
Tanpa sengaja Mentari menoleh ke arah belakang. Mentari memang berniat memperlihatkan dirinya ke sahabatnya.
"Ra, si Tari tuh boncengan dengan seseorang" Ucap Afdal sambil menunjuk Mentari yang berada di depan mereka
"Mana sih, Dal. Lu salah liat kali" Ucap Amara
"Ra" Teriak Amel
"Iya, Apa Mel? si Amel emang nggak tau tempat, teriak mulu lu" Jawab Amara
"Si Afdal bilang apa?" Tanya Amel
"Kata Afdal si Tari di depan sana bareng seseorang" Ucap Amara
"Yang mana sih, Dal?" Tanya Amara
"Itu sana" Ucap Afdal sambil menunjuk Mentari yang boncengan dengan seseorang
"Iya sih, dari belakang emang mirip Tari" Ucap Amara
"Itu emang Tari, Ra" Ucap Afdal
"Mirip doang kali, Dal?" Ucap Amara
"Tapi kalau itu Tari, dia boncengan dengan siapa?" Tanya Amara dengan raut wajah penasaran
"Emang lu aja yang punya temen Ra, kali aja itu temennya" Ucap Afdal
"Iya juga sih" Ucap Amara
"Ra, yang mana sih?" Teriak Amel
"Yang itu kata si Afdal" Ucap Amara sambil menunjuk Mentari
"Mana ada si Tari boncengan dengan seseorang" Ucap Mawar
"Siapa tau ya kan?" Ucap Amel
"Tapi dia nggak pernah tuh cerita mengenai kesehariannya" Ucap Mawar
"Ra, Tari boncengan sama cowok apa cewek?" Teriak Amel
"Mana gue tau, gue belum liat jelas Mel" Jawab Amara
Amel, Mawar, Amara dan Afdal diam dan penasaran terhadap Mentari.
Setelah 3 menit mereka menunggu antrean, akhirnya dua motor yang ada di depan Amara memutar balik motornya dan keluar dari area pertamina. Jadi Afdal dan Amel memajukan motornya tepat di belakang Mentari.
Di sisi Mentari dan Ari
Mentari tidak menoleh ke belakang karena dia tau kalau Amara, Afdal dan kedua sahabatnya berada di belakang.
"Biar lu tau, Ra. Kalau yang pantas dekat dengan kak Ari itu aku bukan kamu" Pinta Mentari dalam hati sambil tersenyum
"Kak lama banget ya nunggunya" Ucap Mentari
"Iya tumben nih lama biasanya juga cepat" Ucap Ari
Mentari yang melihat Amara di belakang, Mentari sesekali memegang pundak Ari.
"Kamu kenapa dek?" Tanya Ari
"Nggak kak, aku nggak boleh memegang pundak kakak?" Ucap Mentari
"Maaf ya kak" Lanjut Mentari sambil tersenyum
"Nggak apa-apa" Ucap Ari
"Nih anak kenapa ya tiba-tiba pegang-pegang pundak segala" Pinta Ari dalam hati
"Kalau anak ini bukan anggota OSIS dan sahabat Amara, mana mau gue boncengan sama dia. Nanti si Amara mikirnya aku suka dengan dia. Jadi gagal deketin si Amara. Tapi semoga aja Amara nggak mikir macam-macam mengenai aku" Lanjut Ari dalam hati
Di sisi Amara, Afdal dan kedua sahabatnya.
"War, bener kata Afdal itu emang si Tari coba liat deh tasnya mirip banget kan?" Ucap Amel
"Gue sih belum yakin kalau itu Tari siapa tau tas si Tari samaran" Ucap Mawar
"Coba lu perhatikan sepatunya deh" Perintah Amel kepada Mawar
__ADS_1
"Tapi iya juga sih itu mirip banget sepatu Tari" Ucap Mawar
"Ra" Teriak Amel
"Iya, lu kenapa?" Ucap Mawar sambil menoleh
"Lu belum yakin kalau itu Tari?" Ucap Amel
"Gue belum 100% yakin sih" Ucap Amara
"Yaelah lu udah berapa tahun sahabatan tapi belum kenal juga ya dengan gerak gerik sahabat lu" Ucap Amel
Akhirnya Amel memberanikan diri berteriak memanggil nama Mentari.
"Tar, Tar" Teriak Amel
"Mel, lu nggak malu di liatin orang teriak" Ucap Mawar
Di sisi Mentari dan Ari.
Mentari pura-pura tidak mendengarkan teriakan Amel. Sedangkan Ari mendengar teriakan itu.
"Tar, kamu denger suara barusan?" Tanya Ari
"Suara apaan kak?" Ucap Mentari dengan raut wajah yang pura-pura tidak tau apa-apa
"Sepertinya kamu di panggil seseorang" Ucap Ari
"Seseorang siapa sih kak? Kan di sini cuma aku dan kakak aja. Nggak ada kenalan aku kak" Ucap Mentari
"Itu pendengaran kakak aja kali" Lanjut Mentari
"Mungkin sih" Ucap Ari
Di sisi Amara, Afdal dan kedua sahabatnya.
