Amara Dan Kebahagiaan

Amara Dan Kebahagiaan
BAB 2 Terlambat Ke Sekolah


__ADS_3

Kemarin aku tidak ke sekolah selama sepekan karena aku sakit. Penyakit aku kemarin yaitu diare dan demam. Akhirnya aku memutuskan hari ini baru ke sekolah yaitu bertepatan pada hari Selasa. Perut aku yang sebelumnya sakit kini sudah membaik.


Hari ini berbeda dari hari sebelumnya, hari ini aku ke sekolah naik angkot. Sedangkan kemarin, aku ke sekolah di antar ayah. Penyebab aku tidak di antar ayah karena dia sakit.


Yang paling menyebalkan adalah hari ini aku terlambat. Penyebab keterlambatan aku ke sekolah adalah angkot yang aku tumpangi rusak di jalan. Akhirnya aku terlambat tiba di sekolah.


Aku ingin naik angkot lain, tetapi sopir angkot tersebut melarang aku berpindah ke angkot lain. Karena sopir itu mengira mobilnya hanya kehabisan bensin. Aku dan beberapa orang lainnya di suruh menunggu. Aku terus memandangi jam yang ada di tanganku. Jam terus berputar, jam sudah menunjukkan pukul 08.00. Sedangkan aku masih di jalan berurusan dengan mobil rusak. Aku mulai cemas dan panik.


Aku terus menunggu mobil itu yang sementara di perbaiki oleh bengkel. Selama 5 menit aku menunggu mobil tersebut yang tak kunjung baik. Aku bergegas mencari angkot lain. Sopir mobil itu yang tadinya melarang kini menyuruh mencari mobil lain.


Angkot yang aku tumpangi ini lumayan cepat. Tapi secepat apa pun laju mobil ini. Nasi sudah menjadi bubur, aku sudah terlambat. 10 menit kemudian. Angkot yang aku tumpangi berhenti, di depan gerbang sekolah. Aku buru-buru untuk turun dari mobil. Tapi di depan gerbang, aku di tahan oleh security sekolah.


"Stop" kata security (Seketika aku berhenti berlari dari arah jalan raya)


"Kenapa terlambat?" (Dengan suara tegas) lanjut security


"Ini pak angkot yang aku tumpangi rusak di jalan pak" Ucap Amara


"Oh, kenapa nggak cari angkot lain?" Tanya security


Belum sempat aku jawab, lalu security itu melanjutkan pertanyaannya.


"Kamu kelas berapa?" Lanjut Security


"Kelas 10 pak" Jawab Amara


"Oh kamu siswa baru, kali ini saya maafkan, tapi jangan di ulangi lagi" Kata Security


"Iya pak" Ucap Amara


Aku berlari menuju ruang kelas, tetapi pintu kelas tertutup. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengetuk pintu tersebut.


"Tok.....tok....tok...


"Assalamualaikum " (sambil mengetuk pintu) Ucap Amara


Guru fisika aku membuka pintu, kemudian melangkahkan kaki dari dalam ruangan.


"Waalaikumsalam, kenapa terlambat ?" Tanya guru fisika


"Angkot yang aku tumpangi tadi rusak di jalan bu, jadi aku terlambat " Jawab Amara


"Kenapa nggak cari angkot lain?" Tanya guru fisika


"Ja..ja..jadi gini, bu" Jawab Amara dengan suara terbata-bata


"Kamu nggak dengar kontrak pembelajaran Minggu lalu yang ibu sampaikan, yang kita semua sudah setujui" (Dengan nada tinggi) Ucap guru fisika


"A...a...aku nggak ikut pelajaran ibu minggu lalu, aku sakit minggu lalu, bu" Ucap Amara dengan suara terbata-bata


"Ibu nggak mau terima alasan, nanti minggu depan baru kamu masuk, lagian sisa waktu ibu mengajar tinggal beberapa menit lagi" (Dengan wajah marah ) Ucap Ibu guru fisika


"Tapi buu......"

__ADS_1


"Ibu nggak mau terima alasan"


Aku hanya terdiam dan menunduk. Kemudian guru fisika aku masuk ke dalam ruang kelas. Dia tidak peduli dengan aku.


Aku berjalan menuju kantin, menunggu selesai mata pelajaran fisika. Di perjalanan menuju kantin aku berpapasan dengan kak Ari. Aku melihat dia dari kejauhan lima meter, aku hanya tunduk sambil berjalan. Tetapi sepertinya dia mengenal aku. Dan di kejauhan satu meter dia menyapa.


"Kamu nggak belajar dek?" Tanya Ari


"Aku belajar kak" Jawab Amara


"Tumben kakak liat kamu ke kantin pakai tas jam segini?" Tanya Ari


"Nggak ada apa-apa kok kak, oh iya kak aku duluan ya"


"Iya dek"


Aku tidak tau harus jawab apa, aku buru-buru melanjutkan perjalanan. Semenjak kak Ari pernah menolong aku, dia kadang kala memperhatikan ku dari kejauhan.


Setelah sampai di kantin aku hanya duduk tanpa basa basi dengan ibu kantin. Aku orang yang sangat akrab dengan ibu kantin yang satu ini. Aku akrab dengan dia berawal dari pendaftaran masuk SMA.


"Nak Rara... kamu dari tadi disini? tumben sendiri?" Tanya Ibu kantin


"Iya bu, aku dari tadi di sini " Jawab Amara


"Kamu nggak belajar?" Tanya Ibu kantin


"Nggak bu" Jawab Amara


"Di kelas Bu" Jawab Amara


"Oh gitu, tapi kamu nggak biasanya sendiri ke kantin mana pakai tas lagi ke kantinnya" Ucap Ibu kantin


"Jadi gini bu, aku tadi terlambat terus nggak di bolehin ikut pelajaran fisika " Jawab Amara


Amara adalah orang yang lumayan dekat dengan ibu kantin dan dia suka curhat sama ibu kantin yang satu ini.


