Amerta Pride System

Amerta Pride System
1 Prologue, harga diri sang pecundang.


__ADS_3

Trang! Trang!


Suara nyaring dari tumbukan besi terus terdengar menggema di sebuah gua yang tak telihat ujungnya, di tempat kejadian ada seorang pria berumur lebih 50 tahun sedang di kepung oleh ratusan orang yang memakai berbagai macam peralatan seperti pedang perisai palu kampak tongkat dan sebagainya, dan lelaki yang di keroyok pun memakai sebuah pedang khas jepang yang agak panjang, dan memakai kalung warna biru tua.


[Sebenarnya kenapa kalian melakukan ini?] kata orang yang di keroyok tersebut.


[hahahaha ketua guild kenapa kau menanyakan hal yang sudah jelas?] kata pemimpin kelompok itu.


[haaaah... aku tak menyangka kau akan memberontak galih, apa sebenarnya yang kau inginkan?] kata orang sepuh itu.


[bukan seperti itu ketua aku bukan pemberontak, namun aku merasa guild phoeniks harus meregenerasi pemimpin, bukankah guild ini menjadi sangat mundur semenjak kau yang memimpin guild?] jawab galih kemudian


[Mundur? Bukanya yang Kau lakukan sekarang yang membuat guild ini hancur? Lagian sepertinya kau kan yang selalu membuat siasat jahat untuk menjatuhkanku?] timpal orang itu kembali.


[hahaha ternyata kau tak begitu bodoh juga yah ketua, memang... memang benar aku lah yang telah menyabotase semua tragedi yang berkaitan dengan teman temanmu itu, Ke-tu-a.] kata orang bernama galih itu sambil tertawa dengan terbahak bahak.


[sebenarnya untuk apa kau melakukan ini? Sampai kau berani mempertaruhkan nyawa orang banyak seperti ini.] kata orang itu sambil kembali bertanya.


[bukan kah sudah jelas, aku melakukan ini hanya demi salah satu arcana legendaris yang selalu kau pakai itu, Amerta Pride....] kata orang itu sambil menunjuk liontin yang di pakai oleh orang itu lagi.


[hah!? Kau melakukan hal seheboh ini hanya demi batu bodoh ini?] kata orang itu dengan perasaan kalut, karena batu bodoh yang dia temukan di pinggir jalan membutnya seperti begini.


[terserah apapun yang kau katakan, yang penting aku akan tetap merebut arcana itu apapun taruhanya,] selesa dia berbicara, galih dengan pedang di tangan nya, dia langsung melesat ke arah orang itu di ikuti beberapa orang.


[heh terserah, aku sudah tak peduli lagi, dari pada mati secara mengenaskan sendirian, lebih baik aku mati sambil menyeret keparat seperti kalian ikut keneraka haaaaaa...... system skill: Vortex Inferno!!] selesai berteriak seperti itu di dalam diri orang itu memancar cahaya emas yang sangat menyilaukan, semua orang yang berada di sana sangat terkejut karena ini pertam kali untuk mereka melihat hal seperti ini.

__ADS_1


Di saat semua kebingungan dan pandangan mereka menjadi silau, sepersekian detik kemudian ledakan yang sangat besar terjadi di dalam dangeon tersebut dengan sangat dahsyat, seluruh area disana hangus terbakar tak terlihat apapun ada di sana semuanya hancur tak tersisa, bahkan rumput pun tak ada hanya ada dataran tandus yang terbakar.


[haaah bila saja aku tak sebodoh ini, aku mungkin tidak akan mati secara mengenaskan seperti ini, alice maaf aku tak bisa menyelamatkanmu saat itu, tapi tenang aku akan menyusulmu sekarang semoga kau tak marah karena aku baru bisa menyusulmu mu sekarang......] kata orang tersebut sebelum jatuh dan telungkup di tanah, ia mati setelah mengeluarkan seluruh kekuatan yang ada dalam dirinya, namun setelah ia mati tiba tiba cahaya biru terang menyinari tubuh orang itu dari bawah tubuhnya dan semakin lama sinar itu menyelimuti orang itu membuat badan dari laki laki itu mengambang dan sesaat kemudian menghilang bagai tak pernah berada di sana.


.....


Uhg kenapa aku merasa pegal di seluruh tubuhku? Apa setelah mati pun aku masih bisa merasa sakit? Yang benar saja!


Akhirnya aku membuka mataku dengan perlahan, sesaat kemudian melihat atap yang tak di kenal, tidak aku ralat, aku benar benar mengenal tempat ini lebih tepatnya kamar ini, ini bukanya kamarku saat aku Remaja?


[ehhh? Apa aku sedang bermimpi? Tunggu emang orang mati bisa bermimpi? Ini... ini... sebenarnya apa yang sedang terjadiiiiiiiiiiii!!!] aku pun teriak kencang di akhir kalimat, karena kaget apa yang sebenarnya yang terjadi padaku?


Brakk!!!! Suara pintu di buka dengan kencang...


