
Ahk tadi hampir saja, aku tak menyangka akan bertemu dengan salah satu temanku di masa lalu(?) atau masa depan? Bukan delvina yang aku maksud namun adrian, mungkin hubungan kami tak seerat seperti dengan alice, namun aku akui kalau bukan karena dia mungkin aku tak mungkin akan bertahan lama di dunia kejam para hunter.
Berawal dari kami sering masuk dungeon bersama, hingga kami memutuskan untuk membuat sebuah guild para hunter, yang dengan cepat menjadi guild nomer satu saat itu, aku akui waktu yang kuhabiskan dengan ia bukan hubungan yang biasa, namun bukan berarti novel ini berubah jadi genre yaoi, maaf bila aku tiba tiba ganti gendre bisa bisa aku di hukum oleh langit, back to point dari hari hari penuh peruangan itu tiba tiba kami harus berpisah, sebenarnya tidak hanya adrian tapi ada tiga orang lagi yang sama pengaruhnya teman berharga bagiku, namun mereka akan aku ceritakan lain kali.
Saat itu tiba tiba saja guild mengalami pailit yang sangat mengancam guild, adrian, aku dan lainya berusaha membereskan hal itu namun sudah terlambat, rencana yang di cetuskan oleh guild lain dan juga di tambah oleh pengkhianat membuat keadaan guild menjadi tak terkendali akhirya menjadikan semua petinggi guild di bunuh secara mengerikan di dungeon, tentu saja kami tak di bunuh di waktu bersamaan, yang menjadi korban pertama adalah ketua guild alias adrian, di susul oleh rekan ku yang lain hingga aku sendirian tersisa, dan saat aku sadar apa yang sebenarnya terjadi itu sudah terlambat hingga akhirnya aku berada disini sekarang.
Hidup memang penuh dengan misteri setelah di pisahkan beberapa tahun, kami di pertemukan kembali dengan keadaan seperti ini, sungguh menyedihkan tapi dengan ini aku menjadi mempunyai tujuan kedua yaitu membentuk kembali guild yang telah memberikanku rumah kedua saat aku terpuruk saat itu.
Dan saat aku masuk ke kelas untungnya guru belum datang hingga aku belum di nyatakan telat, dan pembelajaran di mulai saat guru supergalak masuk ke kelas ku.
....
Saat ini aku sedang menunggu alice untuk pulang bareng di depan gerbang sekolah, ya seharusnya begitu tapi kenapa hal ini terjadiiiiii...
[hahaha sekarang tak ada lagi yang bisa menyelamatkanmu guhahahahaha] kata garus sambil terus tertawa sambil di ikuti oleh teman temanya.
Mereka ini benar benar gigih untuk hal yang tak berguna, ahk aku harus bagaimana sekarang? Lari? Aku tak yakin bisa lari dari kepungan ini, apa aku hajar saja mereka, tapi kalau aku melakukan itu bisa-bisa besok aku malah di hampiri masalah lebih rumit, ahhh sialnya hidupku ini. pikirku dari yang aku lihat jumlah mereka bertambah menjadi enam orang, entah siapa satu orang tambahan itu tapi yang pasti ini akan super merepotkan.
[hah sebenarnya apa yang kau inginkan garus-senpai?, perasaan aku tak pernah membuat masalah dengan mu sebelumnya?] kata ku dengan wajah malas.
[sudah telat Ba***gan! Pada awalnya aku haya ingin bemain main dengan mu sampai aku mendapatkan teman mu itu.] kata garus sambil menunjukan senyum menjijikan.
__ADS_1
[teman? Maksudmu alice? Mau kau apakan dia?] kata ku sambil menunjukan muka datar penuh selidik.
[hahaha tentu saja aku akan bermain main dengan dia apa lagi?] jawabnya.
Aaaahhsoo bolehkah kubunuh ba***gan ini? Lama lama aku merasa muak juga dengan ini babon.
