Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 29 Hujan


__ADS_3

Pada pukul 22.00 mereka berdua pulang ke rumah. Di perjalanan pulang, hujan pun turun. Akhirnya mereka memilih untuk mampir ke pos ronda. Untuk menghindari basah dari rintihan hujan yang sangat deras.


"Ra, baju kamu basah?" Tanya Ari dengan menatap Amara yang sedang berdiri


"Nggak kak" Jawab Amara


"Duduk di sini nanti kamu capek loh berdiri" Ucap Ari


"Iya kak" Ucap Amara


"Kita hujan-hujan aja yuk kak" Ajak Amara


"Nggak baik Ra, nanti kamu sakit" Ucap Ari


"Bentar lagi hujannya reda kok" Lanjut Ari


"Tapi ini udah larut malam kak, aku nggak enak sama ayah" Ucap Amara


"Tenang aja, dia nggak bakalan marah kok sama kamu" Ucap Ari


"Semoga aja ya kak" Ucap Amara sambil tersenyum


"Besok kamu mau ke sekolah?" Tanya Ari


"Iya kak, kalau kakak?" Ucap Amara


"Iya, kamu mau aku jemput besok?" Tanya Ari


"Nggak usah kak, lain kali aja" Ucap Amara


"Oke deh" Ucap Ari


5 menit kemudian hujan pun reda, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang.


"Yuk, udah reda nih hujannya" Ucap Ari sambil naik ke motor


"Iya kak" Ucap Amara mengikuti Ari


Di atas motor mereka saling diam-diaman. Tanpa sengaja mereka sudah tiba di rumah depan gerbang rumah Amara.


"Makasih kak, kakak nggak mampir?" Ucap Amara sambil tersenyum


"Sama-sama, lain kali aja. Kalau nggak ada yang anterin ke sekolah, kabarin aku aja ya" Ucap Ari sambil membalas senyuman Amara


"Siap, nanti aku kabarin kalau nggak ada yang anterin" Ucap Amara


"Yang bener ya" Ucap Ari


"Iya" Ucap Amara


Setelah pembicaraan mereka selesai, Ari pergi meninggalkan Amara. Sedangkan Amara berjalan ke arah pintu rumah.


Tok tok tok (Suara ketukan pintu)


"Assalamualaikum, Bu, Yah" Teriak Amara di balik pintu


"Waalaikumsalam" Ucap Ibu


"Ibu, ibu belum tidur?" Tanya Amara


"Belum, aku nungguin kamu" Jawab Ibu


"Ayah mana?" Ucap Amara


"Ayah udah tidur" Ucap ibu

__ADS_1


"Kamu udah makan? Kalau belum kamu makan dulu" Lanjut ibu


"Udah Bu, aku udah makan" Ucap Amara


"Kalau gitu kamu ke kamar dan langsung tidur ya. Besok kamu ke sekolah" Ucap Ibu


"Iya Bu, aku ke kamar ya" Ucap Amara


"Ibu juga tidur ya" Lanjut Amara


"Iya" Ucap ibu


Amara berjalan menuju kamar. Di dalam kamar, Amara kembali mengecek ponselnya. Dia mengirim pesan ke Ari memastikan apakah Ari sudah sampai di rumahnya atau belum.


✉️"Assalamualaikum, kakak udah sampai?" From Amara


Pesan yang Amara kirim, terlihat ceklis dua biru itu artinya Ari membaca pesan yang Amara kirim. Beberapa detik kemudian setelah Amara mengirim pesan, terdengar suara ponsel Amara berbunyi. Amara dengan cepat memeriksa ponselnya. Terlihat balasan dari Ari.


✉️"Iya aku udah sampai, khawatir ya (Dengan menggunakan emoticon senyum). Kamu tidur aja, besok sekolah" From Ari


Amara dengan cepat membalas pesan Ari.


✉️"Siapa juga yang khawatir. Aku hanya memastikan kok keselamatan orang yang udah anterin aku" From Amara


✉️"Jadi ke semua yang anterin kamu nih?" From Ari


✉️"Bisa jadi" From Amara


Amara memutuskan untuk mematikan ponselnya. Dan membersihkan dirinya lalu tidur.


***


Ayam berkokok pertanda pagi telah tiba. Amara masih tidur. Cahaya pagi mulai terlihat. Sedangkan Amara belum juga bangun dari tidurnya. Jam sudah menunjukkan pukul 06.00.


Di sisi Nara


Dia menuju meja makan, di meja makan sudah terletak nasi goreng buatan ibu. Nara mengambil piring dan sendok lalu menikmati nasi goreng buatan ibu.


