Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 9 Diam-Diam Menjauh


__ADS_3

2 bulan telah berlalu......


Persahabatan aku yang dulu dan Mentari berjalan dengan sangat baik. Tetapi, seiring berjalannya waktu, aku rasa Mentari yang aku kenal dulu kini sudah semakin banyak perubahan.


Mentari tidak pernah curhat lagi kepadaku. Ketika ada tugas dia lebih memilih diam. Pada saat tiba di sekolah, dia begitu cuek dan malah memilih melakukan aktivitas sekolah dengan bantuan teman yang lain dibandingkan dengan diriku.


Hari ini pelajaran agama telah berlangsung semua teman-teman fokus memperhatikan guru yang menjelaskan masalah shalat lima waktu. Pelajaran kali ini berdurasi tiga jam yaitu satu jam sebelum istirahat dan dua jam setelah istirahat. Minggu lalu, ibu menjanjikan bahwa hari ini semua murid di kelas aku, di arahkan praktik shalat setelah istirahat.


Bel berbunyi pertanda istirahat, aku dan ketiga sahabatku menuju kantin. Di perjalanan menuju kantin aku dan mereka, bercanda ria.


Aku melihat kantin dari kejauhan sangat sepi, aku dan mereka melangkahkan kaki memasuki kantin. Tanpa aku sadar, ternyata di dalam kantin sudah ada Afdal sang ketua kelas. Dia bersama dengan temannya.


Aku pura-pura tidak melihat Afdal, aku langsung duduk di meja pojok paling belakang.


"Guys, lu mau makan apa?" Tanya Amara


"Aku nasi goreng deh" Ucap Mawar


"Lu, Mel?" Tanya Mawar


"Sama in aja" Ucap Amel


"Kalau lu, Tar?" Tanya Amara


"Gue nasi goreng juga" Ucap Mentari


"Jadi fix gue pesan empat porsi nasi goreng, kan?"


Ucap Amara


"Iya Ra" Ucap Mawar


Mentari sibuk bermain handphone, sehingga dia hanya sesekali berbicara.


"Tumben lu Tar, dari tadi main handphone mulu?" Tanya Amara


"Iya, biasanya juga dia bawel, nggak main handphone" Ucap Mawar


"Ini gue bawel dari tadi" (Dengan raut wajah cemberut) Ucap Mentari


"Mana ada bawel, lu dari tadi pandangannya ke handphone mulu" Ucap Amara


"Lu dekat dengan seseorang? Tiba-tiba berubah kek gini ke kita?" Tanya Mawar


"Gue nggak dekat dengan siapa-siapa kok" Ucap Mentari


"Oh" Ucap Mawar


Mentari diam, dia hanya fokus memainkan ponselnya.


Teman aku yang dua orang itu bernama Amel dan Mawar. Sebulan terakhir ini, mereka berdua menganggap aku dan Mentari sebagai sahabat begitu pun dengan aku yang menganggapnya sebagai sahabat. Mereka orangnya baik dan humoris. Meskipun aku baru sebulan akrab tetapi mereka layaknya orang yang sudah lama mengenal aku dan Mentari.


"Guys, kalian mau minum apa?" Lanjut Amara


"Air mineral aja, Ra" Ucap Amel dan Mawar dengan serempak


"Tar, bentar aja main handphonenya" Ucap Amara


"Iya Ra, apa lu bilang tadi?" Ucap Ucap Mentari


"Lu mau minum, nggak?" Tanya Amara


"Yang mau lah, gue air mineral aja" Ucap Mentari


"Oke" (Dengan raut wajah kesal) Ucap Amarah


Aku berjalan menuju ibu kantin.


"Ibu..." (Sambil tersenyum) Ucap Amara

__ADS_1


"Iya nak, mau pesan apa? (sambil tersenyum) Ucap Ibu kantin


"Bu, aku pesan nasi goreng empat porsi ya dan air mineralnya juga empat" Ucap Amara


"Iya nak, tunggu ya" Ucap Ibu kantin


"Aku duduk paling belakang sana ya, Bu" Ucap Amara


"Iya, tunggu ya" (sambil tersenyum) Ucap Ibu kantin


"Iya Bu" Ucap Amara


Setelah aku selesai pesan makanan dan minuman, aku berbalik dan berjalan menuju meja paling belakang tempat aku duduk. Tiba-tiba Afdal menyapa dari arah belakang, tempat dia duduk.


