Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 17 Terluka


__ADS_3

Amara pun berjalan menuju parkiran bersama Ari. Akan tetapi di balik pulangnya Amara bersama Ari, ada hati yang begitu terluka. Dia yang berbohong pulang lebih awal, padahal dia memantau Amara dan Ari dari kejauhan.


Siapa lagi kalau bukan Mentari. Mentari adalah sahabat Amara. Mentari sangat kagum dan bahkan menyukai Ari sejak masa pengenalan lingkungan sekolah. Bahkan hari demi hari dia lalui di sekolah, tumbuh rasa cinta di hati Mentari secara diam-diam. Salah satu alasan Mentari masuk organisasi OSIS karena ingin mengenal lebih dekat dengan Ari.


Mentari melihat Amara pulang dengan Ari. Hati Mentari sangat perih.


"Kok dia pulang bareng sih?" Ucap Mentari sendiri dengan tegas disertai dengan menendang rumput dengan pelan


"Semoga aja dia kecelakaan di jalan" Lanjut Mentari


Mentari dari tadi cerita sendiri di bawah pohon sambil sesekali melihat ponselnya. Mentari tidak menyadari jika ada seseorang yang memperhatikannya dari kejauhan.


"Kamu cerita dengan siapa, Tar?" Tanya Fajar sambil berjalan mendekati Mentari dari arah belakang


"Siapa Luh? Kepo dengan kehidupan orang?" Ucap Mentari yang tidak mengetahui kalau yang bertanya itu adalah Fajar.


Mentari terus menatap kepergian Amara dan Ari. Kemudian Fajar berjalan ke depan Mentari.


"Hei, kamu nggak sadar?" Tanya Fajar


Mentari mendengar suara itu tetapi dia terus tunduk dan menatap ponselnya.


"Tar, kamu sadar nggak?" Tanya Fajar dengan wajah kesal


"Iya gue sadar" Ucap Mentari dengan nada tinggi sambil mendongakkan kepalanya


Mentari kaget karena keberadaan Fajar.


"Kamu kok cerita sendiri dari tadi, ngapain?" Tanya Fajar


"Mmm nggak apa-apa kak" Ucap Mentari


"Kamu belum pulang?" Tanya Fajar


"Belum kak" Jawab Mentari


"Oh iya kak, makasih ya karena telah memberikan nomor kak Ari kemarin?" Lanjut Mentari


"Santai aja, Tar" Ucap Fajar


Flashback on


Mentari janjian dengan Fajar untuk bertemu di parkiran sekolah setelah pulang sekolah. Mereka berdua sudah janjian yang ketiga kalinya untuk bertemu, tetapi janjian yang pertama dan kedua gagal disebabkan kesibukan masing-masing pada saat jam pulang. Kemarin adalah janjian untuk yang ketiga kalinya, akhirnya mereka berdua bertemu untuk membahas tentang nomor telpon Ari.


Mentari meminta nomor Ari kepada Fajar. Fajar adalah sahabat Ari.


Setelah guru keluar dari kelas, Mentari bergegas cepat memasukkan buku dan pulpennya ke dalam tas.


Mentari meninggalkan ketiga sahabatnya, Mentari berjalan ke parkiran sendiri.


"Guys gue duluan ya" Ucap Mentari


"Tungguin kita dong, Tar" Ucap Amel


"Iya Tar, tungguin lah" Ucap Mawar


"Tumben lu buru-buru, Tar?" Tanya Amara


"Gue ada urusan mendadak, Ra" Jawab Mentari


"Urusan apaan tuh?" Ucap Amel


"Nanti gue cerita ke kalian, gue duluan ya" Ucap Mentari berjalan meninggalkan ketiga sahabatnya


"Si Tari mah suka nggak jelas" Ucap Amel


"Emang lu nggak?" Ucap Mawar

__ADS_1


"Sembarang lu War, gue itu selalu jelas arah dan tujuan gue" Ucap Amel


"Lu tuh yang nggak jelas" Lanjut Amel


"Kok kalian yang berantem sih" Ucap Amara


"Tuh si Mawar suka ngatain gue" Ucap Amel


"Stop deh, saling ngatain" Ucap Amara sambil berjalan keluar dari ruang kelas


"Tungguin Ra" Ucap Amel


"Cepetan" Ucap Amara


Amel yang dari tadi stay di pintu berdiri menunggu dua orang itu. Akhirnya mereka bertiga berjalan ke parkiran.


Di parkiran Mentari menunggu Fajar.