Sementara di lain sisi, ibu yang tadinya duduk di teras bersama ayah menikmati segelas teh dan biskuit. Kini berjalan menuju meja makan memastikan kalau Amara dan Nara sedang sarapan. Akan tetapi setelah ibu tiba di meja makan, dia hanya melihat Nara sendiri duduk menikmati makanan. Lalu ibu menghampiri Nara


"Nar, si kakak mana?" Tanya ibu


"Mungkin masih di kamar, Bu" Jawab Nara


"Kok lambat sarapan, biasanya dia cepat ke meja makan apalagi hari ini Senin" Ucap Ibu


"Sepertinya kakak belum bangun deh, Bu" Ucap Nara


"Bener tuh, Nar. Aku ke kamar kakak dulu ya" Ucap Ibu


"Iya Bu" Ucap Nara


Ibu berjalan menuju kamar, di depan kamar Amara. Ibu mengetuk pintu kamar Amara.


"Ra, bangun udah pagi" Teriak ibu


"Ra" Teriak Ibu


"Iya Bu" Ucap Amara


"Ra" Teriak ibu


"Iya aku udah bangun, Bu" Ucap Amara


"Cepetan bangun dan sarapan. Ibu tunggu di meja makan ya" Ucap ibu

__ADS_1


"Iya Bu" Ucap Amara


Di sisi Amara


Amara berbalik ke kiri dan ke kanan untuk mengumpulkan nyawa. Kemudian bangun dan mengambil ponselnya yang terletak di meja. Dia membuka ponselnya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 06.05.


Dia keluar kamar menuju meja makan, dari kejauhan dia melihat Nara. Dia menghampiri Nara di meja makan.


"Pagi kak" Ucap Nara


"Pagi Nar" Ucap Amara


"Gimana semalam seru nggak tuh?" Tanya Nara


"Iya seru lah" Ucap Amara


"Kakak pulang jam berapa selama?" Tanya Nara


"Cepat kok, cuman pukul 22.00 doang" Jawab Amara sambil tersenyum


"Cepat apanya kalau pukul 22.00 kak" Ucap Nara sambil membalas senyuman Amara


"Cepetan kak makannya, hari Senin loh kak" Ucap Nara


"Iya aku tau" Ucap Amara sambil mengambil piring dan sendok


Setelah mereka berdua selesai makan, Amara dan Nara bergegas ke kamar masing-masing. Mereka memakai seragam sekolah. Selepas itu dia menuju teras memakai sepatu. Dan pamit kepada ayah dan ibu karena jam sudah menunjukkan pukul 07.00.


Di jalan Amara sangat hati-hati mengendarai motor karena raut wajah Amara masih terlihat mengantuk.


"Tumben kakak, nggak kayak biasanya kalau bawa motor?" Tanya Nara


"Emang biasanya kalau aku bawa motor, gimana?" Tanya balik Amara


"Biasanya cepat apalagi kalau hari senin. Ini kok nggak ngebut?" Jawab Nara sambil tertawa


"Aku masih ngantuk, Nar" Ucap Amara


"Sudah ku duga kalau pagi ini kakak masih ngantuk" Ucap Nara


"Emang semalam dari mana aja sih, kak?" Tanya Nara


"Aku habis dari pasar malam" Jawab Amara


"Oh, kita kesana yuk kak kalau ada waktu" Ajak Nara


"Iya nanti aku ajak ke sana" Ucap Amara


"Yang bener ya" Ucap Nara


"Iya" Ucap Amara


Tanpa sengaja, akhirnya mereka tiba di depan gerbang sekolah Nara. Setelah Nara turun, Amara memutar balik motornya. Di jalan Amara sangat hati-hati dalam mengendarai motor. Beberapa menit kemudian, akhirnya dia tiba di sekolah. Semua murid bergegas menuju lapangan, sementara Amara masih berusaha untuk memarkir motornya.


"Motornya simpan di situ aja biar aku yang mundurkan ke belakang" Ucap Ari dari arah belakang Amara


Amara kaget dan berbalik badan.


"Kak Ari, permisi dulu dong main kagetin aja" Ucap Amara


"Iya maaf, cepetan kamu simpan tasnya. Biar aku yang urus motor" Ucap Ari


"Oke deh" Ucap Amara sambil berlari ke arah kelasnya untuk menyimpan tas miliknya


.

__ADS_1


.


...Happy Reading🌹Kesayangannya Author🥰...


__ADS_2