
Nara berjalan dari arah belakang, Nara mengagetkan Amara.
"Kamu ada ...... Omongan Ari terhenti, karena suara Nara dari arah belakang Amara
"Kak" Teriak Nara
"Kamu kok teriak-teriak, Nar" Ucap Amara dengan raut wajah kaget
"Udah lama nungguin aku, kak?" Tanya Nara sambil tertawa
"Iya dari tadi" Ucap Amara
"Ra, aku pulang duluan ya" Ucap Ari sambil tersenyum ke arah Amara dan Nara
Sebelum Ari pulang, Amara terlebih dahulu memperkenalkan Ari ke Adiknya yaitu Nara.
"Oh iya dek, kenalin ini teman kakak yang pernah datang ke rumah. Namanya kak Ari" Ucap Amara
"Ari" Sambil berjabat tangan dan tersenyum
"Nara kak" Membalas jabat tangan Ari dan tersenyum
Setelah mereka selesai berkenalan, Nara kembali berdiri di samping Amara. Sedangkan Ari kembali ke atas motornya.
Kemudian aku menyuruh Nara untuk naik ke motor dan pamit ke kak Ari begitu pula kak Ari pamit ke aku dan Nara.
Di perjalanan Nara bertanya mengenai sosok kak Ari. Dia mengintrogasi layaknya seorang reporter.
"Kak, kak" Ucap Nara yang berada di belakang Amara
Aku pura-pura untuk tidak mendengarkan omongan dia. Karena aku tau tujuan dia berbicara yang pastinya, dia mau bertanya mengenai kak Ari.
"Kak" Teriak Nara di atas motor
"Kamu kenapa Nar, teriak-teriak nanti aku di sangka pencuri orang loh" Ucap Amara
"Lagian kakak sih, aku ngomong dari tadi tapi nggak direspon" Ucap Nara dengan raut wajah kesal
"Iya ngomong aja sekarang, kan aku udah denger nih lagian tadi suara kamu kekecilan dan suara kendaraan berisik" Ucap Amara
"Tuh tadi pacar kakak?" Tanya Nara
Aku hanya diam mendengar pertanyaan Nara.
"Jawab aja iya jangan lama mikirnya kak, aku restu in kok kalau emang itu orangnya" Lanjut Nara dengan nada bercanda sambil tertawa
"Apaan sih, Nar? Sembarangan kalau ngomong" Ucap Amara
"Siapa sih kak yang nggak mau dengan cowok yang seperti dia, pokoknya idaman lah kata orang-orang" Ucap Nara sambil tertawa
"Idaman dari mananya sih?" Tanya Amara yang bingung dengan sikap adiknya yang tiba-tiba memuji-muji Ari di hadapannya
"Dia itu tinggi, berkulit sawo matang bisa di bilang 99% mendekati sempurna loh kak" Ucap Nara
"Aku sih yes buat kakak" Lanjut Nara
"Kamu keseringan nonton Indonesian Idol ya, Yas yes segala kek artis Anang Hermansyah aja" Ucap Amara
"Hahaha habisnya kakak nggak mau jujur sih sama aku"
"Nggak ada yang pacaran Nar, aku temenan kok sama dia" Ucap Amara
"Jadi temenan nih?" Tanya Nara
"Iya aku temenan" Jawab Amara
"Oh gitu" Ucap Nara
__ADS_1
"Emang dia nggak deketin kakak?" Tanya Nara
"Iya mana kakak tau" Jawab Amara
"Datangnya tadi bareng dia nggak, kak?" Tanya Nara
"Nggak lah aku lebih dulu datang dengan niat mau jemput kamu" Ucap Amara
"Kebetulan aja aku ketemu dengan dia" Lanjut Amara
"Yang bener nih kali aja janjian" Ucap Nara sambil ledekin Amara
"Mana ada janjian" Ucap Amara
"Stop ya bahas dia, kita udah mau sampai nih". Lanjut Amara
"Iya iya kak" Ucap Nara
Tanpa sengaja mereka berdua sampai di depan rumah. Nara turun dari motor sedangkan Amara memasukkan motor ke garasi.
Terlihat ayah dan ibu yang sedang berbicara. Mereka berdua pun menghampiri ayah dan ibunya.
