Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 15 Selamat Dek From Ari


__ADS_3

Afdal yang melihat Amara berdiri tepat di belakangnya.


"Ngapain lu di situ, nggak makan lu?" Tanya Afdal


"Apaan sih, Dal? nanya mulu. Lu nggak liat kalau gue lagi bicara" Ucap Amara


"Bisa nggak sih Ra, lembut dikit gitu" Ucap Afdal


Amara membiarkan begitu saja Afdal berbicara. Kemudian Amel memanggil Amara.


"Ra, masih lama ngomongnya, tuh pesanan mie lu keburu gede kek ulat bulu" Ucap Amel


"Tuh Ra, dengerin emak lu ngomel" Ucap Afdal


Aku izin ke kak Ari untuk kembali ke tempat Amel, Mawar dan Mentari duduk.


"Aku ke sana ya kak" Ucap Amara


"Iya dek" (sambil tersenyum) Ucap Ari


Setelah aku duduk di samping Mawar. Afdal pamit pulang duluan.


"Guys gue pulang duluan ya" (Dengan raut wajah malas) Ucap Afdal


"Oke Dal" Ucap Amel dan Mawar dengan serempak


Mentari hanya tersenyum ke arah Afdal.


"Tuh cowok siapa, Ra?" Tanya Amel


"Kakak kelas" Ucap Amara


"Oh, kenal dari mana lu?" Tanya Mawar


"Kenal dari tes wawancara OSIS kemarin" (sambil memasukkan makanan suapan demi suapan ke dalam mulutnya) Ucap Amara


"Oh gitu" Ucap Amel


"Keren juga tuh cowok, Ra" Ucap Mawar


"Kenalin ke kita dong" Lanjut Mawar


"Iya nanti gue kenalin, War" Ucap Amara


"Tar, lu kok diam nggak ngomong dari tadi?" Ucap Amara


"Nggak apa-apa kok Ra, gue males aja" Ucap Mentari


Setelah beberapa menit makanan yang mereka pesan habis. Mereka bergegas untuk membayar makanan yang mereka pesan.


Aku yang lebih dahulu membayar pesanan makanan, lalu aku menghampiri kak Ari yang duduk menikmati makanannya.


"Kak aku duluan ya" (Sambil tersenyum) Ucap Amara


"Iya dek" (Dengan membalas senyuman Amara) Ucap Ari


Sementara ketiga sahabat ku pun ikut tersenyum ke arah kak Ari. Meskipun Mentari yang terlihat malu-malu.


Kemudian mereka kembali ke kelas.


Saat tiba di kelas, Afdal kembali bertanya mengenai sosok laki-laki yang tadi pagi bersama Amara ke sekolah.


Afdal berjalan menghampiri Amara.


"Guys, Rara punya pacar baru. Kenalin ke kita dong, Ra" (Dengan Nada bercanda) Ucap Afdal


Aku dan ketiga sahabatku kaget mendengar Afdal. Aku yang tadinya bercanda bersama Mawar tiba-tiba terhenti.


Mentari yang mendengar perkataan Afdal, dia yang tadinya sibuk bermain ponsel berubah menjadi serius mendengarkan Afdal.


"Pacar baru? Halu lu, Dal" (Sambil tertawa) Ucap Amel


"Emang iya, Ra?" Tanya Amel


"Perasaan gue nggak punya pacar" Ucap Amara


"Terus ya tadi boncengin lu ke sekolah, siapa?" Tanya Afdal.

__ADS_1


"Itu kakak kelas, dia bantuin gue. Soalnya tadi motor gue rusak di jalan" Ucap Amara


"Cieee cemburu" Ucap Fadil


"Mana ada gue cemburu?" Ucap Afdal


"Siapa tau ya kan" Ucap Fadil


"Iya nggak guys?" Lanjut Fadil


"Iya dong" Ucap Sebagian teman di kelas Amara


"Kok lu nggak cerita ke kita, Ra?" Tanya Mawar


"Iya gue lupa, War. Cerita ke lu" Ucap Amara


"Pokoknya lu harus cerita ke gue dari A sampai Z" Ucap Mawar


"Oh gitu Ra, udah mulai ada rahasia diantara kita" Ucap Amel


"Sumpah deh gue tuh lupa cerita ke lu" Ucap Amara


"Jadi gimana nih pacar atau teman doang?" Ucap Amel


"Ya teman lah gue juga nggak ada maksud lain" Ucap Amara


"Emang tuh si Afdal suka membuat keributan di antara kita" (Sambil tertawa) Ucap Mawar


"Iya gue penasaran aja sama tuh cowok" Ucap Afdal


"Ngapain lu penasaran? Itu kan urusan si Rara, iya nggak Ra?" Tanya Fadil


"Iya dong" Ucap Amara


Afdal merasa kesal kepada sahabatnya yaitu Fadil. Sebab Fadil tidak pernah membela Afdal sedikit pun di depan Amara dan sahabatnya.


