Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 13 Aku Ingin Melihatmu Setiap Saat From Mentari


__ADS_3

Aku meninggalkan kak Ari di parkiran motor, aku segera bergegas menuju kelas karena lima menit lagi upacara akan segera di mulai. Di perjalanan menuju kelas, terdengar suara bel pertanda upacara akan segera di mulai. Aku berjalan cepat menuju kelas. Aku berpapasan dengan Amel, Mawar dan Mentari di depan kelas.


"Eh kalian, tungguin aku dong" Ucap Amara


"Rara, cepetan gue tungguin di sini" Ucap Amel


"Iya" Ucap Amara


Aku berlari memasuki kelas, kemudian menaruh tas di atas meja yang paling depan. Setelah itu aku bergegas keluar dan menghampiri mereka.


"Lu nggak tau ya kalau ini tuh hari Senin, Ra?" Tanya Mawar


Mawar adalah orang yang perhatian, peduli dan suka menegur aku jika itu berhubungan dengan masalah sekolah apalagi mengenai soal keterlambatan ke sekolah. Tapi tegurannya itu demi kebaikan diri aku juga, mungkin itu adalah bentuk kasih sayang dia terhadap aku.


"Gue tau War, cuman ada halangan tadi di jalan" (Sambil berjalan menuju lapangan) Ucap Amara


"Halangan apaan?" (Sambil berjalan menuju lapangan) Tanya Mawar


"Motor gue tadi rusak di jalan" (Sambil berjalan menuju lapangan) Ucap Amara


"Jadi lu naik apa ke sekolah?" (Sambil berjalan menuju lapangan) Tanya Amel


"Ya naik motor lah" (Sambil tersenyum) Ucap Amara


"Katanya motor lu rusak?" Tanya Mawar


Aku hanya diam mendengar pertanyaan Mawar dan tak terasa akhirnya aku dan beberapa sahabatku tiba di lapangan.


"Tolong luruskan barisannya" Ucap Afdal


"Siap ketua" Ucap Mentari


Mentari yang tepat di belakang aku berdiri, kemudian di susul oleh Mawar dan Amel yang berada di depan aku. Upacara terus berlanjut hingga akhirnya selesai dan di bubarkan.


Aku kembali ke kelas bersama dengan mereka. Dari kejauhan aku melihat Afdal yang berdiri di depan kelas bersama dengan beberapa temannya. Aku terus berjalan. Tetapi di depan kelas, aku di cegah oleh Afdal.


"Cieee, ada yang punya pacar baru nih" Ucap Afdal


Amel, Mawar dan Mentari yang mendengar hal itu, bertanya ke Afdal mengenai omongannya barusan yang keluar dari mulutnya.


"Maksud lu apa, Dal?, ngomong kek gitu?" Tanya Mentari yang penasaran terhadap omongan Afdal


"Siapa yang punya pacar baru?" Ucap Mawar


"Mimpi apaan lu, Dal?" Tanya Amel


"Bangun Dal, bangun lu" (sambil menepuk pundak Afdal) Lanjut Amel


"Siapa emang yang punya pacar?" Tanya Amara


"Siapa lagi kalau bukan..." Ucap Afdal


"Cepetan masuk guys. Tuh ibu yang mengajar jam pertama" Ucap Fadil


Omongan Afdal terhenti ketika Fadil melihat ibu guru yang akan mengajar pada mata pelajaran pertama.


Aku dan beberapa teman kelas berlari memasuki ruangan.


Di dalam ruangan menjadi hening.


"Assalamualaikum" Ucap Ibu guru


"Waalaikumsalam Bu" Ucap semua siswa dan siswi dengan serempak


"Bagaimana kabarnya sehat semua?" Tanya guru


"Sehat Bu" Ucap semua siswa dan siswi dengan serempak


"Baiklah kalau begitu ibu absen dulu ya, apakah hadir semua?" Tanya Ibu guru


"Hadir semua Bu" Ucap Afdal


"Kalau begitu ibu langsung lanjutkan aja ya pelajaran Minggu lalu" Ucap ibu guru


"Baik Bu" Ucap semua siswa dan siswi dengan serempak


Aku dan yang lainnya serius memperhatikan ibu guru yang menjelaskan mengenai akar kuadrat. Tiba-tiba di samping aku yaitu Mentari menundukkan kepala sambil mengusap sesekali kepalanya.

__ADS_1


"Lu kenapa Tar?" Tanya Amara


"Nggak kenapa-kenapa, Ra" Ucap Mentari


"Kepala lu kenapa, dari tadi lu pegang terus?" Ucap Amara


"Nggak kok, Ra" Ucap Mentari


Ibu guru yang memperhatikan aku dan Mentari berbicara, langsung menegur.


"Amara, dari tadi ibu perhatikan kamu kok cerita terus? Kamu cerita apa?" Tegur ibu guru


"Nggak Bu" Ucap Amara


"Apanya yang nggak?, kamu maju ke depan dan kerjakan soal di atas yang ibu barusan jelaskan" Ucap ibu guru


Aku berdiri dan melangkahkan kaki ke depan menuju papan tulis.


