
Sekarang seorang dengan pakaian suit berwarna hitam bermotif emas sedang memandang sebuah pilar cahaya berukuran dua orang dewasa, dia sedang mengecek perlengkapan di inventornya dan bersiap untuk memasuki dungeon yang bisa di bilang sangat berbahaya bila di ukur dari segi field di dalam.
Setelah itu kaju atau yang kita kenal dengan Reyhan itu memasuki dungeon itu dengan langkah pasti, pemandangan pertama saat dia memasuki dungeon itu adalah pasir, dan hanya itu sepanjang mata memandang.
Hamparan gurun pasir itu sungguh benar benar indah, namun di balik keindahan itu ada sebuah bahaya yang menanti, apalagi bila orang itu tak memiliki pengalaman dan alat yang memadai, sudah pasti orang itu akan mati secara mengenaskan entah karena mati karena monster atau mati karena tersesat dan tak bisa kembali.
Itu hal normal bila ada di Dungeon jenis gurun ini, seorang yang punya sense tentang arah di perlukan untuk menjelajah Field tipe ruang terbuka seperti ini.
Rey benar benar terpesona dia dengan santai berjalan jalan di gurun itu mencari sesuatu yang bisa dia eksplorasi, namun bebrapa saat kemudian dia menjadi sangat jengkel, bagaimana tidak setelah satu jam berjalan dari titik di mana gerbang dungeon berada tidak satu pun tanda tanda kehidupan yang terdeteksi olehnya.
Bahkan sejauh mata memandang dia hanya melihat padang pasir yang bentuknya tak berbeda terlalu jauh membuat dia sedikit bosan saat ada di dalam dungeon, untung dia memiliki map tracing dari Mysterius Box, bila tidak mungkin sekarang dia sudah kehilangan jejaknya sendiri.
....
Di sebuah gua yang gelap dan pengap, ada tiga orang yang sedang kabur dari kejaran kalajengking merah sebesar mobil truck, mereka berlari sekencang mereka bisa sambil berteriak.
[maaaa aku tak mau matiiiiiii!!!] kata anggota gadis dari tiga sejoli itu.
[ini gara gara kamu Jo malah melawan kalajengking itu! Awas saja bila aku mati aku akan menghantui mu] kata seorang bebadan besar dan membawa tameng besar.
[hahaha kau tak bisa menghantuiku Dang! Karena aku pun pasti mati bila kalian mati AAAAAA!!!] mereka terus berlari dari kejaran kalajengking itu dan masuk ke dalam gua itu lebih dalam.
....
[ini benar benar membosankan, dari tadi aku hanya melihat padang pasir, eh apa itu?] kata Rey saat melihat sebuah tempat yang memiliki banyak pohon dan danau dan di sana sangat indah bagai sebuah paradise di tegah-tengah neraka.
__ADS_1
Rey menghampiri tempat itu dengan senang, dia berlari kecil menghampiri tempat itu karena bisa saja ada sesuatu di sana.
[akhirnya aku- huaaaaaaaa!!!!!]
Baru saha Rey menapaki kakinya di tempat itu sesaat kemudian dia terjatuh terhisap pasir dengan sangat cepat dan pemandangan paradise itu hanya sebuah fatamorgana untuk menyesatkan Hunter kasihan sekali Rey
Tamat...
[aduh!!! adu du duh, apa ini? Gua? Kenapa ada gua di bawah gurun pasir?] gumam Rey saat melihat sekitaran, dia langsung memeriksa map tracernya, begitu kagetnya Rey mendapati ternyata gua ini sungguh panjang dan rumit, seperti ada sebuah dungeon di dalam Dungeon itu tersendiri, dan ternyata tak jadi tamat
[ini... apa field sebenarnya adalah ini? Jadi sebenarnya gurun pasir itu hanya sebuah jebakan untuk menyesatkan Hunter?, dan dungeon utamanya ada di sini?] pikir Rey yang melihat di dalam Dungeon terdeteksi banyak sekali monster yang terdeteksi.
[apa-apaan ini? Bukankah ini terlalu berlebihan hanya untuk Dungeon Level E? Apa ini dungeon abnormal?] Rey mengatakan itu karena banyak sekali monster yang ada di dalam gua itu tak hanya itu bahkan ukuran mereka beragam yang terkecil bisa seukuran mobil kecil dan yang terbesar bisa sebesar truck besar.
