
Kaju atau Rey saat ini sudah memasuki gedung Asosiasi dengan pakaian biasa, dia berjalan tanpa menghiraukan hunter lain yang berlalu lalang di dekatnya, entah itu orang yang akan memasuki dungeon, menjual hasil yang mereka dapatkan di dalam dungeon atau karena alasan lain.
Rey hanya fokus pada jalanya dan menghampiri salah satu tempat resepsionis, dan disana ada orang yang paling di kenal Rey di Asosiasi dan satu satunya orang yang mengetahui identitas dia sebenarnya secara personal, siapa lagi kalau bukan Lili.
[hay Lili bagaimana kabarmu?]
Sapa Rey yang melihat Lili yang sedang menulis sesuatu di mejanya, dia melihat siapa orang yang menyapanya dan tersenyum kemudian saat melihat seorang remaja dengan pakaian biasa dan hoodie di kepalanya.
[kabarku baik, bahkan sangat baik, jadi ada apa Rey? Kenapa kau ke sini? apalagi seharusnya kau masih di sekolah bukan?]
Tanya Lili, yang merasa aneh Rey yang berkeliaran di luar saat jam sekolah, walau dia tak berburuk sangka pada Rey tapi tetap saja kemungkinan terbesar adalah Bolos.
[aku bolos sekolah kak, karena harus memebereskan beberapa masalah.]
Jawab Rey dengan jujur, karena dia merasa rahasianya akan sangat aman di tangan Lili tentu itu karena penilaian pribadi, menurut Rey orang seperti Lili akan tetap merahasiakan tentangnya walau di beri uang segepok sekalipun.
[masalah? Memangnya ada apa?]
Rey menjelaskan semua yang terjadi dan ia lakukan pada Lili, setelah meraka berada di ruangan khusus untuk mereka yang ingin melakukan pertemuan atau hal lainya.
[itulah yang terjadi, aku tau itu salah namun mau bagaimana lagi mereka membuatku marah...] kata Rey dengan tenang.
Namun tidak dengan Lili, dia terkejut dengan apa yang di lakukan Rey dia percaya akan semua yang di katakan Rey toh tak ada untungnya juga berbohong, tapi dia juga memaklumi tindakan rey dia merasa dia juga pasti akan melakukan hal yang sama bila ada di posisi yang sama denganya.
[oke, aku mengerti Rey, mungkin akan ada bebrapa masalah setelah ini seperti berita tentang penyiksaanmu itu, tapi tenang aku akan mengurusnya sebelum hal ini menjadi besar.]
Lili dengan senyum ramah khasnya menulis sesuatu di catatan kecil yang dia sering bawa di dalam jas yang ia pakai, Rey merasa sangat senang dan bersyukur memiliki kak Lili yang membantunya dalam mengurusi masalah seperti ini.
__ADS_1
[oh iya Rey, bijih tambang yang di dapat di dalam Dungeon telah selesai di ambil, semua bahan bisa kamu ambil dan telah kami potong biaya menambang.]
Rey di ajak pergi ke tempat dimana bahan tambang itu di simpan, saat sampai dia dengan mata yang berkilau melihat banyaknya bahan tambang menjadi sangat senang.
[apa aku perlu menyiapkan kendaraan untuk membawa ini semua?] kata Lili.
[tak perlu kak, aku akan membawa semuanya.] kata Rey,
Dia langsung memasukan semua bahan tambang yang menggunung itu dalam inventorynya, itu membuat Lili sangat kaget, dia memang tahu Rey mempunyai skill inventory namun dia tak menyangka inventory yang dimiliki Rey begitu luas hingga dapat memasukan semua barang beserakan itu dengan sekali lambaian tangan.
[sebenarnya berapa kapasitas penyimpanan mu Rey?] kata Lili dengan penasaran.
