
Setelah mereka tiba di parkiran, Amara menyuruh Afdal untuk mengeluarkan motornya dari parkiran. Sedangkan Amara dan Mawar berdiri sambil menunggu Afdal dan Amel. Akan tetapi dari kejauhan Ari terus menerus memandangi Amara dan Afdal.
Di sisi Mentari.
Mentari yang lebih dulu keluar dari kelas meninggalkan ketiga sahabatnya. Mentari berjalan menuju kantin. Di kantin, Mentari hanya duduk. Dia tidak memesan makanan. Kantin ini terletak di samping kelas 10 IPA 2 atau di samping kelas Mentari. Dia sesekali menoleh kebelakang untuk memastikan apakah sahabatnya sudah pergi meninggalkan kelas atau justru masih di kelas.
Mentari sudah menoleh beberapa kali. Tetapi dia belum juga melihat sahabatnya itu keluar dari kelas. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berjalan ke kelas untuk memastikan apakah sahabatnya masih ada.
Setelah Mentari tiba di kelas, hanya ada satu orang saja yaitu Fadil. Fadil melangkahkan kaki keluar, melihat Mentari melangkahkan kaki masuk ke kelas sambil terbata-bata. Mereka berdua berpapasan di depan papan tulis.
"Lu cari siapa, Tar?" Tanya Fadil dengan raut wajah penasaran
"Nggak cari siapa-siapa. Gue ada barang ketinggalan di kelas" Jawab Mentari
"Oh. Barang apaan tuh?" Ucap Fadil
"Cermin gue, iya cermin" Ucap Mentari sambil mengeluarkan cermin yang ada dalam tas dan meletakkan kembali ke dalam laci meja. Mentari mengangkat cermin itu dan memperlihatkan ke Fadil sambil terbata-bata menjawab pertanyaan.
"Cermin doang, kirain uang" Ucap Fadil
"Dil. lu liat Amara, nggak?" Lanjut Mentari
"Amara baru keluar" Jawab Fadil sambil berjalan keluar
"Mana ada uang gue letakkan di meja" Ucap Mentari sambil berbisik bisik sendiri di kelas
Setelah Fadil keluar, Mentari menyusul keluar pula. Mentari melihat Ari yang berdiri di depan kelasnya. Mentari memberanikan diri untuk mendekati dan menyapa Ari.
"Kak Ari" Sapa Mentari
Ari yang masih terus menatap Amara dengan tatapan kosong.
"Kak" Ucap Mentari
"Iya" Ucap Ari dengan wajah kaget karena ada seseorang di sampingnya
"Mentari kan?" Tanya Ari
"Iya aku Tari kak" Jawab Mentari
"Kamu dari tadi di sini?" Tanya Ari
"Nggak kak, aku baru kok" Ucap Mentari sambil tersenyum
"Ada apa dek?" Tanya Ari sambil membalas senyuman Mentari
"Nggak kak, aku cuman lewat di sini aja dan kebetulan aku liat kakak yang berdiri sendiri makanya aku samperin" Ucap Mentari
"Oh gitu, kirain ada yang pengen di omongin" Ucap Ari sambil sesekali menoleh ke arah parkiran. Karena di parkiran ada Amara, Afdal dan sahabatnya.
"Ada sih kak tapi tunggu waktu yang tepat" Pinta Mentari dalam hati sambil tersenyum
"Tar, Tar" Ucap Ari dengan wajah penasaran
"Nih anak kenapa tiba-tiba bengong, mana merusak keadaan lagi aku yang pengen ikutin Amara dan temennya. Semua di hancurkan oleh dia" Pinta Ari dalam hari sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"I...i..iya kak" Ucap Mentari
"Kamu kok bengong, kenapa?" Tanya Ari
"Nggak kak, kakak liatin siapa di parkiran?" Tanya Mentari
"Liatin pacar ya kak?" Lanjut Mentari sambil tersenyum
"Nggak, aku cuman liatin temen aja" Ucap Ari
"Siapa emang temennya kak yang di liatin dari jauh?" Tanya Mentari
"Bilang aja kalau kakak mau sama si Amara" Pinta Mentari dalam hati
"Dia beruntung ya kak di liatin sama kakak" Lanjut Mentari
"Kamu apaan sih dek? Kok gitu ngomongnya?" Ucap Ari
"Nggak kak, aku mencoba mendefinisikan saja" Ucap Mentari
"Oh iya kak, aku mau nanya sama kakak. Boleh, nggak?" Lanjut Mentari
"Boleh" Ucap Ari
"Kakak kenal Amara, nggak?" Tanya Mentari
"Kenal" Ucap Ari
"Kakak dengan Amara sedekat apa sih?" Tanya Mentari
__ADS_1
"Maaf ya kak, kalau aku tanya mengenai pribadi tapi kalau kakak nggak mau jawab juga nggak apa-apa kok kak" Lanjut Mentari
"Santai aja dek, aku dan Amara hanya teman doang" Ucap Ari
"Oh gitu kak" Ucap Mentari
Mentari dan Ari terus berbicara hingga akhirnya Amara, Afdal dan kedua sahabatnya meninggalkan sekolah.
Di sisi Amara, Afdal dan kedua sahabat Amara.
Amel yang lebih dulu mengeluarkan motornya dari parkiran, menghampiri Mawar dan Amara.
