Amerta Pride System

Amerta Pride System
21 Pilihan dan kesetiaan


__ADS_3

[aku memang tak bisa meremehkan keberuntungan para idiot huh...]


Setelah mengatakan itu Rey langsung melesat dengan cepat ke arah kalajengking yang sedang mengejar trio idiot itu, dia langsung menerjang kalajengking itu dengan pedangnya, gerakan kalajengking itu langsung terhenti, tak hanya itu terihat cangkang capit yang di pakai untuk menahan serangan Rey sedikit retak.


Trio idiot itu langsung terkejut dengan serangan Rey yang bisa di bilang sangat cepat, mereka langsung berbalik dan melihat siapa yang menolong mereka, terlihat seorang dengan suit berwarna hitam dengan aksen batik berwarna emas sedang bertarung dengan kalajengking itu.


Mereka bertiga merasa hidup mereka terselamatkan, tapi mereka tetap waspada karena bisa saja orang itu kalah atau ada serangan nyasar pada mereka, tentu mereka juga ingin membantu Rey namun saat melihat bagaimana Rey bertarung mereka menjadi ragu, karena merasa bila mereka membantu Rey malah akan mengganggu Rey jadi mereka hanya bersiap bila sewaktu waktu di butuhkan.


Hingga beberapa waktu setelahnya rey menebas kalajengking itu jadi dua bagian pas di tengah dengan ekornya sekalian, tiro itu langsung saja merasa lega, mereka langsung terduduk dengan lemas.


[hey apa kalian baik baik saja?] tanya Rey dari balik topeng.


[ya kami baik-baik saja terimakasih telah menolong kami!] kata seorang perempuan di party itu.


[baguslah kalian baik-baik saja, jadi apa kalian idiot yang masuk kedungeon ini tiga hari lalu.] kata rey dengan santai.


[Ughht! Kata katamu itu cukup menyakitkan hah, ya benar kami idiot yang memaksa masuk dungeon ini!] kata seorang yang berpakaian hampir sama dengan rey tapi dengan model yang berbeda dan membawa pedang satu tangan.


[ohh aku tak menyangka kalian masih selamat setelah tiga hari, bagaimana kalian bisa selamat sedangkan di sini tidak ada sumber air sekalipun?] kata rey yang merasa aneh karena memang di sini tak ada air sedikit pun, untung rey membawa persediaan air yang cukup banyak jadi dia tak masalah dengan hal itu.


[oh itu karena Santi, dia penyihir air jadi kita bisa selamat karena dia bisa mengeluarkan air.] kata Seorang tanker.


[hahaha sebaiknya kalian berterimakasih padanya kalau tidak mungkin kalian sudah membusuk baru dua hari di sini.] kata Rey sambil ikut duduk dengan mereka.


[perkenalkan namaku Kaju, aku Hunter Rank S, jadi nama kalian siapa?] kata rey yang menanyakan identitas mereka karena dia juga tak di beritahu identitas mereka dari Lili, atau lebih tepatnya Lili lupa memberitahu dan Rey Lupa bertanya.


[namaku Dadang panggil saja aku sesukamu ketua dari party ini, job ku Knight, dan orang yang berambut kuning itu Joshua dia seorang swordmaster, dan perempuan itu adalah santi jobnya Aquamaster, kami tak memiliki guild, salam kenal tuan kaju.] kata dadang yang jadi sopan pada kaju saat mendengar ternyata orang yang menyelamatkan mereka ternyata seorang Hunter Rank S.


[jadi kau Hunter Rank S yang kemarin di kabarkan oleh asosiasi yah, panggil saja aku Jo dan sekali lagi kami berterimakasih karena menyelamatkan kami.] kata Jo sambil menangkupkan kedua tangan nya.

__ADS_1


[heem? Siapa juga yang akan menyalamatkan kalian?] kata Rey datar.


[ehh?] bengo mereka bertiga.


[aku di sini buka untuk menyelamatkan kalian, aku di sini untuk menyelesaikan dungeon ini, memang aku di minta untuk menyelamatkan kalian, tapi itu bukan tanggung jawabku untuk menyelamatkan kalian bukan?] kata Rey dengan nada ceria, mereka yang mendengarkan hanya terdiam.


[ta-tapi bagaimana nasib kami bertiga? Apa kau tega meninggalkan kami?] kata santi yang seakan ingin menangis saat itu juga karena perkataan dari Rey.


[ehh nasib kalian yah itu urusan kalian, kalau tega tidaknya sebagai hunter yang sudah sering melihat hunter yang lain mati, aku sebenarnya tak terlalu peduli... anggap saja kalian adalah salah satu korban di dalam dungeon ini.] kata Rey dengan santainya.


[tu-tunggu! Aku mohon bawa kami bersamamu, kami akan menuruti semua kenginanmu asal kau membawa kami bersamamu, kami mohon.] kata dadang, yang merasa sudah putus asa di dalam dungeon ini.