Amara dan Afdal di atas motor diam. Tiba-tiba Amel turun dari motor.
"Lu mau kemana, Mel?" Tanya Mawar
"Lu turun aja dulu" Ucap Amel
"Ra" Ucap Amel
"Lu ngapain turun dari motor?" Tanya Amara
"Gue mau pasti in kalau itu Tari dan gue yakin kalau itu dia" Ucap Amel
"Kalau bukan gimana? muka lu mau lu simpan di mana?" Tanya Amara
"Bener tuh kata Rara, kalau itu bukan Tari gimana?" Ucap Afdal
"Gue yakin itu Tari" Ucap Amel
Terdengar suara dari arah belakang.
"Dek, dek, tolong di majukan motornya" Ucap Seorang bapak-bapak
"Oh iya pak, maaf ya pak" Ucap Amel
"Iya pak" Ucap Amara
Amel kembali ke motornya dan memajukan ke depan sementara Mawar berjalan di samping, mengikuti dua motor itu.
Amel kembali turun dan berjalan menghampiri Mentari.
"Tar, lu di sini?" Tanya Amel
Mentari kaget dan menoleh ke arah Amel.
"Amel, lu dari tadi di sini?" Ucap Mentari
"Emang gue tau kalau lu dari tadi di sini, gue pura-pura aja nanya in" Pinta Mentari dalam hati
"Jadi ini alasan lu balik duluan?" Tanya Amel
"Nggak Mel, gue kebetulan aja ketemu sama kak Ari" Ucap Mentari
Ari kaget karena namanya di sebut-sebut dan dia tadinya fokus ke depan, dia tidak melihat Amel. Ari juga tidak memperhatikan Mentari berbicara.
__ADS_1
"Iya kan kak?" Lanjut Mentari sambil memegang pundak Ari
Ari menoleh ke kiri dan dia melihat Amel.
"I..i..iya, kamu sahabatnya Amara kan?" Ucap Ari dengan raut wajah kaget melihat ada Amel di sampingnya
"Iya aku sahabatnya Amara" Ucap Amel
"Mel, Mel" Teriak Afdal
"Motor lu" Ucap Afdal
"Suruh si Rara aja" Ucap Amel
Kemudian Ari melihat spion motornya. Dia melihat Amara boncengan dengan seorang cowok. Cowok itu bagi Ari sudah tidak asing lagi. Cowok itu beberapa kali bersama dengan Amara.
Ari melihat Amara turun dari motor dan jalan ke belakang menghampiri motor Amel. Perasaan Ari terasa pedih. Bagaikan luka kena obat, terasa banget sakitnya.
"Sakit ya melihat orang yang kita sayang boncengan dengan orang lain" Pinta Ari dalam hati
Di sisi Amara dan Mawar
"War naik" Ucap Amara
"Si Amel ngapain tuh?" Tanya Mawar
"Sibuk dia, naik aja" Ucap Amara
Akhirnya Amara memajukan motor milik Amel.
Di sisi Amel, Mentari dan Ari
"Jahat lu Tar, lu diam seribu bahasa ke sahabat lu, lu cuek. Jadi ini alasannya?" Ucap Amel
"Kecewa gue ke lu" Lanjut Amel dan meninggalkan Mentari
Sementara Mentari belum sempat menjawab omongan Amel, Amel memilih berjalan ke arah motornya dengan raut wajah kecewa.
"Lu kenapa kusut amat tuh muka?" Tanya Amara
"Nanti gue cerita ke lu semua" Jawab Amel
"Lu adu mulut dengan Tari?" Tanya Mawar
"Nanti aja gue cerita, kita isi bensin dulu" Jawab Amel
Akhirnya Amara turun dari motor Amel dan naik ke motor miliknya yang di kendarai oleh Afdal.
"Amel kenapa gitu amat mukanya?" Tanya Afdal
"Nggak tau gue" Jawab Amara
Di sisi Mentari dan Ari
Dua motor lagi di depan Ari, baru giliran Ari yang isi bensin kemudian di susul oleh motor Amara yang di kendarai oleh Afdal dan motor Amel dan juga Mawar.
"Kamu turun dulu ya, kamu nungguin aku di sana" Ucap Ari dengan penuh rasa penasaran terhadap Mentari
"Iya kak" Ucap Mentari sambil berjalan ke arah depan
Kemudian Amara dan Mawar juga ikut turun dari motor karena sebentar lagi giliran mereka yang akan isi bensin.
"Dal, ini uang isi bensin. Gue nungguin lu di sana bareng Mawar" Ucap Amara sambil menyodorkan uang
Sementara di sisi Ari, dia memperhatikan Amara dan Afdal dari spion motornya.
"Nggak usah, pakai uang gue aja" Ucap Afdal
"Dal, ini uang untuk isi bensin titipan dari ibu gue. Lu nggak usah beli in gue bensin lain kali aja" Ucap Amara
Afdal mengalah dan mengambil uang itu dari tangan Amara.
Sementara di sisi Ari dia terus memperhatikan Amara hingga dia lupa kalau giliran dia sekarang yang harus isi bensin.
.
.
...Happy reading🌹 kesayangannya author🥰...
__ADS_1
......Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰......