Amerta Pride System

Amerta Pride System
10 booom! Baaam! Pok!


__ADS_3

[Skill pedang: Moon Slash!]


Rey menebas ke arah Dernanta dari jarak yang cukup jauh, tapi dari tebasan itu tercipta momentum yang mengarah ke arah Dernanta, dan dernanta hanya mundur satu langkah membuat skill itu tak mengenainya dan malah mengenai tribun yang membuat tribun itu mengalami kerusakan seperti terkena tebasan pedang besar.


[sekarang skill job Holy Knight, sebenarnya apa job mu itu nak kaju.] kata Dernanta.


[aku akan memberitahumu bila aku menang nanti.] kata Rey sambil kembli melesat dan kembali mendarat kan beberapa serangan walau kebanyakan di hentikan oleh barier angin yang di buat Dernanta.


[hoo baiklah kita lihat apa kau benar benar bisa mengalahkanku apa tidak...] kata Dernanta sampil mengarahkan telapak tangannya pada Rey, dan pada saat itu muncul serangan sabitan angin yang cukup kuat ke arah Rey dan dia segera melesat menghindari serangan itu.


[sia* sepertinya dia sudah mulai serius.] kata Rey yang kembali menyerang namun kali ini dia melempar pedangnya itu dan kembali melesat.


Tentu melihat tindakan Rey yang tak biasa itu membuat Dernanta kebingungan dia hanya menangkis pedang itu, namun di saat yang sama rey akan menyerang di sebelah kananya dengan bilah pisau di tanganya.


[Skill pisau : Vital Strike!] serangan itu langsung melesat ke arah leher dernanta namun saat seranga Rey akan mengenai Dernanta, dia tiba tiba terpental sejauh lima meter, itu terjadi karena Dernanta menendang Rey saat dia merasakan ancaman.


[hooo sepertinya aku tak bisa sedikitpun lengah terhadapmu.] kata Dernanta sambil mengeluarkan angin yang kencang di sekitarnya hingga membuat pusaran kecil dengan Dernanta menjadi pusatnya.


[ught tendangan pak tua itu cukup keras juga.] kata Rey sambil kembali menegakkan badanya kembali bersiap menyerang Dernanta.


Kali ini dia kembali melesat namun kali ini dia memutari Dernanta, dan melempar dua belatinya melihat lesatan belati itu dernanta hanya diam dan tiba tiba belati itu terpental bagai ada dinding yang menghalangi.


Namun saat melihat itu Rey hanya terus berlari dan melesat di belakang Dernanta dan mengeluarkan sesuatu di inventory.


[Skill tombak: hundred a prick!]


Bush! Bush! Bush!


Tusukan tombak di lancarkan Rey namun semua serangan itu di hindari dengan mudah oleh Dernanta, dan saat dia melihat celah dia langsung memukul dada dari Rey, melihat serangan itu Rey hanya bisa menahan pukulan itu memakai tombaknya, dan dia kembali terpental beberapa meter.


Namun Rey kembali melesat kembali menyerang Dernanta menggunakan keahlian tombaknya, namun tetap hal itu tak berpengaruh kali ini dernanta menahan serangan dari Rey menggunakan tangan dan kakinya, dan kembali melancarkan tendangan ke arah Rey yang membuat Rey lagi-lagi terpental walau dapat di tahan oleh tombaknya tapi tetap saja dia mengalami luka yang tak sedikit, apalagi sekarang tombaknya sudah benar-benar bengkok.


Rey masih tenang dengan keadaanya dia langsung saja melempar tombak itu dan dia kembali melesat ke arah Dernanta.


[kau kira aku akan terjebak dengan trik yang sama.]


...


[apa-apaan orang itu!? kenapa dia bisa menggunakan banyak senjata dan skill sekaligus!?] kata Bam dengan wajah terperangah melihat skill yang di keluarkan Rey.


[benar walau skill yang di keluarkan hanya Skill dasar, namun tetap saja mustahil untuk mengeluarkan dua skill yang berbeda dengan senjata yang berbeda oleh satu orang.] kata Asep sambil terus merekam perkelahian di depanya itu.


[yah aku tau tapi buktinya! Dia bahkan mengeluarkan lebih dari tiga skill yang berbeda dari senjata yang berbeda, penjelasan apa yang bisa kau berikan dalam keadaan ini?] kata Bam yang sudah berdiri dari duduknya melihat pertarungan itu.


