Amerta Pride System

Amerta Pride System
27 hooo rekan kerja kah...


__ADS_3

[jadi kenapa ketua osis dan ketua dewan keamanan datang kesini?] kata Rey saat orang yang menggebraknya saat acara makan makan itu pergi.


[tidak kami hanya tak sengaja lewat kesini dan melihat kegaduhan itu...] kata Delvina dengan santai.


[hoo... tapi aku tak tau kau ternyata cukup akrab dengan mereka berdua yah...] kata Rey dengan santai dan kembali duduk di kursinya, sedangkan gunawan dari tadi seperti tak memperdulikan apapun di sekitarnya dan asik makan.


[ehh? Tidak aku kesini karena memang ingin bertemu dengan mu dan tak sengaja berbarengan dengan mereka.] kata adi dan menghampiri meja rey dan duduk di sana.


[ah jadi kami pamit dulu oke Rey, nanti kita bicara lagi.] kata delvina.


[ah ya sampai nanti, dan juga ada yang ingin aku bicarakan dengan mu kak delvina....] kata Rey dengan nada menekan di akhir kaliamat.


[hahaha... ada apa yah kok aku merasa kau marah...] kata delvina dengan wajah tanpa dosa.


[Reyhan, bila nanti Alex mencarimu lagi bilang padaku terlebih dahulu dia sepertinya menyimpan dendam padamu setelah kejadian kemarin.] kata Adrian.


[Terimakasih ketua adrian, aku akan memberitahumu bila orang itu berbuat sesuatu yang mengganggu.] kata Reyhan, walau sebenarnya dia tak peduli dengan apa yang akan di lakukan Alex toh hal itu tak akan berpengaruh padanya.


Setelah itu Adrian dan Delvina pergi dari sana, suasana pun kembali seperti biasanya walau tetap ada beberapa orang yang memerhatikan adi yang makan satu meja dengan Rey.


[rey sebenarnya kau ini kemana sudah dua hari loh aku tak melihatmu di sekolah...] kata Adi sambil menyantap makanan yang dia bawa dari rumah.


[hoo aku hanya punya beberapa urusan beberapa hari ini, lagian kenapa kau kesini tidak biasanya?] kata Rey sambil menyambung makan.


[haaa.... entah kenapa aku di jauhi oleh orang di angkatanku kau tau kenapa yah?] kata Adi yang menunjukan wajah suram.


[heee? Jadi kau kesini ingin curhat begitu?] jawab asal Rey.


[bukan seperti itu tapi bagaimana mengatakanya, entah kenapa orang orang jadi sangat berhati hati padaku.


Itu karena mereka takut terhadap mu, ingin rasanya Rey mengatakan itu, Adi Daniata seorang siswa kelas satu devisi hunter dengan job kelas Rare Prince lava, dia adalah orang terkuat kedua setelah Alice namun tak hanya itu dia juga pintar di akademis tidak seperti alice yang biasa saja di nilai pembelajaranya.


Kemungkinan orang-orang menjauhinya karena merasa minder dengan dirinya, dan lagi Adi adalah orang yang supel, ramah dan sedikit bebal, itulah alasan dia tak bisa berbaur dengan orang di dekatnya, karena dia tak terlalu peka dengan orang di sekitarnya, walau dia sebenarnya mudah di ajak berbicara tapi di mungkin mereka terlalu takut bila menyinggung dia karena kekuatanya dan keterampilanya itu.


[sudahlah mungkin mereka hanya terganggu dengan kehadiranmu.] kata Gunawan dengan nada datar seolah mengatakan sesuatu yang biasa.


[haaaa!!! Jadi maksudmu aku ini mengganggu begitu hah!] kata Adi dengan marah.


[ya sedikit...] kata gunawan dengan senyum simpul.


[sudah, sudah... jangan malah berantem walau aku pun setuju dengan perkataan gunawan...] kata Rey dengan wajah mengejek.


