Amerta Pride System

Amerta Pride System
22 teratai yaksa.


__ADS_3

Luas gua semakin lama semakin besar semakin dalam gua itu, tak hanya itu monster di lamanya semakin banyak dan semakin kuat, tapi kini Rey di bantu oleh trio idiot itu pada awalnya mereka sangat takut terhadap Rey namun lama kelamaan mereka semakin akrab dengan Rey, karena memang pada dasarnya Rey bukanlah orang yang kejam atau jahat dia hanya akan berubah sikap seperti itu pada lawanya atau pada orang yang ia tak suka.


Sudah lima jam lamanya Rey telah menyusuri gua itu namun tak satupun tanda tanda, adanya Boss monster atau jalan keluar, pemandangan di dalamnya pun sama sama saja hanya gua berdinding batu dengan beberapa berlian yang mencuat menempel dengan dinding gua.


....


Dan juga semakin lama kemunculan mosnter menjadi cukup lama, walau beberapa saat yang lalu monster yang mereka hadapi lebih banyak namun sekarang, mereka bahkan tidak menemukan hawa keberadaan monster.


[hemm... sepertinya di sekitaran sini ada tempat boss, kalian bersiaplah ini akan menjadi pertarungan terakhirkita sebelum keluar dari dungeon ini.] kata Rey.


[Baik!] kata mereka bertiga berbarengan.


Sebenarnya ini pemandangan yang cukup aneh, di mana orang yang lebih tua di beri komando oleh seorang remaja, namun tiga orang itu tak terlalu memikirkan hal itu, karena mereka telah melihat sendiri bagaimana kekuatan dan kepemimpinan dari Rey.


Mereka bertiga merasa Rey bukanlah seorang remaja, namun seorang Hunter yang sudah berpengalaman bertahun tahun, dan mengalami banyak sekali pertarungan.


Fakta bahwa mereka bisa bekerja sama dengan baik malah tiga orang itu menjadi semakin baik dalam bertarung dan banyak belajar dari pertarungan mereka dan Rey membuktikan bahwa Rey sudah memiliki pengalaman yang luas atau Rey adalah jenius di antara jenius karena dapat melakukan hal yang bahkan para hunter senior sedikit yang bisa melakukanya.


Mereka pun mendapat banyak sekali keuntungan dengan mengikuti Rey, pada awalnya mereka hanya berpikir untuk cara keluar dari Gua ini, tapi sekarang mereka malah mendapat banyak keuntungan salah satunya adalah mereka mendapat banyak sekali sumber daya dari dungeon, Rey pun tak terlalu mempermasalahkan hal itu.


Karena dia juga sudah mendapat sumber daya lebih dari cukup untuknya, untuk membuat kapal selam dan untuk membuat senjata untuknya di jual dalam lelang, tak lama mereka menemukan sebuah ruangan yang terlihat berbeda dengan yang lainya, di dalam banyak sekali magma dan gunung kecil yang mengeluarkan lahar panas.


Rey yang melihat itu tentu tak terlalu merasa aneh atau papun, karena memang dia sudah menduga hal ini akan terjadi, karena memang berlian merah membara tercipta dari lingkungan yang panas seperti gunung berapi.

__ADS_1


[ini... Rey apa kita akan tetap maju? Sepertinya di sini cukup berbahaya..] kata santi yang cukup ngeri melihat lahar panas itu, kalau dia sampai salah pijak dan jatuh kesana sudah di pastika game over bagi mereka.


[ya sepertinya ada hal yang bagus di dalam sana, tenang sepertinya di sini tak ada monster, sepertinya tempat ini di jauhi oleh para monster karena lahar di sini.] kata chen dan berjalan terlebih dahulu.


Hawa di dalam benar benar sangat panas, mungkin kata yang tepat untuk mendeskripsikan tempat ini adalah neraka dunia, kolam lahar dimana-mana tak terlihat tanda tanda kehidupan di sana, namun ada sebuah hal yang membuat mereka terkejut di dalam sana.


