Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 22 Kegelisahan Ari


__ADS_3

Aku ke sekolah bersama Nara. Aku mengantar Nara terlebih dahulu ke sekolahnya, setelah itu baru aku ke sekolah. Di perjalanan menuju sekolah aku dan Nara sangat menikmati keindahan kota di pagi hari. Udara yang begitu sejuk yang di kelilingi oleh pepohonan dan bangunan yang begitu mewah.


Beberapa menit telah berlalu akhirnya aku tiba di sekolah Nara.


"Kak, aku kabarin ya sebentar?" Ucap Nara


"Iya, tungguin aku ya" Ucap Amara


"Iya kak, aku masuk dulu" Ucap Nara


"Iya" Ucap Amara


Aku memutar balik motor menuju sekolah. Jadi sekolah aku itu lebih dekat dibandingkan sekolah Nara.


Di perjalanan menuju sekolah, Amara melihat Afdal di pinggir jalan mondar mandir di depan motornya. Amara menepikan motornya tepat di dekat Afdal berdiri.


"Nungguin siapa, Dal?" Tanya Amara dengan raut wajah kebingungan


Afdal kaget melihat Amara yang menghampirinya.


"Rara, nggak nungguin siapa-siapa" Jawab Afdal sambil tersenyum


"Terus lu ngapain di sini?" Ucap Amara


"Nungguin lu" Ucap Afdal dengan nada bercanda dan tertawa


"Ngapain lu nungguin gue?" Ucap Amara sambil tertawa kecil


"Canda kali, Ra. Lu nggak liat nih motor nggak bisa bunyi" Ucap Afdal sambil mencoba membunyikan motornya


"Tuh motor simpan aja di situ" Ucap Amara sambil menunjuk rumah yang kosong


"Lu bareng gue aja ke sekolah" Lanjut Amara


"Tumben lu baik pagi ini" Ucap Afdal sambil tertawa


"Emang gue baik setiap hari, lu aja yang nyebelin nya minta ampun" Ucap Amara


Afdal hanya diam dan memperhatikan Amara berbicara.


"Hei, Dal kok bengong?" Tanya Amara


"Lu mau ke sekolah, nggak?" Lanjut Amara


"Iya gue mau" Ucap Afdal sambil tersenyum


"Ayo cepetan" Ucap Amara


"Iya Ra" Ucap Afdal


Amara turun dari motor dan menyuruh Afdal untuk mengendarai motornya. Amara yang tadinya mengendarai motor bergantian dengan Afdal.


"Lu jangan ngebut bawa motornya" Ucap Amara


"Iya Ra" Ucap Afdal


15 menit kemudian, akhirnya mereka tiba di parkiran sekolah.


Semua murid di sekolah terlihat ramai. Aku menunggu Afdal yang sedang memarkirkan motor.


"Ra, ini kunci motor lu" Ucap Afdal sambil memberikan kunci motor


Aku mengambil kunci itu, lalu memasukkan ke dalam tas.


"Makasih ya udah nolongin" Ucap Afdal sambil tersenyum


"Iya sama-sama" Ucap Amara sambil membalas senyuman Afdal


Afdal berjalan tepat di depanku sedangkan aku mengekor di belakangnya. Aku dan Afdal berjalan melewati koridor sekolah.


Di sisi Ari.


Ari yang berada di bawah pohon bersama dengan beberapa orang temannya. Ari tidak sengaja melihat ke arah parkiran. Dia melihat Amara yang sedang menunggu seseorang dan seseorang itu adalah Afdal. Dia juga melihat Afdal memberikan kunci motor itu ke Amara.


Teman-teman Ari sibuk berbicara mengenai keseharian dan kesibukan mereka. Sedangkan Ari terus melihat Amara yang berada di belakang Afdal yang mengekor di koridor sekolah.

__ADS_1


"Si Amara bareng siapa sih? Apa dia udah punya pacar ya" " Ucapnya dalam hati


"Ri, Ri" Panggil seorang temannya


"Hei lu kok melamun sih, bro?" Tanya temannya


"Iya apa lu bilang tadi?" Ucap Ari


"Yaelah, lu ngapain dari tadi nggak dengar kita" Ucap Temannya


"Sih Ari mah suka aneh akhir-akhir ini" Ucap Temannya yang lain


"Lu liat siapa sih?" Tanya Temannya


"Nggak liat siapa-siapa" Ucap Ari mengalihkan pembicaraan


"Si Ari mah suka kek gitu kalau ngeliat cewek cantik yang lewat" Ucap Fajar sambil tertawa


"Emang lu, nggak?" Ucap Ari sambil tersenyum


Mereka pun tertawa di bawah pohon.