[kalian ini..... benar-benar menjengkelkan... awas saja akan aku balas kalian nanti...] kata Adi dengan geram dengan dua orang itu, sedangkan Rey dan Gunawan hanya tertawa melihat reaksi gunawan.


Ding Dong!


[ah sudah bell kah, Adi sebaiknya kau segera pergi kalau tidak temanmu akan semakin menjauhimu lohhh...] kata Gunawan dengan nada mengejek.


[diam kau kepala ijuk, aku juga akan kembali ah iya nanti sepulang sekolah apa kalian ada acara mending kita main dulu sepulang sekolah yuk!] kata Adi.

__ADS_1


[ahh maaf kalau hari ini aku tak bisa, aku ada janji dengan seseorang.] kata Rey


[hoo apa itu pacarmu?] kata Adi dengan senyum jailnya.


[haaa emang orang ini bisa punya pacar aku ragu...] kata gunawan dengan wajah datarnya.


[wooy! Aaah terserah, aku hanya ada janji dengan kenalanku untuk membicarakan bisnis itu saja.] kata Rey dengan sombong.


[bisnis tai kucing, paling dia mau beli film biru, ya kan?] kata Gunawan.


[matamu! Eh adi apa kau akan tetap di sini? Bukanya kelasmu hari ini praktek yah...] kata Rey.


[eh astaga iya aku duluan yah bay bay...] dan setelah itu adi lengsung berlari ke kelasnya.


[jadi kita akan balik kelas apa tidak?] kata Gunawan.


[hemm.... enggak deh, toh gurunya juga gak ada, tugasnya juga udah selesai mending di sini di kelas juga berisik.] kata Rey, jangan di contoh kawan kawan.


[hemm benar juga, lagian aku juga masih lapar pesen batagor ah, kau mau Rey.] kata Gunawan pergi ke arah tukang batagor.


[hemm? Mau deh batagor kuah tapi.] kata Rey, yang sekarang sudah fokus terhadap ponselnya.


[oke, pesanan di siapkan tuan.] setelah itu Gunawan pergi memesan makanan.


[jadi tempat kumpulnya di caffe dekat rumahku yah, hemmm kehidupan sekolah memang yang terbaik huh lagian aku sudah hafal semua pelajaranya jadi aku bisa bersantai saat di sekolah...]


....


[alice? Kenapa kau ada di sini?] kata Rey yang melihat tak biasanya menunggu Rey pulang.


[tidak aku hanya ingin pulang bareng dengan mu.] kata alice tersenyum manis pada Rey.


[heeee?] heran Rey dia penuh selidik pada Alice, mencoba mencari tau maksud sebenarnya dari gadis itu.


[ada apa? Aku benarbenar hanya ingin pulang bareng denganmu, kenapakau melihatku seperti itu! hemm menyebalkan!] rengut gadis itu sambil melipat tangan di depan tubuhnya.


[haaa iya iya, aku paham... tapi maaf Alice aku tak bisa pulang bersamamu hari ini.] kata rey sambil menangkupkan kedua tanganya.


[ehh kenapa?] tanya Alice dengan wajah kecewa.


[dia ada janji kencan dengan seseorang...] celetuk orang di belakang Rey ya itu Gunawan.


[Hey jangan bilang yang tidak tidak!] teriak Rey.


[hooo jadi kau ada kencan kahh... hemmm...] kata Alice dengan senyum dan wajah yang menyeramkan.


[ti-tidak Alice, Gunawan hanya bercanda... aku ada pekerjaan jadi harus pergi sekarang, maaf yah nanti pulang dari urusanku aku belikan eskrim deh yah..] kata Rey dengan senyum yang di paksakan.


[benarkah....] kata alice dengan mata menyipit.

__ADS_1


[sungguh, aku berani bersumpah...] kata Rey yang mengangkat tiga jarinya ke atas.


[baiklah, tapi janji pulang nanti belikan aku es krim rasa coklat dan juga martabak keju oke!] kata Alice dengan riang.


