Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 12 Lagi-Lagi Dia Menolongku


__ADS_3

Pagi ini cuaca begitu cerah dengan kicauan burung-burung. Hari ini berbeda dari hari sebelumnya, entah apa yang terjadi pada aku. Perasaan aku hari ini susah untuk di tebak. Semalam aku tidur, tidak nyenyak seperti hari kemarin. Di kasur aku hanya berguling ke kiri dan ke kanan. Aku begitu gelisah. Yang terjadi kemarin antara aku dan kak Ari yang terus terlintas di pikiran ini. Perlakuan kak Ari kemarin terus saja terbayang.


Aku bangun tepat pada pukul 05.30. Aku membuka jendela kamar. Aku merasakan suasana pagi yang begitu sejuk nan indah. Aku masih ingin menikmati suasana itu, tapi keburu terdengar ketukan dan suara di balik pintu.


"Tok....tok....tok....


"Kak...kak...bangun kak, nanti kita terlambat lagi, ini hari Senin kak" Ucap Nara di balik pintu


"Iya Nar, kakak udah bangun" Ucap Amara di dalam kamar


Aku perlahan-lahan berjalan mendekati pintu kamar lalu membuka dengan sangat ceria. Aku berjalan menuju meja makan dengan perasaan yang sangat bahagia. Seperti biasa makanan sudah siap di atas meja. Sedangkan ibu masih setia di dapur. Sebelum aku ke meja makan, terlebih dahulu aku ke dapur menemui ibu.


"Pagi Bu" (Sambil memeluk ibu dari belakang dengan raut wajah bahagia) Ucap Amara


"Pagi juga sayang" Ucap Ibu


"Oh iya Bu, ibu udah sehat? Ibu nggak usah ke dapur kalau belum sehat, biar aku aja yang membuat sarapan" Tanya Amara


"Ibu udah lumayan membaik sayang, ibu bosan di kamar terus. Lagian ibu udah nggak pusing lagi kok" Ucap Ibu


"Ayah mana Bu? Kok nggak keliatan dari tadi?" Tanya Amara


"Ayah lagi nyiram tanaman" Ucap Ibu


"Oh gitu Bu, ibu nggak ikut sarapan sekalian bareng aku dan Nara?" Ucap Amara


"Nanti aja ibu sarapannya" Ucap Ibu


"Aku ke meja makan ya, Bu" Ucap Amara


"Iya sayang" Ucap Ibu


Aku melangkahkan kaki menuju meja makan tempat Nara duduk.


"Tumben kakak keliatan ceria hari ini? Biasanya juga mukanya keliatan kusut" Tanya Nara


Belum sempat aku jawab Nara melanjutkan bertanya. Aku yang tadinya masih berdiri mendengar pertanyaan Nara, perlahan menarik kursi dan duduk tepat berhadapan dengan Nara.


"Kesambet apa sih kak?" Lanjut Nara


"Penglihatan kamu aja dek" Ucap Amara


"Oh aku tau, jangan....jangan ...kakak lagi dekat nih dengan seseorang" Ucap Nara dengan tebak-tebakan.


"Nggak dekat dengan siapa-siapa Nar, mungkin efek bangun pagi aja jadi wajahnya keliatan fresh" Ucap Amara


"Kemarin-kemarin kakak bangunnya pagi juga tapi nggak segar dan ceria kayak gini" Ucap Nara


Aku yang masih bingung harus jawab apa. Terdengar suara ibu.


"Mungkin aja kakak lagi dapat hadiah dari seseorang dek, jadinya segar dan ceria gitu" Ucap Ibu


"Apaan sih Bu, nambah-nambah aja" (sambil tersenyum) Ucap Amara


"Ibu cuma bercanda sayang" Ucap Ibu


"Iya Bu, aku tau" Ucap Amara


"Ayo dong kak cerita ke Nara" Ucap Nara


"Cerita apa dek?" Ucap Amara


"Siapa tau ada gitu yang ingin di ceritain" Ucap Nara


Terdengar suara ibu di dari arah dapur.

__ADS_1


"Ra, Nar, cepetan makannya keburu terlambat loh sebentar" Ucap Ibu


"Iya Bu" Ucap Amara dan Nara dengan serempak


Seketika suasana menjadi hening di meja makan. Amara dan Nara bergerak cepat secara bergantian untuk menuju kamar mandi kemudian menuju kamar berpakaian seragam sekolah.


Setelah aku dan Nara selesai berpakaian, aku dan Nara pamit ke ibu dan ayah yang sedang duduk di teras rumah sambil minum kopi dan teh.


"Yah, Bu aku pamit ke sekolah" (sambil berjabat tangan) Ucap Amara


"Aku juga, Yah, Bu" (sambil berjabat tangan) Ucap Nara


"Hati-hati di jalan" Ucap Ayah dan Ibu dengan serempak


"Iya Bu" Ucap Amara


"Iya Yah" Ucap Nara


Aku dan Nara menuju garasi kemudian ke sekolah.


