Amerta Pride System

Amerta Pride System
9 Rey Vs Pak Tua


__ADS_3

Rey sekarang sedang mengikuti Asep ke ruangan ujian bakat, saat ia di jemput dari ruangan saat itu rey sedang tertidur dengan posisi duduk saking bosan menunggu hingga tak sadar dia telah pergi ke alam mimpi, tentu ia sangat malu tapi untungnya dia tertidur memakai topeng jadi entah asep tau apa tidak dia tertidur, semoga tidak.


[Tuan Kaju anda akan melaksanakan ujian terakhir di ruangan ini.] sembari berbicara asep membuka pintu ruangan itu, dan terlihat ruangan kosong tak ada apapun selain tiga orang di ruangan itu, rey kenal dengan salah satu di antara mereka yaitu Lili, namun dia tak tau dua di antaranya namun salah satu di antara mereka mengeluarkan aura yang misterius.


[selamat datang Tuan Kaju, saya dernanta di sini saya akan menjadi penguji anda selanjutnya.] saat rey mendengar orang tua itu memperkenalkan namanya, saat itu juga rey langsung terdiam kaku, dia terkejut karena orang di hadapanya bukan orang sembarangan.


Hunter terkuat saat ini, yang di juluki the gladiator, orang yang bahkan bisa menerbangkan 10 naga bumi yang terkenal sangat berat dengan elemen anginya saja, dan dia yang akan menjadi penguji selanjutnya? Apa kau sedang bercanda?


[sepertinya anda tak mempunyai kegiatan ketua Asosiasi hingga turun tangan sendiri untuk menguji calon hunter.] kata rey dengan santai, walau dia sebenarnya kebingungan dengan keadaan ini.


[hahaha benar saat ini tak begitu banyak kerjaan hingga aku benar-benar senggang, jadi apa bisa kita mulai test selanjutnya.] kata Dernanta dengan senyum ramahnya.


[bisa, namun sebelum itu, apa yang harus aku lakukan?] kata Rey dengan datar.


[sederhana kau hanya harus mengalahkanku untuk lulus test, Kaju.] kata dernanta sambil mengeluarkan aura yang menyeramkan.


[haaaaa!? Apa kau bercanda? Mengalahkanmu bahkan aku tak yakin bisa menyentuh bajumu itu Ketua!.] kata Rey sambil memasang wajah kagetnya.


[kenapa apa kau akan menyerah? Dengar bila kau menyerah atau kau kalah, kau akan aku masukan ke daftar blacklist agar tak bisa mendaftar lagi menjadi hunter.] kata dernanta dengan wajah yang menyeramkan.


[bukankah itu terlalu kejam pak tua?.] kata Rey yang sedikit emosi mendengar perkataan Dernanta, dia tak habis pikir kenapa dia di perlakukan begitu.


[kejam? Hahahaha dunia hunter memang kejam nak, asal kau tau di dunia hunter ada sebuah peraturan tak tertulis, “yang kuat bisa melakukan apapun, dan yang lemah akan tertindas” bukan kah begitu, tuan Kaju?] memang benar apa yang di katakan Dernanta, terkadang di dunia hunter keadilan itu hanya bisa di dapat oleh orang kuat saja, sedangkan yang lemah hanya bisa menerima takdir mereka entah apapun itu.


[ck! Si al! Ini akan menjadi sulit.] Rey tak menyanggah perkataan Deranta, karena ia juga pernah mejadi hunter sebelumnya.


[aaaah baiklah aku menerima syarat itu, sepertinya Asosiasi tak ingin aku mendaftar menjadi hunter.] kata rey sambil mengambil ancang ancang, dan di sisi lain para penguji yang lain meninggalkan tempat yang akan menjadi arena duel itu.


Di tribun penonton tiga orang yang menguji Rey, saat ini sedang berdiskusi tentang duel rey Vs Dernanta.

__ADS_1


[bukankah ketua terlalu keras pada anak itu? bagaimana bila ia tak jadi mendaftar bukankah itu merugikan kita?] kata Bam memulai pembicaraan.


[sepertinya ketua ingin melihat batas kemampuan tuan Kaju, kemungkinan besar Ketua ingin melihat apa saja yang di miliki orang itu.] kata asep sambil mempersiapkan sesuatu di dalam tas yang ia bawa.


[ya kemungkinan besar itu alasan terkuat kenapa ketua sampai mengancam Rey di masukan ke Blacklist, namun jujur aku merasa masih ada yang di rencanakan ketua apa kau tau itu Lili?] kata bam sambil duduk dengan cemilan di tanganya.


[haa? aku pun tak tau. yang pasti apapun alasan ketua, aku merasa ketua melakukan ini karena ada sangkut pautnya dengan masalah itu mungkin, dan aku juga merasa tuan Kaju memiliki potensi yang tinggi untuk menyelesaikan masalah itu.] kata Lili sambil melihat cemas pada Rey.


[masalah itu kah... haaah sungguh merepotkan bila memang itu terjadi.] kata bam sambil terus memakan cemilanya.