[iya, iya...] kata rey sambil mengusap kepala Alice.


[apa kalian serius tak pacaran?] pikir Gunawan melihat kemesraan dua insan di hadapanya.


Mereka bertiga akhirnya berjalan ke arah gerbang sekolah sepanjang jalan mereka bercanda apalagi dengan adanya Gunawan si jail.


[ah! Rey hey kesini!] teriak seorang perempuan dewasa mungkin berumur 20an dengan pakaian kasual bernuansa biru, melambai lambai ke arah Reyhan.


Gluk!


Seketika Rey merasa ada hawa dingin di tambah bulu kudugnya langsung berdiri setelah beberapa saat panggilan dari wanita itu.


[Rey kau bilang akan bekerja sambilan bukan? Kenapa kau sampai di jemput oleh wanita cantik itu?] kata Alice dengan wajah yang beringas pada Rey.


[te-tenanglah Alice! Dia hanya rekan kerjaku! Kami tak ada hubungan apapun oke!] kata Rey panik.


[ohh rekan kerja kah... apa aku akan percaya semudah itu bodoh!] kata alice meneriaki Rey sambil menjewer kupingnya.


[aduuh kupingku... tapi emang itu lah yang terjadi... kalau kau tidak percaya taya saja pada orang nya...] kata Rey dengan wajah murung.


[hemm baiklah akan aku tanyakan sendiri... lihat saja bila kau berbohong!] kata alice dengan wajah seram.


[tunggu sebentar Alice, sebenarnya kau disi tak paham apa yang kalian bicarakan, memangnya kenapa juga Kalau Rey mempunyai pacar? Toh kalian juga hanya sahabat bukan?] kata orang berkacamata menanykan hal itu dengan wajah datar dengan satu alis naik keatas.


Mereka berdua terdiam, memang benar memangnya kenapa bila salah satu di antara mereka mempunyai pacar? Benar juga kata Gunawan.


[it-itu aku hanya harus memastikan pacar Rey adalah orang baik, sebagai sahabat tak mungkin kan aku membiarkan sahabatku terluka.] kata alice dengan jawaban yang super diplomatis.


[hoo begitukah... aku kira karena kalian sebenarnya saling suka satu sama lain.] kata Gunawan dengan wajah datar dan melenggang pergi meninggalkan kedua orang yang wajahnya sudah memerah karena perkataan Gunawan.


[si sialan ituu...] gumam rey saat melihat gunawan pergi.


[Hey Rey kenapa kau tak menyambutku padahal aku sudah memanggilmu dari tadi.] kata perempua itu yang tak lain adalah Santi.


[eh maaf kak, tapi kenapa kakak di sini?] kata Rey dengan wajah bertanya.


[aku di sini menunggumu Rey, karena jalan yang aku lewati melewati sekolahmu jadi sekalian saja aku menunggumu dan kita bisa pergi bareng bukan?] kata Santi dengan senyum cerah cirikhasnya itu.


[ohh o iya kak, kenalkan ini sahabatku Alice, alice kenalkan ini Kak Santi.] kata Rey memperkenalkan mereka berdua.


[salam kenal namaku Alice Yuki, sahabat dari kecil Rey.] kata Alice sambil memberikan tanganya.


[ohh jadi ini yah Alice yang kau ceritakan itu, dia memang cantik yah... perkenalkan namaku Santi Sri Rahayu teman Rey] kata Santi sambil menyambut tangan Alice.


[ka-kalu begitu kami pergi duluan yah Alice, nanti mampir lah ke rumah oke!] kata Rey dan pergi bersama Santi, dan ternyata santi membawa mobil dan mereka berdua pergi meninggalkan alice.

__ADS_1


[haaa... kenapa aku merasa jengkel saat Rey pergi dengan kak santi yah? Padahal dia tadi sudah mengatakan cuman teman kerja Rey...] dan akhirnya Alice pulang sendiri sambil berwajah cemberut.


To be continued...


__ADS_2