
Pagi hari yang cukup mendung Rey sekarang sedang berada di kamarnya, dia sedang melihat berkas yang di berikan Lili kemarin, dia sedang memikirkan rencana untuk menyelesaikan dungeon dengan efisien.
[baiklah yang pertama, adalah dungeon yang terbuka di dalam gedung terbengkalai ini, sepertinya dungeon ini bertipe ruang terbuka, dan lebih parahnya gurun pasir, ini akan menyusahkan untuk para hunter, salah salah mereka bisa tersesat atau mati dehidrasi, monster di dalamnya kebanyakan adalah kalajengking api, sepertinya di dalam terdapat banyak berlian api, karena biasanya kalajengking merah hidup di tempat terdapat banyak berlian ini.
Dan yang kedua dungeon yang terbuka di sebuah tempat di pinggir kota, dan field nya bertipe sama, dan sekarang laut? Astaga ini benar-benar jackpot, biasanya di field ini terdapat putri duyung! Eh maksudku mineral langka bertipe air! Wah tapi aku harus membuat kapal selam terlebih dahulu bukan, aaahk merepotkan.
Dan yang terakhir berada cukup dekat dengan rumah ku, bertipe ruang tertutup malah ini bisa di sebut gua, hemm sepertinya Dungeon ini tak tersentuh karena monster di dalamnya, goblin.... mahluk menjijikan itu kah.... sebenarnya aku tak mempunyai masalah berarti untuk melawan mereka, tapi untuk hunter pemula pasti Dungeon ini mimpi buruk apalagi untuk perempuan, mereka di kenal licik, sering mengunakan jebakan, dan sering memperkosa hunter yang berhasil mereka tangkap.
haaaaaa.... semuanya ternyata, tak begitu merepotkan yah... setidaknya untuk ku, sepertinya aku harus menyelesaikan para goblin itu terlebih dahulu sebelum mereka membuat kekacauan, dan setelah mendapat beberapa mineral di dalam Dungeon aku akan ke gurun pasir dan terakhir laut yang terdapat putri duyung itu, hemm... hemm... yosh ayo beraksiiiiiii!]
kata Rey dengan semangat, dia langsung bersiap dengan perlengkapan yang dia buat setelah memulung beberapa besi dan juga kain dari sekitar rumahnya, Menyedihkan memang tapi itu lebih dari cukup untuk sekarang toh rey bisa membuat barang juga di dalam dungeon setelah dia menambang nanti.
...
Saat ini rey sedang menulusuri jalan yang di tandai dimana munculnya Dungeon itu, dan saat ini Rey sedang kebingungan karena memang agak susah mencari keberadaan Dungeon itu, karena di tulis di kertas bahwa dungeon itu ada di dalam gedung tak berpenghuni, dan lokasi yang Rey telusuri juga kebanyakan adalah gedung-gedung kosong, palagi disini sangat sepi, walau bisa di katakan dekat dengan rumah Rey, namun tetap saja luas dari daerah ini lumayan bila harus di cari sendiri.
[aaahk sial dimana sih Dungeon itu, seharusnya ada di sekitar sini bukan, dan lagi kenapa di sini begitu sepi.] gerutu Rey, tapi yang di katakan rey memang benar, lokasi di mana dungeon memang biasanya akan di hindari apalagi oleh orang normal, namun biasanya tetap akan ada orang entah itu hunter yang hanya sekedar ingin melihat Dungeon, atau para warga sekitar yang mau tak mau harus melewati tempat itu.
__ADS_1
Setelah cukup pusing berkeliling, Rey akhirnya bisa menemukan gedung yang di maksud, gedung itu mempunyai empat tingkat dan cukup besar, dan memiliki basement, dan di sanalah dungeon itu terbuka.
[Sepertinya tempat ini di tinggalkan karena Tak ada Hunter yang menyelesaikan Dungeon ini, apalagi setelah tau bahwa monster di dalamnya itu Goblin, pasti warga sekitar semakin takut mereka akan di jadikan mainan mereka.] kata rey yang melihat dungeon di depanya, Dungeon level E biasanya tak begitu besar, hanya berbentuk Silindris sebesar orang dewasa, dan monsternya pun biasanya tak terlalu besar dari itu, contohnya tempat ini yang isinya hanya goblin dengan tinggi paling setengah orang dewasa, namun keganasan mereka lah yang membuat hunter kerepotan.
[hemm ini jepit rambut? Apa ada hunter yang tak sengaja meninggalkanya? Tunggu tapi ini terlihat masih baru, apa mungkin...] Rey segera menepis kemungkinan adanya korban di dalam, karena dia telah mengecek daerah ini dan tak ada manusia di radius 50 km, hingga kecil kemungkinan Goblin akan menculik orang.