Aku dengan perasaan muak mengeluarkan aura yang aku tekankan pada mereka semua, garus dan teman temanya yang lain langsung saja mundur dua langkah karena merasakan aura yang ku keluarkan itu.
[heem aku pikir mereka hanya orang bodoh tapi insting mereka cukup bagus juga ternyata.] gumamku melihat reaksi mereka terhadap auraku.
[tunggu... kenapa dia bisa mengeluarkan aura pembunuh yang begitu lekat, bukan kah dia hanya seorang normie?] kata garus dalam pikiranya.
Saat itu tiba tiba keadaan di antara mereka lansung senyap, tak ada yang berani melangkah terlebih dahulu, entah karena terkejut, tersentak karena aura yang aku keluarkan hingga membuat mereka waspada, atau karena alasan lain aku tak tau tapi satu hal yang pasti aku akan membuat mereka tobat hem aku memang orang baik.
[hah! Aku tak tau apa yang kau lakukan tapi itu percuma, kau hanya normie, sedangkan kami adalah calon hunter yang terhormat kau pasti akan ku buat jadi pempek.]
Haaah begitulah yang terjadi di masyarakat sekarang, entah kapan ini terjadi namun bebrapa oknum hunter yang mengalami kebagkitan entah kenapa merasa derajatnya lebih tinggi dari orang normal lainya, yang membuat mereka lupa daratan, dan ini juga menjadi salah satu alasan yang menjadikan kesan hunter sedikit buruk di mata masyarakat.
[begitukah... jadi mencoba mengeroyok orang yang tak berdaya dengan banyak orang, akan membuat mu jadi terhormat begitu? Sungguh konyol.] kataku dengan sarkas.
[kau! Heh... biarlah kau berbicara apapun aku tak peduli, cepat habisi dia....] garus yang merasa jengkel dengan perkataan ku, langsung meyuruh semua pengikutnya menyerangku, empat orang langsung melesat ke arah ku bermaksud ingin menyerangku.
__ADS_1
Saat serangan mereka semua sedikit lagi terkena pada diriku, tiba tiba ada seorang yang berdiri tepat di hadapanku, dan menepis semua serangan serta memberikan serangan pada mereka, hingga empat orang itu terpental.
[kau! Siapa kau? kenapa kau mencampuri urusanku!] kata garus menahan emosi karena teman temanya kalah begitu saja setelah menerima satu serangan dari pemuda yang ada di hadapanku.
[yah memang benar ini bukan urusanku, namun apa aku akan diam saja setelah melihat kalian akan mengeroyok anak ini begitu saja?] aku mengenal suar ini, dia...
[hey apa kau baik-baik saja? Maaf bila perbuatanku mengganggumu, tapi apa aku boleh membantumu?]
Pemuda berambut merah ini dia Adi, Adi Daniata seorang siswa calon hunter tahun pertama sama sepertiku, bisa di bilang dia adalah salah satu temanku yang ada dan salah satu petinggi guild Phoniks kelak, Sang phoeniks merah Adi.
[hey kenapa kau melamun... ah perkenalkan namaku Adi, siapa namamu?]
[eh! Maaf aku hanya kaget, namaku reyhan, dan soal kau membantuku tentu aku sangat berterimakasih bila kau mau membantuku, lagian aku ini hanya seorang normie.] kataku dengan mencoba menenangkan diriku, sehari bertemu dua orang sahabat karib, itu sangat wow banget.
[eh? Kau normie? Tapi tadi...] belum sempat adi menyelesaikan ucapanya.
[apa kalian melupakanku disini... jangan sombong dulu kau rambut merah, hanya karena kau bisa mengelahkan anak buahku bukan berarti kau bisa mengalahkan ku, garus si kulit besi.]
[aaaah maaf, karena kekuatanmu begitu kecil hingga aku melupakan keberadaanmu.] kata menghina itu di lontarkan oleh Adi.
[sialan! Akan kuhancurkan mulut sialan mu itu, haaa pukulan lengan baja!] teriak garus dengan semangat.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...