Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 5 Pengembalian Formulir Osis


__ADS_3

Bel berbunyi pertanda istirahat telah tiba, semua siswa dan siswi berkeliaran dari dalam kelas. Aku dan Mentari memutuskan untuk tidak ke kantin. Aku dan Mentari lebih memilih mengembalikan formulir pendaftaran OSIS.


Waktu untuk mengembalikan formulir pendaftaran OSIS telah tiba. Aku dan Mentari berjalan menuju lokasi pengembalian formulir. Dari kejauhan aku melihat banyak siswa siswi berkumpul. Aku dan Mentari berjalan mendekati tempat perkumpulan itu. 15 menit di depan ruangan pengembalian formulir, akhirnya aku memiliki sedikit peluang untuk maju ke depan pintu. Aku menarik tangan Mentari. Tanpa aku sengaja, kak Ari mendadak berjalan mendekati pintu. Kak Ari menoleh ke kiri dan kanan. Tanpa aku sadar tatapan mata aku bertemu dengan tatapan mata kak Ari. Tetapi aku buru-buru untuk mengalihkan tatapan ku. Kemudian kak Ari kembali memasuki ruangan.


"Kenapa ya setiap aku berada di dekat Kak Ari aku gugup dan tidak sanggup untuk menatapnya?" Kata aku dalam hati


Kak Ari hari ini bertugas menerima pengembalian formulir OSIS bersama dengan beberapa teman panitia lainnya. Terlihat beberapa orang laki-laki dan perempuan. Aku berjalan mendekati meja salah satu panitia. Kemudian aku memberikan berkas yang aku pegang ke salah satu panitia begitupun Mentari.


"Ini kak, berkas aku" Ucap Amara


"Ini berkasnya udah lengkap dek?" Kata salah satu panitia


"Udah kak" Jawab Amara


"Kalau yang ini?" (Mengangkat berkas Mentari) Tanya salah satu panitia


"Iya kak, udah lengkap " Jawab Mentari


"Sini coba saya cek kelengkapan berkas yang lu pegang" (Ari mengambil berkas Amara dari tangan salah satu panitia) Ucap Ari


Setelah mengumpulkan berkas, aku dan Mentari keluar ruangan. Beberapa menit di luar ruangan tiba-tiba nama aku di sebut untuk masuk ruangan.


"Atas nama Dwi Amara" Ucap Ari


"Iya kak" Ucap Amara


"Mana Fotonya?" (Sambil menoleh ke Amara) Tanya Ari


"Aku selipkan di dalam map kak" Jawab Amara


"Fotonya nggak ada dek, coba kamu periksa?" (Sambil membuka map dan memperlihatkan ke Amara) Ucap Ari


"A.. a... aku tadi selipkan di sini kak" (Sambil menunjuk map dengan nada bicara terbata-bata) Jawab Amara


"Atas nama Amalia Mentari itu sudah lengkap, foto juga lengkap " (Sambil memegang foto Mentari sebanyak tiga lembar ukuran 3 kali 4). Ucap Salah satu panitia


"Silahkan keluar ruangan yang sudah melengkapi berkas dan yang belum lengkap jangan keluar dari ruangan ini" Ucap Ari


"Kok gue bisa lupa fotonya ya? Padahal semalam gue masukkan dengan rapi ke dalam tas. Apakah foto gue jatuh di jalan, sebelum menuju lokasi pengumpulan formulir " Kata aku dalam hati


Mendengar perkataan kak Ari yang melarang para pendaftar keluar ruangan yang tidak melengkapi berkas. Aku tetap bersikeras untuk keluar ruangan mencari foto. Firasat aku mengatakan bahwa foto itu terjatuh di jalan akan tetapi kak Ari menghentikan langkah aku.


"Kamu mau kemana?" Tanya Ari


"Mau cari foto kak, sepertinya foto aku jatuh di jalan" Jawab


"Nggak usah di cari dek, nanti kakak yang bantuin melengkapi berkas kamu" Kata Zaky


Aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepala mendengar perkataan kak Ari. Tersenyum dan menganggukkan kepala yang berarti mengiyakan perkataannya.

__ADS_1


Tanpa aku sadar, muka aku berubah menjadi merah muda mendengar perkataan kak Ari, aku heran dengan sikap kak Ari, mengapa dia begitu perhatian semenjak aku pertama kali bertemu dengannya. Terlintas di otak aku bagaimana cara dia membantu aku menemukan foto itu sedangkan foto aku hanya ada di handphone ku saja.


Foto yang aku masukkan itu adalah hasil kiriman wali kelas pada saat aku mengikuti ujian SMP dulu. Aku tidak mempunyai foto baru. Aku belum ada waktu untuk foto.


