
[haaaa sejak kapan aku jadi pacar Alice!?] kata Rey dengan terbingung pada Gunawan.
[lahh kenapa kau malah tanya aku emang aku mahluk penjaga kau yang selalu ada di sisimu.] kata gunawan sambil tersenyum aneh mendengar perkataan Rey.
[emang apa yang terjadi kemarin hingga dia mengatakan itu?] kata Rey yang benar benar bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, apalagi dia tak ingat ada kejadian ini di kehidupan nya yang lalu, atau memang dia tak tau karena memang dia dulu orangnya penyendiri, dan mungkin saja bukan dia secara tidak sengaja tak mengetahui kejadian ini.
[jadi kau tak tau yah.. wajar sih kau tak tau toh kau tak masuk sekolah kemarin.
Begini ceritanya, kemarin itu ada seorang kakak kelas di devisi Hunter yang menyatakan perasaan nya pada Alice di depan banyak orang, dia adalah kakak kelas yang cukup populer kau tau namanya kalau tak salah Alex Wolford, pewaris guild Wolford asal inggris, dan secara mengejutkan Alice menolak Alex dengan cara yang sangat sadis kau tau.] kata Gunawan dengan nada yang membuat orang penasaran.
[memang apa yang Alice katakan.] kata Rey dengan wajah yang menahan tawa, karena dia berpikir ada orang bego yang berani nebak seseorang di hadapan orang banyak, dan lagi di tolak lagi.
[eh alice bilan begini, “maaf tapi aku tak menyukaimu, lagian kenapa kau menembakku di hadapan orang banyak? Apa kau kira ini keren? Sungguh kekanak-kanakan, hanya membuatku malu saja.” Begitu.] kata Gunawan sambil memperagakan cara bicara alice, walau jijik sih sebenarnya.
[tunggu alice bukan kah itu terlalu keterlaluan?] kata Rey dalam hatinya.
[dan alex pun tak terima dan mengatakan ini, “sombong sekali kau huh! Apa kau tak tau aku ini pewaris sah dari guild Wolford, seharusnya kau besyukur aku tertarik padamu!” sambil menunjuk nunjuk Alice.] kata Gunawan lagi sambil berpura pura jadi Alex.
[hemm sepertinya si ale itu orang yang berpikir dunia berputar di tangan kananya kah.] kata Rey yang di beri anggukan oleh Gunawan karena diapun setuju dengan perkataan Rey.
[yah dan tak sampai di situ alice pun berkata lagi, “Kau tau orang sepertimu adalah orang yang paling menjijikan, hanya karena kau di lahirkan di keluarga yang tak biasa, menganggap semua orang lebih rendah darimu? Benar-benar mencerminkan pecundang yang sebenarnya.” Dan setelah mengatakan begitu alex terlihat sangat marah.] kata Gunawan.
[oooh aku tebak alex menyerang alice dan dia babak belur oleh alice kan?] kata Rey yang bisa menebak kelanjutan bicaranya.
[ya benar setelah Alex kalah, dia bertanya pada Alice kenapa dia menolaknya.] kata gunawan kemudian.
[eh dia baru bertanya setelah dia di hajar habis habisan oleh alice? Benar benar orang yang aneh...] kta Rey dengan wajah heran.
[entah saat kau yang berkomentar seperti yang di lakukan Alex itu benar-benar idiot huu...] kata Gunawan sambil menghela nafas.
[lupakan tentang itu jadi kenapa alice sampai mengatakan bahwa aku adalah pacarnya.] kata Rey.
[ah sebenarnya bukan Alice yang mengatakan itu tapi ketua dewan keamanan Delvina, dia mengatakan “hahaha hati alice itu sudah di miliki oleh orang lain, kau tau siswa yang selalu berangkat bersamanya dia lah dambaan hatinya Reyhan Kajuki.” Begitu dan dari sanalah semua orang tau kau adalah pacarnya Alice.] kata gunawan dengan senyum yang cerah
__ADS_1
[eh? Ketua delvina apa-apaan yang kau katakan! Dan Jangan bilang kalau orang orang tiba tiba membuliku dengan parah padaku pada kehidupan ku yang dulu karena kejadian ini.] pikir Rey yang sebenarnya memang benar.
[jadi apa yang di katakan Ketua benar? Soalnya Alice saat itu hanya berkata yang tidak jelas hingga membuat semua orang curiga apa yang di katakan Kak Delvina benar...] kata Gunawan dengan tenang.
[tentu apa yang di katakan delvina semuanya salah, mungkin... tapi aku ini bukan pacar Alice, kami hanya bersahabat dari kecil hingga wajar buka bila kita dekat?] kata Rey menjelaskan dengan cepat.
[apa kau pikir persahabatan antara perempuan dan laki-laki tidak ada apa-apanya?] kata Gunawan dengan senyum menjengkelkan.
[apa maksudmu?] kata rey menyipitkan matanya.