***


Di Perjalanan menuju sekolah, motor yang di kendarai oleh Amara rusak.


"Kak, kok motornya pelan banget kak, kek nggak bisa jalan gitu" Tanya Nara


"Iya Nar, ada apa ya dengan motor ini" Ucap Amara


Aku menepikan motor yang aku kendarai, lalu aku matikan dan turun dari motor ini bersama Nara.


"Kak coba periksa motornya!" Ucap Nara


"Mana aku nggak tau lagi yang mana harus di periksa" Ucap Amara


Nara langsung memeriksa jam yang ada di tangannya.


"Kak ini udah jam 07.00, mana hari ini kita upacara" Ucap Nara


"Iya dek, ini kakak usaha cari letak yang rusak di motor ini" Ucap Amara


"Ayo cepetan kak" Ucap Nara


Nara yang dari tadi berbicara dan menyuruh aku untuk mencari letak motor ini yang rusak. Tak lama kemudian tiba-tiba terdengar suara motor yang menepi dan berhenti tepat di depan motor aku dan Nara.


"Hai Nar, motor kamu kenapa?" Tanya Sahabat Nara


"Motor aku rusak, Lan" Ucap Nara


"Kok bisa Nar?" Ucap Sahabat Nara


"Aku nggak tau sih" Ucap Nara


Sahabat Nara hanya tersenyum melihat aku yang sibuk memeriksa motor yang rusak, meskipun aku tidak tau penyebab kerusakan motor ini.


"Oh iya Nar, kamu bareng aku aja biar nggak terlambat ikut upacara" Ucap Sahabat Nara


"Nggak usah, soalnya kakak aku sendiri" Ucap Nara


"Ikut aja dek, nanti kamu terlambat" Ucap Amara


"Tapi kakak, bagaimana?" Tanya Nara


"Nggak apa-apa kok, nanti aku telpon ayah kalau motornya masih mogok" Ucap Amara


"Nggak apa-apa nih kak, kalau aku pergi duluan?" Ucap Nara

__ADS_1


"Nggak apa-apa dek, kamu pergi aja" Ucap Nara


"Kalau gitu aku duluan ya kak, jangan lupa telpon ayah" Ucap Nara


"Iya dek" Ucap Amara


Nara pergi meninggalkan aku. Setelah Nara pergi bersama temannya. Aku menelpon ayah, akan tetapi nomor ayah tidak dapat di hubungi.


"Kok nomor ayah nggak aktif sih, keburu terlambat nih gue" Ucap Amara


Aku terus menelpon ayah dengan berulang-ulang kali. Tetapi sampai saat ini belum ada jawaban, selalu saja tidak aktif. Aku terus menatap ponsel yang ada di tangan ku. Beberapa menit kepergian Nara, aku di kagetkan dengan suara seseorang.


"Motor kamu kenapa?" Tanya Ari


Aku yang tadi menatap ponsel, tiba-tiba melihat orang yang sedang berbicara di hadapan aku.


"Kak Ari, kakak ngapain di sini?" Ucap Amara


"Kamu yang ngapain di sini?" Ucap Ari


"Kok kakak nanya balik" Ucap Amara


"Ya nanya lah kan kamu biasanya udah di sekolah, ini itu udah jam 07.10 dek" Ucap Ari


"Itu kak motor aku rusak" Ucap Amara


"Kok bisa?" Ucap Ari


"Nggak tau kak, tiba-tiba aja" Ucap Amara


"Kalau gitu bareng aku aja ke sekolah, lagian aku nggak ada boncengan kok" Ucap Ari


"Ini juga udah mau mulai upacaranya, nanti kamu terlambat" Lanjut Ari


"Nggak usah kak, nanti aku ngerepotin kakak" Ucap Amara


"Nggak ngerepotin kok dek, Nggak usah banyak mikir, nanti terlambat loh" Ucap Ari


"Iya deh aku bareng kakak aja, tapi motor aku gimana kak?" Ucap Amara


"Aku telpon teman aku ya agar dia membawa motor kamu ke bengkel" Ucap Ari


"Nggak usah kak, aku coba telpon ayah sekali lagi deh" Ucap Amara


Aku menelpon ayah. Akhirnya ayah mengangkat telpon dari aku. Aku minta tolong ke ayah untuk membawa motor aku ke bengkel.


"Ayo cepetan dek" Ucap Ari


"Iya kak" Ucap Amara


Di atas motor,, aku jadi orang yang sangat pendiam tak ada satu kata yang keluar dari mulut aku begitupun dengan kak Ari yang hanya diam saja dan tak terasa hingga aku tiba di sekolah.


"Makasih ya kak, udah bantuin" (sambil tersenyum) Ucap Amara


"Sama-sama dek" (Membalas senyuman Amara) Ucap Ari


.


.


...Happy reading🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...


...Makasih banyak ya guys🙏, udah like dan comment karya aku🥰....

__ADS_1


__ADS_2