
Aku buru-buru menghabiskan makanan di kantin bersama Mentari. Takutnya pintu kelas di tutup sedangkan tas aku dan Mentari ada di dalam.
Setelah makanan habis, aku dan Mentari bergegas menuju ruang kelas. Di dalam kelas hanya tertinggal beberapa orang saja, yang lain sudah pulang. Di depan pintu Afdal, sang ketua kelas berdiri sambil memakai tasnya.
"Dari mana aja lu berdua?" Tanya Afdal
"Dari kantin Dal" Jawab Mentari
"Tumben lu nggak pulang, nungguin siapa?" (Sambil berjalan memasuki ruang kelas) Tanya Amara
"Nggak nungguin siapa-siapa" Jawab Afdal
Aku dan Mentari melangkahkan kaki memasuki kelas.
"Ra, lu pulang di jemput sama ayah lu?" Tanya Mentari
"Nggak Tar, ayah gue masih sakit" Jawab Amara
"Jadi lu mau naik angkot lagi?" Tanya Mentari
"Iya dong" Jawab Amara
Aku dan Mentari berjalan keluar kelas, tiba-tiba kaki aku nyeri dan ngilu yang kedua kalinya. Afdal yang masih saja di pintu stay berdiri. Menghampiri Amara.
"Aduhhhhhh (sambil memegang kaki), Tar kaki gue sakit" Ucap Amara
"Kaki lu sakit lagi?" Tanya Mentari
"Iya Tar" Jawab Amara
"Itu kaki lu kenapa bisa tiba-tiba sakit lagi?" Ucap Afdal
"Nggak tau gue" Ucap Amara
"Apa mungkin kaki lu keseleo ya?" Ucap Afdal
"Bisa jadi tau Ra, kaki lu keseleo" Ucap Mentari
"Sini gue pijit" Ucap Afdal
"Nggak usah Dal, sakit banget" Kata Amara
"Lu pulang bareng gue aja" Ucap Afdal
"Iya Ra, lu pulang aja bareng Afdal" Lanjut Mentari
"Nggak usah Dal, gue bareng Tari aja" Ucap Amara
"Bareng Afdal aja Ra, kan kaki lu sakit" Ucap Mentari
Afdal mengeluarkan motornya dari parkiran dan segera mendekat ke pos security tempat Amara dan Mentari duduk. Amara berjalan dari kelas menuju pos security dengan sangat lambat.
"Ra, ikut aku aja, kan kaki lu sakit" Ucap Afdal
"Iya Ra" Ucap Mentari
Aku lama berpikir mengenai tawaran Afdal yang mengajak aku pulang bareng. Keputusan aku kali ini pulang bareng Afdal, karena takutnya pada saat aku di atas angkot, kaki aku sakit.
"Kalau gitu aku duluan ya, Tar" Ucap Amara
"Oke, kalian hati-hati ya" Ucap Mentari
Akhirnya aku memutuskan pulang bersama Afdal.
Di perjalanan Afdal hanya diam, tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Aku heran Afdal orang yang biasanya cerewet tiba-tiba diam. Setelah hampir 15 menit di perjalanan. Barulah aku mendengar suaranya.
__ADS_1
"Rumah lu dimana, Ra?" Tanya Afdal
"Jalan mangga atau belok kiri di lorong depan" (Sambil menunjuk lorong yang berada di sebelah kiri) Jawab Amara
"Oh, yang itu?" (Sambil menunjuk lorong itu) Ucap Afdal
"Iya" Ucap Amara
"Yang itu rumah gue" (menunjuk rumah kelima dari belokan tadi) Lanjut Amara
"Rumah lu nggak jauh ya dari belokan tadi" Ucap Afdal
"Iya, makasih udah anterin gue" Kata Amara
"Sama-sama Ra" Ucap Afdal
"Lu nggak mampir, Dal?" Lanjut Amara
"Nggak usah Ra, lain kali aja" Ucap Afdal
"Oke, di tunggu ya lain kalinya (sambil tersenyum) hati-hati di jalan" Ucap Amara
"Oke" (Sambil tersenyum) Ucap Afdal
Setelah Afdal pergi. Aku berjalan masuk rumah dengan pelan.
"Assalamualaikum" Ucap Amara
"Waalaikumsalam, kaki kamu kenapa?" (Berjalan dari arah dalam rumah) Ucap Ibu
"Kakak di anterin sama siapa tuh?" Tanya Nara yang duduk di teras rumah sambil main handphone
"Kaki aku sakit Bu" (sambil duduk di teras membuka sepatu) Jawab Amara
"Yang bener?" Ucap Amara
"Aku sih yes aja sama siapa pun itu, kenalin dong ke Nara" (sambil tersenyum dan berjalan masuk ke dalam rumah) Lanjut Nara
"Apaan si dek, itu hanya teman kakak" Ucap Amara
"Coba ibu liat" (sambil berjalan mendekat dan memegang kaki Amara) Ucap Ibu
"Sakit Buuuuu, jangan di pegang" Ucap Amara
"Kamu ke kamar ganti pakaian aja dulu, habis itu baru ibu pijit ya" Ucap Ibu
"Iya Bu" Kata Amara
Aku ke kamar mengganti pakaian, Setelah ganti pakaian aku ke meja makan, masakan ibu hari ini sangat enak dan menambah nafsu makan.