[entahlah aku pun tak tau karena sampai saat ini aku belum pernah mengukurnya, semua barang yang aku ingin masukan pasti masuk sampai sekarang juga.] kata Rey dengan santai.
Lili yang mendengar penjelasan dari Rey hanya menggangguk dan tak bertanya lebih jauh, setelah itu Rey berpamitan pada Lili, sebelum pergi dia juga memeberi tau bahwa ia akan pergi ke Dungeon Level E gurun pasir itu.
[ahk Rey bila kau mau memasuki Dungeon itu bisakah kau juga sekalian menyelamatkan hunter yang terjebak di sana] kata Lili
[iya, mereka memasuki dungeon itu dua hari lalu, namun sampai saat ini mereka tak pernah melapor pada Asosiasi bahkan tidak ada yang pernah melihat mereka keluar dari dungeon.] kata Lili.
[haaah aku tak menjamin tapi aku akan berusaha semampuku, dan berapa banyak jumlah mereka.] kata Rey.
[tiga hanya tiga orang.] kata Lili dengan senyum.
[haaah? Apa mereka hunter Rank B ke atas?] kata Rey dengan wajah terkejut.
[tidak mereka bertiga hanya ada di Rank E.] kata Lili dengan wajah lesu kemudian.
__ADS_1
[mereka sungguh gila! Kalau di Dungeon biasa aku bisa paham, kalau pun mereka tak bisa menyelesaikan dungeon itu, setidaknya mereka bisa sedikit menambang untuk mendapatkan bahan baku, tapi kan di Dungeon itu hanya pasir di sepanjang mata memandang.] kata Rey yang tak habis pikir apa yang mereka lakukan.
[haaaah aku pun berpikir demikian, namun mereka memaksa ingin pergi kesana, hingga resepsionis saat itu memberikan ijin untuk memasuki Dungeon itu hanya satu hari, tapi sampai sekarang mereka tak pernah kembali.] kata Lili sambil mengusap wajahnya.
[haaah kelompok idiotkah... jadi apa alasan mereka memasuki dungeon itu?] kata Rey yang merasa aneh dan pusing.
[itu... mereka berkata kemungkinan besar ada berlian merah api di dalam dungeon itu karena monster di dalamnya biasanya berhabitat di sekitaran Berlian itu.] kata Lili.
[hem memang benar habitat dari Kalajengking racun api biasanya ada di lokasi di mana berlian merah api berada tapi hal itu tak mutlak kan?, ada beberapa kasus monster yang ada di dalam dungeon tak sesuai dengan habitat biasanya.] kata Rey,
Memang hal itu sering terjadi, Rey pun masuk ke dalam dungeon itu pun karena memang ingin menyelesaikan dungeon itu saja, masalah apa yang akan dia dapatkan sesuatu di dalam dungeon dia tak terlalu berharap banyak.
[yah kami juga sudah menjelaskan itu pada mereka, tapi mereka tetap bersikukuh dengan rencana masuk dungeon itu.] kata Lili sambil tersenyum masam.
[ahhk sudahlah kalau begitu, berarti mereka benar-benar idiot kalau di beri tahu juga masih kekeh, biarkan saja aku pun tak tau apa mereka masih hidup apa tidak.]kata Rey.
....
Di sebuah tempat yang sangat jauh.
[Hachuu!] tiga orang bersin dengan berbarengan.
[apa ada yang membicarakan kita?] kata seorang yang sepertinya seorang swordman.
[semoga saja iya, agar ada yang membantu kita keluar dari sini.] kata seorang Tanker, berbadan besar dengan janggut tipis.
[ughh persediaan makanan kita sudah semakin sedikit, bagaimana ini?] kata seorang perempuan dengan pakaian serba biru memakai topi kerucut.
__ADS_1
[sepertinya kita harus mencoba keluar dari sini atau kita akan mati bila terus menungu disini.] kata Sang tanker itu yang sepertinya dia ketua dari mereka bertiga.
To be continued...