
[tunggu Rey... kenapa kau malah membaginya menjadi empat?] kata dadang dengan syok menerima kabar yang sangat mengejutkan.
[eh tapi kalian juga membantuku dalam menyelesaikan dungeon bukan?] kata Rey dengan nada biasa saja.
[tapi kan kalau saja tak ada mu di sana mungkin kami sudah menjadi mayat di sana.] kata santi dengan wajah yang sama kaget.
[sudahlah anggap saja itu gaji awal kalian, lagian kalian pasti tak memiliki uang bukan setelah tak masuk dungeon karena hal itu...] kata Rey yang memang benar.
[kalau begitu terimakasih Rey kau memang baik yah, aku berjanji tak akan bekerja keras dalam mencari Tempat untuk Workshop kita.] kata jo dengan senyum yang lebar.
[tentu lagian aku tidak ingin ada bayi kelaparan karena ketidak becusan ayahnya.] kata Rey dengan nada pelan namun dapat di dengar oleh semua orang, namun dadang dan Santi langsung melihat jo dengan wajah penuh pertanyaan.
[eh!? Bagaimana kau tau!] teriak Jo dengan suara yang tercekit.
[tidak hanya saja aku memerhatikan tingkah kau dan nadya dan aku hanya menyimpulkanya saja.] kata rey yang memang terlihat jo sangat menjaga Nadya, dan nadya oun selalu memegang perutnya.
[aaaah tadinya aku ingin memberikan kejutan jadi gagal deh.] kata Jo dengan lemas, namun Santi dan dadang akhirnya sadar dan memeluk nadya dan Joshua.
[aaahkk selamat nadya, aku tak menyangka kau akan hamil secepat ini!] kata santi sambil memeluk Nadya.
[jo aku turut bahagia, jaga Istri dan anak mu dengan baik oke.] kata dadang dengan nada senang pada Jo.
[ya tentu, aku akan berusaha yang terbaik untuk Joshua junior, hahaha.] kata jo sambil tertawa di ikuti oleh tawa semua orang.
[ah iya Nadya aku hampir lupa, ada yang ingin aku minta tolong padamu...] kata Rey dengan mengeluarkan lima teratai Yaksa.
[Teratai Yaksa! Waw kualitasnya pun sangat bagus, apa kau ingin membuat potion pengembang element dengan itu?] kata Nadya menebak apa yang di inginkan Rey.
__ADS_1
[ya benar namun jangan pakai kelimanya pakai dua saja dan tiganya lagi simpanlah terlebih dahulu, bila sudah selesai berikan ramuan itu pada Jo dan Santi...] kata Rey.
[eh aku? Kenapa?] kata Santi.
[aku ingin kalian berdua meminum ramuan itu dan mempunyai element api.] kata Rey.
[eh tapi kami tak bisa meminum ramuan itu, itu terlalu berharga.] kata Joshua, merasa dirinya terlalu banyak di beri oleh Rey.
[tidak Jo, aku meminta kau meminum ramuan itu agar kau lebih kuat, bisa di bilang investasi? Lagian kita harus memasuki dungeon bukan untuk mengambil sumber daya, kalau kita mencarinya sendiri bukankah itu akan memangkas modal kita benar?] kata Rey dengan senyum yang seperti merencanakan sesuatu.
Dan akhirnya mereka kembali berdiskusi tentang Workshop yang pas seperti keinginan Rey, karena modal untuk pembuatan Markas pun cukup banyak, dan lagi Rey pun berencana menambah modal agar Workshop yang di buat bisa luas agar Rey dapat lebih leluasa membuat sesuatu.
....
Satu setengah bulan telah terlewat dari hari itu, sekarang Rey dan Trio Hunter itu telah selesai dalam persiapan pembukaan Workshop, tak hanya itu selama satu bulan ini juga Rey telah memasuki macam macam dungeon yang dia bisa, untuk mencari bahan baku pembuatan Kapal selam.
Berada di lingkungan yang jauh dari pemukiman, tak hanya tu tempat ini asalnya adalah pabrik yang bangkrut, jadi tempat dan bangunanya cukup luas tak hanya itu rey pun memasukan berbagai macam peralatan baik yang dia buat atau yang dia beli, dengan itu untuk memuat Workshop telah selesai.
[jadi Rey, Workshopmu akan di namai apa?] kata Dadang.
[hemm... bagaimana kalau, Crown Clown.] kata Rey dengan wajah konyol.
[apa apaan nama aneh itu!?] Kata Jo yang tak pernah menyangka Rey bisa memberikan nama se konyol itu.