"Ini spidolnya" Ucap Ibu guru


Aku mengambil spidol itu.


"Ya ampun, kok aku nggak tau cara kerjanya ya" Kata aku dalam hati.


"Nah ini nih buktinya kalau kamu nggak perhatikan ibu yang dari tadi menjelaskan" Ucap Ibu guru


"Akhir-akhir ini, ibu liat prestasi kamu menurun ada apa?" Lanjut ibu guru


Aku hanya diam mendengar perkataan ibu.


"Kalau gitu kamu turun dan jangan cerita lagi, tolong perhatikan ibu yang menjelaskan" Ucap ibu guru


"Iya Bu" Ucap Amara


Aku berjalan menuju meja dan kursi ku. Selangkah lagi sampai, Mentari pingsan. Aku langsung berteriak.


"Tar, Tar, lu kenapa?" Tanya Amara


Ibu guru menghampiri aku dan Mentari dan juga teman-teman kelas.


"Awas biar ibu yang periksa" Ucap ibu guru


"Tolong bawa temannya ke UKS" Lanjut ibu guru


"Iya Bu" Ucap Amel dan Mawar


Tapi tiba-tiba Mentari sadarkan diri.


"Kamu udah sadar?" Tanya Ibu guru


"Iya Bu, tapi kepala ku berat" Ucap Mentari


"Tolong antarkan temannya ke UKS" Ucap Ibu guru


"Aku aja Bu" Ucap Amara


"Nggak usah Ra, aku bisa kok sendiri" Ucap Mentari


"Kalau kamu pingsan di jalan, gimana?" Ucap Ibu guru


"Nggak Bu, kepala aku hanya sedikit berat kok" Ucap Mentari dengan penuh rasa percaya diri


"Kalau gitu, silahkan kamu ke UKS. Hati-hati di jalan" Ucap ibu guru


"Iya Bu" Ucap Mentari


Mentari berjalan menuju ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Aku terus memandangi Mentari.


"Aku salah apa ya, kok Mentari kek gitu ke gue?" Kata aku dalam hati


Di perjalanan menuju UKS, penyakit Mentari kambuh tetapi ia terus berjalan sampai akhirnya Mentari menabrak seseorang dan terjatuh.


"Brakkk.....


Mentari pingsan.


"Ini anak kenapa ya?" Ucap Ari

__ADS_1


"Dek ..dek...dek..bangun" Lanjut Ari


Dari kejauhan Ari melihat Fajar yang keluar ruangan. Ari memanggil Fajar.


"Jar....Jar...cepetan" Ucap Ari


"Iya, lu manggil gue" Ucap Fajar


"Iya gue manggil lu, siapa lagi?" Ucap Ari


"Cepetan, bisa lari kan" Lanjut Ari


"Iya ini gue lari" Ucap Fajar


"Itu anak kenapa?" Lanjut Fajar


Fajar yang belum sempat memperhatikan wajah Mentari.


"Cepetan tolongin" Ucap Ari


Ari dan Fajar membawa Mentari menuju UKS. Di dalam ruangan UKS tampak sepi. Mereka membaringkan Mentari di kasur UKS.


"Mentari....." Ucap Fajar


"Lu kenal dia?" Tanya Ari


"Iya gue tau aja, dia anak ipa kelas 10 ini" Ucap Fajar


"Kok bisa pingsan, Ri?" Tanya Fajar


"Jadi gini tadi itu dia nabrak gue, terus gue mau tinggalin tapi dia nggak bergerak. Terus gue panik, nih anak pingsan atau apa sih" Ucap Ari


"Oh gitu" Ucap Fajar


"Lu kenal dia, Jar? Tanya Ari


"Iya gue tau aja" Ucap Fajar


"Oh gitu" Ucap Ari


"Pasti Mentari sangat bahagia, jika dia mengetahui kalau yang nolongin itu adalah Ari" Ucap Fajar dalam hati


"Jar, kok lu bengong. Hei..Jar...." Ucap Ucap Ari


"Eh iya, kenapa Ri?" Ucap Fajar


"Lu kenapa sih?, Mikirin siapa lu?" Ucap Ari


"Nggak mikirin siapa-siapa" Ucap Fajar


"Dek....dek....dek....bangun" Ucap Ari


Setelah 5 menit tiba di ruang UKS, Mentari sadar.


"Kamu udah sadar?" Tanya Ari


Mendengar pertanyaan Ari, Fajar berbalik badan.


"i..i..iya kak" Ucap Mentari


"Kak Fajar" Lanjut Mentari


"Kok kakak ada disini?" Tanya Mentari


"Aku tadi bantuin Ari buat nolongin kamu" Ucap Fajar


Mentari tidak dapat menyembunyikan perasaannya. Wajah Mentari yang tadi biasa saja berubah menjadi merah muda dan sangat bahagia. Apalagi ketika dia pertama kali di tatap oleh Ari.


.


.


...Happy reading🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...


...Makasih banyak ya guys🙏, udah like dan comment karya aku🥰....

__ADS_1


__ADS_2