
Beberapa jam telah berlalu.......
Akhirnya tiba waktu pulang, aku hari ini tidak langsung pulang seperti biasanya, melainkan aku mengikuti kegiatan tes wawancara OSIS.
Aku berjalan bersama ketiga sahabatku menuju ruangan tes wawancara OSIS. Akan tetapi, dua orang lainnya yaitu Amel dan Mawar pulang lebih awal karena mereka tidak ada kegiatan. Amel dan Mawar mengantar aku dan Mentari sampai di depan ruangan tes wawancara OSIS. Setelah tiba di ruangan tersebut mereka pamit untuk pulang lebih awal.
"Guys gue balik duluan ya bareng Mawar" Ucap Amel
"Oke, hati-hati jangan ngebut bawa motornya" Ucap Amara
"Siap Ra" Ucap Amel
"Nanti aja baliknya War bareng aku aja" Ucap Afdal
"Malas gue sama orang yang mempunyai banyak gebetan" Ucap Mawar
"Guys, lu hati-hati ya" Ucap Mentari
"Oke Tar" Ucap Amel
"Guys duluan ya, lu hati-hati sama si Afdal soalnya dia suka goda in orang" (Dengan nada bercanda sambil tersenyum) Ucap Amel
"Apaan sih Mel, lu kira gue om-om apa?" Ucap Afdal
"By" (Sambil melambaikan tangannya" Ucap Amel dan Mawar
Amel dan Mawar berjalan menuju parkiran motor.
Aku, Mentari dan Afdal melanjutkan perjalanan menuju ruangan tempat tes wawancara OSIS.
Semua siswa dan siswi berkumpul di depan kelas. Mentari hanya diam, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Aku heran dengan sikap Mentari.
Kemudian Afdal yang berada di samping aku, dia yang tadinya cerewet berubah menjadi pendiam. Itu lah sikap Afdal jika bersama dengan ku. Tetapi jika aku bersama dengan ketiga sahabatku maka Afdal berubah menjadi cerewet.
Semua anggota OSIS sudah berada di dalam ruangan. Tiga ruangan di gunakan untuk tes wawancara. Pembagian nama sementara di tempel di pintu kelas oleh anggota OSIS lainnya. Jadi aku dan Mentari berdiri di depan ruangan tersebut.
Setelah nama selesai di tempelkan, semua siswa dan siswi bergerak mencari nama masing-masing. Aku bergerak mencari nama aku sementara Mentari dan Afdal mencari namanya pula. Namun, namaku dan nama Mentari dan juga Afdal di pisah. Aku berada di ruangan tiga sementara Mentari dan Afdal berada di ruangan yang lainnya.
Selepas aku melihat tulisan namaku di kertas, aku menghampiri Afdal sedangkan Mentari masih sibuk mencari namanya.
"Dal, nama lu ada di pintu mana?" Tanya Amara
"Nama gue di situ" (sambil menunjuk ruangan ke dua) Ucap Afdal
"Oh, lu liat Mentari nggak?" Tanya Amara
"Kayaknya tuh anak tadi berdiri di depan pintu itu deh" (sambil menunjuk pintu ruangan pertama) Ucap Afdal
__ADS_1
"Kalau lu ruangan mana?" Lanjut Afdal
"Gue ruangan tiga" Ucap Amara
Aku masih ingin berbicara dengan Afdal akan tetapi terdengar penyampaian bahwa semua calon anggota OSIS di harapkan mengecek nama sebelum masuk ruangan.
Aku yang tadi berada di samping Afdal, kini aku berjalan memasuki ruangan. Saat aku melangkahkan kaki masuk ruangan. Di dalam ruangan itu terdapat tiga orang anggota OSIS sedangkan tiga orang lainnya berada di luar ruangan. Lagi dan lagi di ruangan itu ada Kak Ari. Dia melihat ke arah aku sambil memberikan senyum yang sangat indah yang membuat aku salah tingkah di depan calon anggota OSIS lainnya. Aku tidak membalas senyumnya, melainkan aku mengalihkan pandangan ke arah yang lain.
Aku berjalan menuju meja paling belakang. Aku duduk sendiri.
"Ini sudah ada di dalam semua ya?" Tanya salah satu anggota OSIS yang berada di dalam ruangan
"Iya kak" Ucap semua siswa dan siswi dengan serempak
Kak Ari yang dari tadi sesekali memandangku dari arah depan, begitupun dengan aku yang sesekali melirik kak Ari. Pandangan kak Ari penuh dengan tanda tanya.
