
Ke esokan harinya rey membuka matanya di pagi hari sekali, dia memandang pelafon di kamarnya dan memikirkan sesuatu di otaknya.
[haaah hanya dalam waktu beberapa hari ini aku sudah merubah masa depan ku sendiri secara drastis, aku tak tau konsekuensi dari ini, tapi aku tak peduli bila aku bisa menyelamatkan semua orang yang aku sayang, sudahlah sebaiknya aku bersiap-siap untuk sekolah, kalau aku lambat lagi bisa bisa Alice mengamuk nanti.]
Rey pun segera ke kamar mandi dan mengganti bajunya, dia segera mempersiapkan barang yang harus dia bawa untuk sekolah, beberapa saat kemudan dia turun kebawah untuk sarapan sebelum berangakat.
Di bawah ternyata ada alice sedang mebantu ibu Rey menyiapkan makanan, Tentu rey sedikit bingung dengan apa yang dilakukan alice pagi-pagi begini di rumahnya.
[oh kau sudah bangun Rey, tadinya aku ingin membangunkanmu tapi baguslah kau sudah bangun.] kata alice dengan biasa, hal itu membuat dirinya sedikit aneh biasanya dia akan marah saat rey melakukan kesalahan layaknya ibunya saat tadi malam.
[ada apa kenapa kau melamun di situ ayo segera makan nanti kalian terlambat ke sekolah.] dan akhirnya empat orang itu makan dengan tenang di meja makan, Rey pun tak mengatakan apapun dia masih tidak mengerti dengan keadaan ini, apa yang sebenarnya terjadi pada dia?
Beberapa saat kemudian Rey dan alice berangkat sekolah bareng, mereka tak berbicara sepatah katapun entah mengapa rey tak bisa mengatakan apapun alice pun demikian, biasanya alice selalu mengatakan ini dan itu tapi sekarang dia terdiam begitu saja tentu mebuat Rey tambah curiga terhadapnya.
[Alice? Apa kau baik baik saja? Tidak biasanya aku diam begini.] kata rey karena tak tahan dengan keheningan di antara mereka berdua.
[tidak ada Rey, aku hanya sedang banyak pikiran hanya itu...] kata alice dengan senyum yang di paksakan.
[haaa... apa tak ada yang ingin kau katakan padaku? Atau kau sedang jatuh cinta?] gurau Rey dan di ikuti tawa receh darinya, tapi respon yang di harapkan Rey tak terjadi, Alice malah semakin terdiam dengan wajah merah.
[ehh serius? Kau jatuh cinta alice? Aku kira orang sepertimu tak akan jatuh cinta.] kata Rey yang kaget melihat reaksi Alice dengan wajah semakin merah, bukan karena malu tapi marah.
[apa apaan maksudmu itu! tentu saja aku bisa jatuh cinta aku juga manusia sama sepertimu!] kata alice berteriak sambil memukul Rey.
__ADS_1
[hahaha tenang tenang aku hanya bercanda, jadi siapa orang yang beruntung mendapatkan hati sang tuan putri ini?] kata rey dengan senyum menggoda.
[it-itu... aku tak perlu tahu! Dasar Rey Bodoh!] kata alice dan langsung lari saat mereka sudah cukup dekat dengan sekolah.
[eeeeh? Kenapa dia malah kabur, lagian apa apaan reaksi yang berlebihan itu?] kata Rey yang tak mengejar Alice dan masih tetap berjalan dengan temponya.
Sesaat dia masuk ke area sekolah terlihat sangat ramai siswa dan siswi berlalu lalang, karena memang hari sudah cukup siang jadi memang sekolah sudah banyak orang, Rey pun melenggang ke arah kelasnya.
Terkadang dia mendengar perkataan siswa yang mnyoroti apa yang dia lakukan kemarin.
[bukankah apa yang di lakukan hunter rank S itu terlalu berlebihan sampai membuat tiga orang lumpuh karena mereka memuat onar?] kata salah satu siswa.
[tidak juga menurutku hal yang di lakukan orang itu memang wajar, apa kau tidak membaca berita itu secara menyeluruh? Orang yang dia buat lumpuh telah memeras keluarga yang baru saja kehilangan tulang punggung mereka, tidak hanya itu dia juga mengambil uang tunjangan dari perusahaan untuk keluarga itu, bahkan ada isu mereka bertiga juga ingin memperkosa ibu dan anak dari keluarga itu tapi untungnya di hentikan ole seorang hunter kenalan keluarga itu.] kata siswi di sampingnya.