"Yang sabar Nak, aku beritahu ya di sini itu masing-masing guru mempunyai peraturan masing-masing, jadi ada yang pengertian terhadap anak muridnya dan ada juga tidak, kalau boleh tau kamu terlambat karena apa?" Ibu kantin


"Aku terlambat karena angkot yang aku tumpangi tadi rusak di jalan bu" Jawab Amara


"Kamu nggak jelasin sama ibu guru bahwa angkotnya rusak?" Ucap Ibu kantin


"Udah bu, tapi gurunya nggak izinin mengikuti pelajaran " Kata Amara


"Oh gitu, mungkin guru kamu ingin melihat muridnya jauh lebih baik dan tidak terlambat untuk ke depannya " Ucap Ibu kantin


"Mungkin seperti itu Bu" Kata Amara


Tak terasa bel sekolah pun berbunyi untuk pergantian mata pelajaran, aku segera pamit dari ibu kantin dan menuju kelas untuk mengikuti mata pelajaran berikutnya.


"Aku ke kelas dulu ya bu" Pamit Amara


"Iya nak" Jawab Ibu kantin

__ADS_1


Aku menuju kelas untuk mengikuti mata pelajaran, semua teman kelas bertanya alasan terlambat aku tiba di sekolah.


"Ra, kok lu bisa terlambat?" (Sambil berjalan menghampiri Amara) Tanya ketua kelas


"Bisalah, kan gue juga manusia yang tidak luput dari kesalahan, Dal" Jawab Amara


"Jawabannya yang serius dong, Ra "


"Lu mau tau banget gitu?"


"Iya dong, kan gue teman lu yang paling perhatian"


"Gue nggak salah dengar, perhatian dari mananya? Gue jelasin ya ayah gue sakit, jadi gue naik angkot ke sekolah dan di perjalanan angkot yang gue tumpangi rusak" Jawab Amara


"Oh, santai aja Ra, jawabnya. Lain kali kalau belajar fisika usahakan jangan terlambat lagi, kalau perlu telpon gue aja biar gue jemput" (Sambil menggoda Amara) Kata ketua kelas


"Apa lu bilang? malas gue dengarnya" Ucap Amara


Ketua kelas aku bernama Afdal, dia tergolong orang yang baik dan ramah terhadap sesama. Dia juga anak rajin, tetapi setiap aku bertemu, selalu saja berdebat dan juga saling mengejek. Aku mengenal dia pada masa MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) kemarin dan aku akrab dengannya semenjak pertemuan itu. Aku juga tidak mengira kalau aku di pertemukan dalam kelas yang sama.


Setelah pelajaran kedua, ketiga dan keempat berakhir. Bel pulang berbunyi. Aku hari ini pulang dengan naik angkot, karena ayah belum bisa menjemput ku. Sementara aku belum di izinkan untuk memakai motor ke sekolah.


Aku terlambat pulang ke rumah, karena aku di ajak oleh Tari mengambil formulir pendaftaran anggota OSIS ( Organisasi Siswa Intra Sekolah ) yang di laksanakan di sekolah. Mengambil formulir itu membutuhkan antrean di depan kelas. Jadi aku lama menunggu.


Hari ini adalah pendaftaran OSIS yang di laksanakan di ruang kelas 12 IPA satu. Beberapa siswa dan siswi sudah menuju ruang kelas tersebut. Aku dan Tari berjalan menuju ruangan yang telah di tentukan. Di perjalanan menuju lokasi pendaftaran, tiba-tiba Afdal menyapa aku dan Tari dari arah belakang.


"Cieee, yang mau daftar jadi anggota OSIS nih" (Sambil ledekin Amara dan Tari) Ucap Afdal


"Eh pak ketua, ngapain lu di sini?" Tanya Amara


"Kali aja dia juga mau daftar Ra" Ucap Tari


"Ya mau daftar OSIS lah Ra, ngapain coba?" Ucap Afdal


Pembicaraan antara ketiganya pun belum selesai, tiba-tiba terdengar pemberitahuan bahwa di sampaikan kepada siswa dan siswi yang ingin daftar OSIS segera merapat ke ruangan yang telah disediakan. Aku, Tari dan Afdal pun bergegas masuk ruangan pengambilan formulir.


Aku kaget, ketika melangkahkan kaki ke dalam ruangan. Dan juga bercampur rasa gugup pada saat kak Ari memberikan formulir itu. Dia menatapku. Tatapan kali ini berbeda dengan tatapan yang kemarin pada saat bertemu.


"Amara, kamu daftar OSIS juga?" Tanya Ari


"Iya kak" (sambil tersenyum) Ucap Amara


Ternyata panitia pendaftaran OSIS adalah Kak Ari. Aku diberi waktu tiga hari untuk mengisi formulir pendaftaran. Kemudian dikembalikan lagi kepada anggota OSIS.


Selepas aku mendapatkan formulir itu dari tangan kak Ari, aku bergegas keluar ruangan bersama Tari. Sedangkan Afdal masih menunggu antrean, jadi aku memutuskan untuk pulang lebih awal dari dia.


Di perjalanan menuju gerbang sekolah aku terus terusan mengingat kak Ari. Dalam hati aku berkata "Kak Ari cakep juga ya, padahal aku baru saja mengenal dia ".


Sambil menunggu angkot, aku dan Tari membahas mengenai berkas apa saja yang harus di persiapkan.


...Happy reading🌹...


... Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰...

__ADS_1


__ADS_2