"Kak Fajar dimana sih? Kok nggak dateng-dateng?" Ucap Mentari sambil bolak balik berjalan


Mentari melihat ketiga sahabatnya menuju parkiran, Mentari bersembunyi di samping motor yang terparkir sambil jongkok.


"Tuh anak bertiga kenapa ke sini sih" Batin Mentari


Mentari melihat ketiga sahabatnya bercanda sambil mengeluarkan motornya dari parkiran. Dan setelah itu mereka bertiga meninggalkan parkiran sambil mengendarai motor sedangkan Mentari yang tadi jongkok kini berdiri.


"Kamu kenapa, Tar?" Tanya Fajar


"Kakak kok ngagetin aku sih" Ucap Mentari


"Kak aku itu dari tadi di sini nungguin kakak" Lanjut Mentari


"Buat apa nungguin?" Tanya Fajar


"Oh gitu, kakak udah lupa janjinya hari ini" Ucap Mentari


"Cepetan kak, nggak usah basa basi" Ucap Mentari


"Kamu mau nomor Ari atau marah-marah sih sama aku?" Ucap Fajar


"Ya mau nomor kak Ari lah" Ucap Mentari


"Tapi ada syaratnya" Ucap Fajar


"Kok gitu sih kak, kan perjanjiannya nggak ada syarat-syarat segala" Ucap Mentari


"Mau apa nggak?" Ucap Fajar


"Iya mau, apa syaratnya?" Ucap Mentari


"Kamu jangan bilang kalau dapat nomornya dari aku" Ucap Fajar


"Itu mah gampang" Ucap Mentari


"Tunggu satu lagi" Ucap Fajar


"Katanya cuma satu" Ucap Mentari


"Kamu jangan cuek dengan aku setelah mendapatkan nomor ini" Ucap Fajar


"Mmmm" Mentari berdehem


"Jangan mmmm segala" Ucap Fajar


"Iya" Ucap Mentari


"Nih nomornya" (Sambil memberikan handphonenya ke Mentari) Ucap Fajar

__ADS_1


"Oke deh, makasih ya kak" Ucap Mentari


Flashback Off


Fajar menyukai Mentari sejak pandangan pertama. Tetapi Mentari cuek dan kadang membiarkan Fajar begitu saja. Ayah Fajar dan Ayah Mentari bersahabat, itulah penyebab Fajar membantu Mentari pada saat pendaftaran kemarin.


Mentari dan Fajar kenal sejak pendaftaran kemarin. Mentari dan Fajar dikenalkan oleh Ayah mereka. Bahkan Fajar banyak membantu Mentari di pendaftaran kemarin. karena Mentari sakit pada saat pendaftaran kemarin tetapi berkat bantuan Fajar, Mentari lulus dan bergabung ke SMA Mekar Sari.


Disisi Amara dan Ari


Di perjalanan menuju rumah, Amara diam dan Ari pun diam. Mereka berdua saling diam-diaman. 20 menit berlalu, Akhirnya Ari bertanya.


"Ra, rumah kamu dimana?" Tanya Ari


"Di jalan mangga kak" Ucap Amara


"Oh jalan mangga, masuk yang belokan itu kan?" Ucap Ari


"Iya kak" Ucap Amara


"Yang itu kak" (sambil menunjuk rumahnya) Lanjut Amara


"Yang ini?" Tanya Ari


"Iya kak" Ucap Amara


Ari menghentikan motornya tepat di depan rumah Amara.


"Makasih kak udah anterin aku" Ucap Mentari


"Sama-sama dek" Ucap Ari


"Kakak nggak mampir dulu?" Ucap Mentari


"Nanti aja dek mampirnya, soalnya aku buru-buru" Ucap Ari


"Oh gitu kak, sekali lagi makasih ya kak" Ucap Amara


"Iya dek" Ucap Ari


Ari pun meninggalkan Amara. Kemudian Amara berjalan menuju rumahnya.


"Assalamualaikum" Ucap Amara


"Waalaikumsalam" Ucap Ibu


Ibu melihat Amara di antar oleh seseorang yaitu Ari.


"Tumben di antar, di antar sama siapa tuh?" Lanjut ibu dengan nada bercanda sambil tersenyum ke Amara


"Sama temen, Bu" Ucap Amara


"Yang bener nih?" (sambil tersenyum) Ucap Ibu


"Iya Bu" (sambil tersenyum) Ucap Amara


"Bu, aku ke kamar dulu ya" Lanjut Amara


"Iya" Ucap Ibu


Amara pun berjalan menuju kamar.


...Happy reading🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...


...Makasih banyak ya guys🙏 udah like dan comment karya aku...

__ADS_1


__ADS_2