
Pagi yang begitu cerah, disertai dengan langit yang biru tak ada awan sedikit pun dan diiringi dengan suara ayam berkokok. Amara membuka jendela dan menatap pepohonan yang begitu hijau. Amara bangun tanpa di bangunkan oleh ibu dan adiknya.
Hari ini Amara ke sekolah seperti biasa. Amara menuju kamar mandi. Setelah itu Amara ke kamar memakai seragam sekolah. Sementara Nara sudah berada di meja makan. Menyantap nasi goreng buatan ibu.
Ibu yang berada di teras duduk bersama ayah menikmati teh hangat yang disertai pisang goreng.
Selepas aku mengenakan seragam sekolah, aku menuju meja makan.
"Pagi kak" Ucap Nara dengan raut wajah ceria
"Pagi Nar" Ucap Amara dengan senyuman manis di pagi hari
Aku duduk di kursi yang tepat di depan kursi yang di duduki Nara. Aku mengambil makanan.
"Tumben kakak makannya dikit amat?" Tanya Nara sambil mengerutkan alisnya
"Kakak diet ya?" Lanjut Nara
"Nggak ada yang diet Nar, cuman aku lagi malas sarapan" Jawab Amara
"Oh, tumben tepat waktu bangunnya?" Tanya Nara
"Kamu ya aku tepat waktu bangunnya masih di tanya kenapa, terlambat juga masih di tanya kenapa?" Ucap Amara sambil tersenyum
"Itu artinya aku sayang sama kakak" Ucap Nara
"Oh iya kak, kemarin yang jemput kakak siapa?" Tanya Nara sambil senyum-senyum tidak jelas
"Temen aku dek" Jawab Amara dengan singkat
"Temen doang?" Tanya Nara
"Iya temen" Jawab Amara
"Kok jawabnya singkat?" Ucap Nara
"Terus aku jawabnya panjang kali lebar gitu" Ucap Amara sambil ketawa
"Nggak gitu juga kali kak jawabnya" Ucap Nara
"Kenalin ke aku dong kak" Lanjut Nara
"Iya nanti aku kenalin kamu ke semua teman kakak" Ucap Amara
"Nggak semua juga kali kak, kenapa nggak sekalian dengan gurunya?" Ucap Nara sambil tertawa
"Kalau security nya mau, nggak?" Tanya Amara sambil tertawa
"Nggak usah nanti ketuaan, hehehe" Ucap Nara
"Hahaha" Amara tertawa
"Cepetan makannya kak, nanti kita terlambat" Ucap Nara
"Iya ini sisa satu sendok lagi makanannya" Ucap Amara
Nara yang lebih dulu menghabiskan makanan, Nara ke kamar untuk membereskan tas dan bukunya. Sedangkan aku memasukkan makanan ke dalam mulut dengan suapan terakhir.
__ADS_1
Setelah aku selesai makan. Aku menuju kamar untuk membereskan buku.
Di sisi ayah dan ibu.
Ayah dan ibu duduk bersama di teras sambil menikmati teh hangat.
"Sayang aku boleh nggak kembali bekerja di perusahaan teman ku?" Tanya Ayah
"Kok ayah kepikiran ke sana sih?" Ucap Ibu
"Gini loh sayang aku liat keuangan kita menipis jika aku nggak kembali kerja" Ucap Ayah
"Iya aku tau kok tapi berat banget untuk mengizinkan kamu untuk kembali ke pekerjaan mu" Ucap Ibu
"Apanya yang berat sayang, kamu tinggal bilang iya atau tidak kok" Ucap ayah
"Iya aku paham tapi aku tidak ingin kejadian yang dulu terulang kembali ke keluarga kita" Ucap Ibu
Flashback On
Ayah dulu bekerja di perusahaan yang sangat terkenal. Perusahaan itu adalah perusahaan milik teman ayah. Ayah mulai bekerja di perusahaan itu semenjak Amara masih kecil. Dari hasil jerih payahnya, ayah memiliki tiga buah mobil. Dan juga memiliki rumah yang mewah. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu kekayaan yang ia miliki kini sedikit demi sedikit berkurang dan bahkan hanya tersisa satu mobil, motor dan rumah yang hanya sederhana.
Penyebab dari berkurangnya kekayaan ayah adalah ayah dulunya dekat dengan seorang perempuan. Perempuan itu bekerja di perusahaan yang sama dengan ayah. Perempuan itu terus mendekati ayah, hingga akhirnya berita ini tersebar ke semua kalangan perusahaan yang ia tempati bekerja.
Sebelum berita itu sampai ke telinga ibu, ibu terlebih dahulu mengetahuinya. Pada saat itu ibu memilih meninggalkan ayah dan tinggal di rumah nenek. Sementara aku dan Nara masih kecil.