"Assalamualaikum Bu, Yah" Ucap Nara sambil berjabat tangan dan mencium tangan ayah dan ibu begitu pun dengan Amara
"Waalaikumsalam, kalian udah pulang" Ucap Ibu
"Iya Bu" Ucap Amara
"Ngomong apaan tuh Bu, serius amat?" Tanya Nara dengan nada bercanda
"Ngomongin kalian, iyakan Yah?" Ucap Ibu
"Iya ngomongin kalian. Kata ku kok mereka lama banget pulangnya?" Ucap Ayah
"Kalian tumben lama pulangnya?" Ucap Ibu
"Iya" Ucap Amara
"Aku masuk dulu Bu, Yah" Ucap Amara
"Iya" Ucap Ibu
Setelah Amara menuju kamar, Nara pun ikut menuju kamarnya. Jadi tersisa ayah dan ibu yang duduk di teras rumah.
Flashback On
Sisi ayah dan ibu
Sebelum Amara dan Nara tiba di rumah, ayah dan ibu terlebih dahulu berbicara mengenai keuangan mereka yang sudah tidak seperti dulu lagi. Keuangan mereka sudah menipis, maka dari itu ayah tetap mengambil keputusan untuk bekerja kembali di perusahaan temannya.
Ayah mencoba meminta izin ke ibu dengan cara meyakinkan sang istri bahwa dia tidak seperti yang dulu lagi. Dia sudah berubah.
"Sayang, aku boleh nggak balik kerja lagi di perusahaan temanku?" Tanya ayah dengan sangat hati-hati
"Aku nggak pernah melarang kamu untuk tidak bekerja di perusahaan. Tapi tolong cari perusahaan selain perusahaan temanmu" Ucap Ibu
"Gini loh sayang kamu tau sendiri kan kalau tabungan kita itu tidak banyak lagi. Jadi aku harus kembali bekerja. Dan kamu tau kan aku hanya mau kerja di perusahaan saja" Ucap Ayah
"Iya aku tau kamu memang sebelumnya juga kerja di perusahaan tapi cobalah untuk mengerti diriku" Ucap ibu
"Aku berjanji, aku tidak akan lagi mengulangi yang pernah terjadi sebelumnya antara aku dan kamu" Ucap Ayah
"Kalau gitu silahkan kamu temui teman mu itu" Ucap ibu
"Aku pegang ya janji kamu" Lanjut ibu
"Iya sayang" Ucap ayah sambil mengecup kening ibu.
__ADS_1
Flashback Off
Di sisi Amara
Amara berada di dalam kamar, dia beristirahat sambil baring dan menatap langit-langit kamarnya.
Kring Kring Kring (Suara Ponsel)
Dia kaget mendengar suara ponselnya yang berbunyi. Dengan refleks dia mengangkat telpon itu. Dia tidak memperhatikan nama orang yang sedang menelponnya.
📞Amara: "Hallo, Assalamualaikum"
📞Ari: "Waalaikumsalam, dengan Amara kan?"
📞Amara: "Iya"
📞Ari: "Dek, kamu sibuk nggak nanti malam?"
📞Amara:"Ini siapa ya?" (Tanpa melihat nama yang tertulis di ponselnya)
📞Ari: "Loh, kamu kok nanya?" (Dengan nada lemah lembut)
Dengan cepat, Amara memeriksa dan melihat nama orang yang sedang menelponnya.
"Ya ampun kok aku bego gini sih" Pintaku dalam hati
📞Ari: "Dek, dek" (Ari memanggil Amara dengan lembut)
📞Amara: "Oh iya kak maaf, kakak tadi bilang apa?" (Sambil memukul keningnya dengan sangat pelan)
📞Ari: "Kamu sibuk nggak malam ini?"
📞Amara: "Nggak sih, emang kenapa kak?"
📞Ari: "Kamu mau nggak, jalan bareng aku?"
📞Amara: "Mmm" ("Tumben nih orang ngajakin gue jalan sih" Pintaku dalam hati)
📞Ari: "Gimana? Kok nggak ada suara? suara aku nggak kedengaran ya, dek?"
📞Amara: "Ke ke kedengaran kok kak" (Dengan suara terbata-bata)
📞Ari: "Terus gimana?"
📞Amara: "Iya nanti aku chat kakak, kalau misal aku udah pikir ya kak"
📞Ari: "Kok mikirnya lama sih, nggak mau ya?
📞Amara: "Mmm ma mau dong kak" (Dengan suara terbata-bata)
📞Ari: "Nah gitu dong, nanti aku kabarin lagi ya. See you tonight"
📞Amara: "Iya kak"
Tut Tut Tut (Panggilan Terputus)
"Kok aku iya iya segala sih" Ucap Amara (sambil memukul-mukul keningnya dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal)
"Dan deg-degan gini, padahal hanya di ajak ketemu doang lagian dia temen doang" Lanjut Amara (Sambil menarik napas dan membuangnya)
.
.
...Happy reading🌹...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...
__ADS_1
...Makasih banyak ya guys🙏 udah like dan comment karya aku...