Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 7 Ibu Sakit


__ADS_3

10 Menit berlalu, akhirnya ayah tiba di rumah. Aku yang masih setia bersama Nara berada di samping ibu. Ayah yang baru saja tiba di rumah menghampiri aku, ibu dan Nara yang berada di dapur. Ibu duduk di kursi sedangkan aku dan Nara berdiri di sebelah ibu.


"Assalamualaikum" (Terdengar suara ayah dari kejauhan) Ucap Ayah


"Waalaikumsalam" (Amara dan Nara serempak menjawab salam) Ucap Amara dan Nara


Nara berlari ke arah ruang tamu menemui ayah sedangkan aku yang masih stay di samping ibu.


"Yah, cepetan" Ucap Nara


Ayah berjalan cepat menghampiri ibu.


"Bu....bu...ibu....masih pusing?" Ucap Amara


"Iya ibu masih pusing, Nak" (Dengan suara lemah) Ucap Ibu


Dengan langkah yang cepat ayah tiba di dapur.


"Kamu dari mana aja, kok bisa pusing?" (Sambil memegang tangan ibu) Tanya Ayah


"Nggak kemana mana, aku di rumah aja" (Dengan suara lemah) Ucap Ibu


"Kalau gitu kita bawa ibu ke puskesmas" Ucap Ayah


"Iya Yah, kita bawa ibu aja ke puskesmas" Ucap Amara


"Nggak usah, sebentar lagi pusingnya hilang" (Dengan suara lemah) Ucap Ibu


"Ibu, ayolah Bu" (Membujuk Ibu) Ucap Nara


"Pokoknya ayah nggak mau tau, kita harus ke puskesmas" Ucap Ayah


Ibu menolak ajakan ayah ke puskesmas bukan karena masalah biaya atau yang lainnya, melainkan alasan ibu yang sebenarnya menolak ajakan tersebut di karenakan ibu takut jarum suntik. Ibu yang dari kecil hingga saat ini tidak pernah merasakan suntik. Jadi bagaimana pun parahnya penyakit ibu, dia hanya minta obat ke dokter dan tak ingin di suntik. Yang ada di pikiran ibu mengenai puskesmas adalah jarum suntik. Kemudian di pikiran ibu saat ini adalah kemungkinan besar dokter menyuntiknya.


Akhirnya setelah ibu memikirkan matang-matang, ibu mengikuti ajakan ayah ke puskesmas.


"Baiklah kalau gitu ibu mau ke puskesmas" (Dengan suara lemah) Ucap Ibu


"Nah gitu dong, Bu" Ucap Nara


"Ayo kita berangkat" (Dengan semangat) Ucap Ayah


"Tunggu Yah, aku ganti in baju ibu dulu" Ucap Amara


"Iya cepetan, ayah tunggu" Ucap Ayah


Aku bergegas mengambil baju ibu di lemari. Lalu menggantikan pakaiannya. Selepas itu aku memakaikan ibu jilbab. Kemudian aku dan Nara bergegas memakai jilbab pula sedangkan ayah berada di samping ibu.


"Ra, Nar, cepetan pakai jilbabnya" Teriak ayah

__ADS_1


"Iya Yah, ini udah selesai" Ucap Amara


Aku berjalan cepat dari arah kamar menuju dapur bersama dengan Nara.


Ayah berjalan sambil menggendong ibu ke arah depan tempat mobil di parkir. Ibu tidak sanggup untuk berjalan. Badan ibu terasa lemah. Aku dan Nara mengekor di belakang ayah dan ibu.


"Ra, cepetan buka in pintunya" Ucap Ayah


"Iya Yah" Ucap Amara


Setelah aku membuka pintu mobil, aku terlebih dahulu masuk, kemudian di susul ibu lalu Nara. Ibu duduk di belakang sambil menyenderkan kepalanya ke pundak aku. Sedangkan Nara memegang tangan ibu. Ayah yang menjadi sopir, melajukan mobilnya lumayan cepat karena ibu yang dari tadi kelihatan semakin lemah.


15 menit perjalanan menuju puskesmas, akhirnya sampai juga. Setelah tiba di puskesmas, ibu menguatkan dirinya berjalan menuju ruangan pemeriksaan. Meskipun badan ibu masih terasa lemah tetapi ibu tetap memaksakan.