[itu.. kau kira aku akan tau! bila kau yang hunter saja tak tau! apalagi dengan ku yang orang normal.] kata Asep yang sedikit kesal.

__ADS_1


[mungkin apa yang di jelaskan Lili benar tentang Job dari Tuan Kaju, dia memiliki Job yang Abnormal, tapi jenis job apa yang dapat memakai seluruh skill dari berbagai job yang ada?] kata Bam yang sungguh tak mengerti dengan kejadian di hadapanya.


[Nanti juga kita akan tau Job apa yang di miliki Tuan Kaju bukan kah tadi dia bilang akan memberitahu kita bila dia menang.] kata Asep yang masih pokus terhadap kameranya.


[yah bila menang, jika tidak?] kata Bam yang sebenarnya sangat antusias di antaran ketiganya, sebagai hunter tentu dia aka menjadi semangat melihat pertarungan yang sengit di depanya itu.


...


Di saat Dernanta melihat tombak yang sudah bengkok itu dan menangkapnya, terus dia mencari keberadaan rey dan memukul Rey yang berada di sebelah kirinya, namun saat tombak itu telah berhasil memukul telak Rey bukanya terpental Rey malah berubah menjadi asap tentu Dernanta kaget dan tiba tiba dia merasakan keberadaan di sebelah kananya, dan dia kembali melancarkan serangan pada sebelah kananya, namun kejadian itu terulang kembali, saat tubuh Rey berubah jadi asap tentu dernanta kembali menaikan kewaspadaanya.


Dan saat itu rey kembali muncul di belakang Dernanta, dan ingin menendang dernanta namun di saat yang sama dernanta memutar badanya dan membalas tendangan itu dengan tendagan.


Bammm!!!


Suara saat kedua kaki itu bertemu cukup keras, namun rey sepertnya kalah dan mulai terpental melihat itu dernanta bermaksud untuk memberi pukulan terakhir namun, saat ingin memukulnya ternyata Rey kembali berubah menjadi asap, dan tiba tiba di atas Dernanta terlihat Rey yang akan memukul Dernanta.


[Skill assasin: cloning!]


Bamm!!! Kembali sara keras terdengar namun, hal yang mengejutkan terjadi kembali, Dernanta dapat menangkis pukulan Rey menggunakan tombak yang ada di tangan kirinya, seketika pukulan Rey terhenti dan Deranta kembali menendang Rey namun kali ini Rey terpental, saat Dernanta akan melempar tombaknya dia merasa ada yang janggal hingga dia berbalik, dan menempati Rey sedang berada di belakangnya siap menebas dirinya.


[skill pedang: Vorval Slash!]


Rey menebas silang ke arah Dernanta, namun skill itu dapat di tahan oleh Dernanta dengan Tombak bengkok yang di aliri element angin, tapi serangan itu tak berhenti di sana, Rey terus memberi serangan beruntun dengan pedang yang ia pegang.


Trang! Trang! Trang! Trang! Trang!


[kena kau.. System Skill : Creation!]


Teriak rey dan tombak yang di pegang Rey berubah menjadi sebuah katana yang bilahnya di pegang dernanta.


Srat!!!


Rey segera menyayat tangan dernanta, dan rey segera melakukan serangan pamungkas.


[Skill dualswordmanship: vorval stream!]


Slash! Slash! Slash! Slash!


Empat serangan beruntun, mengenai barier dari dernanta dan Rey yang melihat itu tak tinggal diam dia langsung melesat kembali dengan kedua pedangnya dan mengarahkan pedangnya ke leher Dernanta.


[ha ha ha checkmate! Ha... ha... ha..]


Bruk!


Rey langsung terduduk dan mengambil nafas sebisanya, walau bisa di bilang pertarungan tadi hanya sebentar namun dalam waktu sesingkat itu rey telah mengluarkan apa yang ia punya, dan hasilnya di bisa menalahkan Dernanta.

__ADS_1


Prok prok prok..


[Kau memang hebat anak muda,kau bakan bisa mengalahkan ku.] kata dernanta dan setelah mengatakan itu dia ikut duduk dengan Rey.