[eh emang kenapa? Bagus kali, mahkota badut] kata Rey dengan cengir di wajahnya.
[aaaah terserah... jadi apa yang akan di lakukan sekarang? sumber daya sudah ada, alat pun sudah, pekerja? Sepertinya kau tak ingin mempunyai banyak perkerja selain kami...] kata Dadang lagi, karena memang di sini sekarang memang hanya ada mereka bertiga.
__ADS_1
[untuk sekarang kalian akan mengurus administrasi pengesahan di Asosiasi Hunter agar Workshop ini menjadi resmi, dan juga aku akan membuat sebuah kapal selam dan beberapa alat untuk di Jual sebagai item khas Workshop kita...] kata Rey.
[kepal selam? Memang buat apa kau membuat kapal selam?] kata Jo dengan heran.
[apa kau tau sebuah Dungeon yang muncul di pinggiran kota yang tak tersentuh sekalipun sampai sekarang walau hanya di Level E.] kata Rey sambil menyerahkan sebuah dokumen.
[dungeon itu tak pernah tersentuh bukan karena monster yang di dalam sangat kuat atau hadiahnya terlalu kecil, tapi karena medan di Dungeon itulah yang sangat menyusahkan.] kata Rey, dadang dan Jo melihat dokumen itu hanya mengangguk dengan jawaban Rey.
Bahkan mereka tak menanyakan alasan Rey selalu menyelesaikan Dungeon terbengkalai, karena mereka sekarang agak paham dengan gerak gerik dari Reyhan, dia pun sekarang di kenal sebagai Hunter pembersih, karena Hunter Kaju selalu memasuki Dungeon yang tak di lirik atau di selesaikan oleh hunter lain di tingkat apapun itu.
Bahkan Rey pernah sekali memasuki dungeon Rank A sendirian karena tidak ada yang ingin memasuki dungeon itu, karena khawatir akan ada monster yang keluar dan keadaan jadi tak terkendali Rey memutuskan untuk menyelesaikan Dungeon itu, tapi dia uga memberikan syarat adalah memasuki dungeon itu sendiri, hal itu tiba tiba menjadi sorotan di media karena jarang ada Rank S yang bisa melakukan hal yang di lakukan Rey.
Rank S memang mampu untuk menyelesaikan Rank A sendirian sekalipun, tapi itu terlalu beresiko karena tak ada yang tau apa saja yang ada di dalam Dungeon, menjadi Hunter Rank S tetap membawa Hunter lainya untuk membantunya, tentu dengan Rank yang lebih rendah.
[tapi Rey dari Dokumen ini di bilang walau sudah muncuk beberapa bulan lalu tapi belum ada satupun monster yang keluar dari sana bukan? Terus kenapa kau seperti ingin segera menyelesaikan Dungeon itu?] kata Jo sambil menyerahkan Dokumen itu.
[ada beberapa hal... tapi alasan terbesarnya... apa kalian tau bahwa Dungeon bisa lebih kuat bila di biarkan terlalu lama?] kata Rey membuat dua orang itu menjadi kaget, ya tak banyak Hunter yang tau akan hal ini.
Dungeon memang bisa tumbuh menjadi lebih kuat bila tak segera di selesaikan, memang sekarang Dungeon Laut tak menunjukan tanda tanda berbahaya, namun beda cerita bila Dungeon itu menjadi lebih kuat, dengan medan yang sudah susah di taklukan kalau lebih kuat akan menjadi merepotkan makanya Rey lebih memilih untuk menyelesaikan Dungeon terbengkalai untuk sekarang agar tak menimbulkan masalah kedepanya, karena seingatnya Dungeon Laut dulu di kehidupan sebelumnya menjadi dungeon yang sangat berbahaya karena berubah menjadi Dungeon level A.
Saat itu Asosiasi ke walahan dan pada akhirnya Asosiasi meminta bantuan ke negara lain tapi dengan bayaran yang sangat mahal, bahkan bisa di bilang Asosiasi hunter indonesia di kuasai oleh negara asing, di tambah Dernanta tiba-tiba pensiun dan di gantikan oleh orang lain yang menambah Hunter di Indonesia menjadi kacau, dan lebih buruk dari sekarang.
Itu lah alasan terkuat Rey menyikat habis dua dungeon sebelumnya dan dungeon Laut ini.
[tinggal dua bulan lagi sebelum Dungeon ini menjadi lebih kuat, aku akan membereskan semua masalah ini seberat dan sesusah apapun itu, dengan ini Alice pasti akan selamat, lihat saja nanti...] kata Rey denga wajah yang serius.
To be continued....
__ADS_1