirasa tak perlu dijawab maka tak usah dijawab" .
" iya , boleh "
" apa kamu punya anak ? "
" kenapa kamu gak mencari pendamping lagi ? "
" Saya fikir tak ada yang istimewa dari saya jadi mungkin mereka tidak akan mau dengan saya "
" Sudah ku bilang , kamu harus percaya diri "
" iya pak ".... akhirnya sudah sampai depan gerbang mess " terima kasih pak atas tumpangannya , maaf merepotkan ".
__ADS_1
" ya "
setelah dirasa Yollan masuk mess , mobil Azka melaju dengan kecepatan sedang..
" Jef , kau dengar tadi ... Ayah benar benar memberi kepercayaan penuh sama dia ,, baru aku dengar dia seperti itu.. "
" iya pak, sepertinya yollan tak bisa dipindahkan begitu saja "
" Ayah hanya menceritakan sosok aku tanpa memberitahu namaku ,,, dan hanya mengirim Yollan kesini 1 bulan saja , apakah ada alasan lain dibalik keberadaannya ? "
" bisa jadi memang tuan besar ingin melihat perkembangan kemampuan Yollan sendiri "
" bisa jadi , tapi saat membaca laporan demi laporan yang dia buat kemarin sepertinya dia bisa mengalahkan kemampuan yang sudah lama bekerja dan dia cukup bisa di andalkan "
" pak Azka , apa setelah Yollan kembali , bapak akan menyusul ke sana ? "
" iya , aku akan kesana menanyakan langsung pada ayahku bagaimana ayah bisa sedekat itu sama dia karena bukan tipe ayah seperti itu "
" apa akan berbarengan dengan Yollan ? "
" tidak , pesankan tiket sehari setelah Yollan pulang dari sini "..
" siap pak "
__ADS_1
" andai ibu tak keras kepala , mungkin tak akan seperti ini kehidupan keluarga kita bahkan ayah menjadi sangat tertutup dengan kehidupannya " batin Azka
Sepanjang perjalanan menuju rumah , Azka hanya diam dan fikirannya jauh memikirkan keluarga yang tidak utuh karena keegoisan ibunya yang membuat Azka tak ingin mempercayai wanita untuk dijadikan pendamping.