Di sisi Amara dan Afdal


"Ra, lu ikut rapat OSIS kemarin?" Tanya Afdal yang sedang berjalan menuju kelas


"Iya gue ikut" Jawab Amara yang berada di belakang Afdal berjalan


"Emang lu nggak, kan?" Lanjut Amara


"Iya nggak gue" Jawab Afdal


"Lu tau dari mana kalau gue nggak ikut?" Tanya Afdal dengan raut wajah penasaran


"Gue cari in lu tapi nggak ada gue liat" Ucap Amara


"Lu diam-diam tapi nyari in gue juga ya" Ucap Afdal


"Nggak usah gr lu" Ucap Amara


Setelah 5 menit berjalan menuju kelas. Akhirnya aku tiba di kelas.


"Ra, tumben lu bareng si Afdal datangnya?" Tanya Amel dengan penuh rasa penasaran


"Gue janjian, emang kenapa?" Jawab Afdal sambil tersenyum


"Gue pungut tuh anak di jalan" Ucap Amara sambil tertawa


"Cieee yang udah berani janjian" Ucap Mawar sambil tertawa dan ledekin Amara


"Lu pungut dimana? Kasian amat" Ucap Amel sambil tertawa


"Di pinggir jalan" Ucap Amara


"Si Rara, mah sayang sama gue makanya dia nolongin gue. Nggak kayak lu pada" Ucap Afdal


"Rara yang sayang, apa lu yang sayang?" Tanya Fadil sambil tertawa


"Lu kenapa Tar, sabar di pagi hari? Biasanya juga bawel" Ucap Afdal


"Si Afdal suka mengalihkan pembicaraan" Ucap Mawar


"Iya, huuuu huuuuu" Ucap Fadil sambil ngeledek Afdal


"Tanya si Rara, dia yang tau semuanya" Ucap Mentari dengan muka jutek


"Gue nggak mau dengar omongan Rara, gue maunya dengar omongan lu aja" Ucap Afdal sambil goda Mentari


"Manisnya ucapan Afdal semanis kopi" Teriak Fadil sambil tertawa


"Diam lu, Dil" Ucap Afdal dengan tegas


Fadil hanya tertawa.


Amara yang duduk di samping meja Mentari. Afdal berbalik badan ke arah Amara.

__ADS_1


"Ra, dia kenapa?" Tanya Afdal sambil menunjuk Mentari


"Tanya sama orangnya, ngapain tanya ke gue" Jawab Amara


Semua murid di kelas yang tadinya asik berbicara satu dengan yang lainnya. Kini terpaksa terhenti karena seorang guru memasuki kelas mereka. Mereka semua mengikuti pelajaran.


Di sisi Ari


Ari yang biasanya rajin mengikuti mata pelajaran, tapi hari ini berbeda. Dia memilih ke kantin. Di kantin dia terus memikirkan Amara dan seorang cowok yang berada di depan Amara tadi.


Guru di kelas sudah ada sedangkan Ari belum masuk juga ke kelas. Fajar yang peduli kepada Ari, memberanikan diri untuk meminta izin.


"Bu, izin mau toilet" Ucap Fajar


"Silahkan, tapi 5 menit ya" Ucap guru


"Iya Bu" Ucap Fajar


Fajar berlari ke kantin yang biasa Ari tempati makan. Fajar memasuki kantin itu, terlihat jelas wajah Ari yang sedang duduk dan menikmati gorengan sepiring. Kemudian Fajar menghampirinya.


"Ri, lu kok di sini? Lu nggak ikut belajar?" Tanya Fajar


"Malas gue ikut belajar hari ini, izinin aja ke ibu" Jawab Ari


"Tumben lu, nggak biasanya seperti ini" Ucap Fajar


"Nggak semangat gue hari ini" Ucap Ari dengan raut wajah kesal


"Oke, gue duluan ya" Ucap Fajar


"Iya" Ucap Ari


Di kelas Amara


Beberapa jam telah berlalu, tiba waktunya pulang. Mentari lebih dulu untuk keluar kelas sedangkan aku, Amel dan Mawar masih berada di dalam kelas.


"Tar, lu kok nggak bareng kita pulangnya?" Tanya Amel


"Besok aja, gue duluan ya" Jawab Mentari sambil berjalan keluar dari ruang kelas


"Tuh anak kenapa, Ra?" Tanya Mawar sambil berjalan di samping Amara


"Nggak tau gue" Ucap Amara sambil berjalan keluar ruang kelas


Afdal yang melihat Amara berjalan keluar sambil mengekor di belakang.


"Ngapain lu ikutin gue?" Tanya Mawar


"Siapa juga yang ikutin lu?" Ucap Afdal sambil tersenyum


"Orang gue ikutin Rara" Lanjut Afdal


"Ngapain lu ikutin Rara?" Tanya Amel


"Gue mau pulang bareng dia, puas lu" Ucap Afdal


"Modus lu" Ucap Amel


"Apaan sih kalian, di liatin orang tuh. Lu pada nggak malu" Ucap Amara


"Berdebat Mulu" Lanjut Amara


"Tuh si Amel" Ucap Afdal


Amel dan Mawar tertawa.


.


.


...Happy reading🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...


...Makasih banyak ya guys🙏 udah like dan comment karya aku...

__ADS_1


__ADS_2