Ayah memilih perempuan itu dibandingkan dengan ibu.
Ayah bersama perempuan itu memutuskan untuk menikah dan tinggal di rumah yang mewah. Tetapi hari-hari yang ia lalui tidak sebahagia yang ia jalani sebelumnya. Di tengah kebahagiaan yang ia rasakan dan istrinya itu. Ayah jatuh sakit. Istri yang ia sayangi dan cintai itu pergi meninggalkannya. Sementara ayah terbaring dengan sendirinya dia atas kasur. Mobil dan rumah yang ia miliki itu di jual oleh istri mudanya.
Ayah terus menerus ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatannya yang di bantu oleh sopir pribadinya. Ayah lupa akan istri dan anak-anaknya. Ayah terhasut oleh istri mudanya. Tetapi pada saat jatuh sakit selama berbulan bulan, barulah ia sadar siapa dirinya yang sebenarnya. Barulah ia mengingat anak dan istrinya. Ayah dulunya orang pemarah terhadap istrinya.
Setelah sakitnya sedikit pulih, ia memutuskan untuk mencari anak dan istrinya. Sementara istri mudanya pergi meninggalkannya karena harta yang ia miliki kini sudah tidak sekaya dulu. Kemudian ayah memberhentikan sopirnya bekerja. Karena ayah tidak sanggup untuk membayarnya lagi.
Ayah menemukan ibu di rumah nenek. Ayah membujuk ibu berulang kali tetapi ibu tidak mau ikut dengan ayah. Sampai ketika kakek yang bergerak untuk membujuk ibu untuk kembali hidup bersama suaminya yaitu ayah.
Karena bujukan kakek, ibu memutuskan ikut dengan ayah tetapi dengan satu syarat yaitu ayah harus berhenti untuk bekerja di perusahaan itu. Ayah akhirnya mengiyakan perkataan ibu. Itulah penyebab ayah berhenti bekerja. Meskipun ayah berhenti bekerja ia tetap memiliki tabungan sedikit. Dan dari tabungan itu ayah membeli rumah untuk ibu. Sedangkan mobil hanya tersisa satu.
Itulah ketakutan terbesar ibu, jika ayah kembali bekerja ke perusahaan teman ayah.
Flashback Off
Ayah yang mendengar perkataan ibu, ayah langsung berdiri dan berjalan menuju garasi. Ayah memilih memeriksa motor yang Amara akan kendarai ke sekolah.
Sedangkan ibu memilih masuk ke dalam rumah dan melihat anak-anaknya.
"Ra, Nar" Teriak ibu
"Iya Bu" Ucap Amara
"Iya ibu" Ucap Nara
"Udah mau jam 7. Kalian nggak ke sekolah?" Teriak ibu
"Mau Bu" Jawab Nara
Aku memilih berjalan keluar kamar dan menghampiri ibu.
__ADS_1
"Kamu udah siap?" Tanya ibu
"Udah dong, Bu" Jawab Amara
"Nar, cepetan si kakak udah siap nih" Teriak ibu
"Iya aku udah selesai" Jawab Nara
Ibu mengekor di belakang Amara menuju teras. Sedangkan Nara yang berjalan dari arah kamar menuju teras.
"Ibu, ayah ngapain tuh di dekat motor? Tanya Amara
"Lagi mengecek motor kalian" Ucap Ibu
"Oh gitu Bu" Ucap Amara
"Dek kalau pulang tunggu aku ya di sekolahmu" Lanjut Amara
"Jangan ke mana-mana" Ucap Amara
"Emang kakak pulangnya cepat?" Tanya Nara
"Iya, hari ini adalah hari Jum'at. Aku cepat pulangnya" Ucap Amara
"Iya aku kabarin kakak kalau aku udah pulang" Ucap Nara
"Iya" Ucap Amara
"Bu, aku berangkat dulu ya" Ucap Amara sambil berjabat tangan
"Hati-hati bawa motornya" Ucap Ibu
"Aku juga Bu" Ucap Nara sambil berjabat tangan
"Kalian hati-hati ya" Ucap ibu
"Iya Bu" Ucap Amara dan Nara dengan serempak
Kemudian Amara dan Nara berjalan menuju garasi dan menghampiri ayah.
"Yah, gimana motornya? Udah bisa nggak nih di pakai ke sekolah?" Tanya Amara
"Bisa dong sayang" Ucap Ayah sambil tersenyum
"Kalau gitu aku pamit mau ke sekolah, Yah" Ucap Amara sambil berjabat tangan
"Aku juga, Yah" Ucap Nara sambil berjabat tangan
"Hati-hati kalian ya" Ucap Ayah
"Siap ayah" Ucap Amara dan Nara dengan serempak
...Happy reading🌹...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...
...Makasih banyak ya guys🙏 udah like dan comment karya aku...
__ADS_1