Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 28 Ice Cream


__ADS_3

Amara dan Ari berangkat menggunakan motor milik Ari. Mereka berdua sangat menikmati perjalanan. Di atas motor, mereka berdua saling diam-diaman.


Bintang dimalam ini tidak menampakkan cahayanya yang sesekali berkedip di sekitar langit. Tapi kali ini langit begitu gelap di penuhi dengan awan. Pancaran cahaya-cahaya kendaraan dan lampu di pinggir jalan yang sangat indah di malam ini, itulah keindahan yang dapat aku saksikan.


Beberapa menit kemudian, Ari memulai membuka pembicaraan di atas kendaraan.


"Ra, kamu maunya kemana?" Tanya Ari dengan raut wajah yang sangat bahagia dan sesekali tersenyum


"Iya, aku ngikutin kakak aja sih" Jawab Amara dengan perasaan yang sangat deg-degan tapi dia terus berusaha untuk tenang


"Jangan gitu dong, siapa tau kamu ada ide atau tempat yang nyaman untuk makan, foto-foto atau nongkrong?" Ucap Ari yang terus membuka topik pembicaraan


"Nggak ada sih kak yang aku tau, soalnya aku jarang keluar. Paling keluar bareng keluarga atau sahabat itu pun biasanya bentar doang" Ucap Amara yang berusaha meyakinkan Ari


"Oh gitu. Kalau kamu diajak makan sama sahabat mu, biasanya kemana sih?" Tanya Ari


"Biasanya ke restauran tapi lebih sering ke warung pinggir jalan sih" Jawab Amara


"Kalau ke pasar malam, pernah nggak?" Tanya Ari


"Pernah kak, tapi sekali doang kok" Jawab Amara


"Oh, kamu mau nggak kalau aku ajak ke pasar malam yang kedua kalinya?" Ucap Ari sambil tersenyum


"Boleh" Ucap Amara sambil tersenyum


"Baiklah kita kesana" Ucap Ari


Kali ini Ari mengendarai motor dengan sangat hati-hati.


"Kok aku deg degan gini sih berada di belakang kak Ari" Pinta Amara dalam hati


"Tenang Ra, tenang" Lanjut Amara dalam hati


Di perjalanan mereka diberhentikan oleh suara ponsel Ari yang berdering di balik saku celananya.


Kring Kring Kring (Suara Ponsel)


Ari menepikan motornya dan berhenti. Dia mengambil ponselnya dari dalam saku celana. Terlihat jelas nama Fajar.


πŸ“ž"Halo" Ucap Ari


πŸ“ž"Iya, lu dimana?" Tanya Fajar dengan raut wajah yang sangat serius


πŸ“ž"Gue di jalan, kenapa?" Jawab Ari


πŸ“ž"Jalan mana? Lu mau kemana?" Tanya Fajar dengan raut wajah penasaran


πŸ“ž"Gue ada urusan, emang kenapa?" Tanya Ari


πŸ“ž"Lu diajak Mentari ke rumahnya, nggak?" Tanya balik Fajar


πŸ“ž"Iya gue diajak cuman gue nolak karena ada urusan" Jawab Ari


πŸ“ž"Lu mau ke rumah dia?" Lanjut Ari

__ADS_1


πŸ“ž"Rencana gitu sih, tapi lu nolak jadi gue juga nolak " Ucap Fajar yang sedang membohongi Ari. Padahal Fajar sudah berada di rumah Mentari sejak sore.


πŸ“ž"Oh, lu bareng siapa?" Tanya Fajar


πŸ“ž"Temen gue" Jawab Ari


πŸ“ž"Temen yang mana sih?" Tanya Fajar


πŸ“ž"Kepo lu" Ucap Ari


Ari mematikan panggilan Fajar. Dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju pasar malam bersama Amara.


"Semoga aja Amara nggak denger omongan gue bareng Fajar yang menyebut nama Mentari" Pinta Ari dalam hati


Beberapa menit di perjalanan, akhirnya mereka berdua tiba di pasar malam. Ari menghentikan motornya lalu Amara turun dari motor. Kemudian Amara berdiri menunggu Ari yang sedang memarkir motor.


