
Mentari tidak dapat menyembunyikan perasaan yang ada dalam hatinya. Wajah Mentari yang tadi biasa saja berubah menjadi merah muda dan sangat bahagia. Apalagi ketika dia pertama kali di tatap oleh Ari.
"Bisa nggak sih, gue di tolongin dia terus" Ucap aku dalam hari sambil tersenyum
"Oh iya kak, kenalin aku Mentari kelas 10 IPA dua" (sambil mengulurkan tangan) Ucap Mentari
"Aku Ari Waldana" (Membalas uluran tangan Mentari) Ucap Ari
Mentari tau kalau dia bernama Ari Waldana tetapi Mentari berpura-pura untuk tidak mengetahuinya.
"Makasih kak karena udah nolongin aku" Ucap Mentari
"Sama-sama dek" Ucap Ari
"Untuk kak Fajar, makasih juga ya kak karena udah bantuin kak Ari karena tanpa kalian. Mungkin aku udah terbaring di jalan" Ucap Mentari
"Sama-sama Tar" Ucap Fajar
"Aku duluan ya dek" Ucap Ari
"Aku juga ya Tar, lain kali kalau sakit jangan sendiri jalannya"
"Iya kak" Ucap Mentari
Ari dan Fajar meninggalkan Mentari di ruang UKS, mereka berdua berjalan menuju kelas.
"Jar, lu kenal sama tuh cewek tadi?" Tanya Ari
"Nggak lah" Jawab Fajar
"Tapi sepertinya dia kenal lu deh" Ucap Ari
"Dari mana lu tau kalau dia kenal gue" Ucap Fajar
"Itu perasaan lu aja, Ri" Ucap Fajar
"Iya sih mungkin itu perasaan gue aja" Ucap Ari
Setelah mereka berdua tiba di kelas, mereka mengikuti pelajaran sehingga mereka melupakan hal yang mereka bicarakan tadi.
Beberapa jam berlalu, akhirnya mata pelajaran telah berakhir dan bel berbunyi pertanda istirahat. Di kelas, Amara dan kedua sahabatnya terus memikirkan keadaan Mentari.
"Tari kok nggak balik ke kelas ya?" Tanya Amara
"Lu nggak ke kantin guys?" Tanya Mawar
"War...war..di pala lu kantin mulu ya" Ucap Amel
"Ya mau gimana lagi habisnya gue laper, Mel" Ucap Mawar
"Laper mulu, sahabat lu lagi di UKS terus lu bahas kantin. Dasar lu ya, nggak punya rasa peduli" Ucap Amel
"Dapat info dari mana lu Mel, kalau gue nggak ada rasa peduli" Ucap Mawar
"Lu berdua mau ke UKS apa mau ikut lomba debat sih?" Ucap Amara
"Dari tempat sampah itu, tuh" (sambil menunjuk tempat sampah) Ucap Amel
Aku melangkahkan kaki keluar dari ruang kelas.
"Ra, tungguin dong" Ucap Mawar
"Cepetan" Ucap Amara
"Iya Ra" Ucap Amel dan Mawar dengan serempak
Mereka berjalan menuju ruang UKS, setelah tiba di ruang UKS mereka masuk dan di langkah kaki yang ketiga. Mereka melihat Mentari terbaring, ketiga orang itu menghampiri sahabatnya.
__ADS_1
"Tar, bagaimana keadaan lu?" Tanya Amara
"Gue udah agak mendingan sih" Ucap Mentari
"Pala lu udah nggak pusing?" Tanya Amel
"Udah nggak, Mel" Ucap Mentari
Mentari menyembunyikan keadaan dirinya dari ketiga sahabatnya itu. Mentari tidak ingin memberitahu bahwa sebenarnya tadi itu dia pingsan di jalan.
"Kalau gitu ikut kita ke kantin aja, gimana?" Ucap Mawar
"Lu ya kantin mulu dari tadi" Ucap Amel
"Kan lu pada tau kalau gue itu paling malas sarapan" Ucap Mawar
"Iya War, gue tau kok" (sambil tersenyum) Ucap Amara
"Gimana Tar lu mau nggak ke kantin?" Lanjut Amara
"Iya deh gue ikut kalian aja" Ucap Mentari
Aku dan ketiga orang sahabat ku berjalan menuju kantin. Dari kejauhan aku melihat kantinnya sangat ramai. Aku terus melangkahkan kaki memasuki kantin. Di dalam kantin itu, sudah ada Afdal dan Fadil yang sedang menikmati makanannya.