[Kalau pun mereka telah keluar dungeon seharusnya ada yang mengetahuinya toh di luar daerah ini ramai orang.] kata Rey berpikir positif, karena dengan pikiran berlebihan bisa membuatnya tak bisa berkonsentrasi apalagi perlengkapan Rey sekarang tak terlalu bagus bisa saja ada sesuatu yang di luar prediksi terjadi bila ia tak konsentrasi bisa-bisa ia akan mendapatkan masalah.
Rey memasuki Dungeon, dan hal yang pertamakali di lihat di dalam Dungeon adalah hitam, gelap sangat gelap tak ada penerangan sedikitpun di dalam.
[system skill : Night vision!]
Dan saat dia telah cukup dalam menelusuri Gua, dia mendengar sayup sayup orang minta tolong, Rey dengan sigap langsung melesat dengan kecepatan penuh ke arah suara itu terdengar bahkan ia menguatkan indra pendengaranya agar dapat menemukan keberadaan orang itu.
Dan saat ia telah menemukan asal suaranya, dia langsung bisa melihat seorang gadis yang seumuran Kinan sedang di kerumuni oleh lima goblin, gadis itu sekarang sedang berusaha melawan dengan memukul dan berontak, namun karena goblin itu lebih kuat dari pada gadis itu, membuat gadis itu tak bisa memberikan terlalu banyak perlawanan, bahkan beberapa bajunya telah sobek akibat ulah goblin itu.
Dan tanpa ba bi bu, Rey langsung melesat dengan dagger di tanganya dan menebas leher salah satu goblin itu, hal itu terlalu cepat hingga goblin yang lain telat menyadari kedatangan Rey bahkan setelah kepala salah satu diantara teman mereka lepas.
__ADS_1
Dan Rey tak berhenti di situ dia dengan cepat langsung menebas dua goblin lagi dan berubah menjadi dua ekor lagi, namun sekarang dagger nya pun telah rusak, dia melihat itu dua goblin lainya berusaha untuk kabur namun rey telah mengambil beberapa bijih adamantite dan merubah bahan baku itu menjadi katana dalam waktu sekejap, katana berwarna putih itu melesat dengan cepat bersama pemiliknya dan menebas dua goblin itu yang bahkan tak dapat menghindari serangan dadakan rey.
Gadis yang di tolongnya pun sama terkejutnya, walau dia merasa di selamatkan namun ada sedikit ketakutan dalam hatinya, karena topeng yang di pakai Rey cukup menyeramkan apalagi sekarang dia sedang ada di dalam gua yang gelap hingga dia tak tau apa yang menyelamatkanya manusia apa mahluk lain.
[tenanglah aku manusia, apa kau tak apa-apa?] kata Rey sambil mendekat ke arah gadis itu, gadis itu hanya menghela nafas kasar saat tau yang menyelamatkanya seorang hunter, namun sedetik kemudian dia tersadar akan sesuatu dan...
[Tuan Tolong selamatkan Kakakku, dia di bawa oleh monster itu entah kemana.] kata gadis itu yang menggenggam tangan kedua tagan Rey.
[baiklah tenang, aku akan menyelamatkanya namun kita harus keluar dari sini terlebih dahulu dan aku akan memanggil bala bantuan.] kata rey yang langsung menggendong gadis itu dengan ala tuan putri dan melesat ke arah pintu masuk Dungeon.
Dan saat dia sampai di luar dia langsung mengeluarkan ponsel yang dia simpan di inventorynya.
[hallo Lili, yah ini aku, bisakah kau membawa ambulan ke Dungeon level E yang ada di kawasan Daun jeruk.... bukan, bukan aku, ada korban yang di bawa masuk ke Dalam Dungon... dan kalau kau sudah sampai tolong obati gadis yang ada di luar Dungeon aku masih harus menyelamatkan satu orang lagi, yah tolong dan terimakasih] kata rey sambil menutup telepon sepihak, dia langsung menghampiri gadis itu yang sekarang tengah bersandar di tembok dekat Dungeon,
[sebentar lagi ada orang yang kesini, kau bisa meminta tolong dan menceritakan kejadianya pada mereka, aku akan masuk lagi dan menjemput kakakmu...] kata rey dan langsung akan masuk ke dalam dungeon, namun sesaat sebelum dia akan masuk gadis itu ber bicara pada Rey.
[Hati-hati tuan dan tolong selamatkan Kakaku] kata gadis itu sambil bercucuran air mata, melihat itu Rey hanya menunjukan Jempolnya dan berlalu masuk dalam dungeon.
__ADS_1
To be continued...