Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 11 Wajahmu Selalu Terbayang


__ADS_3

Aku menunggu Mentari di bawah pohon yang sangat rindang di sertai angin yang berhembus ke kiri dan ke kanan, aku menunggu kurang lebih dua menit. Aku terus menatap ruangan tempat dia tes wawancara, tetapi aku belum juga menemukan sosok dia yang keluar dari pintu ruangan. Sesekali aku mengedipkan mata dan di kedipan yang kesekian kalinya, aku melihat Mentari berdiri dan berbicara dengan seseorang. Seseorang itu berjenis kelamin laki-laki. Seketika jiwa penasaran di dalam lubuk hati aku muncul, aku berjalan menghampiri Mentari.


"Tar, lu di sini?" Tanya Mentari


Laki-laki itu membalikkan badan menghadap sumber suara. Kemudian di susul oleh Mentari yang hanya tersenyum, mendengar pertanyaan yang ke luar dari mulut aku.


"Ra, lu belum pulang?" Tanya balik Mentari


"Belum, gue tungguin lu dari tadi" Ucap Amara


"Kamu Amara ya?" Tanya Laki-laki itu


"Iya aku Amara, kak Fajar kan?" Ucap Amara


"Iya aku Fajar yang di ruangan tadi" Ucap Fajar


"Kalian udah kenal? Kalian kenal dari mana? Kok kakak nggak pernah ceritain ke aku" (Dengan raut wajah bingung) Ucap Mentari


"Aku kenal Amara dari tes wawancara tadi" Ucap Fajar


"Oh gitu" Ucap Mentari


"Tar, lu mau nggak pulang bareng aku?" Ucap Amara


Beberapa detik setelah aku tiba di tempat Mentari dan Kak Fajar berdiri, Kak Fajar pamit ke Mentari dengan tujuan pulang lebih dulu.


"Aku duluan ya" Ucap Fajar


"Iya kak" Ucap Amara


"Makasih ya kak udah bantuin" Ucap Mentari


"Santai aja Tar" Ucap Fajar


Kak Fajar berjalan ke arah parkiran sedangkan aku penasaran dan sedikit kepo, ada apa sebenarnya antara kak Fajar dan Mentari, dia begitu terlihat sangat akrab.


"Kayaknya gue hari ini pulang sendiri" Ucap Mentari


"Oh, gue balik duluan ya kalau gitu" Ucap Amara


"Iya" Ucap Mentari


Tanpa sengaja, mata aku tertuju ke ruangan tempat aku tadi tes wawancara, aku melihat sosok laki-laki yang berdiri dan menatap ke arah aku dan Mentari. Aku tidak ada waktu untuk bertanya mengenai kak Fajar ke Mentari.


Aku berjalan ke arah parkiran meninggalkan Mentari yang berdiri sendiri. Setelah aku tiba di parkiran, motor aku berada paling belakang sehingga aku harus duduk terlebih dahulu menunggu motor lainnya keluar.


"Nungguin siapa Ra?" Tanya Ari


Terdengar suara yang tidak asing lagi di telinga aku, membuat aku harus berbalik badan.


"Nggak nungguin siapa-siapa kak" Ucap Amara


"Kok kamu nggak pulang?" Ucap Ari


"Nungguin pemilik motor itu kak, soalnya motor aku di belakang motornya terus aku nggak bisa ngeluarin motor ku" (Sambil menunjuk motor yang terparkir) Ucap Amara


"Oh, bagus dong kalau nungguin pemilik motor itu" (Sambil tersenyum) Ucap Ari

__ADS_1


"Kok kakak bilang gitu, emang motor itu punya siapa?" Ucap Amara


"Menurut kamu siapa?" Ucap Ari


"Ya nggak tau lah kak, aku kan baru pertama kali parkir motor di parkiran sekolah, lagian motor di sini kan banyak" Ucap Amara


"Kamu mau tau siapa pemiliknya?" Ucap Ari


"Siapa emang?" Ucap Amara


"Orangnya nggak jauh kok dari kamu" Ucap Ari


Mendengar ucapan kak Ari, aku menengok ke kiri dan ke kanan memastikan siapa pemilik motor itu. Akan tetapi ada beberapa siswa dan siswi yang duduk, sejauh kurang lebih 5 meter dari tempat aku dan kak Ari.


"Yang itu pemiliknya?" (Sambil menunjuk salah satu siswa yang berdiri) Tanya Amara


"Bukan kok, tapi pemiliknya itu berada tepat di depan kamu" (Sambil tersenyum) Ucap Ari


Aku yang tadi duduk sambil berbicara dengan kak Ari kini aku melirik ke atas dan langsung berdiri.


