
Di dalam kamar, Amara terus memikirkan ajakan dari Ari. Pokoknya yang ada saat ini di pikiran Amara hanya lah nama Ari. Tanpa sadar dia tertidur di atas kasur sambil menggenggam ponsel dengan posisi tubuh telentang.
Di sisi Ari
Ari pun berada dalam kamar, dia tidak menyangka kalau Amara akan menerima ajakannya. Dia sesekali tersenyum manis sambil menatap ponsel yang dia genggam.
Sembari menatap ponsel yang dia genggam, terasa getaran dari ponsel dia dan disertai dengan munculnya pula nomor yang sama sekali dia tidak mengenal nomor itu.
"Siapa sih yang menelpon?" Ucap Ari sambil menatap ponselnya
"Mana nomor baru lagi" Lanjut Ari dengan penuh rasa penasaran
Ari menjawab panggilan dari nomor baru. Terdengar suara perempuan di balik penelpon itu. Ari semakin penasaran mendengar suara sang penelpon.
π"Apa benar ini dengan kak Ari?" Terdengar pertanyaan di balik penelpon
Pertanyaan itu membuat Ari kebingungan.
"Kok orang ini tau nama aku ya" Pinta Ari dalam hatinya
π"Maaf kak mungkin kakak salah orang kali" Ucap Ari dengan sangat hati-hati
π"Ini siapa ya?" Lanjut Ari
π"Kok kakak nggak tau"
π"Iya, emang aku nggak tau kamu"
π"Aku adalah orang yang selalu ada buat kakak" Sambil tersenyum
"Ini orang kok basa basi banget sih" Pinta Ari dalam benaknya
π"Oh iya kak aku mentari, kok kakak nggak tau sih suara aku"
π"Oh kamu, hampir nih aku matiin telpon"
π"Ada perlu apa dek? Tumben nelpon"
π"Nggak ada perlu apa-apa kak, aku cuman mau di save kontak aja" Sambil tertawa
π"Oh gitu"
π"Iya kak"
π"Aku mau nanya nih sama kakak boleh, nggak?"
π"Nanya aja dek?"
π"Kakak ada waktu nanti malam nggak?"
π"Hem gimana ya"
"Nih anak ngapain nelpon dan ngajakin gue sih?" Pinta Ari dalam hati
π"Ayo dong kak kali ini aja ya, please bantuin aku ya"
π"Kamu mau kemana emang nanti malam?"
π"Jadi gini Kak, ayah aku ulang tahun nanti malam dan aku ingin Adain acara gitu di rumah dan aku ingin kakak dampingi aku"
π"Bukannya aku nolak atau bagaimana ya tapi aku nggak bisa ikut kalau acaranya nanti malam"
π"Emang kakak mau kemana nanti malam?"
__ADS_1
π"Aku ada janji sih bareng teman"
π"Maaf ya, lain kali aja"
π"Iya deh kak" Dengan raut wajah murung
Tut Tut Tut (panggilan terputus)
Setelah mereka selesai telponan, Ari mengerjakan PR terlebih dahulu yang di berikan oleh guru tadi di sekolah. Takutnya nanti malam Ari tidak sempat mengerjakan tugas itu.
Disisi Mentari
Setelah dia menelpon Ari, Mentari kesal terhadap Ari. Karena ajakannya di tolak.
"Apa sih alasan yang sebenarnya kak Ari, ngapain dia nolak ajakan gue?" Pinta Mentari dalam hati sambil membanting bantal yang ada di depannya
Tok Tok Tok (suara ketukan pintu)
Terdengar suara ketukan pintu dari arah depan pintu kamar Mentari.
Mentari berjalan mendekati pintu kamarnya, lalu membukanya.
"Ada apa, Bi?" Tanya Mentari ke bibi
Mentari adalah putri tunggal dari keluarga yang kaya raya. Akan tetapi, dia tidak pernah memperlihatkan kekayaan yang dia miliki ke sahabatnya. Di rumah yang mewah itu, dia tinggal bersama ayah, bibi, sopir ayahnya, tukang kebun dan juga dirinya. Dia saat ini sudah tidak mempunyai ibu. Ibunya meninggal semenjak dia baru saja di dilahirkan.
Pada saat dia masih bayi, di situlah ayahnya berjanji untuk tidak menikah lagi kalau bukan atas kehendak putrinya sendiri. Dan sampai saat ini Mentari belum mau mempunyai ibu sambung pengganti dari ibu kandungnya.