[apa? Ada apa reyhan, apa kau tak apa?] kata seorang perempuan paruh baya, dia terlihat cukup muda dan walau sebenarnya umurnya sudah lebih dari kepala tiga.


[haisss kenapa kau masih saja mengangis, ayahmu sudah tenang di alam sana, sudah lah relakan saja] kata ibuku sambil memeluku dengan cukup erat aku akhirnya menangis dengan mengeluarkan segalanya untuk beberapa saat, bukan karena hal yang di ucapkan oleh ibuku namun karena hal lain.


[sudah... kau pergi mandi dan sarapan, jangan sampai telat, bukanya alice akan menjemputmu hari ini....] kata ibuku dengan tersenyum dan meninggalkan kamar ku.


[ini.... sebenarnya apa yang sedang terjadi? Ini bukan mimpi ini terlalu nyata untuk di sebut mimpi, aku benar benar hidup kembali? Tunggu bukan, aku bukan hidup kembali, tapi kembali ke masa lalu?....] aku bergumam dengan kebingungan ku sendiri, sambil mencerna apa yang terjadi pada diriku aku mulai merapikan diri, setelah beberapa saat ibuku berteriak agar aku cepat untuk turun kebawah karena sudah ada yang menungguku untuk pergi sekolah.


Selesai mandi dan bersiap akhirnya aku pergi keluar rumah, kalau ingatan ku tak salah, dan dari perkataan ibuku, kemungkinan besar hari ini adalah hari pertama masuk kesekolah, dan juga tujuh hari dari kematian ayah ku.


{Bila saja aku kembali tujuh hari sebelumnya... tidak, walau pun aku kembali ke masa itu aku tak bisa melakukan apa-apa itu percuma, yang jelas aku harus mencari tahu terlebih dulu, apa yang terjadi padaku?.}

__ADS_1


Ayah ku adalah orang biasa dia adalah kurir di salah satu perusahan terkenal, dari yang aku tau ayahku mati tertabrak, walau tak ada saksi mata yang melihat bagaimana kecelakaan itu terjadi tapi bukti lapangan berkata demikian, walaupun terasa janggal namun saat itu tak di temukan sedikit pun petunjuk tentang pelaku penabrakan itu hingga pihak berwenang pun akhirnya angkat tangan dan melupakan kasus tersebut bagai tak pernah terjadi.


dan juga kalau tak salah seharusnya kemarin adalah hari aku menemukan batu sialan ini.... tunggu batu? Apa mungkin...


sebenarnya batu sialan yang membuat diriku di kejar ratusan hunter level tinggi saat itu karena rumor batu yang selalu ku pakai menjadi liontin, amerta pride, atau harga diri keabadian, begitulah mereka menyebutnya, tapi kebenaranya batu ini sebenarnya hanya manik manik yang aku temukan di pinggir jalan, karena bentuknya unik hingga aku akhirnya memungutnya dan entah bagaimana batu ini menjadi barang yang selalu aku bawa kemanapun dan kapan pun.


Hah! Kalau pun benar ini adalah batu keabadian mana mungkin aku akan mati saat itu, tapi nampaknya masih ada misteri dari batu ini.


[hey kenapa kau melamun, cepatlah bila tidak bisa bisa kita terlambat!] teriak seorang gadis berumur 15 tahun wajah cantik namun terkesan lembut dan manis. Badan yang tak terlalu tinggi ****** langsing, sangat indah bagai patung pahatan dewi, dia adalah sahabatku alicia yuki.


Aku dengan refleks memeluk alice dengan cukup erat membuat gadis itu cukup terkejut.


[ap- kenapa kau memeluku! Rey! Rey... kau ini mau sampai kapan bersikap pengecut begini, masa kau tujuh hari berturut-turut masih menangis? Apalagi kenapa kau selalu mengangis di pelukanku...] kata perempuan itu setelah melihat keadaan lu.


[maaf... maaf... maafkan aku karena tak bisa menyelamatkanmu waktu itu, maaf.......] kata ku sambil tersedu sedu.


[sudahlah jangan bicara ngelantur begitu, paman pasti akan sedih kalau melihat keadaan mu sekarang, sudah... sudah... bila terus seperti ini kita akan terlambat ayo!] kata alice setelah mengusap kepalaku, dan menuntunku untuk jalan ke sekolah.


Sambil mengusap ingus nyang menempel di hidungku aku bertekad kesialan dan kebodohan ku yang dulu akan ku ubah agar kesialan itu tak terulang kembali aku berjanji...........


To be continued....


Hey para pengagguran sekalian, sehat? Semoga saja yah salam kenal semua.


Maaf bila banyak nya typo bertebaran, kalau ada yang salah pengejaan, typo atau salah dalam penulisan, aku harap kalian memberi tahukan ku dan tulis di kolom komentar nanti aku akan revisi.

__ADS_1


Enjoy to read, arigatogozaimashu.......


(masuk lagu op aragoto season 2, canda) :P


__ADS_2