[sepertinya kita akan melihat pertarungan yang menarik.] kata asep sambil memegang sebuah video recorder.


...


[baiklah nak kau bisa maju duluan.] kata dernanta selepas membuka jas yang ia pakai.


[hem... aku terima tawaranmu Pak Tua.] kata rey sambil mengambil ancang ancang.


Rey langsung menerjang Ketua, dan saat ia akan memukul, tiba tiba ia kembali menghilang dan muncul dengan melayang di udara di belakang dernanta sambil menendang ke arah kepala dernanta.


Buk!


Tapi ternyata tendangan Rey berhasil di tahan oleh satu tangan oleh dernanta tanpa menoleh sedikitpun pada arah serangan, melihat seranganya di hentikan, rey bermaksud untuk mundur tapi ternyata kakinya telah di pegang oleh dernanta dan di lempar ke samping kiri dernanta yang membuat Rey meluncur bagai sebuah panci yang di lempar, rey berguling guling hingga dia akhirnya bisa menyetabilkan tubuhnya dan kembali bergerak.


Kali ini dia berlari secara acak untuk mengelabui Dernanta dan sesaat kemudian dia langsung menyerang dernanta dengan beruntun, tendangan dan pukulan ia lancarkan pada dernanta secara membabi buta namun tetap pada akhirnya semua serangan Rey di hentikan dengan santai oleh Dernanta.


[cih, sudah kuduga pertahananya sungguh gila, sepertinya aku tak punya cara lain.] saat dia akan bergerak kembali dia, langsung melesat dan melakukan gerakan seperti mengambil pedang dari sarung pedang di pinggangnya.


Seketika muncul pedang dari besi berbentuk sederhana muncul dari tangan Rey, dia tak berhenti melesat dan saat jarak keduanya sudah dekat rey melancarkan serangan secara diagonal ke arah Dernanta, namun seranganya di hentikan oleh sesuatu yang tak kasat mata, itu adalah skill dari Dernanta.

__ADS_1


[hem sepertinya kau mempunyai job yang abnormal...] kata Dernanta yang masih tetap berdiri tegap di tempat ia berdiri sebelumnya.


[heh.. terserah kau mau menyebut jobku bagaimana tapi ini baru saja di mulai pak tua.]


....


Di tribun terjadi kehebohan antara ketiga orang yang melihat rey mengeluarkan pedang dari kehampaan.


[Tunggu Inventory!? Kenapa dia mempunyai skill Job produksi? Tak mungkin kan dia memiliki job produksi?] kata Asep yang terkejut dengan kemampuan dari Rey.


[dengan kemampuanya, bukankah aneh bila ia mempunyai job produksi?] setuju Bam yang sama terkejutnya dengan asep.


[Job abnormal, mungkin dia memiliki job yang abnormal.] kata Lili yang sepertinya sama dengan dua rekanya, bahkan dia sebenarnya yang paling terkejut karena hanya dia yang tau bahwa Rey baru berumur 15 Tahun, dan dia memiliki kemampuan bertarung yang bisa di bilang tak normal untuk orang seusianya apalagi dia bilang dia baru terbangkitkan beberapa bulan lalu, sungguh tak dapat di percaya.


Sedangkan job abnormal yang di maksud Lili adalah saat seseorang memiliki job yang tak biasa, bahkan mengarah ke aneh, banyak macam yang di alami orang yang memiliki job abnormal, seperti bisa mengeluarkan tentakel dan membantunya dalam bertarung, atau job yang memiliki kemampuan yang tak biasa di miliki job biasanya seperti, job tipe petarung namun memiliki Skill alcemist bahkan penempa, maka ia di sebut memiliki job abnormal.


...


Sedangkan di lapangan arena, rey saat ini sedang terdesak karena ternyata Dernanta tak diam seperti tadi sekarang dia sesekali melancarkan serangan ke arah Rey yang tentu membuat rey sedikit kewalahan.


[sial pergerakanku terlalu lambat, jika saja kemampuanku masih sama seperti dulu, mungkin aku bisa mengalahkanya dengan mudah tapi sekarang ck!, sial aku harus bagaimana?] Gumama Rey di sela menghindar dari serangan dernanta, sebenarnya dernanta menyerang Rey hanya dengan sabetan angin yang ia keluarkan, namun serangan itu lebih dari cukup untuk membelah hunter Rank D kebawah terbelah menjadi dua.


[sepertinya aku salah menilai mu, aku kira kau kuat ternyata kau hanya berlagak kuat saja,] kata dernanta sambil melipat tanganya di depan badan.


[bukankah sudah ku bilang ini baru dimulai, siapkanlah dirimu pak tua aku mulai searang akan serius.] kata rey sambil memasang kuda kuda.


Whuuusss..


Rey kembali melesat bahkan kali ini semakin cepat dari pada sebelumnya, dia melancarkan beberapa serangan dan juga mengelak dari serangan dernanta, namun saat Rey melihat sedikit celah dia lagsung mengeluarkan skill yang membuat semua orang menatapnya tak percaya.

__ADS_1


[Skill pedang: moon slash!]


To Be Continued.....


__ADS_2