Dan yang lebih menegangkan lagi, hari ini terakhir pengumpulan berkas kata salah satu panitia. Karena besok adalah hari libur. Jadi, waktu pengumpulan berkas formulir di majukan sehari sebelum tanggal yang telah di tetapkan dari hari sebelumnya.


Aku menunggu di ruangan itu cukup lama, karena ada beberapa orang yang berkasnya tidak lengkap di tambah lagi berkas aku yang tadi di pegang oleh kak Ari di letakkan paling bawah. Jadi aku adalah orang yang terakhir di berikan kesempatan untuk melengkapi berkas. Aku menunggu sampai yang lain selesai. Sementara Mentari yang cukup lama menunggu, memutuskan kembali ke kelas sendiri.


Aku lama menunggu, akhirnya satu persatu anggota OSIS lainnya datang untuk melaksanakan tugas yaitu menerima pengembalian formulir.


Kak Ari menghampiri aku dan memberikan nomor WhatsApp saja.


"Ini orang kok tiba-tiba memberikan nomor WhatsApp" Pintaku dalam hati.


"Ini nomor WhatsApp aku, kirim saja fotomu. Setelah kamu tiba di rumah biar kakak yang urus kelengkapan berkas mu" (Ari memberikan kertas yang berisikan tulisan nomornya) Ucap Ari


"Tapi aku takut nanti ngerepotin kakak" Ucap Amara


"Santai aja dek" Kata Ari


"Kamu ke kelas aja, nanti gurunya masuk" Lanjut


Ari


"Bener nih nggak ngerepotin kakak?" Tanya Amara


"Nggak sama sekali, kamu cepetan ke kelas nanti gurunya masuk dan kamu terlambat" Jawab Amara


"Iya" (Sambil tersenyum) Ucap Ari


Aku kembali berjalan menuju kelas. Di perjalanan aku terus memikirkan kak Ari. Tanpa sengaja aku menabrak seseorang di koridor sekolah.


"Brakk.......


"Maa....maaf kak, aku nggak sengaja" Ucap Amara


"Nggak apa-apa kok, lain kali kalau jalan hati-hati ya, jangan ngelamun" Ucap seseorang perempuan


"Makasih ya kak, sekali lagi maaf ya" Ucap Amara


"Iya" Ucap seseorang perempuan


Aku terus berjalan menuju kelas dengan sangat hati-hati, karena takutnya terulang kedua kali menabrak orang. Jadi, kali ini aku hati-hati jalannya. Dari kejauhan aku mendengar suara yang begitu ribut itu artinya belum ada guru yang masuk mengajar.


Aku melangkahkan kaki masuk kelas. Dan mendekati meja tempat aku dan Mentari duduk.


"Ra, lu udah pulang?" Tanya Mentari


"Udah" (Dengan muka jutek) Jawab Amara

__ADS_1


"Kok lu nggak kelihatan semangat, berkas lu udah lengkap?" Tanya Mentari


"Belum sih" Jawab Amara


"Terus bagaimana dengan berkas lu? Tanya Mentari


"Gue nggak tau" Jawab Amara


"Lu minta tolong aja sama si Afdal buat melengkapi berkas, lu" Ucap Mentari


"Apaan sih Tar, bawa-bawa nama Afdal" Ucap Amara


"Gue memberi saran aja, lu mau dengar ya bagus kalau nggak juga iya, oke aja" Ucap Mentari


"Btw panitia yang memeriksa berkas lu itu siapa sih? Tanya Mentari


"Oh itu kak Ari, emang kenapa? Ucap Amara


"Nanya doang Ra, emang nggak boleh? Ucap Mentari


"Yaa yaa boleh" Jawab Amara


Pembicaraan antara aku dan Mentari terhenti pada saat guru bahasa Indonesia masuk. Semua murid yang ada di luar kelas, masuk dan yang tidur semua bangun kemudian yang ghibah terhenti ketika mendengar ucapan salam.


"Assalamualaikum" Ucap Guru bahasa Indonesia


"Waalaikumsalam, Bu" Semua murid di kelas itu serentak menjawab


"Sudah siap semua belajar?" Tanya Guru bahasa Indonesia


"Sudah Bu" Semua murid serentak menjawab


"Mana ketua kelasnya?" Tanya Guru bahasa indonesia


"Di luar Bu, ada urusan katanya" Ucap salah satu murid laki-laki


"Oh gitu, pantas nggak ada yang panggil ibu" Ucap guru bahasa Indonesia


"Baiklah kalau gitu, sekarang kita mulai aja pembelajarannya tapi sebelum saya mulai ibu absen dulu ya" Lanjut Guru bahasa Indonesia.


"Iya Bu" Ucap semua siswa dan siswi dengan serempak


.


.


.


...Happy reading🌹...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...


__ADS_2