Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 8 Perubahan Amara


__ADS_3

Beberapa Minggu telah berlalu. Amara dan Ari sering di pertemukan oleh keadaan. Sedangkan Mentari memiliki rasa penasaran terhadap Ari yaitu seorang laki-laki yang memberikan formulir kepada sahabatnya. Rasa penasaran itu timbul, ketika tatapan Ari begitu dalam saat menatap Amara.


***


"Tok.....tok....tok" (Suara pintu)


"Kak....kak...bangun kak" Teriak Nara


"Kak bangun" (Nara menggedor-menggedor pintu kamar Amara dan teriak) Teriak Nara


"Iya dek" (Sambil berguling ke kiri dan ke kanan di kasur) Ucap Amara


"Bangun kak, kakak nggak ke sekolah?" Tanya Nara di balik pintu


"Tunggu bentar dek, ini kakak udah mau bangun" Ucap Amara


"Cepetan kak ini udah mau jam 07.00" Ucap Nara


"Apaaaa?" (Amara kaget mendengar ucapan Nara) Ucap Amara


Mendengar perkataan Nara di balik pintu, aku bergegas bangun dan melihat jam di ponsel. Ternyata jam di ponsel sudah menunjukkan 06.50, 10 menit lagi jam 07.00. Aku terlambat bangun yang ke dua kalinya. Aku membuka pintu kamar dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah mandi aku ke meja makan, di meja makan ada Nara yang menikmati semangkuk mie beserta nasi.


"Tumben kakak terlambat bangun?" Tanya Nara


"Semalam aku kerja tugas, Nar" Ucap Amara


"Kok aku liat akhir-akhir ini kakak malas bangun pagi" Ucap Nara


"Kata siapa sih, Nar?" Ucap Amara


"Itu perasaan kamu aja, Nar" Lanjut Amara


"Oh iya kak, kata ibu kakak buat sarapan sendiri" Ucap Nara


"Astaga, kok kamu terlambat ngomongnya" (Sambil memukul dahi dengan pelan) Ucap Amara


"Kakak lupa kalau ibu sakit?" Ucap Nara


"Kamu kok terlambat bangun in kakak sih, Nar" Ucap Amara


"Kata siapa terlambat kak, aku itu bangun in kakak dari jam 05.30" Ucap Nara


"Kakak aja yang tidurnya nyenyak, aku sampai mau dobrak tuh pintu kamar kakak" Lanjut Nara


Nara belum selesai bicara, aku segera mengambil nasi dari penanak nasi. Kemudian aku buat nasi goreng. Jadi, kali ini aku masak nasi goreng untuk sarapan ke sekolah. Aku lupa kalau hari ini ibu lagi sakit. Selepas aku buat nasi goreng, aku buru-buru makan hasil masakan sendiri, meskipun kurang asing dan juga rasanya yang tidak 100% maksimal, aku terus melahap nasi goreng buatan ku.


Aku menoleh ke kiri tepat pada jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07.00. Aku menghentikan suapan dan segera berlari menuju kamar memakai seragam sekolah.


"Kak cepetan pakai bajunya" Teriak Nara


"Iya ini udah selesai" Ucap Amara


"Kak ini udah jam 7 lewat" Teriak Nara


"Iya, ini aku udah selesai" Ucap Amara


Aku berjalan menghampiri Nara.


"Kak, kata ayah hari ini kakak yang mengendarai motor ke sekolah sekalian antar aku juga" Ucap. Nara


"Kok gitu sih Nar, aku kan belum lincah bawa motornya" Ucap Amara


Ayah berjalan dari arah belakang menghampiri aku dan Nara.


"Ra, kamu mengendarai motor ke sekolah hari ini ya sekalian antar Nara juga" Ucap Ayah dengan raut wajah yang sangat meyakinkan Amara


"Tapi yah....

__ADS_1


Belum sempat aku melanjutkan pembicaraan, ayah memotong pembicaraan.


"Ayah nggak mau terima alasan lagi, pokoknya kamu harus belajar, Ra" Ucap Ayah


"Baiklah Yah, aku ikutin maunya ayah" Ucap Amara


Setelah ayah memberi pemahaman kepada ku, ayah bergegas mengambil kunci motor di dalam kamar ayah. Kemudian memberikan kepadaku.


"Ra, ini kunci motornya, mulai hari ini dan seterusnya kamu yang mengendarai motor ke sekolah" Ucap Ayah


"Iya Yah" Ucap Amara


"Kamu harus menjaga motor itu dengan baik karena ayah memberi kamu kepercayaan yang lebih kali ini" Ucap Ayah


"Siap Yah" (sambil tersenyum) Ucap Amara


Aku dan Nara bergegas ke kamar menemui ibu dan bertanya mengenai keadaannya, kemudian pamit ke sekolah.


