
Setelah aku tiba di rumah, aku menuju kamar mengganti pakaian terlebih dahulu. Kemudian menuju meja makan. Dari kejauhan aku melihat Nara yang sedang menyantap makanan. Aku berjalan mendekat ke meja makan.
"Kakak udah pulang?" Tanya Nara
"Iya" Jawab Amara
"Kakak naik angkot pulangnya?" Ucap Nara
"Nggak, aku bareng temen" Ucap Amara
"Temen yang mana tuh?" (Sambil tersenyum) Ucap Nara
"Yah temen kakak lah, Nar" (Membalas senyuman Nara) Ucap Amara
"Oh iya kak, kakak tadi naik apa ke sekolah?" Tanya Nara
"Aku tadi ke sekolah bareng temen, habisnya motor itu rusak" Ucap Amara
"Terus tuh motor gimana?" Ucap Nara
"Aku telpon ayah untuk membawa motor itu ke bengkel sih" Ucap Amara
"Oh gitu kak" Ucap Nara
"Kakak nggak terlambat tadi?" Lanjut Nara
"Nggak, kalau kamu gimana?" Tanya Amara
"Gimana apanya kak?" (Sambil tersenyum) Ucap Nara
"Tadi terlambat, nggak?" Ucap Amara
"Nggak" Ucap Nara
"Syukurlah kalau nggak terlambat" Ucap Amara
Aku terus menyantap makanan bersama Nara. Tiba-tiba ponsel yang aku letakkan di atas meja makan berdering.
Kring Kring Kring (suara handphone)
"Tumben nih orang nelpon ada apaan ya?" (Sambil melihat nama yang tertera di layar ponsel yaitu nama Ari) Ucap Amara
"Siapa tuh?" Tanya Nara
"Angkat aja kak, siapa tau penting ya kan?" Lanjut Nara
Tanpa memperhatikan perkataan Nara, Amara langsung mengangkat telpon dari Ari.
"📞Amara: Hallo, assalamualaikum kak"
"📞Ari: Waalaikumsalam, aku ganggu nggak nih?"
"📞Amara: Nggak sama sekali kok, kak"
"📞Ari: dari tadi aku ngechat kamu tapi nggak di balas"
"📞Amara: Emang ada apa ya kak, tumben nelpon?"
"📞Ari: Aku ada informasi kalau hari ini itu kita ada rapat OSIS pukul 16.00 ya"
"📞Amara: Oh gitu ya kak"
"📞Ari: Iya, di tunggu ya"
"📞Amara: Iya kak"
Tut Tut (suara panggilan terputus)
Setelah Ari mematikan panggilannya, Amara melanjutkan menyantap makanannya. Di sisi Nara yang sudah menghabiskan makanannya, tetapi Nara masih tetap duduk di meja makan itu.
"Siapa kak?" Tanya Nara
"Temen aku, Nar" Jawab Amara
"Oh" Ucap Nara
Nara pergi meninggalkan Amara yang masih menyantap makanan di meja makan. 5 menit kemudian, Amara selesai makan. Amara menuju kamar bersiap-siap untuk ke sekolah. Kemudian Amara mengirim pesan melalui Whatsapp ke Mentari.
"Tar, lu mau ikut rapat hari ini?" From Amara
Pesan yang Amara kirim ke Mentari hanya ceklis dua abu-abu. Sementara pesan dari grup OSIS sudah ramai sejak satu jam yang lalu.
Sambil menunggu balasan pesan dari Mentari, Amara mengganti pakaian yang ia kenakan tadi.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, Amara mengecek kembali ponsel yang ia letakkan di atas kasur tetapi belum ada juga balasan dari Mentari. Kemudian Amara keluar kamar mencari ayah.
"Yah, Ayah" Teriak Amara
Ibu mendengar teriakan Amara, ibu berjalan menghampiri Amara.
"Kamu kenapa teriak, teriak?" Tanya Ibu
"Kamu mau ke mana?" Lanjut ibu
"Aku mau ke sekolah Bu" Jawab Amara
"Untuk apa ke sekolah, jam segini? Ucap Ibu
"Aku ada rapat Bu" Ucap Amara
"Rapat apaan tuh?" Ucap Ibu
"Rapat OSIS, Bu" Ucap Amara
"Oh gitu, terus ngapain teriak panggil si ayah?" (Sambil tersenyum) Ucap Ibu
"Aku mau nanya motor aku udah boleh di pakai lagi, nggak?" Ucap Amara
"Oh gitu, si ayah di luar" Ucap Ibu
"Kamu pakai jilbab sana biar ibu yang tanya ke ayah" Ucap Ibu
"Siap ibu sayang" (sambil tersenyum dan memeluk ibu) Ucap Amara
Aku berjalan ke kamar memakai jilbab.
Di sisi ibu
Ibu mencari ayah di depan rumah dan di teras, tetapi sepertinya ayah tidak ada di sana. Ibu melihat ada motor yang berhenti tepat di depan rumah.