"Baiklah adik-adik kalau semuanya sudah berada di dalam ruangan, langsung saja kita mulai ya saya persilahkan kepada kakak kita yang paling ganteng yaitu kak Ari Waldana untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan tata cara tes wawancaranya, kepadanya saya persilahkan" Ucap salah satu anggota OSIS yang berada di dalam ruangan
Mendengar sambutan itu raut wajah kak Ari tersenyum.
Semua siswa dan siswi yang berada di dalam ruangan itu memberi aplaus.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" Ucap Ari
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh" Ucap semua siswa dan siswi di ruangan
"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada semua adik-adik yang telah mendaftar dan ingin bergabung ke organisasi OSIS ini. Kemudian saya ucapkan terima kasih pula kepada kakak-kakak yang senantiasa bekerja sama dengan baik. Sebelumnya, saya persilahkan terlebih dahulu kepada kakak yang ada di depan ini untuk memperkenalkan namanya, silahkan" Ucap Ari
"Hallo kak fajar" Ucap semua siswa dan siswi dengan serempak
"Hallo adik-adik, nama saya Sarah Safitri panggil aja kak Ara ya" Ucap Sarah
"Hallo kak Ara" Ucap semua siswa dan siswi dengan serempak
"Baiklah itu tadi perkenalan singkat dari kakak-kakak. Jadi hari ini adik-adik yang telah mendaftar OSIS kembali mengikuti tes wawancara. Satu persatu akan maju ke depan setelah kakak yang berada di depan menyebut nama kalian ya, dengan mempersingkat waktu langsung saja saya persilahkan kepada kak fajar untuk menyebut nama adik-adik yang ada di ruangan ini, silahkan kak Fajar" Ucap Ari
Semua calon anggota OSIS yang berada di ruangan, di sebut namanya oleh kak Fajar lalu di persilahkan untuk maju ke depan. Nama aku berada dalam urutan paling bawah, nama aku terakhir di sebut untuk maju ke depan. Beberapa menit telah berlalu, akhirnya nama aku di sebut.
"Atas nama Dwi Amara silahkan ke depan" Ucap Fajar
Aku berjalan ke depan, kak Ari sesekali menatap ku dari mulai berdiri dari tempat duduk hingga berjalan ke depan. Jantung aku mulai berdebar kencang saat berjalan ke depan. Tetapi aku terus berjalan ke depan dengan percaya diri. Di depan kak Ara, ada seorang perempuan yang juga calon anggota OSIS yang sama seperti aku. Sedangkan di depan kak Ari kosong. Jadi terpaksa aku duduk di depan kak Ari.
"Yang lain, tolong jangan ribut dulu ya" Ucap Fajar
"Iya kak" Ucap semua siswa dan siswi dengan serempak
"Namanya Dwi Amara ya?" (Dengan raut wajah yang pura-pura tidak tau) Tanya Ari
__ADS_1
"Iya kak" Ucap Amara
"Kakak panggil Dwi Amara atau sayang aja?" Ucap Ari
Kak Fajar langsung tersenyum mendengar gombalan Kak Ari. Kak Ari berbalik ke arah kak Fajar lalu tersenyum. Kak Fajar refleks berdehem.
"Rara aja kak" (Dengan wajah berwarna merah layaknya kepiting rebus) Ucap Amara
"Oh gitu ya, kalau boleh tau alasan kamu masuk OSIS apa?" Tanya Ari
Belum sempat aku jawab.
"Kok mukanya tegang amat, biasa aja lah" Lanjut Ari
"Alasan aku masuk OSIS karena ingin menambah teman, melatih rasa percaya diri, dan mengasah rasa tanggung jawab kak" Ucap Amara
"Emang sekarang temannya dikit?" Tanya Ari
"Nggak gitu kak, teman aku banyak cuman nggak sebanyak kakak" (Sambil tersenyum) Ucap Amara
"Kamu tau nggak tugas dan tanggung jawab sebagai anggota OSIS itu apa?" Ucap Ari
"Memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana serta menyusun program kerja OSIS" Ucap Amara
"Lama amat Ri" Ucap Ara
"Nggak kok ini udah selesai" Ucap Ari
"Oke kalau gitu silahkan kembali ke tempat duduknya" Lanjut Ari
"Iya kak" Ucap Amara
Aku berjalan ke meja tempat aku duduk tadi.
"Sudah semua ya atau ada yang belum di sebut namanya?" Ucap Fajar
"Sudah semua kak" Ucap semua siswa dan siswi dengan serempak
"Oke, kalau sudah semua saya ucapkan terima kasih karena sudah hadir dan mengikuti kegiatan ini, saya akhiri dengan ucapan Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" Ucap Fajar
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh" Ucap semua siswa dan siswi dengan serempak
Aku bergegas keluar dengan cepat karena melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 14.00.
.
.
__ADS_1
...Happy reading🌹...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...