Amerta Pride System

Amerta Pride System
16 investigasi


__ADS_3

Pagi hari esoknya, dia tak pergi kesekolah walau hari ini masuk dia punya agenda yang harus dia selesaikan secepatnya karena takut akan menjadi ancaman untuk keluarganya bila di biarkan begitu saja.


Dia hari ini bermaksud untuk berkunjung ke matan perusahaan yang ayahnya bekerja, dia berangkat memakai baju sekolah karena tak ingin ibu dan Alice tau dia akan bolos sekolah, bahkan dia meminta Alice untuk pergi terlebih dahulu karena dia beralasan akan mengunjungi temanya untuk menangani masalah tadi malam.


Dan saat dia akan mencapai tempat yang di tujunya dia mencari tempat untuk mengganti kostum menjadi Kaju, tentu ini di lakukan agar dia tak perlu repot berdebat panjang lebar untuk mencari petunjuk, karena kalau dia jadi Kaju dia pasti akan di permudah bahkan mereka akan menyambut dia dengan hangat, toh siapa juga yang ingin punya dengan hunter terkuat yang bahkan bisa memusnahkan satu kota dengan mudah.


{permisi apa aku bisa bertemu dengan pemilik perusahaan ini?] kata Kaju, dengan suara yang datar, resepsionis yang melihat pakaian yang di pakai rey mengerti bahwa orang di hadapanya seorang hunter.


[maaf apa anda sudah membuat janji sebelumnya.] kata resepsionis itu ramah.


[tidak aku tak memiliki janji, namun sampaikan pada pemilik perushaan ini Kaju ingin bertemu denganya, aku ingin membahas sesuatu denganya] kata Rey, sambil menunjukan lencana emas yang di berikan Lili.


Resepsionis itu sebenarnya sedikit heran dengan lencana yng di tunjukan Rey karena belum pernah melihat Lencana Hunter berbentuk dan berwarna emas sebelumnya, namun saat dia mendengar nama Kaju dia menjadi sadar orang di hadapanya adalah Hunter Rank S yang sedang naik daun itu.


[ba-baik akan saya sampaikan, mo-mohon tuan tunggu sebentar di sini.] kata resepsionis itu dan langsung menelepon atasanya.


Dan beberapa saat kemudian, datang dua orang dengan pakaian yang berbeda, yang satu berpakaian dengan jas formal yang sepertinya sangat mahal, dan satunya lagi memakai pakaian khas seorang hunter seperti Rey, tentu dengan bentuk yang sedikit berbeda.


[maaf apa anda benar tuan Kaju?.] kata orang berpakaian formal itu menyambut kedatangan Rey.


[benar, aku Kaju, maaf bila aku mengganggu kesibukan anda.] kata rey sambil menunjukan lencana Rank S nya.


[Pablo N dior, panggil saja aku Pablo tuan kaju, dan ada apa gerangan hingga tuan Kaju berkunjung ke perusahaan kecil kami.] kata pablo dengan ramah setelah dia melihat Lencana yang di tunjukan rey, yang tentu tak mungkin dapat di duplikat atau di tiru apalagi bahan yang di pakai memebuat lencana itu bukan main main hingga seorang hunter pasti akan tau dengan sekali lihat bila lencana itu asli.

__ADS_1


[hanya urusan kecil, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal kepada anda tuan Pablo.] kata Rey dengan sangat formal.


[baiklah bila begitu, tolong ikuti saya keruangan pribadi saya biar lebih nyaman saat kita berbincang.] kata Pablo sambil pergi ke arah dalam perusahaan dan memasuki lift, sebenarnya dalam hatinya dia merasa was-was dia sangat tak tahu menahu alasan kedatangan Kaju, dan lagi kedatangan nya begitu mendadak hinga dia tak bisa mempersiapkan apapun bila sesuatu tiba tiba terjadi.


Saat mereka di dalam ruangan, mereka berbasa basi sedikit untuk mencairkan suasana, dan Rey pun memasuki inti pembicaraan.


[sebenarnya kedatangan saya kemari ingin menanyakan tentang salah satu mantan karyawan anda.] kata Kaju dengan nada.


[heemm? Siapa yang anda maksud tuan?] kata Pablo sambil merasakan getir di hatinya, takut ada hal yang buruk.


[Hendra Kajuki, dia mantan kurir anda yang terlibat kecelakaan beberapa bulan lalu.] kata kaju dengan nada biasa, walau orang yang mendengar nya malah merasa terintimidasi.