"Woi..tumben lu pada terlambat ke kantin?" Tanya Afdal
"Woi...woi mulu lu Dal, sekali-kali panggil nama kek" Ucap Amel
"Emang tuh kebiasaan sih Afdal" Ucap Mawar
"Iya Mel, gue tau santai aja kali" Ucap Afdal
"Ra, itu yang tadi pacar baru lu?" Lanjut Afdal
"Apaan sih, Dal?" Ucap Amara
"Pacar" (Dengan raut wajah kaget dan mata melotot) Ucap Amel dan Mawar dengan serempak
"Gue nggak bohong guys" Ucap Afdal
"Lu cemburu ya, Dal" Ucap Fadil
"Berisik lu Dil" Ucap Afdal
"Santai aja bro" Ucap Fadil
"Iya, ini gue santai" Ucap Afdal
"Tuh makanan lu makan, keburu di makan lalat nanti" Ucap Fadil
Amel menghiraukan perkataan Afdal, dia memilih pesan makanan sedangkan yang lainnya masih terus berdebat dengan Afdal.
"Ra....woi...." Teriak Amel dari samping
"Santai aja kali Mel, lu kira kita di seberang jalan apa?" Ucap Mawar
"Cepetan sini" Ucap Amel
"Emang tuh si Amel ya nggak tau tempat" Ucap Amara
Aku dan Mawar melangkahkan kaki menuju tempat Amel berdiri sedangkan Mentari lebih memilih duduk lebih dahulu, Mentari hanya menitip pesanan makanannya ke Mawar.
"Eh kalian, mau pesan apa nak?" Tanya Ibu kantin
Ibu kantin memang mengenal aku dan ketiga sahabat ku ini pasalnya aku sering makan di kantin miliknya.
"Aku mie dan jus jeruk, Bu" Ucap Amel
__ADS_1
"Aku nasi goreng dan air mineral dua porsi ya Bu" Ucap Mawar
"Banyak amat pesanan lu, War" Ucap Amara
"Pesanan Tari satu porsi kali, Ra" Ucap Mawar
"Yaelah kalau itu pesanan lu juga nggak apa-apa kali War, Iyakan Mel?" Ucap Amara
"Iya dong" Ucap Amel
"Gue balik duluan nih, gue marah ke kalian" (Dengan nada bercanda) Ucap Mawar
"Balik aja" Ucap Amel
"Bercanda Mawar cantik" (sambil tersenyum) Ucap Amara
Setelah aku memesan makanan, aku kembali ke meja yang terletak di samping Afdal. Pada saat berbalik badan aku melihat kak Ari dan temannya memasuki kantin. Seketika aku tunduk, akan tetapi dia melihat aku terlebih dahulu. Dan yang lebih parah lagi dia duduk tepat di belakang Afdal. Lalu dia menyapa aku.
"Amara... Kamu makan disini juga?" Ucap Ari
"Iya kak" Ucap Amara
"Duduk di sini aja" Ucap Ari
"Lain kali aja kak, soalnya aku bareng mereka" Ucap Amara
"Oh gitu ya" (sambil tersenyum) Ucap Ari
Sementara Afdal terus memperhatikan aku berbicara dengan kak Ari. Kemudian Mawar, Amel dan Mentari membicarakan aku.
"Tar, lu tau nggak cowok itu?" Ucap Amel
"Kakak kelas mungkin" Ucap Mentari
"Lu yang bener Tar jawabnya" Ucap Mawar
"Keren juga tuh cowok" Lanjut Mawar
"Iya gue mana tau tuh cowok" Ucap Mentari
Mentari berpura-pura tidak mengetahui Ari. Pembicaraan antara ketiganya terhenti di sebabkan oleh ibu kantin membawa pesanan mereka.
"Ini pesanannya nak" Ucap Ibu kantin
"Makasih Bu" Ucap Mawar, Amel dan Mentari dengan serempak
"Amara mana kok kalian hanya bertiga?" Tanya ibu kantin
"Itu Bu" (sambil menunjuk Amara yang berdiri di belakang meja Afdal) Ucap Amel
"Oh" Ucap Ibu kantin
Afdal yang melihat Amara berdiri tepat di belakangnya.
"Ngapain lu di situ, nggak makan lu?" Tanya Afdal
"Ngapain lu Dal, nanya mulu. Lu nggak liat kalau gue lagi bicara" Ucap Amara
"Bisa nggak sih Ra, lembut dikit gitu" Ucap Afdal
Amara membiarkan begitu saja Afdal cerita.
.
.
...Happy reading🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...
...Makasih banyak ya guys🙏 yang udah like dan comment karya aku🥰...