Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 19 Perasaan Kesal


__ADS_3

Di perjalanan menuju sekolah, Amara memberanikan diri untuk membuka pembicaraan lebih awal.


"Kak, kak" Ucap Amara


"Iya" Ucap Ari


"Kok kakak nggak bilang kalau mau menjemput aku?" Tanya Amara


"Biar suprise gitu" (sambil tersenyum) Ucap Ari


"Apaan sih kak, pakai suprise segala?" Ucap Amara


Amara merasa kesal kepada Ari, karena Ari tidak memberitahukan kalau dia akan menjemputnya.


"Aku nggak ada niat lain kok Ra, cuman menjemput kamu doang" Ucap Ari


"Iya aku tau kak, tapi apa kata ayah dan ibu ku nanti" Ucap Amara


"Ya baguslah kalau ayah dan ibu kamu merestui ku" (sambil tersenyum) Ucap Ari


Amara hanya diam, Amara semakin kesal kepada Ari.


"Oh iya kak, tolong antar aku ke bengkel sekarang" Ucap Amara


"Nanti aja, Ra" Ucap Ari


"Sekarang aja kak" Ucap Amara


"Nanti aja, kalau kita terlambat gimana?" Ucap Ari


"Ya jelas aku mau mengendarai motor sendiri kak" Ucap Amara


"Oke deh, aku antar kalau itu mau kamu" Ucap Ari


"Hmmm" Ucap Amara


Ari mengantar Amara ke bengkel terlebih dahulu sebelum ke sekolah.


Di sisi Nara, ayah dan ibu.


Ayah, ibu dan Nara duduk di teras. Nara yang tadinya bermain ponsel memilih meletakkan ponselnya. Sedangkan ayah dan ibu berbicara mengenai Amara.


"Bu, ibu tau tuh anak tadi?" Tanya Ayah


"Nggak sih, ibu baru pertama kali liat tuh anak" Ucap ibu


"Tuh anak keliatan baik dan sopan ya?" Ucap Ayah


"Iya, baru pertama kali aku liat Amara di jemput dengan seseorang" Ucap Ibu


"Adek tau teman si kakak yang tadi?" Tanya ibu kepada Nara


"Nggak Bu, tapi aku pernah liat kakak di antar sama seseorang tapi seseorang nya bukan yang tadi sih" Ucap Nara


"Banyak juga tuh anak temennya" (sambil tersenyum) Ucap ibu


"Kakak pernah cerita ke adek mengenai temennya?" Lanjut ibu


"Nggak pernah sih Bu, kan ibu tau sendiri si kakak mah orangnya tertutup" Ucap Nara


"Itu artinya anak kita sudah besar ya, Bu. Sudah berani membawa temen cowoknya ke rumah" (sambil tersenyum) Ucap Ayah


"Iya yah. Biasanya juga dia malu kalau di jemput oleh seorang cowok" (sambil tersenyum) Ucap Ibu


Ayah hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Di keluarga, Amara orang yang tertutup. Yang ibu dan ayah tau mengenai Amara adalah dia mempunyai banyak teman dari kalangan perempuan sedangkan teman laki-laki hanya bisa di hitung dengan jari saja. Tetapi seiring berjalannya waktu Amara yang dulu, bukan Amara yang sekarang. Amara yang sekarang sudah beranjak lebih dewasa dari yang sebelumnya.


Di sisi Amara dan Ari.


Setelah tiba di depan bengkel, Amara turun dan bertanya mengenai motornya yang rusak. Yang punya bengkel sudah mengenali Amara. Bengkel ini adalah langganan ayah Amara.


"Assalamualaikum, om" Ucap Amara


"Waalaikumsalam, Amara" Ucap Yang punya bengkel

__ADS_1


"Om, aku udah boleh ambil motornya?" Tanya Amara


"Belum nak, motor kamu boleh di ambil nanti sore ya. Soalnya motor kamu sementara om perbaiki" Ucap Yang punya bengkel


"Oh gitu ya, om?" Ucap Amara


"Iya nanti ya baru di ambil" Ucap Yang punya bengkel


"Iya om, kalau gitu aku pulang dulu ya om" Ucap Amara


"Nggak masuk di rumah dulu, sambil nungguin motornya?" Ucap Yang punya bengkel


"Nggak usah om, lain kali aja. Soalnya aku mau ke sekolah dulu" Ucap Amara


"Oh iya nak" Ucap yang punya bengkel


"Aku pergi dulu ya om" Ucap Amara


"Iya" Ucap Yang punya bengkel


Amara pun berjalan kembali ke arah Ari.


"Gimana motornya?" Tanya Ari


"Masih sedang diperbaiki" (Dengan raut wajah kurang semangat) Ucap Amara


"Oh, ayo cepetan naik. Nanti kita terlambat" Ucap Ari


Amara menganggukkan kepala.


Di atas motor, Amara hanya diam.


"Kok diam?" Ucap Ari


"Nggak sih kak, malas aja ngomong" Ucap Amara


"Oh gitu?" Ucap Ari


"Iya" Ucap Amara


10 menit kemudian, akhirnya Amara dan Ari tiba di sekolah. Di parkiran Amara menunggu Ari yang sedang memarkir motornya. Setelah Ari selesai memarkir motornya, dia menghampiri Amara.