[hemmm bagaimana yah... apa kalian benar benar bisa di percaya?] kata Rey degan nada curiga.


[kami bersumpah akan melakukan apapun, jadi aku mohon selamatkan kami.] kata joshua yang sudah bersujud di hadapan Rey.


[baiklah tapi aku hanya akan membawa satu di antara kalian, dan sisanya akan aku bunuh bagaimana?.] kata Rey yang kali ini mengeluarkan aura membunuh.


[baiklah Tuan kaju, tolong bawa santi bersamamu.] kata dadang dengan pasti.


[apa tu-] belum santi mengatakan sesuatu joshua memotong perkataanya.


[benar tuan kaju, di antara kami bertiga orang yang lebih pantas di selamatkan adalah santi, dia sudah banyak membantu kami dalam berbagai kesempatan, aku mohon selamatkan dia walau kepala kami jadi taruhanya.] kata jo sambil menunduk pada kaju, dadang pun melakukan hal yang sama.


[tunggu! Aku tak terima ini, kalau memang begitu aku lebih baik mati disini dari pada harus mengorbankan kalian demi keselamatanku sendiri!] kata Santi yang benar benar tak terima dengan keputusan dua sahabatnya itu.


[tidak santi kau harus selamat dari sini, kami berdua telah berjanji pada almarhum ibumu untuk melindungimu walau nyawa kami menjadi taruhanya.] kata dadang yang menegaskan perkataanya.


[santi kalau kau sudah keluar dari dungeon, aku mohon sampaikan permintaan maafku pada nadya karena tak bisa terus bersamanya.] kata Joshua dengan mata berair dan senyum yang di paksakan.

__ADS_1


[tidak! Aku... aku..] santi tak bisa lagi berkata kata karena keteguhan dua sahabatnya itu.


[baiklah, aku akan membawa wanita itu bersamaku, jadi kalian bisa tenang di alam sana.] kata rey yang berdiri dan menarik pedangnya.


[Tunggu aku mohon jangan lakukan itu! aku tak jadi ikut bersamamu, kami tak jadi meminta tolong jadi kumohon jangan lakukan itu.] kata santi yang langsung menghalangi Rey di depan kedua temanya yang masih menunduk.


[nona, temanmu telah memutuskan keputusanya dan lihat lah keteguhan hati mereka apa kau benar benar ingin melukai harga diri mereka? jadi menyingkir dari sana...] kata rey dengan nada tegas.


rey terus mendekat ke arah mereka, tapi santi tak juga menyingkir, dia malah semakin menatap Rey dengan mata berharap Rey hanya mengangkat pedangnya bersiap menebas kepala dua orang di belakang santi tapi tiba tiba wanita itu mengangkat tongkatnya dan merapal skill nya.


Duaaar!!!


Suara ledakan terdengar cukup keras, dua orang di belakangnya langsung mengangkat kepalanya dan menatap santi tak percaya, mereka berdua tak mengira santi akan melakukan hal yang senekat itu, beberapa saat asap dari ledakan telah berurang dan memperlihatkan seorang dengan badan tegap tak mengalami luka apapun walau telak terkena serangan dari dekat.


Dua orang di belakangnya tentu langsung melindungi santi, karena berpikir orang di hadapan mereka tak akan memberi ampun atas apa yang di lakukan santi pada dia.


[kalian.....] kata rey tersiam sesaat membuat mereka semakin tegang karena mereka tau tak akan selamat melawan orang itu.


[Lulus...] satu kata itu membuat tiga orang itu melongo, lulus apanya yang lulus? Pikir mereka.


[tenangkan diri kalian, aku tadi hanya mengetes kepribadian dan juga ikatan kalian.] kata rey sambil menurunkan topengnya, terlihatlah wajah tampan dengan mata biru sebening kristal, dengan rambut hitamnya.


Mereka bertiga menjadi syok dengan orang dihadapanya, mereka tak menyangka selama ini mereka mengobrol dengan orang semuda rey, dari wajahnya saja mereka tau bahwa Rey masih lah remaja.


[tapi aku tetap akan meminta sesuatu pada kalian bila sudah keluar dari dungeon nanti, untuk sekarang kalian ikuti aku untuk menyelesaikan dungeon ini.] kata Rey tanpa melihat reaksi dan jawaban mereka bertiga.


Mereka bertiga menjadi linglung dan terdiam, apa yang sebenarnya terjadi, pikir mereka.


[hey sadarlah, apa kalian ingin aku tinggalkan dan jadi makanan monster?] kata kaju yang kemudian berjalan ke arah dalam dungeon.

__ADS_1


Seketika mereka tersadar dan mengikuti Rey di belakang, layaknya anak itik pada induknya.


To Be Continued....


__ADS_2