"Ra, lu yakin pulang bareng Afdal?" Tanya Amel dengan raut wajah penasaran
"Yang bener nih, Ra?" Ucap Mawar
"Gue nggak salah dengar, kan?" Lanjut Amel
"Iya, gue pulang bareng" Jawab Amara dengan santai
"Tumben lu?" Ucap Amel
"Kan dia juga udah nolongin gue makanya gue tolongin balik" Ucap Amara
"Lu baik banget ya" Ucap Mawar
"Emang gue baik" Ucap Amara sambil tersenyum
Afdal menghampiri Amara dan kedua sahabatnya.
"Dal, awas lu ya kalau si Rara sampai terluka atau jatuh dari motor karena lu" Ucap Amel
"Lu apaan sih Mel, kayak nggak kenal gue aja" Ucap Afdal
"Ra, naik" Perintah Afdal ke Amara untuk naik ke motor yang Afdal kendarai
"Lu duluan, Mel" Perintah Afdal untuk menjalankan motornya
"Lu yang duluan, gue pantau lu dari belakang" Ucap Amel
"Iya Mel, gue nurut asal lu bahagia" Ucap Afdal sambil tertawa
"Muntah gue dengarnya" Ucap Amel sambil tertawa
Di sisi Mentari dan Ari
"Oh iya dek, aku duluan ya" Lanjut Ari
"Kakak pulang bareng siapa?" Tanya Mentari
"Aku pulang sendiri" Tanya Ari
"Boleh nggak, aku ikut sama kakak?" Ucap Mentari
"Boleh, ayo ikut aku ke parkiran" Ucap Ari sambil berjalan ke parkiran
Mentari hanya menganggukkan kepala pertanda iya, sambil mengekor di belakang Ari.
Setelah mereka berdua tiba di parkiran. Mentari berdiri sambil menunggu Ari. Sedangkan Ari mengeluarkan motornya.
Ari menghampiri Mentari dan menyuruh untuk naik ke motornya. Kemudian mereka pergi meninggalkan sekolah. Ari membawa Mentari ke tempat isi bensin atau Pertamina.
"Kak" Ucap Mentari
"Kakak mau ke mana?" Tanya Mentari
"Aku mau isi bensin dulu" Jawab Ari
"Nggak lama kan kak?" Tanya Mentari
"Nggak kok ini cuma bentar doang" Jawab Ari
"Oh iya kak" Ucap Mentari dengan senang mendengar perkataan Ari yang ingin membawanya ke Pertamina jadi waktu bersama Ari cukup lama.
Ari diam dan terus melajukan motornya.
Di sisi Amara dan Afdal
Di perjalanan Amara, Afdal dan kedua sahabatnya menepikan motornya.
"Guys, gue mau isi bensin" Ucap Amara
"Lu antar si Afdal terlebih dahulu baru isi bensin, Ra" Ucap Amel
"Nggak usah, gue mau antar dia ke motornya" Ucap Amara
__ADS_1
"Emang motor Afdal, dimana?" Tanya Amel
"Di samping foto copy bunga" Ucap Amara
"Samping belokan SMP itu kan, Ra?" Tanya Mawar
"Iya di situ" Ucap Amara
"Gue juga mau isi bensin sih" Ucap Amel
"Ayo deh bareng aja" Ucap Amara
"Iya" Ucap Amel
"Gue di sini aja, nungguin lu" Ucap Afdal
"Nggak usah Dal, lu ikut aja" Ucap Amara
Akhirnya Amara, Afdal dan kedua sahabatnya menuju Pertamina.
Di sisi Mentari dan Ari
Mentari dan Ari tiba di Pertamina.
"Kak kok banyak banget yang mau isi bensin" Ucap Mentari
"Iya, tumben nih banyak banget" Ucap Ari
Mentari dan Ari menunggu antrean untuk isi bensin.
Di sisi Amara, Afdal dan kedua sahabatnya.
Di perjalanan menuju Pertamina, ponsel Amara berdering.
Kring ...Kring ..Kring..(Suara handphone)
📞Amara: "Halo, Assalamualaikum"
📞Nara: "Waalaikumsalam, kak aku udah pulang"
📞Amara: "Tunggu bentar ya aku lagi isi bensin"
📞Nara: "Jangan lama-lama ya kak"
📞Amara: "Iya"
Tut Tut Tut (panggilan terputus)
"Telpon dari siapa, Ra?" Tanya Afdal
"Dari adik gue" Jawab Amara
"Adik lu kenapa?" Ucap Afdal
"Adik gue udah pulang dan minta di jemput" Ucap Amara
"Oh gitu" Ucap Afdal
"Iya" Ucap Amara
5 Menit telah berlalu akhirnya tiba di parkiran. Amel berada di belakang motor Amara dan Afdal.
"Ra, kita mau antri sampai berapa jam?" Teriak Amel
"Iya juga ya, tumben banyak banget ya isi bensin" Ucap Amara
"Setiap hari kali, Ra. Gini terus" Ucap Afdal
"Gue isi bensin pagi, nggak sebanyak ini" Ucap Amara
"Itu kan pagi" Teriak Mawar
Afdal dan Amel terus memperhatikan ke arah depan. Sedangkan Amara menoleh ke belakang ke arah Amel dan Mawar.
Tanpa sengaja Mentari menoleh ke arah belakang. Mentari memang berniat memperlihatkan dirinya ke sahabatnya.
.
.
...Happy reading🌹...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...
...Makasih banyak ya guys🙏 udah like dan comment karya aku...
__ADS_1