[ya tapikan bisa saja orang itu melaporkan masalah mereka ke pihak berwajib...] kata siswa itu yang tetap merasa tak terima.
Benar apa yang di katakan siswi itu, memang perakuan mereka sudah kelewat batas tapi sebenarnya mereka dapat dengan berani melakukan hal itu karena mereka bisa di katakan kebal akan hukum, bukan berarti pemerintah dan Asosiasi tak bisa menghukum mereka, tapi kasusnya agak berbeda bila itu mengenai hunter.
Polisi misalnya, karena polisi bertugas untuk melayani masyarakat umum tentu anggota kepolisian juga hanya orang biasa, hingga bila mereka berurusan dengan kasus hukum yang melibatkan Hunter mereka harus berdiskusi dengan Asosiasi Hunter terlebih dahulu.
tapi tetap hukuman yang di jatuhkan untuk para hunter tak akan lebih dari tidak di perbolehkan untuk memasuki dungeon atau sebagainya yang bersangkutan dengan hunter karena bersangkutan dengan keamanan korban itu sendiri paling mereka hanya di suruh pindah atau sebagainya agar dapat menghindari hunter itu.
siapa yang salah siapa yang menyingkir itulah kesenjangan hukum untuk para hunter dan manusia biasa, lebih parahnya tak ada penjara yang cukup kuat untuk menahan hunter yang melakukan tindak kejahatan, hingga bisa saja mereka kabur dan membalaskan dendam pada orang yang membuat mereka terpenjara, dan itu pernah terjadi.
__ADS_1
Sedangkan untuk hukuman kurungan akan terlalu riskan bila hunter itu sendiri tak menyerahkan diri dengan sendirinya, itulah juga yang menjadi alasan para hunter tak terlalu di percayai oleh masyarakat biasa, karena penindasan dari oknum tertentu yang tak bertanggung jawab.
Apalagi kasus ini berhubungan dengan keluarga yang tak di kenal tak memiliki harta yang melimpah, menjadi sasaran empuk bagi hunter jahat untuk memeras mereka atau sekedar menjadi mainan mereka, mungkin bila keluarga Rey memiliki uang berlimpah akan beda cerita.
[ya memang benar sih, kalau saja keluarga itu tak kenal dengan Huner Kaju mungkin mereka akan tetap di peras bahkan lebih parah, yah kalau di lihat dari sudut pandang ini memang hukuman yang di lakukan Hunter itu memang sudah seharusnya.] kata siswa itu yang sadar dengan maksud dari Kaju yang memotong tangan dan kaki para preman itu.
....
Sedangkan Kaju telah sampai di kelasnya, namun saat dia masuk di kelasnya ada sesuatu yang aneh dia merasa semua orang di kelas memerhatikanya.
[hemm ada apa ya?] tanya Rey pada dirinya sendiri.
[hooo Rey kau sekolah hari ini yah, aaaahk kau kenapa kemarin tak masuk sekolah sih padahal kemarin terjadi sesuatu yang hebat loh.] kata seorang berkacamata dengan rambut urakan tak tersisir dia adalah Gunawan teman sekelas Rey dan paling dekat denganya di antara siswa lainya di kelas.
[eh memangnya ada apa?] bila di ingat ingat, tidak ada hal yang spesial seharusnya kemarin...
[haa kau tak tau? Apa pacar cantikmu itu tak memberitahumu?] kata Gunawan dengan ekspresi yang kaget.
[eh? Pacar? Siapa yang kau maksud? Aku ak mempunyai pacar satu pun...] kata Rey yang kaget dengan perkataan Gunawan.
[adoooi jangan begitu Rey kalau terdengar pacarmu dia akan sedih loh...] kata Gunawan sambil merangkul Rey.
[tidak, tidak, aku benar-benar tak paham apa maksudmu...] kata Rey yang menatap temanya itu bingung.
__ADS_1
[eh tapi kemarin Alice dari devisi Hunter mengatakan kau adalah pacarnya loh Rey, bahkan dia mengatakanya di depan orang banyak...] kata Gunawan dengan muka datar.
[eh? Eeeeeehhhhhhhh?!?!?] teriak Rey dengan sangat kencang hingga terdengar ke luar kelas. ~ TBC