"Silahkan masuk pak, bu?" (Sambil menunjuk satu ruangan pemeriksaan) Ucap seorang perawat


"Iya Bu" (Sambil memegang tangan ibu menuju ruangan pemeriksaan) Ucap ayah


Di dalam ruangan ibu di periksa oleh seorang dokter. Dokternya begitu ramah dan lembut.


"Ibu kenapa?" Tanya Dokter


"Dia tiba-tiba pusing, Dok" Ucap Ayah


"Oh gitu ya pak, apa ada keluhan lain?" Tanya Dokter


"Saya periksa tekanan darahnya terlebih dahulu ya, pak" Ucap Dokter


"Silahkan dok" Ucap Ayah


"Iya pak, silahkan ibu baring ya" Ucap Dokter


3 Menit setelah pemeriksaan.


"Tekanan darah ibu, rendah pak" Lanjut Dokter


"Kok bisa dok?" Tanya Ayah


"Iya pak, Ibu memiliki tekanan darah rendah, tekanan darah ibu berada di bawah batas normal" Ucap Dokter


"Bagaimana cara mengatasi penyakit tersebut, Dok?" Ucap Ayah


"Iya pak, gangguan ini dapat ditangani dengan mengonsumsi lebih banyak minum air putih, konsumsi makan sehat, serta rutin berolahraga dan juga konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula" Ucap Dokter


"Baik dok" Ucap Ayah


"Ini pak, silahkan ambil obatnya di luar" (Sambil memberikan kertas yang berisi resep obat) Ucap Dokter


"Baik dok" Ucap Ayah

__ADS_1


"Apa ibu masih pusing?" Tanya dok


"Udah lumayan membaik dok" Ucap Ibu


"Kalau gitu silahkan ibu bangun dan minum obatnya setelah tiba di rumah ya, Bu" Ucap Dokter


"Baik dok, terima kasih ya, Dok" Ucap Ibu


"Sama-sama, Bu" Ucap Dokter


Aku dan Nara hanya menunggu ibu di ruangan tunggu sebab ruangan pemeriksaan hanya memperbolehkan dua orang saja masuk ke ruangan tersebut.


Ibu dan ayah keluar dari ruangan pemeriksaan. Ayah memberikan aku kertas yang bertuliskan resep obat dan juga uang. Ayah yang masih setia berada di samping ibu, ayah berjalan bersama ibu menuju parkiran mobil sedangkan aku dan Nara mengambil obat pada apotek yang telah di sediakan. Setelah mengambil obat, aku dan Nara bergegas ke parkiran.


***


Tiba di rumah pukul 18.00, ayah bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat magrib. Aku dan Nara menyusul ayah sedangkan ibu hanya duduk di kursi, badan ibu masih terasa lemah efek pusing tadi. Setelah aku selesai shalat, barulah aku bergegas mengambilkan ibu nasi dan juga obat yang diberikan oleh dokter.


"Ibu tunggu di sini ya, aku ambilkan nasi dan obat" Ucap Amara


"Nanti aja minum obatnya, Ra" Ucap Ibu


"Sekarang aja Bu, kan kata dokter setelah ibu tiba di rumah harus minum obat" Ucap Amara


Ayah menghampiri aku dan ibu.


"Ibu harus minum obat agar cepat pulih seperti biasa" Ucap Ayah


"Nar......dek......" (Amara memanggil Nara) Teriak Amara


Nara berjalan menghampiri Amara, Ibu dan Ayah.


"Iya kak" Ucap Nara


"Tolong ambilkan ibu nasi, sayur, ikan dan juga air minum dek" Ucap Amara


"Aku ambil obat dulu ya, Bu" Lanjut Amara


"Ibu harus rutin minum obatnya" Ucap Ayah


"Iya" Ucap Ibu


Aku dan Nara meletakkan obat dan makanan di atas meja. Ibu makan menggunakan sendok, ibu bahkan tidak menghabiskan makanannya. Setelah ibu makan nasi, lalu melanjutkan minum obat. Ayah membawa ibu ke kamar untuk istirahat.


Aku segera ke kamar melanjutkan mengerjakan tugas yang diberikan tadi siang oleh pak Daus (Guru Penjas). Sekarang waktunya begadang untuk mengerjakan tugas meskipun tugas itu memiliki waktu 2x24 jam. Tetapi ringkasan ini 15 lembar sedangkan waktunya mepet. Jadi aku harus menyelesaikan minimal 8 lembar, sisanya tinggal 7 lembar untuk di kerjakan besok setelah pulang dari sekolah.


...Happy reading🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...

__ADS_1


__ADS_2