Kaki aku yang sakit akhirnya di pijit oleh ayah. Beberapa menit berlalu, kaki aku yang selesai di pijit ayah, terasa berkurang sakitnya. Aku tidur pada jam 20.00, karena kata ayah aku harus cepat tidur supaya kaki aku berkurang sakitnya. Agar dapat ke sekolah besok.
****
"Tok ....tok.... tok....
"Raa.....Ra...bangun, udah pagi nih" Ucap ibu
"Iya Bu" Kata Amara
"Udah pagi nak" Ucap ibu
"Iya Bu, aku udah bangun" Kata Amara
Aku segera mengumpulkan nyawa, mendengar ibu mengetuk pintu. Lalu bangun dan mengecek jam di ponsel yang sudah menunjukkan pukul 06.30. Aku lupa shalat subuh. Aku segera sarapan, ternyata di meja sudah ada makanan buatan ibu dan Nara yang asyik makan.
__ADS_1
"Pagi kak, tumben kakak bangunnya terlambat?" Ucap Nara
Belum sempat aku jawab, Nara melanjutkan berbicara.
"Biasanya kakak subuh bangunnya, jangan-jangan kakak mimpi in seseorang lagi jadinya terlambat bangun" (sambil tersenyum) Lanjut Nara
"Nggak dek, kakak bangunnya terlambat mungkin efek kaki kakak sakit.
"Tapi kalau iya juga nggak apa-apa sih kak, (Nara menggoda Amara dan tersenyum) Oh iya, Kaki kakak masih sakit ya?" Tanya Nara
"Kamu ngomong apa sih Nar, ada-ada aja deh" (Sambil tersenyum) Ucap Amara
"Kaki kakak lumayan membaik" Lanjut Amara
Selepas makan aku segera mandi dan menuju kamar untuk memakai seragam sekolah. Waktu begitu cepat, jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Ayah sudah agak mendingan dari sakitnya yang kemarin, akhirnya memutuskan untuk mengantar aku ke sekolah.
"Ra, ayah antar hari ini ya" Ucap Ayah
"Nggak usah Yah, Rara naik angkot aja" Kata Amara
"Kaki kamu masih sakit?" Tanya Ayah
"Udah lumayan membaik Yah, ayah nggak usah anterin aku" Jawab Amara
"Kalau nggak mau di anterin, bagaimana kalau kamu aja yang bawa motor?" Ucap Ayah
"Aku belum lincah yah, bawa motornya" Ucap Amara
"Kalau gitu ayah aja yang anterin ya" Ucap Ayah
"Oke deh" Ucap Amara
"Ayah takut kamu kenapa-kenapa kalau naik angkot sendiri" Lanjut Ayah
"Makin sayang deh sama ayah" (sambil memeluk ayah) Ucap Amara
Aku hari ini di antar ayah ke sekolah, cuaca hari ini begitu cerah tidak seperti biasanya yang berawan. Aku menikmati perjalanan dari rumah hingga sekolah. 20 menit berlalu, akhirnya tiba di depan gerbang sekolah. Aku salam dan mencium tangan ayah.
Aku berjalan menuju kelas. Tiba-tiba terdengar suara Mentari dari arah belakang.
"Ra, tungguin" Teriak Mentari
Aku menghadap ke belakang, tersenyum dan menunggu Mentari yang berjalan ke arah aku.
"Ra, lu udah bawa formulir pendaftaran OSIS?" Tanya Mentari
"Iya udah" Jawab Amara
"Kita kumpul nanti aja, pada saat jam istirahat" Ucap Mentari
"Siap" Ucap Amara
Aku dan Mentari memutuskan mengumpulkan formulir pendaftaran hari ini. Aku sudah memasukkan ke dalam tas berkas aku semalam. Semuanya lengkap dan semua sudah aku isi formulirnya. Aku berjalan bersama Mentari menuju kelas.
"Oh iya Ra, kaki lu udah mendingan?" Tanya Mentari
"Alhamdulillah udah membaik Tar" Jawab Amara
"Syukurlah kalau gitu" Ucap Mentari
Aku terus berjalan hingga sampai di kelas. Tak lama setelah aku letakkan tas di meja, guru yang mengajar di kelas aku hari ini tiba-tiba masuk dan memulai pelajaran.
...Happy reading🌹...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya like dan comment ya🥰...
__ADS_1