
Sementara di sisi Ari, dia terus memperhatikan Amara hingga dia lupa kalau giliran dia sekarang yang akan isi bensin.
"Dek, mau isi berapa?" Tanya Petugas isi bensin
"Maaf pak, bilang apa tadi?" Ucap Ari
"Mau isi berapa?" Ucap Petugas isi bensin
"30 ribu aja pak" Ucap Ari
Di sisi Amara, Mentari dan Mawar
Amara dan Mawar menghampiri Mentari yang sedang berdiri.
"Tar, lu udah lama nunggunya?" Tanya Mawar
"Iya gue dari tadi sih" Jawab Mentari
"Kita juga dari tadi di belakang lu" Ucap Amara
"Maaf ya guys gue nggak liat lu semua tadi" Ucap Mentari
"Kalau boncengan dengan seseorang emang kita biasa lupa sama sahabat sendiri, iya kan Ra?" Ucap Mawar dengan muka malas melihat Mentari yang mempunyai banyak tingkah di sampingnya
"Nggak tau gue, kalau gue sih nggak gitu ya" Ucap Amara sambil tersenyum
"Lu iri ya, War? Nanti ya gue kenalin ke teman gue" Ucap Mawar sambil terus memanaskan suasana
"Ngapain gue iri sama orang yang banyak tingkah" Ucap Mawar sambil membuang muka
Kemudian Ari menepikan motornya tepat di depan Mentari.
"Lu pulang bareng kak Ari, Tar?" Tanya Amara
"Iya gue pulang bareng dia" Ucap Mentari dan langsung naik ke motor Ari dan pegang pundak Ari
"Amara, kamu di sini?" Ucap Ari
"Iya kak" Jawab Amara
"Ayo kak nanti aku terlambat pulang ke rumah. Mama ku marah nanti" Ucap Mentari
"Sejak kapan lu manja?" Ucap Mawar sambil menyindir Mentari dan tertawa
"Tunggu ya, Tar" Ucap Ari
Mentari tidak peduli dengan perkataan Mawar yang terus menyindirnya.
Afdal datang menghampiri mereka kemudian di susul oleh Amel.
"Aku boleh nggak pulangnya bareng-bareng dengan kalian? " Ucap Ari
"Boleh" Ucap Amara
Sementara yang lain memasang muka malas, mereka malas melihat tingkah Mentari.
"Baguslah aku bisa memperlihatkan ke kalian semua kalau kak Ari itu mulai jatuh cinta kepadaku" Pinta Mentari dalam hati dan tersenyum jahat
"Ra, naik" Perintah Afdal
"Iya" Ucap Amara
Kemudian Mawar juga naik ke motor yang di kendarai oleh Amel.
"Kakak jalan duluan aja" Perintah Amara
"Kalian aja yang duluan" Ucap Ari
Akhirnya mereka berempat lebih dulu menjalankan motornya dan di susul oleh Ari dan Mentari.
Di jalan Mentari terus memperlihatkan tingkahnya kepada sahabatnya. Dia terus memegang pundak Ari. Hingga tiba saatnya Amel dan Mawar pulang ke rumah, Ari mengantar Mentari pulang ke rumahnya sedangkan aku mengantar Afdal ke arah motornya. Kemudian aku menjemput Nara di sekolahnya.
"Ra, lu kenal sama cowok yang boncengan dengan Tari?" Tanya Afdal dengan penuh rasa penasaran
__ADS_1
"Iya gue kenal" Jawab Amara
"Oh, kelas berapa dia?" Ucap Afdal
"Kelas 11 IPA 2" Ucap Amara
"Dia anggota OSIS, kan? Gue pernah liat dia soalnya" Ucap Afdal
"Iya dia anggota OSIS" Ucap Amara
"Sepertinya dia suka sama lu, Ra" Ucap Afdal
"Apaan sih? Ngomong apaan sih, Dal?" Ucap Amara sambil tertawa
"Lu kalau gue ngomong nggak pernah percaya" Ucap Afdal
"Dari tatapan dia ke lu sepertinya tatapan sayang, kalau gue liat-liat sih" Lanjut Afdal sambil tertawa
"Bisa aja lu, Dal" Ucap Amara sambil tertawa
"Nggak percaya lu ya" Ucap Afdal
"Iya gue percaya sama lu, tapi ngapain juga suka sama gue. Dia kan dekat dengan si Tari. Ucap Amara sambil tertawa
"Perasaan lu aja kali, Dal" Lanjut Amara
"Liat aja nanti kedepannya" Ucap Afdal
Amara hanya tertawa mendengar omongan Afdal.
5 menit kemudian mereka berdua tiba di tempat motor Afdal.
"Ra, makasih ya udah anterin gue" Ucap Afdal
"Sama-sama, kalau gitu gue balik dulu ya" Ucap Amara
"Iya hati-hati" Ucap Afdal
Di sisi Ari dan Mentari
Mereka berdua tiba di depan rumah Mentari. Mentari memanggil Ari masuk ke dalam rumahnya, untuk mampir. Akan tetapi Ari tidak mau. Ari buru-buru untuk pulang.