"Ra...." Panggil Afdal


"Iya" (sambil menoleh ke belakang) Ucap Amara


"Manggil gue, lu Dal?" (Berjalan menghampiri Afdal) Lanjut Amara


"Siapa lagi kalau bukan lu?" Ucap Afdal


"Kali aja ada yang lain gitu, Lu dari tadi di sini? " Tanya Amara


"Iya, dari sebelum lu mampir ke kantin ini" Ucap Afdal


"Tumben lu sendiri" Ucap Afdal


"Kata siapa gue sendiri, tuh sana Mentari Amel dan Mawar" (sambil menunjuk Mentari Amel dan Mawar) Ucap Amara


"Apaan manggil gue? Lu mau traktir gue ya?" (sambil tersenyum) Lanjut Amara


"Kalau iya emang kenapa?" (Sambil tersenyum) Ucap Afdal


"Ya baguslah" Ucap Amara


"Sendiri, tumben nanya?" Ucap Amara


"Ya nanya aja, kali aja bisa pulang bareng. Iyakan, Dil?" Ucap Afdal


"Iya" (Sambil tersenyum) Ucap Fadil


"Ra, tuh pesanan lu udah basi nungguin kamu" (Mawar berbohong pesanan mereka belum ada) Teriak Mawar


"Gue ke sana ya" (sambil menunjuk Mentari Amel dan Mawar) Ucap Amara


"Oke deh" Ucap Afdal


Aku berjalan mendekat ke arah Mentari, Amel dan Mawar. Amel dan Mawar menunggu aku sedangkan Mentari sibuk memainkan ponsel.


"Ngomong-ngomong lu tadi bicara dengan siapa, kok lama banget?" Ucap Amel


"Palingan sama kakak kelas" Ucap Mentari


"Sembarangan lu Tar, kalau ngomong" Ucap Amara


Mentari diam.


"Gue tuh cerita sama si Afdal" Ucap Amara


"Afdal siapa tuh?" Ucap Amel


"Afdal ketua kelas lu" Ucap Amara


"Emang lu, bukan?"Ucap Mawar


"Iya kita semua" (Sambil tertawa) Ucap Amara


Belum selesai tertawa, ibu kantin menghampiri dengan membawa pesanan makanan.

__ADS_1


"Permisi Nak ini makanannya" Ucap Ibu Kantin


"Makasih bu" Ucap Amara, Mentari, Amel dan Mawar dengan serempak


"Sama-sama" (Berjalan ke depan meninggalkan Amara, Mentari, Amel dan Mawar) Ucap ibu kantin


"Lu sakit ya Tar? Diam mulu dari tadi" Tanya Amara


"Nggak kok" Ucap Mentari


"Boleh nggak gue pinjam handphone lu?" Ucap Mawar


"Tuh handphone si Amel pinjam" Ucap Mentari


"Pelit amat, Tar" Ucap Mawar


"Baru tau ya, kalau gue pelit?" Ucap Mentari


"Padahal gue ingin foto doang loh" Ucap Mawar


Mentari dan Amel terus berdebat sedangkan aku dan Mawar menikmati suapan demi suapan makanan terus berlanjut. Tiba-tiba Afdal menghampiri.


"Guys gue balik duluan" Ucap Afdal


"Lu udah mau balik ke kelas?" Tanya Amara


"Iya, udah mau balik" Ucap Afdal


"Sekali-kali traktir kita dong, Dal" Ucap Mawar


"Nanti aja ya gue traktir lu semua" Ucap Afdal


"Lu kenapa Tar, tumben jadi pendiam?" Tanya Afdal


"Dia lagi banyak beban hidup" Ucap Amel


"Nggak ada apa-apa" Ucap Mentari


"Muka lu kek orang habis di putusin" Ucap Afdal dengan nada bercanda


"Sembarangan lu ya kalau ngomong" Ucap Mentari


"Gue duluan ya" Ucap Afdal


"Gue juga ya" Ucap Fadil


"Oke deh" Ucap Amara


Setelah Afdal meninggalkan Aku, Mentari, Amel dan Mawar. Aku buru-buru menghabiskan makanan karena sebentar lagi jam istirahat hampir berakhir.


"Cepat amat makannya, Ra?" Ucap Mawar


"Coba liat jam di ponsel lu" Ucap Amara


"Astaga 10 menit lagi bel berbunyi" Ucap Mawar


Ke tiga orang itu buru-buru menghabiskan makanannya, lalu meninggalkan kantin bersama ketiga sahabatku. Di perjalanan hingga tiba di kelas suasana menjadi hening, ketiga orang itu tiba-tiba jadi penyabar. Kemudian di susul oleh bel yang berbunyi. Semua siswa dan siswi di arahkan ke mushalla, praktik shalat.


Pada saat aku dan teman-teman tiba di mushalla terdengar pemberitahuan bahwa di sampaikan kepada siswa dan siswi yang telah daftar OSIS, maka di wajibkan untuk mengikuti tes wawancara setelah pulang sekolah.


.


.


.


...Happy reading🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...

__ADS_1


__ADS_2