Amerta Pride System

Amerta Pride System
14 Keluarga Kecil


__ADS_3

Yang sudah sampai di rumah nya, di kejutkan dengan sosok malaikat yang sedang memakai celemek bersama ibunya.


[hey kau baru pulang Rey?] kata alice sambil memegang sebuah mangkok berisi makanan.


[yah aku baru selesai bekerja, ada apa ini kenapa kau ada di sini?] kata Rey heran dengan pemandangan di depanya.


[ehm ini? Aku sedang membantu bibi masak, sekalian aku akan makan malam bersama soalnya ayah dan ibuku pergi untuk menjenguk nenek yang sedang sakit.] kata Alice sambil menghampiri Rey.


[hueek! Kau bau! apa kau baru saja mandi di tempat sampah?] kata Alice dengan menutup hidung dan menjauh dari rey.


[kau kira aku ini patrick hah! Sudahlah aku akan mandi dulu, jangan mengitip oke!] kata ku pada alice.


[hah? Apa? bagaimana? Ngintip? Kalau badanmu seindah li min ho mungkin akan ku perhitungkan tapi kau... kurus, wajah pas pasan, dan juga “itumu” kecil ahhh sudahlah mimpi saja kau,] kata alice dengan senyum merendahkan.


[ap-apa maksudmu sobatku itu sudah berkembang menjadi perkasa kau tau, lagian kau ternyata masih mengingat saat kita mandi bareng dulu yah?] kata Rey tak mau kalah.


[sebenarnya apa yang sedang kalian perdebatkan?] kata kinan di tengah tengah mereka, tentu keduanya langsung melompat saking terkejutnya.


[Kinan! Sudah ku bilang berapa kali kalau mau muncul dengan cara biasa saja jangan muncul mendadak seperti itu! membuat orang jantungan saja.] kata rey sambil mengusap dada.


[apa kau ini reinkarnasi ninja hat**i?] kata Alice dengan senyuman.


[uwekk bau busuk apa ini! Kakak apa kau baru saja mandi di comberan?] kata kinan dengan pose hampir sama dengan alice.


[ught... kalian ini kalau menjahiliku saja kompak, coba saja kalo makan pasti langsung ribut perebut makanan.] kata rey dengan wajah lesu.


[eh apa yang kau bilang?] kata mereka berdua berbarengan.


[eh tidak, aku hanya ingin memberi ini, martabak keju plus-plus, nih jangan lupa bagi bagi, aku mau mandi dulu bye bye.] kata Rey sambil menyerahkan kantong kresek warna pink pada mereka.


[waaah gini baru demen!] kata Kinan langsung membawa kresek itu ke meja makan di ikuti alice.


...


Di kamar selepas mandi dan bersemedi Rey, sedang memeriksa inventory nya, dan juga mencoba membuka mystery Box yang ia dapatkan dari dungeon.

__ADS_1


[untuk sekarang aku memiliki beberapa bijih mineral, dan juga adamantite, mungkin untuk membuat beberapa alat dan senjata ini cukup, namun yang harus ku pertimbangkan adalah kapal selam untuk di dungeon laut nanti aku harus berhemat untuk sekarang takut bahan bahanya akan kurang, hemmm sepertinya aku belum harus membuat apapun untuk sekarang, mungkin nanti setelah aku menjelajah di dungeon gurun baru aku akan membuat sesuatu.] kata Rey sambil terus memeriksa sambil merapihkan inventorynya sampai ia melihat sebuah Box berwarna hitam, dia mengklik box itu dari inventorynya dan.


Whooosh....


Sebuah kotak seukuran kepala melayang dan jatuh di tangan rey, di atas kotak itu ada sebuah tombol berwarna merah.


Klik!


Rey menekan tombol itu dan tiba tiba kotak itu kembali melayang dan terbelah mejadi empat, saat Rey melihat itu cukup terpana berapa kali pun ia melihatnya, dan saat dia asik memerhatikan empat kotak pecahan tadi, tiba tiba bersinar cukup terang, bahkan reypun harus menutup matanya saking silaunya.


Whoooshhh.....


Tiba tiba empat hologram menunjukan suatu barang melayang di hadapan Rey, dua di antaranya adalah senjata , satu lagi suit baju tempur dan satu lagi tak di ketahui karena bentuknya cukup aneh.


{Ding anda mendapatkan:


Zeus Sword


Pedang dengan element Air yang kuat, bahkan dapat membuat tekanan air di setiap tebasan.}


{ Merapi Sword


Pedang dengan element api yang bisa melebur apapun yang bersentuhan dengan nya, dan dapat memunculkan api saat pengguna memakainya.}


[sekarang gunung? Ahhk biar lah sesuka author aja lah.] kata Rey sambil memegang pedang berwarna putih berhiaskan ukiran berwarna merah dan di bilahnya pun berwarna merah.