"Jadi lu pulang bareng siapa, Ra?" Tanya Mawar


"Ya sendiri lah" Ucap Amara


"Terus lu naik angkot lagi?" Ucap Mawar


"Iya" Ucap Amara


"Si Afdal ma suka mengambil kesempatan dalam kesempitan" Ucap Amel


"Emang si Afdal kek gitu, Mel" Ucap Mawar


"Gue naik angkot aja" Ucap Amara


"Tumben tuh si Tari nggak bawel? Sakit gigi lu, Tar?" (Sambil tertawa) Ucap Afdal


"Sakit hati gue, puas lu?" Ucap Mentari


"Santai aja kali, Tar" Ucap Afdal


Mentari hanya sekali menanggapi perkataan Afdal, Mentari hanya diam dan duduk memainkan ponselnya.


Setelah mereka menunggu beberapa menit, akhirnya guru yang mengajar di kelas mereka pun masuk.


Aku dan teman-teman kelas belajar, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan 13. 30. Sekarang waktunya pulang.


Setelah mata pelajaran terakhir selesai, aku membuka pesan grup OSIS di WhatsApp. Di grup OSIS terdapat pemberitahuan bahwa hari ini pengumuman kelulusan anggota OSIS.


Aku yang semangat untuk pulang lebih cepat, kini tertunda karena pengumuman. Aku harus mengecek nama-nama yang lulus sebagai anggota OSIS.


Aku berdiri tepat di depan kelas, menunggu ketiga sahabatku. Afdal berjalan dari dalam kelas, lalu menghampiri aku.


"Ra, kamu tau nggak kalau hari ini pengumuman?" Tanya Afdal


"Iya, lu udah mau pulang?" Jawab Amara


"Nggak, gue mau ke sana" (Sambil menunjuk ke arah orang berkerumun) Ucap Afdal


"Cepetan guys" (Berteriak dari arah pintu kelas) Lanjut Amara


"Iya Ra" Ucap Amel

__ADS_1


"Tuh sana ada apaan, Dal? Kok orang pada ngumpul?" Tanya Amara


"Nggak tau Ra, gue ke sana dulu ya" (Sambil menunjuk ke arah orang berkerumun) Ucap Afdal


"Iya" Ucap Amara


"Tuh sana ada apaan, Ra?" Tanya Amel


"Nggak tau gue" Ucap Amara


"Siapa tau tuh sana pengumuman OSIS, Ra" Ucap Mentari


Akhir-akhir ini Mentari yang mempunyai sikap yang susah untuk di tebak, kadang ramah kadang di ajak bicara juga pun tidak ada jawaban.


"Nah bener tuh, Tar" Ucap Mawar


"Kita ke sana yuk guys" Ucap Amara


"Ayo" Ucap Amel, Mawar dan Mentari dengan serempak


Aku berjalan bersama ketiga sahabatku menuju orang-orang yang berkumpul. Tapi aku terhenti ketika mendapat notifikasi WhatsApp. Aku buru-buru membuka ponsel dan memeriksa notifikasi WhatsApp.


"Dari siapa tuh?" Tanya Amel


"Dari si Afdal" Jawab Amara


"Ngapain tuh anak ngechat?" Tanya Mawar


"Biasanya juga nggak pribadi kalau ada penting" Ucap Amel


"Dia mengirim foto ke gue" Ucap Amara


"Foto apaan, Ra?" Tanya Mentari


"Pengumuman OSIS" Ucap Amara


"Jadi dia foto in nama-nama yang lulus" Lanjut Amara


"Terus lu gimana? Lulus nggak?" Tanya Amel


"Ini juga baru gue baca" Ucap Amara


"Iya Alhamdulillah nama gue ada" Lanjut Amara


"Jadi lu lulus?" Tanya Mawar


"Iya" Ucap Amara


"Cielah anggota OSIS nih, selamat seyeng" Ucap Mawar


"Selamat Ra" (Sambil tersenyum) Ucap Amel


"Coba gue liat, Ra" Ucap Mentari


Aku memberikan ponsel aku ke Mentari. Dia mencari namanya, akan tetapi Afdal hanya mengambil gambar tepat pada nama ku. Kemudian Mentari memberikan balik ke aku ponsel itu.


"Gue ke sana dulu guys" (Berjalan meninggal ketiga orang itu) Ucap Mentari


"Bareng kita aja, Tar" Ucap Amel


Mentari pergi meninggalkan ketiga sahabatnya.


"Si Tari mah suka aneh" Lanjut Amel


Meskipun aku sudah mengetahui kalau aku sudah lulus. Aku dan kedua sahabatku yaitu Amel dan Mawar tetap mengikuti Mentari dari arah belakang.


Aku membalas chat Afdal, bertanya mengenai kelulusan dia. Tiba-tiba notifikasi WhatsApp masuk.


"Selamat datang dek dan selamat bergabung di organisasi OSIS" From Ari


.


.


...Happy reading🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...

__ADS_1


...Makasih banyak ya guys🙏 udah like dan comment karya aku...


__ADS_2