"Makasih kak udah anterin aku pulang" Ucap Mentari dengan raut wajah bahagia dan sesekali tersenyum
"Sama-sama, aku balik dulu ya" Ucap Ari
"Kakak kok buru-buru amat pulangnya, nggak mampir kak?" Ucap Mentari
"Nggak usah Tar, lain kali aja ya" Ucap Ari
"Yang bener ya, lain kali mampir ya kak" Ucap Mentari sambil tersenyum
"Iya" Ucap Ari
"Hati-hati di jalan ya kak" Ucap Mentari
"Iya" Ucap Ari sambil menjalankan motornya dan pergi meninggalkan Mentari
Di sisi Amara dan Nara
Amara melajukan motornya sangat cepat, karena Nara sudah lama menunggu. Beberapa menit telah berlalu Amara tiba di depan sekolah.
"Kok sepi, tuh anak kemana ya?" Ucap Amara sambil berbicara sendiri di atas motor dan memukul keningnya
"Gue harus telpon dia nih" Lanjut Amara sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya
Amara mencoba menghubungi Nara, panggilan pertama Nara tidak menjawab. Akan tetapi di panggilan kedua Nara mengangkat ponselnya dan dia menyuruh Amara untuk putar balik karena Nara sekarang berada di pasar bersama dengan temannya.
📞Amara: "Halo dek, Assalamualaikum"
📞Nara: "Waalaikumsalam kak"
📞Amara: "Kamu lagi dimana? Kok sepi di sekolah kamu?"
__ADS_1
📞Nara: "Aku lagi di pasar kak, kakak ke pasar ya jemput aku"
📞Amara: "Ya Allah Nar, kok kamu nggak beritahu aku sih"
📞Amara: "Iya maaf kak, lagian aku udah chat kakak tadi dan habisnya kakak lama sih"
📞Amara: "Aku belum baca chat kamu"
📞Nara: "Berarti salah kakak dong"
📞Amara: "Iya iya salah aku aja, terus kamu udah di depan pasar nih nungguin aku?"
📞Nara: "Iya bentar lagi aku keluar nih, kan temen aku udah kelar belanjanya"
📞Amara: "Iya aku udah OTW (On The Way) nih, aku matikan telponnya ya"
📞Nara: "Iya cepetan ya kak"
Tut Tut Tut (Panggilan terputus)
Di sisi Ari
Di atas motor, Ari teringat Amara.
"Amara tau nggak ya, kalau aku itu suka sama dia? Dia suka balik nggak ya, sama aku?" Ucap Ari cerita sendiri di atas motor sambil memegang spion motornya dan melajukan motornya
Di sisi Amara
Amara yang melajukan motornya cukup sedang dan menikmati perjalanannya. Karena dia pikir, Nara masih di dalam pasar. Dia pasti lama keluar. Apalagi bersama dengan temannya. Dia malas menunggu di depan pasar.
Beberapa menit telah berlalu, akhirnya dia tiba di depan pasar. Dia memutar balik motornya dan menepikan di pinggir jalan.
"Nih anak belum muncul juga ya" Pinta Amara dalam hati sambil mengeluarkan kembali ponselnya dan melihat pesan Whatsapp Nara.
✉️ "Dek, aku udah di depan pasar nih" From Amara
Pesan Amara masih terlihat ceklis dua abu-abu. Nara belum juga membaca atau melihat pesan itu.
Amara mengetik pesan sambil menunduk di atas motor.
Ari melihat Amara dari kejauhan. Ari tiba-tiba menghentikan motornya dan menepikan tepat di depan motor Amara.
"Nungguin siapa, dek?" Tanya Ari sambil tersenyum melihat Amara
"Kak Ari, nungguin adik aku kak" Jawab Amara dengan raut wajah kaget dan membalas senyuman Ari
"Oh, kirain nungguin aku" Ucap Ari sambil tersenyum
Amara hanya tersenyum, mendengar omongan Ari.
"Kamu masih lama nunggunya?" Tanya Ari
"Sebentar lagi dia datang kak" Jawab Amara
"Oh, kirain masih lama" Ucap Ari
"Dek, aku boleh nanya sesuatu nggak sama kamu?" Lanjut Ari
"Boleh, tanya aja kak" Ucap Amara
Nara berjalan dari arah belakang, Nara mengagetkan Amara.
"Kamu ada ...... Omongan Ari terhenti, karena suara Nara dari arah belakang Amara
"Kak" Teriak Nara
.
.
...Happy reading🌹kesayangannya author🥰...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaitu like dan comment ya🥰 dan makasih juga guys udah like, comment serta mampir ke karya aku, jangan pernah bosan ya.😊...
__ADS_1