{Darknight


Sebuah suit tempur dengan bahan yang sangat langka, suit ini bisa menyesuaikan ukuran pemakainya, dan juga suit tempur ini memiliki fungsi resistensi terhadap suhu ekstrim, menghilangkan hawa keberadaan, dan dapat berkamuflase.}


[Waaah bukan kah ini jackpot? Dengan ini aku tak perlu lagi cape cape membuat armour lagi, hemm tapi pakaianya cukup mencolok yah,] kata rey, suit tempur ini memiliki desain seperti baju tempur di game crysis tanpa helm, dengan dominasi warna hitam dan beberapa motif batik berwarna emas membuat suit ini sungguh keren di tambah ada hoodie untuk menutupi kepala.


(author: kalau kalian tak tau game crysis, mungkin penggambaranya mirip sama baju pembalap yang ketat dan bajunya nyambung dari baju dan celananya, namun ada bantalan seperti armour di bagian dada dan bahu, dan juga baju ini satu set sama sepatu dan sarung tangan.)


{map tracing

__ADS_1


Alat berbentuk pin bulat dengan setengah bola di tengah ini berpungsi untuk memetakan tempat yang anda sedang telusuri, memiliki scaning dengan luas area 100km dan dapat menemukan tempat tersembunyi.}


[hu hu hu ini memang jackpot hahahahaha, dengan semua ini dungeon gurun tak akan jadi masalah untuk ku.] kata rey yang lompat lompat di atas kasur.


[Rey aku mas..uk... sedang apa kau? apa kau mengalami geger otak, hingga kau menjadi idiot?] kata alice melihat tingkah sahabatnya itu.


melihat temanya masuk ke dalam kamar Rey hanya cengengesan malu karena tertangkap basah melakukan hal yang kekanakan.


[jadi apa yang membuat kau begitu senang hingga bertingkah layaknya orang utan?] kata Alice dengan wajah mengejek.


[ganteng gini di saman ama hewan, aku nih lagi seneng karena....] kata Rey.


[karena?] beo Alice.


[RAHASIA....] kata Rey yang langsung di beri tepukan manjah dari Alice yang membuatnya terjengkang kebelakang.


[adu du duh kau ini sedikit sedikit palaku di tepuk emang kau pikir kepalaku ini bola voli apa.] kata Rey dengan logat madura.


[terserah... cepat turun makanan sudah siap.] kata Alice dengan cemberut?


[yes ma’am] kata Rey sambil mengekor di belakang Alice.


mereka makan malam dengan meriah, apalagi dengan kekocakan Kinan dan Alice yang terkadang memperebutkan makanan membuat suasana semakin meriah, Rey hanya tersenyum sesekali tertawa melihat tingkah laku keluarga kecilnya itu.


[haah perasaan damai ini sudah lama aku tak merasakanya, aku bersyukur dapat menjalani kesempatan kedua ini, aku berjanji akan melindungi senyuman mereka apapun taruhanya.] kata rey dalam hati, sudah empat hari rey kembali ke masa lalu dan dalam empat hari pula dia telah merubah masa depan, dia sadar apa yang di lakukanya sekarang akan berdampak pada apa yang akan terjadi di masa depan, tapi dia masa bodo dengan itu.


Dia saat ini lebih memikirkan cara untuk menghentikan bencana yang akan terjadi di masa depan, dan juga dia bertekad akan membalaskan dendam pada siapapun yang akan menyakitinya ataupun keluarganya pada masa lalu maupun masa depan ini.


Di saat mereka selesai makan tiba tiba bunyi bel rumah terdengar, Yunia berdiri dari meja makan bermaksud untuk mencari tau siapa yang bertamu pada malam hari begini, saat Ibu rey sedang pergi ke arah ruang tamu, rey sedang berbincang dengan alice soal sekolah dan lain lain.


[apa!? Bukanya batas waktunya masih lama?] kata Ibu Rey sedikit teriak membuat rey dan yang lainya menyusul yunia ke ruang tamu.


[haaa.. itu mungkin kesalahan, yang pasti kau harus membayarnya sekarang kalau tidak.] kata salah satu orang dengan pakaian bak preman, dengan dua orang di sampingnya berpakaian yang sama.


[Kalau tidak apa?] kata rey sambil menarik ibunya kebelakang dan langsung ber hadapan dengan preman itu.

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2