"Non temannya ada di bawa, dia nungguin non" Ucap Bibi
"Iya aku ganti pakaian dulu ya, Bi" Ucap Mentari
"Baik non" Ucap Bibi lalu berjalan meninggalkan kamar Mentari
Mentari mengganti pakaian dan turun menemui temannya. Ternyata temannya itu adalah Fajar.
Di sisi Amara
Matahari mulai tidak menampakkan cahayanya, Amara bangun dan melihat ke arah jendela. Tak lupa pula dia mengecek jam yang berada di ponselnya.
"Kok Nara nggak bangunin aku sih, kan bisa dari tadi mempersiapkan diri untuk ketemu kak Ari nanti malam" Ucap Amara dalam kamar
"Mana sudah pukul 18.30 lagi" Lanjut Amara
Amara keluar dari kamar dan menuju meja makan. Di meja makan ibu duduk menikmati biskuit.
"Kamu udah makan?" Tanya ibu
"Belum Bu" Jawab Amara
"Kamu udah tidur ya, tuh mata sembap banget?" Tanya ibu
"Iya aku udah tidur Bu" Jawab Amara
"Cepetan makan sana" Perintah ibu sambil berdiri ke arah teras
"Iya Bu" Ucap Amara
Amara menikmati makanan buatan ibunya. Setelah itu, dia berjalan ke arah teras lalu dia duduk sendiri di teras. Dia memeriksa ponselnya. Di ponsel Amara, terlihat jelas pesan Ari melalui WhatsApp. Ari menyuruh Amara untuk lebih cepat mempersiapkan dirinya. Kemudian Ari juga menyampaikan ke Amara bahwa dia akan ke rumah Amara, meminta izin kepada kedua orang tuanya.
Amara membalas pesan itu dengan mengiyakan saja omongan Ari.
Kemudian Amara berjalan menuju kamar. Dia mau mempersiapkan dirinya untuk mandi lalu mengganti pakaiannya. Dia berpakaian sangat rapi di dalam kamar.
__ADS_1
Ibu menghampiri kamar Amara dan mengetuknya.
Tok Tok Tok (Suara ketukan pintu)
"Ra, Ra" Ucap Ibu
"Iya Bu" Ucap Amara di balik pintu lalu Amara membukanya
"Ada apa Bu?" Tanya Amara
"Tumben kamu rapi dan cantik, mau kemana?" Tanya Ibu dengan penuh rasa penasaran
"Aku ada janjian sama temanku Bu, katanya dia ajak aku keluar" Jawab Amara
"Oh gitu, kamu kalau keluar nanti jangan malem-malem pulangnya ya" Ucap Ibu
"Iya Bu" Ucap Amara
"Lanjutkan saja aku di teras ya bareng ayah" Ucap ibu
"Iya Bu, ibu tadi mau nanya apa ke aku?" Ucap Amara
"Aku kira kamu udah tidur, makanya aku ketuk pintu kamu. Habisnya nggak keluar-keluar dari kamar" Ucap Ibu
"Aku pergi dulu" Lanjut ibu
"Iya Bu" Ucap Amara
Ibu meninggalkan kamar Amara dan berjalan ke teras. Di teras ibu melihat seseorang menepikan motornya dan berjalan menghampiri ayah dan ibu.
"Assalamualaikum Om, Tante" Ucap Ari dengan raut wajah tersenyum
"Waalaikumsalam, masuk nak" Ucap Ibu dan ayah
Ayah dan ibu menyuruh Ari masuk. Kemudian ibu menuju kamar Amara.
"Amara nya ada, Om?" Tanya Ari
"Ada, tunggu ya lagi di panggil" Ucap Ayah
"Om aku mau minta izin sama om nih, jadi aku mau ajak Amara keluar, boleh nggak om?" Ucap Ari sambil tersenyum
"Iya boleh dong" Ucap Ayah sambil membalas senyuman Ari
"Tapi jangan lama-lama ya pulangnya" Lanjut Ayah
"Iya om" Ucap Ari
Amara dan ibu menghampiri ayah dan Ari.
"Kalau gitu om, tante aku pamit dulu ya" Ucap Ari
"Yah, Bu aku pamit dulu" Ucap Amara
"Iya kalian hati-hati ya" Ucap Ayah dan ibu
Mereka saling berjabat tangan kemudian pergi.
.
.
...Happy readingπΉ...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment yaπ₯°...
...Makasih banyak ya guysπ udah like dan comment karya aku...