Rey berlari dengan tenang dia memerhatikan sekitar, walau map tracing bisa mendeteksi dan memetakan lingkungan dengan monsternya, tapi berbedahal bila di dalam gua memiliki perangkap, jadi Rey berhati-hati dalam melangkah.
Saat beberapa saat memasuki dungeon, Rey akhirnya menemukan seekor Kalajengking berwarna merah seukuran mobil sedan, dia dengan hati-hati mendekat dan saat dia berada cukup dekat.
Slash!!!
Rey langsung memotong ekor dari kalajengking itu, rey langsung mundur dari sana takut terkena racun yang keluar deras mengalir dari ekor kala jengking itu.
Kalajengking yang ekornya telah hilang itu seakan sedang berteriak dan langsung mengengok ke arah Rey, dia langsung mengarahkan capit besarnya ke arah Rey, rey yang melihat itu hanya menghindar dan mengelak dari serangan monster itu, namun sepertinya kalajengking itu juga sudah tau Rey akan menghindar dia langsung bergerak dengan capit satunya lagi berusaha meraih Rey.
Melihat serangan beruntun itu rey menahanya dengan pedang zeus, dia langsung mundur kebelakang dengan backlif kebelakang dia berusaha untuk mengambil jarak dengan kalajengking itu, Rey sebenarnya bisa langsung mengalahkan kalajengking itu namun dia tak langsung melakukanya karena ingin melihat respon dari kalajengking itu, dan apa dia akan memanggil temanya atau tidak.
__ADS_1
Dan ternyata kalajengking itu tak memanggil teman temanya, entah mengapa tapi Rey mengira mereka memiliki teritorialnya masing masing, jadi mereka tak akan mengganggu satu sama lain.
[bagus bila begini aku bisa membunuh mereka semua, namun ini akan menghabiskan waktu yang tak sedikit.]
Pikir Rey tentu ia juga tidak akan ceroboh, walau dia kuat bukan berarti dia bisa melakukan segalanya, dia tau dengan jumlah kalajengking yang benar benar mencapai ratusan dia tak mungkin bisa menghadapi semuanya sekaligus.
Namun beda cerita bila menghadapi mereka satu persatu, itu terlampau mudah bagi Rey walau berarti waktu penaklukan dungeon ini akan sangat lama.
[ugh... semoga aku bisa membersihkan Dungeon ini sebelum waktu makan malam...] kata Rey, dengan pasrah dengan penjelajahan yang akan memakan waktu ini.
....
Selang beberapa waktu kemudian Rey berhasil memusnahkan beberapa kalajengking di dalam gua ini, dan gua ini pun semakin dalam semakin besar ukuranya, tidak hanya itu monster nya pun semakin besar pula semakin dalam namun tidak hanya itu.
Ternyata saat Rey sudah masuk semakin dalam, ternyata berlian merah bara ada di sini, Tentu Rey dengan senang hati menambang berlian berlian itu, tak hanya itu bahkan sesekali Rey menemukan bijih besi yang memiliki unsur element api di dalamnya, dan dia juga membawa mayat kalajengking itu karena cangkangnya bisa di pakai untuk membuat armour dan juga armour dari kalajengking merah mempunyai resistensi terhadap api jadi bisa di bilang armour dari cangkang kalajengking merah banyak di minati oleh hunter khususnya para pemula.
Tentu itu membuat Reyhan semakin semangat untuk menambang, namun saat Rey sedang asik menambang tiba tiba dia di kagetkan dengan suara gaduh yang berasal dari dalam gua, dia merasa suara itu adalah suara langkah kaki kalajengking yang lebih besar dari kalajengking yang dari tadi dia lawan.
Tak lama terliahat sosok besar monster kalajengking yang dua kali lebih besar dari biasanya tak hanya itu warna kalajengking itu pun lebih gelap dari pada kalajengking yang dari tadi Rey lawan.
Namun yang membuat rey bingung adalah tiga orang yang sedang berlari dari kejaran kalajengking itu.
[keberuntungan idiot memang tidak bisa di anggap remeh.] gumam Rey dan bersiap membantu mereka bertiga
To be continued....
__ADS_1