[apa ada masalah dengan dia tuan? Seingat saya dia orang yang baik tak pernah membuat masalah bahkan dia jadi kurir andalan di perusahaan kami, yah namun na’as dia mengalami kecelakaan yang sangat tragis.] kata Pablo dengan wajah keheranan kenapa Kaju mencari orang yang sudah mati.


[guild? Apa aku boleh tau nama guild itu.] kata Pablo dengan sedikit curiga, karena memang hal ini sedikit tak lumrah, bahkan terkesan mustahil.


[nama guild nya kalau tak salah, trisula putih.] kata kaju datar, namun ekspresi Pablo tak seperti Kaju, wajahnya memburuk bagai mendapat sebuah bencana besar.


[maaf tuan apa tuan tak salah, nama guild yang anda sebutkan adalah nama guild saya.] kata Pablo memastikan.


[eh? Benarkah? Tapi mereka bertiga memang dengan jelas mengatakan mereka dari trisula putih, aku memang tak tahu nama mereka tapi aku tahu wajah dari masing masing orang yang datang saat itu.] kata Kaju dengan wajah sama kagetnya dia memang merasa bahwa Pablo bukan orang biasa namun dia tak menyangka Pablo adalah ketua dari guild trisula putih.


[tapi itu tak mungkin tuan, kami tak pernah memberikan hutang apapun pada siapapun, apalagi pada personal, mungkin ini kesalah pahaman.] kata Pablo dengan wajah mulai gusar, takut guild yang susah susah dia bangun hancur karena alasan yang tak ia ketahui.

__ADS_1


[mungkin, karena itu aku juga sedikit curiga pada mereka, tapi memang itulah yang mereka katakan.] kata kaju sambil menatap pablo lekat.


[baiklah aku akan membantu tuan kaju untuk menemukan mereka, namun aku juga ingin tau ciriciri mereka, apa yang saja yang mereka katakan untuk membantu mencari petunjuk dan hutang apa yang di maksud mereka.] kata Pablo sambil memberikan isyarat pada asistenya.


[mereka bertinga salah satu di antara mereka berkepala pelontos dan dua orang lagi mempunyai rambut warna pink, mereka tak mengatakan banyak hal berguna hanya mereka mengancam keluarga Kajuki dan berkata mereka dari guild trisula putih, dan untuk hutang mereka bilang hendra berhutang pada mereka senilai 15 juta, dan bunga 10 juta, ah satu lagi mereka saat ini seharusnya mengalami luka yang cukup parah karena di hajar habis habisan oleh seorang gadis yang melindungi keluarga hendra.] kata rey menjelaskan dengan singkat namun, dapat di mengerti oleh dua orang di depanya, namun saat mereka mendengar tiga orang itu di hajar habis habisan oleh seorang gadis rasanya sangat mustahil.


[tunggu! hanya uang segitu bukanya dengan tunjangan dari kami pun hutang itu seharusnya mudah untuk di bayar?] kata pablo salah paham, dia kira orang orang itu mengancam keluarga Kaju karena tak dapat membayar hutang mereka.


[Tunjangan? Aku tak pernah mendengar mereka mendapat tunjangan sedikitpun... lagian aku kesini pun atas permintaan salah satu anak hendra, yang bekerja di tempatku, dan aku juga yang melunasi hutang mereka, karena memang keluarga mereka sekarang berada dalam perlindunganku.] kata Kaju yag sedikit memberi bumbu dari ceritanya agar tak di curigai...


[hah? Roy bukankah sudah ku bilang untuk memberi keluarga mereka tunjangan?] kata Pablo yang bertanya pada asistenya itu.


[aku berani sumpah bos aku sudah memberikan tunjangan pada mereka, dan memang aku menitipkan uang tunjangan itu ke salah satu teman hendra.] kata orang bernama Roy itu, tapi dia wanita loh kenapa di sebut roy?


Namun alis Rey sedikit terngkat saat mendengar percakapan mereka.


[sepertinya aku tau biang keroknya Pablo.] kata Kaju.


.....


Saat Rey sedang berada di perusahaan Pablo, di sekolah terjadi keributan yang sangat ricuh, karena pengumuman yang di sampaikan sekolah tentang acara festival sekolah yang sebenarnya masih sangat lamaaaaa, kenapa mereka ricuh karena pemberitahuan tentang bintang tamu di acara yang di buat besar oleh sekolah karena sekaligus merayakan hari ulang tahun sekolah yang ke 100.


To be continued.......

__ADS_1


__ADS_2