"Dan makasih juga karena udah anterin aku" Lanjut Amara


Ari yang belum sempat menjawab perkataan Amara. Kemudian dari arah belakang, Mentari berjalan mendekati Amara.


"Rara, lu dari tadi di sini?" Tanya Mentari


"Nggak, gue baru sampai" Ucap Amara


"Kak Ari" (sambil tersenyum) Ucap Mentari


"Mentari ya?" Ucap Ari


"Iya kak" Ucap Mentari


"Kalian udah kenal?" Tanya Amara


"Iya gue udah kenal dengan kak Ari" Ucap Mentari


"Oh gitu" Ucap Amara


"Kalau gitu kita ke sana" (sambil menunjuk ke arah ruangan tempat rapat) Ucap Ari


"Iya kak" Ucap Mentari


Ari berjalan di depan Amara dan Mentari.


"Tar, kok lu nggak balas chat gue tadi?" Tanya Amara


"Gue di jalan tadi, jadinya nggak sempat balas chat lu" Jawab Mentari


"Oh gitu, lu dari tadi di sini?" Tanya Amara


"Iya gue udah 20 menit di sini" Jawab Mentari

__ADS_1


"Oh, lu naik angkot?" Ucap Amara


"Nggak gue bawa motor" Ucap Mentari


"Cielah lu motor baru?" Tanya Amara


"Iya gue motor baru guys" (sambil tersenyum) Ucap Mentari


"Bonceng gue dong" (sambil membalas senyuman Mentari) Ucap Amara


"Iya sebentar kalau pulang gue antar lu" Ucap Mentari


"Yang bener nih?" Ucap Amara


"Iya gue bener" Ucap Mentari


Ari memasuki ruangan rapat kemudian di susul oleh Amara dan Mentari.


Amara dan Mentari duduk berdekatan. Sedangkan Ari berada di depan bersama dengan anggota OSIS senior lainnya. Kemudian Ari sesekali menengok ke arah Amara. Akan tetapi Amara pura-pura tidak mengetahui tingkah Ari.


Mentari yang berada disamping Amara, di buat salah tingkah oleh Ari yang sesekali memandang ke arahnya. Padahal yang di pandang Ari adalah Amara bukan Mentari. Mentari terus memperbaiki jilbab yang ia kenakan.


Di sisi fajar.


Fajar yang melihat tingkah Ari yang sesekali memandang ke arah Amara dan Mentari.


"Ri, lu naksir ya sama tuh anak?" Ucap Fajar sambil berbisik ke telinga Ari


"Yang mana sih, Ri? Kanan apa kiri nih?" (Sambil tersenyum) Lanjut Fajar


"Apaan sih Jar, orang gue tatap satu-satu tuh junior kita" Ucap Ari


"Gue salamin ke Mentari apa Amara nih?" (Sambil tersenyum) Tanya Fajar


"Nih anak berdua ghibah Mulu lu" Ucap Misba (Misba adalah anggota OSIS senior atau seangkatan dengan Ari dan Fajar)


"Tuh si fajar ghibah" Ucap Ari


"Lu berdua" Ucap Misba


"Kapan nih di mulai rapatnya?" Lanjut Misba


"Guys, lu udah hadir semua?" Teriak Misba


"Iya udah ada semua" Ucap seseorang di luar ruangan


Semua anggota OSIS sudah berada di dalam ruangan dan sebagian berada di luar ruangan. Mereka telah membuka rapat di ruangan kelas. Rapat kali ini membahas mengenai pemilihan ketua OSIS dan wakil ketua OSIS. Rapat ini dilaksanakan dalam jangka waktu 30 menit. Mereka menyetujui sebanyak 3 orang yang mencalonkan sebagai ketua OSIS beserta dengan wakilnya masing-masing. Dan salah satunya yang mencalonkan adalah Ari. Tetapi wakil Ari belum di ketahui dengan pasti.


Setelah mereka selesai rapat, semua anggota OSIS yang ada di ruangan itu keluar. Amara dan Mentari terus bersama. Mereka berdua berjalan menuju parkiran.


Di sisi Ari.


Ari keluar ruangan dan mencari Amara. Ari tidak melihat Amara. Ari membuka ponselnya dan mengirim chat ke Amara. Akan tetapi Amara tidak aktif. Pesan yang Ari kirim hanya ceklis satu abu-abu. Akhirnya Ari memutuskan untuk menelpon seluler ke Amara.


Di sisi Mentari dan Amara.


Amara yang berdiri di parkiran menunggu Mentari mengeluarkan motornya dari parkiran.


Kring kring kring (suara ponsel Amara berbunyi)


๐Ÿ“ž"Amara: Halo, Assalamualaikum kak"


๐Ÿ“ž"Ari: Waalaikumsalam, kamu dimana?"


๐Ÿ“ž"Amara: aku udah mau pulang kak, aku bareng Mentari pulangnya"


๐Ÿ“ž"Ari: tungguin aku di parkiran"


Tut Tut Tut (Ari memutuskan panggilannya)


.


.


...Happy reading๐ŸŒน...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya๐Ÿฅฐ...


...Makasih banyak ya guys๐Ÿ™ udah like dan comment karya aku...


__ADS_2