Amara berjalan ke seberang jalan sambil menunggu Ari dan melihat ke arah orang-orang yang berkerumun yang mengelilingi penjual ice cream. Dalam hati Amara berkata "Betapa indahnya malam ini melihat orang-orang yang begitu bahagia, aku pun ikut bahagia melihat sekeliling yang menikmati asiknya permainan dan jajanan di tempat ini". Tanpa sengaja Amara di kagetkan dengan suara Ari dari arah samping.


"Yuk" Ucap Ari sambil menoleh ke arah Amara


"Ra" Ucap Ari dengan nada lah lembut ke arah Amara


"I..i.iya kak" Ucap Amara dengan cepat menoleh ke arah Ari dan juga menjawab dengan suara terbata-bata


"Kamu kenapa kok melamun?" Tanya Ari


"Nggak kak, aku hanya serius melihat wahana permainan sampai lupa bahwa kakak ada di samping ku" Ucap Amara


"Oh gitu, kita ke sana yuk" Ucap Ari sambil menunjuk permainan dan memegang tangan Amara


Amara mengikuti Ari.


"Kamu mau nggak naik wahana permainan itu?" Tanya Ari sambil tersenyum


"Aku takut naik gituan kak" Jawab Amara


"Terus kamu maunya apa?" Ucap Ari


"Kita makan ice cream yuk, kak" Ucap Amara


"Ayo deh" Ucap Ari sambil mengikut kemauan Amara


Mereka berdua menuju penjual ice cream. Setelah tiba, Amara melepaskan genggaman tangan Ari. Amara melihat aneka rasa ice cream.


"Kak, kakak mau pesan rasa apa?" Tanya Amara


"Yang mana ya? Kalau kamu rasa apa?" Tanya balik Ari


"Kalau aku yang rasa anggur, kalau kakak?" Ucap Amara


"Aku yang coklat aja" Ucap Ari


"Oke deh" Ucap Amara


"Mas, aku pesan ice cream nya dua" Ucap Amara

__ADS_1


"Mau rasa apa dek?" Tanya Mas penjual ice cream


"Rasa anggur dan coklat" Ucap Amara


"Tunggu ya dek" Ucap Mas penjual


"Iya" Ucap Amara


"Kalian pacaran?" Tanya Mas penjual ice cream


"Nggak mas" Ucap Amara


Ari hanya tersenyum mendengar omongan penjual ice cream itu lalu berkata dalam hati "Beberapa hari lagi mas dia akan jadi pacar aku"


"Kalian cocok loh" Ucap Mas penjual ice cream


"Masa sih, mas?" Ucap Ari


"Iya aku serius kok ngomongnya" Ucap Mas penjual ice cream


"Ini ice cream nya dek" Lanjut Mas penjual ice cream sambil menyodorkan ice cream ke Amara dan Ari


"Makasih" Ucap Amara sambil membuka tas selempang dengan niat mengambil uang


"Ini mas" Ucap Ari sambil menyodorkan uang ke mas penjual ice cream


"Ini kembaliannya, dek" Ucap Mas penjual ice cream


"Nggak usah mas, ambil aja" Ucap Ari


"Yuk, aku udah bayar" Lanjut Ari mengajak Amara


"Makasih dek, semoga jadi ya habis makan ice cream nya" Ucap Mas penjual ice cream sambil tersenyum ke arah Ari


Ari hanya membalas senyuman penjual ice cream. Sedangkan Amara terlihat malu di depan penjual ice cream hingga wajah Amara berubah warna menjadi merah maroon layaknya buah rambutan yang udah matang berbulan-bulan tapi belum di panen.


Mereka berdua duduk, berbicara dan menikmati ice cream di warung yang berada di samping penjual ice cream. Mereka pula memesan makanan dan minuman. Amara makan ice cream nya belepotan. Hingga akhirnya Ari mengambil tissue dan mengusap ice cream itu yang ada di pipi Amara.


"Kamu kalau makan ice cream tuh di masukkan ke mulut bukan di taruh di pipi" Ucap Ari sambil tersenyum


"Ih apaan sih kak" Ucap Amara sambil membalas senyuman Ari


Setelah drama ice cream itu selesai, mereka menikmati makanan dan minuman yang mereka pesan. Kemudian mereka ke wahana permainan yang di sukai oleh Ari dan Amara.


Tibalah pada pukul 22.00 mereka berdua pulang ke rumah.


.


.


...Happy reading🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment yaπŸ₯°...


...Makasih banyak ya guysπŸ™ udah like dan comment karya aku...

__ADS_1


__ADS_2