[tidak! tidak ada, jadi begitu kah jadi apa yang di katakan Delvina hanya omong kosong belaka... ya lagian semua orang juga tau akan hal itu.] kata Gunawan dengan senyum simpul.
[huh?]
[ya sebenarnya Alice berkata kau bukan pacarnya sih kemarin dan mengatakan dia punya orang yang dia suka.] kata Gunawan dengan tenang dan kembali ke mejanya sendiri.
[hey kalau begitu kenapa kau mengatakan aku pacar alice...] kata Rey dengan datar.
[ya aku hanya ingin melihat reaksimu saja dan yahhh aku sudah mendapatkan jawabanku.] kata Gunawan dengan tenang.
Dan setelah itu Rey belajar seperti biasanya, tak ada yang spesial sampai jam istirahat dan semua orang termasuk Rey pergi ke kantin.
Di kantin Rey dan Gunawan sedang menyantap mie ayam yang mereka pesan tiba tiba di kagetkan oleh gebrakan di meja tempat Reyhan makan.
[Kau yang bernama Reyhan Kajuki benar?] kata ornag itu dengan nada sombong dan mata merendahkan.
[ya benar aku Reyhan ada apa?] kata Rey dengan tenang.
[kau ikut denganku!] Kata orang itu dengan wajah semakin sombong.
[huuuh apa kau tak melihat aku sedang makan? Atau kau tak di ajari sopan santun oleh orang tuamu.] kata Rey dengan datar namun perkataanya penuh dengan penekanan.
mendengar itu orang tersebut menjadi marah dan menarik kerah Rey, dan berkata.
__ADS_1
[sudah diam saja dan ikuti aku, jangan melawan atau.] kata orang itu namun terhenti oleh perkataan Rey.
[atau apa?] kata Rey dengan aura membunuh yang sepenuhnya dia tekan kan pada orang itu, orang itu langsung mundur beberapa langkah, karena merasa ada yang tak beres.
[kenapa kau mundur? Bukanya kau ingin berbuat sesuatu padaku?] kata Rey dengan nada yang benar benar dinin sekarang, orang yang melihat itu hanya terdiam dengan sunyi, semua orang tau orang yang Rey ancam adalah seorang siswa devisi hunter dari pakaian yang dia kenakan namun Rey yang siswa biasa berkata cukup berani.
[kau apa kau berani pada ku yang calon hunter huh!] kata orang itu dengan raut wajah kesal walau dia merasa ada yang aneh dalam tubuhnya.
[terus? Apa? Apa kau akan memotong tanganku menyayat lidahku dan mencongkel mataku bila tak menurut padamu huh?] kata rey dengan nada yang masih saa dinginya.
[woy Rey apa yang kau katakan saat aku sedang makan...] kata gunawan dengan nada yang jengkel mendengar perkataan Rey.
[ah maaf tak sengaja...] jawab rey pada temanya, sontak melihat pembicaraan kedua orang itu mereka yang ada di sana berpikir apa rey dan temanya itu tak takut dengan Siswa caon hunter itu, bisa bisanya mereka berbicara dengan tenang seperti itu.
[kauu....] kata orang itu geram, baru saja dia kan menghampiri Rey dan ingin di hajarnya tiba tiba datang seseorang yang memegang pundak orang itu.
Sontak orang itu melihat orang yang memegang pundaknya dan terkejut karena orang itu adalah Delvina, bahkan tak hanya dia seorang ada lagi Adrian dan bahkan Adi ada di sana, orang itu langsung ciut karena kehadiran dua orang terkuat di sekolahnya itu.
[apa yang mau kau lakukan kawan?] kata Adi, pada orang itu.
[it-itu tidak aku hanya ingin mengajak orang itu menemui Alex...] jawab orang itu.
[Alex si narsis itu? memang ada keperluan apa dia dengan siswa biasa?] kata Delvina sambil tersenyum manis, yah namun semua orang tau saat delvina tersenyum seperti itu adalah pertanda kematian.
[ak-aku tidak tau... aku hanya di suruh oleh dia...] kata orang itu yang langsung takut pada Delvina karena memang Delvina terkenal akan ke sadisanya.
[baiklah kau boleh pergi dan masalah dia ingin menemui temanku ini bilang padanya aku akan datang menemuainya bareng dengan temanku itu paham...] kata Adrian dengan wajah yang mengintimidasi pada orang itu.
[ba-baik!] orang itu langsung berlari sekencang yang ia bisa, namun suasana di sana tetap menegangkan mau bagai manapun kantin ini adalah wilayah orang biasa, jarang sekali ada hunter kesana bahkan bisa di bilang tak ada, karena biasanya hunter akan makan di kantin Khusus untuk para hunter.
Apalagi sekarang ada dua orang yang sangat penting di sekolah itu datang ke kantin itu tentu membuat orang orang menjadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
[jadi kenapa ketua osis dan ketua dewan keamanan datang kesini?] kata Rey dengan wajah dan tampang yang sudah kembali normal.
__ADS_1
~ To be continued....