"Nar, kamu liat ayah?" Tanya ibu
"Nggak Bu, sepertinya ayah tadi ke belakang deh" Ucap Nara
"Bu, tuh cowok siapa?" (Nara bertanya ke ibu dengan volume suara yang kecil) Tanya Nara
"Temennya si kakak mungkin" Ucap Ibu
"Assalamualaikum Tante" (sambil tersenyum dan berjabat tangan dengan ibu) Ucap Ari
"Waalaikumsalam, masuk" Ucap ibu
"Makasih Tante sini aja di teras, oh iya Amaranya ada Tante?" Tanya Ari
"Ada, Amara lagi di kamar" Ucap Ibu
"Tunggu ya, Nar panggil kakak di kamar" Ucap Ibu
Nara langsung bergegas ke kamar Amara.
Di sisi Amara
Amara keluar dari kamar dan menuju ke taman belakang mencari ayah.
"Yah, ayah" Teriak Amara
"Iya, ada apa?" Ucap Ayah
"Yah, motor Amara gimana?" Ucap Amara
"Motornya masih di bengkel, nanti sore baru ayah ke sana" Ucap Ayah
"Terus aku gimana dong, yah. Aku ada rapat di sekolah" Ucap Amara
"Ayah antar aja pakai mobil ke bengkel, gimana?" Ucap Ayah
"Aku ngerepotin ayah dong kalau gitu" Ucap Amara
"Nih kuncinya (sambil memberikan kunci motor) tungguin ayah di teras, ayah ganti pakaian dulu" Ucap Ayah
"Iya yah" Ucap Amara sambil berjalan menuju teras
"Kak, kakak" Teriak Nara dari arah kamar Amara
"Iya kakak di sini" Ucap Amara
Aku berjalan menuju teras, aku mendengar suara ibu bersama dengan seseorang berbicara. Pada saat aku melangkahkan kaki ke arah teras, aku melihat kak Ari duduk bersama dengan Ibu.
__ADS_1
"Kak Ari, ibu" (Dengan raut wajah kaget) Ucap Amara
"Kak Ari udah lama? Masuk dulu kak" Lanjut Amara
"Ibu dari tadi menyuruhnya masuk, tapi dia nggak mau" Ucap Ibu
"Nggak usah, Ra. Di sini aja" Ucap Ari
"Kok kakak nggak ngabarin aku?" Ucap Amara
"Lupa sih tadi" Ucap Ari
Nara menghampiri Amara di teras.
"Kakak udah di sini? Aku teriak dan nyariin kakak dari tadi loh" Ucap Nara
"Aku tadi dari belakang" Ucap Amara
"Pantesan aja aku teriak, nggak ada yang dengar" Ucap Nara
Di teras rumah Amara, Nara, Ibu dan Ari sedang berbicara. Kemudian ayah menghampiri mereka.
"Ada tamu ya, kok nggak di panggil masuk?" Ucap Ayah
Ari berdiri menghampiri ayah Amara dan berjabat tangan.
"Tamunya nggak mau masuk, yah" (sambil tersenyum) Ucap Amara
"Nggak usah om, di sini aja" Ucap Ari
"Nggak bagus di luar situ, sini masuk dulu" Ucap Ayah
Ari masuk ke ruangan tamu bersama ayah, ibu dan Amara sedangkan Nara tetap berada di teras.
"Ayah, mau ke mana bawa kunci mobil?" Tanya Ibu
"Ayah mau anter Amara ke bengkel buat ambil motor" Ucap Ayah
"Oh gitu" Ucap Ibu
Ari yang pertama kali bertamu ke rumah seorang cewek dan juga pertama kali bertemu dengan ayah Amara. Ari merasa gugup dan tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana, tetapi Ari terus berusaha untuk tidak terlihat gugup di depan ayah dan ibu Amara.
"Gini om, Tante aku ke sini untuk menjemput Amara" Ucap Ari
"Oh, Mau ke mana?" Tanya Ayah
"Mau ke sekolah om" Ucap Ari
"Jadi gini om di sekolah di adakan rapat OSIS dan kebetulan Amara termasuk anggota OSIS dan sekalian aku jemput karena aku melewati lorong ke rumah Amara" Lanjut Ari
"Oh gitu, jadi gimana Ra? ayah nggak usah anter?" Tanya Ayah
"Nggak usah, yah. Aku ikut kak Ari aja" Ucap Amara
"Baiklah kalau gitu" Ucap Ayah
"Om, Tante aku pamit ya. Soalnya nanti aku dan Amara terlambat" Ucap Ari
Ari dan Amara berjalan keluar dan juga pamit ke ayah dan ibu Amara.
"Aku pergi dulu Yah, ibu" (sambil berjabat tangan) Ucap Amara
"Duluan Tante, om" (sambil berjabat tangan) Ucap Ari
"Kalian hati-hati di jalan" Ucap ibu
"Iya bu" Ucap Amara
"Iya Tante, Om" Ucap Ari
"Ra, ingat ya ambil motornya di bengkel setelah pulang" Ucap Ayah
"Siap ayah" Ucap Amara
.
.
...Happy reading🌹...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...
...Makasih banyak ya guys🙏 udah like dan comment karya aku...
__ADS_1