[apa itu? bunga? Kenapa bisa ada bunga yang bisa tumbuh di sini?] kata jo yang heran melihat sebuah teratai berwarna merah gelap dan bercorak kuning di ujung kelopaknya.


[teratai yaksa...] kata Rey dengan mata berbinar binar.


[teratai Yaksa apa itu?] kata dadang yang merasa aneh, dengan nama teratai itu.


[apa kalian tak tau atau tak pernah mendengar teratai itu?] kata Rey dengan wajah heran, dan di balas gelengan mereka.


[karena teratai itu memiliki unsur api di dalamnya bahkan unsur itu bisa di serap oleh hunter yang membuat orang itu dapat memiliki unsur api atau element api, walau dia tak memiliki job dengan element sekalipun.


[hooooooo....] mereka ber hoo ria dengan wajah beg* mendengar penjelasan dari Rey.


[haha sepertinya kalian tak terkejut dengan itu, bagaimana bila aku sebutkan harga dari teratai itu?] kata rey dengan senyum penuh arti.


[memang berapa harga teratai itu?] kata Jo dengan santai, ya dia mengira paling mahal cuman belasan juta harganya di pasaran.


[harga dari teratai Yaksa paling murah sekalipun berkisar empat miliyar, dan bila kualitasnya sangat bagus malahan bisa tembus dua triliun dalam mata uang dollar, ingat dolar bukan rupiah.] kata Rey yang membuat semua orang langsung membeku mendengar harganya.

__ADS_1


[du- dua triliun dollar! Astaga bila uang itu di belikan bakso bisa di bagikan ke seluruh rakyat indonesia kayaknya.] kata dadang yang sungguh terkejut dengan harga yang di sebutkan.


[ya dan kita sangat beruntung karena memiliki lima teratai dewasa dengan kualitas terbaik, hehehe coba kalian bayangkan berapa uang yang kita dapatkan bila menjual semua teratai ini...]


Gluk!!


Nominal yang benar benar diluar akal sehat, itu lah yang mereka pikirkan, mendapatkan sepuluh triliun dalam sekali selam, tentu bukanlah hal yang dapat orang orang pikirkan tapi kenyataanya mereka mendapatkanya.


[hahaha tenangkan wajah kalian itu, kalian ini seperti hunter amatir, yang baru masuk dungeon kemarin saja...] kata rey yang melihat wajah mereka ngefly membayangkan uang yang mereka dapatkan.


[begini untuk lima teratai ini akan aku bagikan dan kita jual beberapa setelah keluar dari dungeon, untuk sekarang lebih baik aku yang pegang teratai ini agar tak rusak oke..] kata rey dengan senyuman dan di balas anggukan oleh mereka, karena memang yang paling bisa menjaga teratai itu dengan baik hanya rey, tak hanya dia paling kuat Rey juga mempunyai inventory yang membuatnya bisa membawa apapun dengan mudah dan aman.


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka dan kembali menemukan beberapa barang berharga seperti pasir unsur pengikat, sebuah bahan yang di pakai untuk membuat sebuah logam menjadi memiliki unsur atau bisa memiliki unsur element, dan beberapa barang berharga lainya walau kebayakan memang berelement api.


Satu jam kemudian mereka berempat sampai di sebuah ruangan yang benar benar sangat luas, tak hanya itu di sana banyak sekali berlian yang memancarkan cahaya warna warni, namun di balik keindahan itu ada sebuah mahluk mengerikan yang menjaga ruangan itu sebuah ular berkepala merah dengan badan hitam legam dan corak warna merah di sisik-sisik.


[ho akhirnya aku menemukanmu, ayo kita selesaikan ini agar aku bisa pulang dan makan malam di rumah.] kata Rey sambil mengambil pedang dari sarungnya, tentu di ikuti oleh ketiga orang di belakangnya.


[let’s dance brother!] teriak rey.


[Roger!!!] sahut trio itu di belakang Rey..


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2