[apa kau sedang menghiburku? Aku tau kau menahan kekuatanmu itu, kalau tidak aku pasti telah mati dari tadi.] kata rey, dengan wajah yang kelelahan.


[hahahaha tetap saja tak banyak yang bisa mengalahkanku walau aku tak serius kau tau.] kata Dernanta sambil menepuk pundak Rey.


[aaaaahk kau berhasil Kajuuuuuu!] kata Lili yang langsung memeluk Rey dari belakang.


[te-tenanglah kak Lili.] kata Rey yang canggung saat dua benda kenyal menempel pada punggungnya, dan tentu semua orang yang melihat itu hanya tersenyum sekaligus heran, “tak biasanya Lili bersikap seperti itu” kata mereka dalam hati.


[itu benar tuan Kaju, biasanya orang yang berduel dengan ketua langsung babak belur tanpa memiliki kesemptan meyerang balik.] kata Bam yang menghampiri dimana Rey dan Ketua Asosiasi.


[apa itu dari pengalamanmu sendiri?] kata Asep, dengan muka mengejek.


[ugh diamlah kau sia lan!] kata Bam kemudian.


[jadi aku sekarang sudah resmi jadi hunter bukan?] kata Rey sambil memandang Dernanta.


[benar nak Kaju, selamat kau telah resmi menjadi Hunter Rank S mulai sekarang.] kata dernanta sambil memberikan tangan.


[OHH terima kasih!, eh? tunggu Rank S!?] kata Rey terkejut bukan main.


[yah... dengan kekuatanmu kau pantas mendapatkan Rank itu Kaju.] kata Lili sambil tersenyum ke arah Rey.


[ta-tapi? Bukan kah Rank S itu akan di umumkan ke publik? Lagian kalau aku tak salah kekuatan yang ku miliki hanya sekitar di rank A kan? ] kata Rey dengan khawatir, yah bisa saja identitasnya terbongkar bukan.


[iya dan tidak, begini nak kaju rank S bukan hanya tentang kekuatan semata tapi juga sikap dan kepintaran dalam keadaan sulit.


Banyak orang yang kuat tak bisa bertahan di dalam dungeon karena mereka tak memiliki bekal yang cukup entah itu dalam strategi atau pengetahuan yang cukup akan dungeon yang akan mereka masuki yang menjadikan mereka bisa gugur dalam dungeon dengan sangat mengenaskan.


Dan kalau aku melihat keterampilan dan cara mu bertarung kau selalu tenang dan dapat menilai dengan baik situasimu dengan tepat apalagi kau bahkan dapat membuat strategi yang baik saat kau tak memiliki waktu yang cukup.


hanya itu pun sudah menunjukan betapa baiknya kau sebagai hunter hingga tak salah bila kau di masukan pada rank S apalagi kekuatanmu bisa di bilang lebih kuat di banding Rank A pada umumnya.


Dan untuk identitasmu kami akan mempublikasikan keberadaan Rank S baru seperti bagaimana seharusnya, namun kami tidak akan melakukan konferensi press, kami hanya akan mengumumkan Kaju sang Rank S terbaru.] kata Dernanta dengan wajah yang ramah tak seperti saat bertarung.


[bukan kah itu malah akan membuat beberapa pihak curiga?] kata Kaju.


[tenang aku mempunyai ini untuk di tunjukan ke publik, dan lagian kita mempunyai data test kekuatanmu.] kata asep sambil memperlihatkan recorder video.


[haaa... terserah kalian saja tapi yang pasti jangan sampai identitasku terbongkar.] kata Rey yang masih diam di peluk Lili, yes dari tafi Kaju sedang di peluk lili.


[ya ya kami mengerti...] kata Lili dan sekarang sudah mengelus rambut Rey.

__ADS_1


Beberapa saat mereka mengobrol dan juga rey memberitahu mereka tentang Jobnya, tentu itu membuat mereka terkejut dan bahkan menurut mereka Rey berbohong namun segera setelahnya mereka percaya karena rey menunjukan cara membuat pistol di hadapan mereka berempat, yang semakin menguatkan bahwa Rey adalah seorang Abnormal, dan setelah berpamitan Rey ijin untuk pulang karena bila dia kemalaman untuk pulang bisa saja terjadi masalah untuknya.


To be continued.....


__ADS_2