"Ibu......" Ucap Amara


"Iya, Nak" Ucap Ibu


"Aku boleh masuk kamar ibu, nggak?" Tanya Amara


"Boleh dong sayang, masuk aja" (sambil tersenyum) Ucap Ibu


"Oh iya Bu, bagaimana kondisi ibu?" Tanya Amara


"Ibu udah lumayan membaik" Ucap Ibu


"Alhamdulillah, kalau gitu Bu" Ucap Amara


"Aku pamit ke sekolah ya, Bu" Ucap Amara


"Hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut bawa motornya" Ucap Ibu


Mendengar omongan Nara, ibu tersenyum.


"Cepetan berangkat nanti kamu terlambat, Nak" Ucap Ibu


"Iya kak, ini udah jam 7 lewat" Ucap Nara


"Kalau gitu aku ke sekolah, Bu" (Sambil berjabat tangan dan mencium tangan ibu) Ucap Amara


"Nara juga, Bu" (Sambil berjabat tangan dan mencium tangan ibu) Ucap Nara


"Hati-hati ya" (Sambil mencium kepala Amara dan Nara secara bergantian) Ucap Ibu


"Iya Bu" Ucap Amara dan Nara dengan serentak


Aku berjalan keluar kamar ibu bersama Nara.


"Kak cepetan dong, nanti kita terlambat" Ucap Nara


"Iya Nar" Ucap Amara


"Yah... ayah...." Ucap Amara


"Iya, ayah di dapur" Ucap Ayah


Aku dan Nara berjalan menghampiri ayah di dapur.


"Ayah, aku pamit ke sekolah" (Sambil berjabat tangan dan mencium tangan ayah) Ucap Amara


"Aku juga, Yah" (Sambil berjabat tangan dan mencium tangan ibu) Ucap Nara


"Hati-hati di jalan" Ucap Ayah

__ADS_1


"Iya Yah" Ucap Amara dan Nara


Aku berjalan cepat menuju garasi, tempat motor itu di parkir. Aku dan Nara berangkat ke sekolah.


***


Pagi ini cuaca tampak gelap dan berawan. Aku mengendarai motor pertama kali ke sekolah. Aku mengantar Nara ke sekolahnya untuk pertama kali. Sebelum aku berangkat. Pinta aku dalam hati "Aku sanggup nggak ya, antar Nara ke sekolahnya?". Di balik pertanyaan aku, akhirnya aku sanggup melewati semuanya.


Aku tiba di sekolah 5 menit sebelum bel berbunyi. Aku berjalan menuju kelas, melewati koridor yang sangat panjang. Suasana sekolah begitu ramai dan tampaknya semua siswa dan siswi sudah berada di sekolah.


Akhirnya aku sudah mahir mengendarai motor. Aku tiba di sekolah dengan selamat.


Aku terus berjalan hingga tiba di kelas. Kondisi kelas sangat ramai. Aku melangkahkan kaki masuk ruang kelas.


"Assalamualaikum" Ucap Amara


Semua teman kaget dan menoleh, sambil menjawab salam.


"Eh Amara, gue kira guru" Ucap salah satu teman Amara


"Ra, gue liat-liat lu udah mulai nakal juga ya" Ucap Afdal


"Kata siapa Dal?" (sambil meletakkan tas di atas meja) Ucap Amara


"Coba liat Dee tuh jam di atas" (sambil menunjuk jam dinding di kelas) Ucap Afdal


"Kalau menurut gue sepertinya Amara yang dulu gue kenal masa SMP, udah mulai berbeda dengan yang sekarang" Ucap Mentari


"Emang bedanya apa, Tar? Perasaan gue sama aja" Ucap Amara


"Jamnya udah menunjukkan 07.30, Dal" Lanjut Amara


"Nggak sama Ra, lu udah mulai terlambat berangkat ke sekolah" Ucap Mentari


"Iya Ra, gue tau, tapi lu nggak biasanya tiba di sekolah jam segini" Ucap Afdal


"Aku tuh pengen terbang deh dengar omongan Afdal" (Sambil tersenyum) Ucap Amara


"Perhatiannya itu loh" Lanjut Amara


"Yang gue harus perhatian lah, kan gue besty lu" Ucap Afdal


"Jijik gue dengarnya" Ucap Amara


"Cieeeeeee...perhatian" Ucap semua teman kelas


"Jangan.. jangan ...ada udang di balik meja nih" Ucap Mentari dengan nada bercanda


"Di balik balik batu kali, Tar" Ucap Afdal


Semua siswa dan siswi di kelas itu tertawa mendengar perkataan Mentari.


"Lu bisa diam semua, nggak?" ( Sambil tersenyum malu-malu) Ucap Amara


"Cieee....marah, lama-lama demen lu sama si Afdal" Ucap Mentari


"Woi diam, nggak? Ibu datang guys" Ucap Salah seorang teman kelas Amara


Belum selesai canda dan tawa aku beserta teman-teman kelas. Tiba-tiba terdengar suara salam dari ibu guru yang mengajar mata pelajaran agama Islam. Seketika semua diam. Kemudian di susul jawaban salam dari sebagian siswa dan siswi.


.


.


.


...Happy reading🌹...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...


__ADS_2