Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 16 Rasa Gugup


__ADS_3

Meskipun aku sudah mengetahui kalau aku lulus. Aku dan kedua sahabatku yaitu Amel dan Mawar tetap mengikuti Mentari dari arah belakang.


Aku membalas chat Afdal, bertanya mengenai kelulusan dia. Tapi sepertinya Afdal tidak membalas pesan ku. Tiba-tiba notifikasi WhatsApp masuk.


"Selamat datang dek dan selamat bergabung di organisasi OSIS" From Ari


Melihat pesan kak Ari, aku merasa gugup. Aku hanya membalas dengan ucapan terima kasih saja. Kak Ari tidak melihat pesan yang baru saja aku kirim. Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti ketiga sahabat ku menuju papan pengumuman.


"Si Tari cepat amat sih jalannya" Ucap Amel


"Emang tuh anak kek gitu" Ucap Mawar


"Si Tari dimana sih, nggak keliatan?" Tanya Amara


"Kita ke sana aja" (sambil menunjuk tempat nama-nama itu tertulis) Ucap Amel


"Iya" Ucap Mawar


Aku hanya mengikuti kedua sahabat ku. Aku, Amel dan Mawar berusaha untuk mencari nama Mentari. Tetapi aku menyerah dan memutuskan untuk bergeser ke belakang, sebab di tempat itu siswa dan siswi berkerumun dan juga saling mendorong.


"Mel, gue ke belakang aja ya" Ucap Amara


"Males gue tuh orang pada dorong" Lanjut Amara


"Iya, lu ke belakang aja tapi tungguin gue dan jangan ke mana mana" Ucap Amel


"Iya" Ucap Amara


Aku berjalan ke belakang, menjauhi orang yang berkerumun sambil menunggu Amel dan Mawar. 5 Menit aku menunggu. Seseorang berjalan dari arah samping dan menghampiri ku.


"Ra, kamu tungguin siapa?" Tanya Ari


Terdengar pertanyaan yang begitu lembut di telinga ku. Aku memalingkan wajah ke arah sumber suara.


"Aku nungguin Amel dan Mawar kak" (sambil tersenyum) Ucap Amara


"Oh, emang mereka ke mana?" Tanya Ari


"Mereka ke sana kak" (sambil menunjuk orang berkerumun) Ucap Amara


"Kamu kok nggak ke sana?" Tanya Ari


"Males aja kak soalnya yang lain pada dorong" Jawab Amara


"Oh gitu" Ucap Ari


"Iya, lagian aku juga udah tau kalau lulus. Kan di infokan sama kakak tadi" (sambil tersenyum) Ucap Amara


"Iya ya, aku sampai lupa" (sambil membalas senyuman Amara) Ucap Ari


"Amara kalau tersenyum manis juga ya, lama-lama gue demen nih sama senyuman Amara" Ucap Ari dalam hati


"Kak aku mau nanya, boleh?" Tanya Amara


"Boleh dong" Ucap Ari


"Semua yang udah daftar OSIS, lulus semua ya kak?" Tanya Amara


"Iya lulus semua" Ucap Ari


"Oh" Ucap Amara


"Kamu kalau bicara dengan kakak nggak usah malu-malu gitu, santai aja" Ucap Ari


"Ini udah santai kak" Ucap Amara


Aku merasa gugup di dekat kak Ari. Di tengah pembicaraan aku dan kak Ari, Amel dan Mawar memotong pembicaraan.

__ADS_1


"Ra, gue udah liat nama si Tari" Ucap Mawar


Mawar dan Amel terlihat malu-malu di hadapan kak Ari dan juga penuh dengan rasa penasaran.


"Alhamdulillah, terus si Tari dimana?" Tanya Amara


"Gue nggak liat tuh anak" Ucap Amel


"Gue juga nggak liat" Ucap Mawar


"Ra, coba telpon si Tari" Ucap Amel


"Oh iya kak, kenalin ini Amel dan Mawar sahabat aku" Ucap Amara


"Oh, aku Ari" (Sambil menjulurkan tangan dan bersalaman dengan Amel) Ucap Ari


"Aku Amel kak" (Membalas uluran tangan Ari) Ucap Amel


"Ari (Sambil menjulurkan tangan dan bersalaman dengan Mawar) Ucap Ari


"Mawar kak" (Membalas uluran tangan Ari) Ucap Mawar


"Ra, coba telpon si Tari" Ucap Amel


"Iya, sabar dikit. Ini juga udah mau di telpon" Ucap Amara


"Nggak di angkat guys" Lanjut Amara


"Coba lagi deh" Ucap Mawar


"Iya War" Ucap Amara


Aku mencoba menelpon Mentari yang kedua kalinya. Sedangkan kak Ari masih stay berdiri di samping aku.