"Jadi itu motor kak Ari?, kok kakak nggak bilang dari tadi kalau itu motor kakak" (Dengan raut wajah kaget dan kesal) Ucap Amara


Kak Ari hanya terdiam dan tersenyum lalu menatap aku. Aku yang tadinya kesal tiba-tiba menunduk dan malu di tatap.


"Kamu kok nunduk?" Tanya Ari


"A..a.a.aku hanya melihat tali sepatu aku yang lepas kok" Ucap Amara


"Oh" Ucap Ari


"Dek, kunci motor kamu mana? Tanya Ari


Aku berdiri dan memberikan kunci motor aku ke kak Ari.


"Ini kak" (Sambil memberikan kunci motor) Ucap Amara


"Kamu tunggu di sini aja, biar aku ambilkan motornya" Ucap Ari


"Iya kak" Ucap Amara


Jantung aku semakin berdetak kencang dan tak karuan. Setelah beberapa menit, kak Ari membawa motor aku tepat di hadapanku.


"Ini motornya" Ucap Ari


"Makasih kak udah bantuin aku" Ucap Amara


"Santai aja Ra, ini hal biasa kok" Ucap Ari


"Kalau gitu aku duluan ya kak" (Sambil tersenyum) Ucap Amara


"Hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut" Ucap Ari


"Iya kak" Ucap Amara


Aku meninggalkan kak Ari.


***

__ADS_1


Dari kejauhan Mentari terus memandangi Ari dan Amara. Akan tetapi Amara tidak mengetahui keberadaan Mentari pada saat itu. Terlihat wajah mentari yang begitu kesal terhadap sahabatnya. Mentari terus menyembunyikan perasaan yang mulai tumbuh perlahan-lahan di hatinya. Dia tidak ingin Amara dan dua orang sahabatnya yaitu Amel dan Mawar mengetahuinya.


Mentari terus berjalan, hingga akhirnya dia tiba dan berdiri di gerbang sekolah sambil menunggu angkot. Nama Ari terus muncul di benaknya. Di sertai dengan bayangan wajah Ari dan Amara yang tadi berdiri saling berhadapan.


***


Di perjalanan menuju ke rumah, aku terus mengingat perlakuan kak Ari kepada ku. Aku sampai tidak fokus kalau hari ini aku yang mengendarai motor. Aku hampir saja menabrak kucing yang memotong jalan. Untung aku rem motor ini dengan mendadak.


Setelah beberapa menit di perjalanan, akhirnya aku tiba di rumah.


Di teras rumah, terlihat Nara yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


"Tumben kakak pulangnya terlambat?" Tanya Nara


"Aku tadi mengikuti tes wawancara OSIS, Nar" Ucap Amara


"Kok kakak nggak izin tadi ke ibu untuk pulang terlambat" Ucap Nara


"Infonya terlambat Nar, makanya aku tadi nggak izin ke ibu" Ucap Amara


"Kamu pulang bareng siapa?" lanjut Amara


"Bareng teman aku lah" Ucap Nara


"Oh iya kak, ibu dari tadi nyari kakak loh" Lanjut Nara


"Ibu sekarang dimana?" Tanya Amara


"Di kamar, ibu kan masih kurang sehat" Ucap Nara


"Kalau gitu gue ke dalam dulu ya" Ucap Amara


"Oke deh" Ucap Nara


Aku berjalan menuju kamar, mengganti seragam sekolah. Selepas itu, aku menuju kamar ibu.


"Assalamualaikum Bu" Ucap Amara


"Ibu.....Rara boleh masuk, nggak?" Lanjut Amara


"Boleh dong sayang" Ucap Ibu Amara


Aku membuka pintu kamar dan melangkahkan kaki memasuki kamar ibu.


"Tumben pulang terlambat, nggak izin ke ibu?" Tanya Ibu Amara


"Maaf Bu, ada kegiatan aku dan aku nggak sempat ngabarin ibu tadi, soalnya kegiatannya buru-buru" Ucap Amara


"Oh gitu nak, lain kali kalau kamu ada kegiatan kabarin ibu ya, supaya ibu nggak cemas" Ucap Ibu Amara


"Siap Bu" (sambil memeluk ibu Amara) Ucap Amara


Ibu hanya tersenyum dan langsung membalas pelukan Amara.


...Happy reading🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...

__ADS_1


__ADS_2