"Masih tetap nggak di angkat" Ucap Amara


Untuk yang ketiga kalinya, Mentari menjawab telpon ku.


"πŸ“ž Mentari: Hallo Ra, kenapa?"


"πŸ“ž Amara: iya, lu dimana?"


"πŸ“ž Mentari: Gue udah balik, emang kenapa?"


Amel mengambil ponsel yang aku genggam.


"πŸ“ž Amel: Lu ya balik gitu aja"


"πŸ“ž Mentari: Maaf guys gue tadi buru-buru"


"πŸ“ž Mawar: Tumben lu buru-buru balik?"


"πŸ“ž Mentari: aku kecapean sih tadi jadi buru-buru deh baliknya"


"πŸ“ž Mawar: Oh gitu alasannya, selamat ya karena telah bergabung menjadi anggota OSIS"


"πŸ“ž Amel: Selamat seyengnya aku"


"πŸ“ž Mawar: Selamat Tar"


"πŸ“ž Mentari: Makasih semua, tapi aku juga pengen ucapin ke Rara sih. Soalnya kau tadi lupa"


"πŸ“ž Mentari: selamat Ra"


"πŸ“ž Amara: Makasih ya Tar. Kalau gitu gue matiin ya telponnya"


"πŸ“ž Mentari: Oke deh"

__ADS_1


Setelah aku selesai menelpon Mentari. Amel dan Mawar meninggalkan aku dan kak Ari.


"Ra, lu mau naik angkot pulang?" Tanya Amel


"Iya gue naik angkot aja" Jawab Amara


"Kalau gitu gue balik duluan ya, Ra" Ucap Amel


"Aku duluan kak" (sambil tersenyum) Lanjut Amel


"Iya" (Dengan membalas senyuman Amel) Ucap Ari


"Aku juga kak" (sambil tersenyum) Ucap Mawar


"Iya" (Dengan membalas senyuman Mawar) Ucap Ari


"Daaah, lu hati-hati" (sambil melambaikan tangannya) Ucap Amara


"Oke beb" Ucap Amel dan Mawar dengan serempak


"Aku heran dengan kak Ari. Kok dia nggak balik-balik ya" Ucap aku dalam hati


Setelah Amel dan Mawar pulang. Aku memberanikan diri untuk bertanya ke kak Ari.


"Kak Ari belum pulang?" Tanya Amara


"Iya udah mau pulang, cuman aku lagi nungguin kamu sih" (sambil tersenyum) Jawab Ari


"Kok gitu kak?" (Dengan wajah merah muda) Tanya Amara


"Santai aja dek, aku cuman bercanda kok" Ucap Ari


"Kalau kamu nggak mau pulang bareng aku. Kakak juga nggak maksa" Lanjut Ari


"Oh gitu, kalau gitu aku pulang naik angkot aja kak" Ucap Amara


"Kamu pulang bareng aku aja, dek" Ucap Ari


"Nggak usah kak, nanti aku ngerepotin" Ucap Amara


"Nggak ada yang direpotkan, Ra" Ucap Ari


"Kamu pulang bareng aku aja, lagian aku sendiri kok pulangnya" Lanjut Ari


"Lain kali aja kak pulang barengnya" Ucap Amara


"Aku itu udah nungguin kamu loh dari tadi" Ucap Ari


Aku berpikir lumayan lama untuk menerima tawaran kak Ari untuk pulang bersama.


"Ra, kali ini aja pulang barengnya. Kalau besok-besok kamu nggak mau pulang bareng aku lagi. Ya nggak usah" Ucap Ari


Aku yang mendengar perkataan kak Ari, akhirnya aku memutuskan untuk pulang bersamanya.


"Iya deh aku pulang bareng kakak aja" Ucap Amara


"Ya bener nih?" Tanya Ari


"Iya kak" Ucap Amara


Amara pun berjalan menuju parkiran bersama Ari. Akan tetapi di balik pulangnya Amara bersama Ari, ada hati yang begitu terluka. Dia yang berbohong pulang lebih awal, padahal dia memantau Amara dan Ari dari kejauhan.


Kira-kira siapa nih yang terluka?πŸ€”


...Happy reading🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment yaπŸ₯°...

__ADS_1


...Makasih banyak ya guysπŸ™ udah like dan comment karya aku...


__ADS_2